Mengenal Ikan Niasa : Klasifikasi, Habitat, Morfologi, dan Pembudidayaan

Mengenal Ikan Niasa : Klasifikasi, Habitat, Morfologi, dan Pembudidayaan



Ketika kita pergi ke toko ikan hias dan menemukan beragam jenis ikan cichlid yang beragam warna, mulai dari kuning, biru, dan warna lainnya. Namun kebanyakan yang paling umum adalah ikan cichlid berwarna kuning.


Dari jenis ikan cichlid yang warnanya kuning biasanya bernama ikan lemon dan ikan niasa. Memang kedua jenis ikan cichlid tersebutlah yang paling mudah dijumpai baik di toko ikan hias maupun di penjual ikan hias keliling.


Harganya pun relatif terjangkau, sekitar 2 ribu sampai 5 ribu per ekor. Siapa pun dapat memeliharanya, baik pemula maupun sudah berpengalaman. Untuk memeliharanya cukup mudah, kita tinggal menyediakan akuarium atau wadah lainnya. Meskipun ikan ini tergolong agresif, namun masih aman untuk dicampur dengan jenis ikan lainnya.


Pada kesempatan kali ini kita tidak akan membahas semua jenis ikan cichlid, namun yang akan dibahas hanyalah jenis ikan cichlid yang bernama ikan niasa. Jenis yang satu ini memang sudah populer dan mudah dijumpai.


Terkadang ada juga yang menyebut ikan niasa dengan sebutan ikan lemon. Meski sama-sama ikan cichlid, namun keduanya berbeda baik dari corak tubuhnya maupun warnanya. Ikan lemon berwarna kuning polos, sedangkan ikan niasa memiliki corak hitam putih memanjang pada tubuhnya dan yang berwarna kuning terdapat pada bagian perutnya.


Untuk mengetahui lebih dekat lagi tentang ikan niasa, maka pada tulisan berikut ini akan disajikan mengenai klasifikasi sampai pembudidayaan dari ikan niasa. Kalian pun dapat menyimaknya. Yuk, Mari disimak !


1. Klasifikasi

  • Kerajaan : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Actinopterygii
  • Ordo : Cichliformes
  • Famili : Cichlidae
  • Genus : Melanochromis

2. Habitat

Ikan Niasa merupakan ikan air tawar yang berasal dari daerah Danau Malawi (atau banyak juga yang menyebutnya Danau Nyasa), terutama di sekitar Jalo Reef hingga ke Crocodile Rocks di Afrika. Karena asal tempatnya tersebut, banyak juga yang menamakan ikan ini sebagai Ikan Niasa.


Selain itu ikan niasa juga dapat dipelihara di dalam akuarium atau kolam. Untuk membuat ikan niasa nyaman, maka di dalamnya bisa diberikan batu karang, pasir dan bebatuan. Sebab ikan ini senang sekali bersembunyi di antara bebatuan.


Mereka juga cukup agresif, namun juga masih aman dicampur dengan ikan lain yang seukuran. Atau juga sesama jenis ikan cichlid lainnya, contohnya ikan lemon.


Ikan niasa mudah beradaptasi di tempat baru dan untuk makanannya adalah pelet, cacing kecil, dan bisa juga diberi jentik nyamuk. Dalam sekali makan ikan ini mampu menghabiskan puluhan jentik nyamuk. Dan makanan tersebut aman untuk diberikan.


3. Morfologi

Ikan niasa memiliki ukuran panjang antara 5 cm sampai 13 cm. Untuk warna tubuhnya kuning pada bagian perut, dan terdapat garis memanjang berwarna hitam putih di atas perutnya.


Selain itu, ada hal unik dari ikan ini, yaitu warna tubuhnya dapat berubah dari dominan kuning menjadi dominan hitam. Hal ini terjadi ketika ikan niasa baru saja memasuki habitat barunya, begitu juga ketika masa perkawinan.


Saat masa kawin, ikan jantan akan mengejar-ngejar ikan betina sambil memekarkan siripnya. Setelah keduanya cocok, maka terjadilah pembuahan telur nya. Ada yang menarik lagi, yaitu ketika telur sudah dibuahi kemudian ikan niasa betina akan memasukkan ke dalam mulutnya sampai menetas.


4. Pembudidayaan

Sebelum membudidayakan ikan niasa, maka lebih baiknya mengetahui jenis kelamin ikan niasa. Cara menentukan jenis kelaminnya adalah sebagai berikut.


