Selain Cacing, Ternyata 10 Hewan ini juga Hidup di dalam Tanah


Apakah kalian tahu hewan apa yang hidup di dalam tanah? Sebagian besar pasti akan menjawab cacing tanah. Ya, memang benar bahwa cacing tanah merupakan hewan yang hidup di dalam tanah. Namun, ada juga hewan lain yang juga hidup di dalam tanah.


Tanah merupakan komponen yang kaya akan sumber mineral dan berbagai kandungan bahan tambang yang dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Tanah juga merupakan tempat tumbuh tumbuhan dan tempat berpijak kita semua. Terlepas dari peranan tanah yang sangat penting sekali, ternyata tanah juga dapat dijadikan habitat hidup beberapa organisme baik mikro maupun makro.


Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan beberapa hewan yang hidup di dalam tanah. Meskipun hewan tersebut tidak selamanya terpendam di dalam tanah, namun sebagian besar hewan tersebut menghabiskan waktunya lebih lama berada di dalam tanah. Mari kita ketahui hewan tersebut !


1. Semut



Sudah tidak asing lagi ketika kita mendengar kata semut, memang hewan yang satu ini tersebar banyak sekali baik itu cuma di dalam rumah saja. Pastinya kalian pernah menemukan segerombolan semut sedang mengerumuni sisa-sisa makanan atau serangga mati. Entah itu di dalam ruangan maupun di luar ruangan.


Banyak sekali semut yang berada di tempat tersebut. Setelah semut tersebut berhasil mengambil makanannya pasti akan kembali lagi ke sarangnya. Namun, apakah kalian tahu dimana sarang semut? Semut biasanya akan membuat sarang dimana saja yang menurutnya cocok dijadikan tempat berkembang biak.


Baik itu di dalam kayu, dibalik dinding, dibalik tumpukan kain bekas, di dalam tanah, dan masih banyak lagi. Namun yang akan kita bahas kali ini adalah yang hidup di dalam tanah. Benar saja, memang semut dapat membuat sarangnya di dalam tanah dengan membentuk sebuah koloni.


Biasanya satu koloni akan di pimpin oleh ratu semut yang akan memproduksi banyak telur. Telur-telur tersebut kemudian menetas dan akan menjadi para semut pengawal, semut pekerja, dan semut petelur. Serta semuanya punya tugas masing-masing.


2. Jangkrik



Jangkrik merupakan hewan nokturnal yang lebih aktif di malam hari. Ketika malam tiba, jangkrik akan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Ketika siang hari tiba, jangkrik akan kembali ke sarangnya. Serta jangkrik biasanya akan membuat sarang di balik tumpukan kayu, di dalam lubang tanah, dan semak-semak.


Umumnya jangkrik yang membuat lubang di dalam tanah adalah jenis jangkrik gangsir yang mempunyai ukuran tubuh lebih besar dari jangkrik pada umumnya. Jangkrik tersebut banyak menghabiskan waktunya di dalam tanah. Serta akan keluar dari lubangnya ketika waktu malam hari untuk mencari makan.


3. Rayap



Rayap ini kerap kali dianggap sebagai hewan pengganggu yang seringkali memakan kayu, baik itu kayu meubel, kayu gawang pintu, kayu meja kursi, dan kayu pohon yang sudah mati. Hewan ini merugikan sekali ketika sudah menggerogoti benda-benda berharga yang terbuat dari kayu.


Karena enzim selulase yang dimilikinya, rayap mampu mencerna kayu yang dimakannya. Dalam kehidupannya, rayap akan membentuk sebuah koloni yang terdiri dari ratu rayap, rayap pekerja, rayap pengawal. Serta semua punya tugas masing-masing.


Biasanya sarang rayap berada di dalam tanah atau di dalam kayu. Kalaupun itu di dalam kayu pasti ada sarang rayap yang didekatnya akan ditemukan gundukan tanah yang menjadi tempat koloni rayap. Rayap yang berada di dalam tanah akan menggali lubang yang dalam dan terdapat sarang-sarang di dalamnya.


4. Undur-Undur



Undur-undur ini sebenarnya adalah bagian dari larva capung yang hidup di dalam tanah. Keberadaannya pun dapat ditemui di tanah berpasir. Biasanya undur-undur akan membuat semacam cekungan sebagai sarangnya dan membenamkan dirinya di tengah-tengah cekungan tersebut


Tujuan dari membuat cekungan tersebut adalah untuk menjebak serangga lain semisal semut agar jatuh kedalamnya dan tidak bisa keluar lagi. Setelah itu si undur-undur akan menghisap semut itu sampai mati untuk mendapatkan cairannya sebagai makanan.


Hewan ini ternyata juga cukup unik, sebab undur-undur berjalan dengan cara mundur. Sangat berbeda dengan serangga umumnya. Selain itu, sebagian besar hidupnya akan dihabiskan di dalam cekungan pasir yang dibuatnya sambil menunggu berevolusi menjadi capung.


