Selain Burung Hantu, 10 Jenis Burung ini juga aktif di malam hari

Ketika ada orang ditanya mengenai burung apa yang aktif di malam hari, pastinya sebagian besar menjawab burung hantu. Memang sudah umum sekali bahwa burung hantu termasuk burung nokturnal yang akan aktif di malam hari dan tidur di siang hari.


Namun dibalik gelapnya malam, ada juga jenis burung lain yang ternyata berkeliaran di malam hari. Apa saja burung tersebut? Untuk mengetahuinya maka pada tulisan berikut ini akan disajikan beberapa jenis burung yang aktif di malam hari. Yuk, Mari disimak !


1. Black Rail



Burung Black Rail memiliki paruh pendek. Beratnya sekitar 29-39 gram, panjang 10-15 cm, dan lebar sayap 22-28 cm. Tubuhnya berwarna gelap, dengan bintik-bintik putih di sepanjang punggung dan sayap. Paruh dan kakinya juga berwarna gelap. Ketika sudah dewasa, burung ini memiliki mata merah yang muncul sekitar usia 3 bulan.


Saat malam tiba, terkadang burung ini mengeluarkan bunyi panggilan ki-ki-krrr yang khas atau geraman yang agresif. Untuk habitat persebarannya dapat ditemukan di daerah Amerika Utara, Karibia, dan wilayah Pasifik Amerika Selatan, biasanya mereka tinggal disekitar rawa-rawa garam pesisir tetapi ada juga yang di rawa air tawar.


2. Killdeer



Burung Killdeer memiliki ukuran tubuh dengan panjang sekitar 20-28 cm. Sayapnya memiliki lebar antara 59-63 cm, dan berat burung ini antara 72-121 gram. Mereka juga memiliki paruh pendek, tebal, dan gelap, kakinya berwarna seperti merah, dan pada lingkaran matanya merah.


Bagian atasnya sebagian besar berwarna coklat dengan pinggiran bergelombang. Dan juga memiliki dahi putih dan garis putih di belakang mata. Burung Killdeer juga memiliki kerah putih dengan garis tepi hitam. Pada bagian wajah lainnya berwarna coklat. Perutnya berwarna putih, kecuali dua pita hitam.


Burung ini tersebar di Benua Amerika (Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan). Untuk habitatnya berada di pantai, lahan basah pesisir serta ladang selama musim non-kawin. Saat berkembang biak, killdeer memiliki wilayah jelajah sekitar 6 hektar, meskipun umumnya lebih besar jika bersarang lebih dari 50 meter (160 kaki) dari air.


Meskipun umumnya merupakan spesies dataran rendah, burung ini juga ditemukan hingga garis salju di padang rumput dan tepi danau terbuka selama migrasi musim gugurnya.


3. Europan Robin



Burung Europan robin memiliki panjang sekitar 12,5–14,0 cm dan berat 16–22 gram, dengan lebar sayap 20–22 cm. Bulu jantan dan betina memiliki bulu yang serupa. Pada dada dan wajah berwarna jingga, dan dibatasi oleh abu-abu kebiruan di sisi leher dan dada.


Bagian atasnya berwarna kecoklatan, atau warna zaitun, dan perutnya berwarna keputihan, sedangkan tungkai dan kakinya berwarna cokelat. Paruh dan matanya hitam. Burung remaja berwarna coklat dan putih berbintik dalam pewarnaan, dengan bercak oranye.


Burung ini tersebar di Eurasia timur sampai Siberia Barat, ke selatan sampai Aljazair, dan di pulau-pulau Atlantik paling barat sejauh Azores dan Madeira. Di tenggara mencapai Iran jajaran Kaukasus. Burung robin juga ada di Irlandia dan Inggris yang sebagian besar merupakan spesies terbesar.


4. Yellow Breasted Chat



Burung Yellow Breasted Chat adalah burung kicau yang masuk dalam keluarga Emberizidae yang ada di Utara dan Timur Palearktik. Kicauan burung ini khas berbunyi zick dan tru-tru, tri-tri yang jernih.


Hingga tahun 2004, IUCN menganggap burung ini sebagai spesies resiko rendah. Setelah itu statusnya ditingkatkan secara bertahap menjadi terancam karena jumlah populasinya menurun tajam, yang disebabkan oleh maraknya perburuan di Tiongkok terutama selama musim migrasi.


5. Common Nightingale



Burung ini memiliki panjang sekitar 15–16,5 cm. Warnanya bulunya coklat polos bagian atas, dan pada ekor kemerahan. Kicauan burung common nightingale termasuk suara yang paling merdu dari jenis burung lain.


Untuk makanannya, burung ini memakan serangga. Dan habitatnya berada di hutan dan semak belukar di Eropa dan Palearktik, dan musim dingin di Afrika Sub-Sahara. Mereka membuat sarang di dekat tanah di vegetasi lebat.