A. Menentukan Jenis Kelamin

Apabila kita lihat memang keduanya hampir sama, namun itu untuk ikan yang masih berukuran kurang dari 5 cm. Maka setelah ukurannya lebih dari 5 cm, ikan niasa dapat diketahui secara jelas perbedaan jantan dan betinanya.


Untuk menentukan antara pejantan dan betina dapat dibedakan dengan melihat fisiknya, biasanya pejantan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan betina. Selain itu pada sirip jantan memiliki warna cenderung gelap dan pada bagian perutnya terdapat bintik kuning.


Sedangkan pada betina yang siap kawin perutnya membulat, siripnya berwarna cerah, dan tidak terdapat bintik kuning pada perutnya.


B. Pemilihan Tempat

Ikan niasa dapat dikawinkan secara masal maupun sepasang, namun kebanyakan peternak lokal melakukan perkawinan dengan teknik masal, yaitu dengan mencampur jantan dan betina yang sebelumnya sudah dilakukan pemilihan dengan perbandingan antara jantan dan betina dalam satu wadah adalah 1 berbanding 5 atau lebih.


Untuk wadah yang akan digunakan selama pemijahan biasanya menggunakan kolam semen dengan ukuran PxLxT yaitu 100cm x 150cm x 40cm dengan ketinggian air antara 15cm atau jika dihitung volume air adalah 225 liter, dengan ukuran wadah tersebut dapat dilepaskan 10ekor jantan berbanding dengan 40-50 ekor betina.


Namun apabila ingin mengawinkan dalam akuarium hal tersebut masih bisa dilakukan, misalnya menggunakan akuarium 100cm × 50cm × 50cm dan di dalamnya dimasukkan ikan jantan 10 ekor dengan 20-30 ekor betina.


Sebenarnya ukuran wadah tidaklah baku, yang penting kita dapat mengira-ngira seberapa kepadatannya supaya selama pemijahan tidak mengganggu antara ikan yang satu dengan lainnya. Selama proses pemijahan atau perkawinan sebaiknya indukan diberi makan jentik nyamuk 2-3 kali sehari.


Usahakan tetap menjaga kualitas air pada wadah tersebut dengan mengganti 20 persen volume air dengan air baru setiap hari. Dan menyisakan sepertiga air lama kemudian menambahnya dengan air baru.


Proses pemijahan terjadi selama beberapa hari, kira-kira setelah seminggu dapat dilihat pada fisik induk betina, apakah pipi atau mulutnya membesar atau tidak. Kalau didapati membesar berarti menandakan bahwa ikan tersebut sedang mengerami telurnya.


Memang ikan niasa ini termasuk ikan yang mengerami telurnya didalam mulut (mouthbrooder). Indukan betina yang sudah dipastikan sedang mengerami telurnya dapat dipindahkan ke wadah terpisah khusus.


Umumnya para peternak menggunakan akuarium dengan ukuran 60cm x 40cm x 40cm, atau lebih besar maupun lebih kecil juga tidak papa. Asalkan kepadatan ikannya tidak terlalu padat. Setelah itu ikan betina tidak perlu diberi makan terlebih dahulu. Kira-kira sampai 5 hari.


Setelah 5 hari, pada mulut ikan betina bisa kita pencet untuk mengeluarkan anakannya yang sudah menetas. Kemudian masukkan anakan ikan pada wadah khusus.


C. Merawat Anakan Ikan

Wadah untuk menyimpan anakan yang sudah dikeluarkan dari mulut betina adalah berupa bak plastik yang sudah dibersihkan dengan ukuran 30cm x 20cm, dan diisi air yang sudah diendapkan semalaman. Kemudian biarkan anakan niasa di bak itu sampai dapat berenang dan mulai mencari makan.


Jika anakan sudah mulai berenang dan mencari makan dapat dipindah ke wadah pembesaran, ukurannya bisa menggunakan 800cm x 40cm x 40cm dengan tinggi air 15cm dan berikan aerasi yang cukup. Untuk makanannya adalah kutu air, artemia atau cacing sutera.


Sebab makanan tersebut sangat cocok untuk diberikan pada anakan ikan niasa. Berikan makanan tersebut sehari sekali pada pagi hari dan berikanlah secukupnya supaya makanan tersebut dapat dihabiskan si anakan ikan. Serta berikanlah perawatan juga seperti menjaga kualitas airnya.


Sampai disini saja penjelasan mengenai ikan niasa tersebut dan kalian pun dapat mencoba memeliharanya sendiri, begitu pun mencoba membudidayakannya. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.