Sekilas tentang Anglerfish, Sang Pemilik Antena Bercahaya

Sekilas tentang Anglerfish, Sang Pemilik Antena Bercahaya


Kehidupan di laut dalam yang gelap serta dingin menyebabkan ikan yang hidup di dalamnya mengalami bentuk tubuh yang terlihat aneh dan menyeramkan. Karena persaingan mendapatkan makanan yang langka, tentunya membuat ikan di laut dalam memiliki cara yang unik saat mencari makan. Salah satunya Anglerfish.


Anglerfish atau dikenal juga ikan pemancing mempunyai cara unik saat ingin menangkap mangsanya, yaitu menggunakan antena pemancing yang berada di atas kepalanya. Pada ujung antena tersebut dapat memancarkan cahaya yang dapat menarik perhatian mangsanya. Dikiranya oleh mangsa bahwa pancaran cahaya tersebut dihasilkan oleh kumpulan plankton, namun hal tersebut salah.


Nah, pada kesempatan kali ini akan disajikan beberapa penjelasan mengenai Anglerfish mulai dari klasifikasi sampai dengan fakta menarik dari ikan ini. Serta kalian pun dapat menyimaknya pada tulisan berikut ini.


1. Klasifikasi

  • Kerajaan : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Actinopterygii
  • Ordo : Lophiiformes
  • Famili : Melanocetidae
  • Genus : Melanocetus

2. Habitat

Anglerfish merupakan ikan yang berhabitat di laut dalam dengan kedalaman lebih dari 1000 meter. Bahkan di tempat tersebut sinar matahari tidak dapat menembusnya, jadi menyebabkan tempat tersebut langka akan makanan. Karena tidak ada rumput laut yang dapat tumbuh tanpa cahaya matahari. Oleh karena itu, ikan-ikan pemakan tumbuhan tidak ditemukan di tempat tersebut.


Akibatnya para predator laut dalam mempunyai persaingan mendapatkan makanan yang cukup tinggi. Salah satunya Anglerfish ini yang mendapatkan makanan dengan bantuan alat pemancing bercahayanya. Mereka menggunakan alat tersebut untuk mengecoh mangsanya agar mendekatinya, dan kemudian melahapnya dengan segera.


Habitat persebarannya berada di Samudra Arktik, Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Samudra Atlantik, dan Laut Mediterania.


3. Morfologi

Anglerfish memiliki antena pemancing yang terletak di atas kepalanya. Serta pada ujungnya mampu memancarkan cahaya yang dapat menarik perhatian ikan lain. Namun sebenarnya cahaya tersebut bukan dihasilkan oleh anglerfish sendiri, melainkan bakteri yang menempel pada antena tersebut dapat memancarkan cahaya.


Keduanya memang melakukan simbiosis mutualisme. Bakteri mendapatkan makanan dari inangnya dengan menyerap sari makanan, sementara anglerfish dibantu oleh bakteri dengan mendatangkan mangsa yang tertarik dengan pancaran cahaya yang dihasilkannya.


Selain itu ada perbedaan morfologi antara anglerfish jantan dan betina. Pada anglerfish jantan hanya memiliki ukuran tubuh kecil, kira-kira sebesar ibu jari dan tidak mempunyai antena pemancing. Sedangkan anglerfish betina memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar atau 10 kali lebih besar dari ukuran jantan. Serta anglerfish betina memiliki antena pemancing dan di mulutnya terdapat gigi-gigi tajam.


Di kedalaman laut yang mempunyai tekanan tinggi menyebabkan anglerfish tidak memiliki gelembung renang. Sebab gelembung renang akan pecah karena tidak kuat menahan tekanan tinggi. Jadinya ikan ini tidak mampu berenang dengan cepat, begitu juga karena siripnya yang tumbuh dengan tidak sempurna.


4. Fakta Menarik

Selain sebagai ikan yang terlihat aneh sekaligus menyeramkan, dan hidup di kedalaman laut yang gelap. Ternyata anglerfish mempunyai beberapa keunikan yang dapat kalian ketahui. Berikut beberapa keunikan dari anglerfish yang akan membuat kalian terheran dengannya.


A. Memiliki Antena Pemancing

Saat ingin mencari makanan, Anglerfish akan menggunakan bantuan dari antena pemancingnya. Pada ujungnya terdapat sekumpulan bakteri yang mampu memancarkan cahaya. Oleh karena itu, ikan yang menjadi mangsanya mengira bahwa cahaya tersebut dihasilkan oleh kumpulan plankton, dan kemudian mendekat. Kemudian dengan gigi-gigi tajam milik anglerfish akan menangkap mangsanya, dan berakhir di perut anglerfish.


B. Mulutnya dapat Membuka Lebar

Selain punya gigi tajam, nyatanya mulut anglerfish mampu membuka lebar-lebar. Hal tersebut dilakukan saat mendapatkan mangsa yang berukuran lebih besar dari dirinya. Tanpa rasa takut, ikan ini akan mencengkram mangsa yang lebih besar dengan giginya. Kemudian memakannya bulat-bulat.


C. Perkawinan Parasitisme

Apakah kalian tahu bahwa anglerfish ini punya cara perkembangbiakan yang terbilang unik, yaitu ikan jantan akan menempel pada tubuh betina dengan bantuan gigi pengait si jantan. Setelah berhasil menempel, ikan jantan akan terus mengikuti kemanapun ikan betina pergi. Dan bahkan akan tetap bersama selamanya. Kalaupun pejantan mati, ikan betina masih mempunyai cadangan spermanya.


Cara ikan jantan mendapatkan makanan yaitu dengan menyerap sari makanan dari betina. Selain itu pejantan juga menyediakan sperma bagi betina selama masa pemijahan. Saat pemijahan sperma akan disalurkan pejantan ke tubuh betina, kemudian telur yang sudah dibuahi akan dilepaskan ke air. Setelah telur berhasil menetas, anakannya akan memakan plankton.


D. Tidak Punya Gelembung Renang

Wajar saja dengan kehidupan anglerfish yang berhabitat di laut dalam yang gelap dan dingin. Selain itu di kedalaman laut tersebut memiliki tekanan yang tinggi. Sehingga menyebabkan ikan ini tidak memiliki gelembung renang. Sebab gelembung renang akan pecah karena tidak kuat menahan tekanan tinggi. Bahkan paru-paru manusia pun juga tidak kuat menahannya. Maka dari itu untuk menyelam ke laut dalam, manusia membutuhkan peralatan khusus.


E. Bertahan Lama Tanpa Makan

Karena langkanya makanan di laut dalam yang cukup tinggi, menyebabkan anglerfish terlatih untuk tetap hidup dengan jarang makan. Mereka memiliki metabolisme pencernaan yang lambat, jadi memungkinkan ikan ini dapat bertahan tanpa makan berhari-hari atau berbulan-bulan. Dengan kemampuannya tersebut, membuat anglerfish masih bisa melakukan perkembangbiakan agar jumlahnya tetap lestari.


Seperti itulah penjelasan mengenai anglerfish yang hidup di laut dalam yang dingin dan gelap. Serta cukup sekian, semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.