6. Black Crowned Night Heron



Burung ini berukuran sedang, dan saat dewasa ukurannya bisa mencapai 64 cm dan berat 800 gram. Berkepala besar dan bertubuh kekar. Burung dewasa memiliki mahkota yang berwarna hitam kebiruan, leher dan dada berwarna putih, punggung dan mantel hitam berkilau kehijauan atau kebiruan, serta sayap dan ekor berwarna abu-abu.


Pada musim kawin sampai bertelur, burung ini mempunyai dua bulu putih hiasan yang memanjang dari belakang kepalanya hingga mencapai mantelnya. Burung muda mempunyai bulu coklat kusam dengan bintik-bintik putih yang mencolok. Paruhnya agak panjang dan runcing, berwarna hitam. Iris mata merah (kuning pada usia muda). Kaki kuning, yang berubah menjadi kemerahan bila musim berbiak.


7. American Robin



Burung American Robin sebagian besar aktif dan berkumpul dalam kawanan besar di malam hari. Makanannya terdiri dari invertebrata (seperti belatung kumbang, cacing tanah, dan ulat), buah-buahan, dan beri. Mereka adalah salah satu spesies burung paling awal yang bertelur, mulai berkembang biak tak lama setelah kembali ke musim panas dari kisaran musim dingin. Sarang burung robin terdiri dari rumput kasar panjang, ranting, kertas, dan bulu, dan diolesi lumpur dan sering kali dilapisi dengan rumput atau bahan lunak lainnya.


8. Hermit Thrush



Burung ini memiliki ukuran panjang sekitar 15-18 cm, dan sayapnya membentang sepanjang 25-30 cm dan memiliki berat 18 hingga 37 gram. Mereka memiliki karakteristik pola underwing putih-gelap-putih pada bulunya. Pada burung dewasa umumnya berwarna coklat di bagian atas, dengan ekor kemerahan. Bagian bawah berwarna putih dengan bintik hitam di bagian dada dan sisi abu-abu atau kecoklatan. Mereka memiliki kaki berwarna merah muda dan cincin mata berwarna putih.


Burung Hermit Thrush berkembang biak di hutan jenis konifera atau campuran di Kanada, Alaska selatan, dan Amerika Serikat bagian timur laut dan barat. Mereka membuat sarang berbentuk cangkir di tanah atau relatif rendah di pohon. Selain itu ada juga dari burung ini yang berkembang biak selama musim dingin di taman dan lingkungan pinggiran kota berhutan.


9. Eastern Whip poor will



Burung ini berukuran sedang dengan panjang 22-27 cm, sayapnya membentang sepanjang 45-50 cm dan memiliki berat 42-69 gram. Pada Burung dewasa memiliki bulu belang-belang, yaitu bagian atasnya berwarna abu-abu, hitam dan coklat, sementara bagian bawah berwarna abu-abu dan hitam.


Mereka memiliki paruh yang sangat pendek dan tenggorokan hitam. Burung jantan memiliki bercak putih di bawah tenggorokan dan ujung putih di bulu ekor luar. Sedangkan pada betina bagiannya berwarna coklat muda. Burung-burung ini mencari makan di malam hari, menangkap serangga yang sedang terbang, dan biasanya tidur di siang hari. Mereka bersarang di tanah, atau di lokasi teduh di antara daun-daun mati, dan biasanya bertelur dua telur sekaligus.


10. Northern Mockingbird



Burung Northern Mockingbird termasuk jenis omnivora, yang memakan serangga dan buah-buahan. Mereka sering ditemukan di daerah terbuka dan tepi hutan tetapi mencari makan di lahan berumput. Burung mockingbird utara berkembang biak di tenggara Kanada, Amerika Serikat, Meksiko utara, Bahama, Kepulauan Cayman, dan Antilles Besar.


Burung ini memiliki kaki serta ekor yang panjang. Bagian atasnya berwarna abu-abu, sedangkan bagian bawahnya berwarna putih atau abu-abu keputihan. Irisnya biasanya berwarna hijau kekuning muda, tetapi ada beberapa contoh yang berwarna oranye. Paruhnya berwarna hitam dengan tampilan hitam kecoklatan di bagian bawah. Tampilan burung muda ditandai dengan guratan di punggungnya, bintik-bintik dan guratan di dada, serta iris berwarna abu-abu atau hijau keabu-abuan.


Ukuran burung northern mockingbird sekitar 20,5 hingga 28 cm termasuk ekor yang hampir sepanjang tubuhnya. Ukuran sayapnya dapat berkisar dari 31-38 cm dan berat tubuhnya 40–58 gram. Pada burung jantan cenderung sedikit lebih besar dari betina.


Itulah beberapa jenis.burung yang aktif di malam hari. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.