5. Tikus Mondok



Tikus mondok ini berbeda dengan tikus pada umumnya yang sebagian waktunya berada di luar tanah. Sedangkan tikus mondok ini sebagian besar waktunya berada di dalam tanah. Fakta lainnya adalah bahwa mata tikus mondok ini tidak berfungsi sempurna. Jadi untuk mencari makanan serta bertahan hidup, tikus mondok menggunakan indra penciumannya.


Hidungnya berbentuk moncong yang punya sensitifitas tinggi. Tangannya mempunyai cakar tajam yang memungkinkan untuk menggali tanah secara mudah. Serta untuk makanannya adalah cacing tanah dan serangga lain di dalam tanah. Ciri-ciri ada sarang tikus mondok adalah terdapat gundukan tanah berbentuk bukit di dekat lubang sarangnya.


6. Uret



Sebenarnya uret ini adalah larva dari hewan sejenis kumbang. Sebagian besar hidupnya berada di dalam tanah yang dekat dengan pelapukan kayu. Untuk menemukan uret dapat dilakukan dengan cara menggali tanah yang di dekat yang ada kayu lapuk atau sisa-sisa organik.


Makanan dari uret ini adalah zat sisa organik yang terdapat di dalam tanah dan umumnya menyukai tanah yang lembab untuk bertahan hidup. Memang hewan ini lebih mudah ditemukan ketika musim hujan tiba. Namun saat musim kemarau pun masih bisa ditemukan, tapi cukup sulit untuk menemukannya.


7. Tarantula



Tarantula mempunyai bentuk yang mirip dengan laba-laba. Namun yang membedakannya adalah tempat tinggalnya. Jika laba-laba pada umumnya membuat jaringnya pada tempat-tempat tertentu. Sedangkan tarantula bertempat tinggal pada lubang di tanah. Ukuran tarantula lebih besar dari laba-laba umumnya.


Selain itu, tarantula mempunyai semacam bisa sebagai alat perlindungan diri. Namun bisa tersebut tidak terlalu berbahaya bagi manusia. Akan tetapi, tetap saja untuk menghindari terkena bisa tersebut. Sebab ada sebagian spesies tarantula yang mempunyai bisa dan berdampak iritasi pada area yang terkena gigitan.


8. Orong-Orong



Orong-orong atau anjing tanah ini merupakan serangga yang mempunyai bentuk unik. Mulai dari kepalanya yang besar dan keras. Serta serangga ini juga mempunyai sepasang capit bergerigi yang digunakan untuk menggali tanah. Pada bagian punggungnya terdapat sayap yang dapat digunakan untuk terbang.


Orong-orong merupakan hewan nokturnal yang aktif dimalam hari. Serta saat malam, serangga ini mengeluarkan semacam bunyi yang mirip dengan jangkrik. Begitu pun sebaliknya, saat siang hari serangga ini akan berdiam di sarangnya yang berupa lubang pada tanah.


9. Larva Green Tiger Beetle



Mungkin sebagian besar orang akan merasa asing dengan serangga yang satu ini. Memang serangga ini tidak pernah menampakkan dirinya, serta hanya menghabiskan waktunya berada di dalam lubang pada tanah. Mungkin saat menampakkan dirinya, serangga ini sudah berubah bentuk menjadi serangga lain. Lebih tepatnya kumbang green tiger beetle.


Memang serangga tersebut merupakan larva dari kumbang Green Tiger Beetle. Bentuk dari larvanya pun cukup unik, yaitu menyerupai naga dalam ukuran kecil. Pada bagian kepalanya tersebut terdapat semacam tanduk yang digunakan untuk menggali tanah. Namun, untuk memancing larva tersebut keluar dari tanah dapat menggunakan karet gelang.


Berdasarkan pengalaman, larva tersebut akan menggigit karet gelang yang dimasukkan ke dalam lubang sarangnya. Kemudian saat kita menariknya dengan cepat, maka larvanya juga akan ikut tertarik keluar dari lubang persembunyiannya.


10. Kelabang



Kelabang identik dengan hewan berkaki seribu, namun kenyataannya jumlah kakinya tidak mencapai seribu. Selain itu banyaknya kaki kelabang tergantung ruas-ruas pada tubuhnya, dan setiap ruas mempunyai sepasang kaki. Serta setiap kelabang ternyata memiliki jumlah ruas yang berbeda. Jadi untuk menentukan jumlah kaki kelabang juga tergantung pada kelabang yang akan dihitung kakinya.


Perlu diketahui, bahwa sebagian besar kelabang memiliki racun yang akan menyebabkan semacam iritasi apabila terkena racunnya. Namun untuk hewan dan serangga yang menjadi mangsa kelabang, racun tersebut sangat berbahaya dan mematikan. Biasanya kelabang memangsa serangga merayap lainnya, dan bahkan ada juga yang kanibal (memangsa sesama kelabang).


Untuk habitat kelabang yaitu berada di tempat yang lembab dan hangat. Biasanya dapat ditemukan di sela-sela batuan, di semak-semak, dan bahkan ada yang hidup di dalam tanah. Akan tetapi, bagi para pencinta ikan predator, kelabang dapat dimanfaatkan sebagai makanan ikannya. Contohnya seperti ikan arwana yang diberi makan kelabang.


Cukup sekian pembahasan mengenai beberapa hewan yang hidup di dalam tanah. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih