Mengenal Ikan Cetol : Klasifikasi, Habitat, Morfologi, dan Pembudidayaan

Mengenal Ikan Cetol : Klasifikasi, Habitat, Morfologi, dan Pembudidayaan


Ikan kecil- kecil yang terdapat di parit jumlahnya banyak sekali dan beraneka ragam, ada yang kecil dan ada yang besar. Namun, apa kalian tahu jenis apakah ikan tersebut? Ikan tersebut adalah ikan cetol atau juga disebut ikan cere.


Ikan cetol merupakan ikan kecil yang dapat dijumpai di aliran parit, sungai, kolam dan lainnya. Sepertinya ikan ini hampir hidup di semua tempat air tawar. Kebanyakan mereka mudah sekali beradaptasi di berbagai tempat.


Untuk mengenal lebih dekat lagi tentang ikan cetol, maka pada kesempatan kali ini akan disajikan mengenai klasifikasi sampai dengan pembudidayaan dari ikan cetol. Untuk itu kalian pun dapat menyimaknya pada tulisan berikut ini. Silahkan disimak !


1. Klasifikasi

  • Kerajaan : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Actinopterygii
  • Ordo : Cyprinodontiformes
  • Famili : Poeciliidae
  • Genus : Gambusia

2. Habitat

Ikan Cetol ini mudah sekali ditemukan di area parit, saluran irigasi, sungai kecil, dan kolam. Selain itu, ikan ini juga mempunyai kemampuan bertahan hidup yang tinggi. Contohnya mampu hidup dan beradaptasi di sungai yang tercemar limbah.


Asal usul ikan cetol berasal dari benua Amerika. Dulunya ikan ini ditemukan oleh ilmuan Jerman bernama Wilhelm C.H. Peters di daerah Venezuela pada tahun 1856. Masuknya ikan cetol di Indonesia pada awalnya untuk tujuan pemberantasan larva nyamuk penyebab malaria pada sekitar tahun 1920an.


Sayangnya, ukuran ikan ini yang terlampau kecil gagal untuk memangsa jentik-jentik nyamuk. Akhirnya, ikan cetol yang awalnya dipelihara di aquarium sempat dilepaskan ke alam liar. Sampai sekarang ini sudah tersebar luas di seluruh perairan air tawar di Indonesia.


3. Morfologi

Ikan Cetol memiliki ukuran tubuh yang unik. Pada ikan jantan memiliki ukuran yang ramping dan terdapat paduan warna yang beragam. Sedangkan pada ikan betina memiliki ukuran tubuh yang gendut dan warnanya abu-abu transparan.


Selain itu panjang tubuhnya sekitar 3-7 cm. Berbeda dengan ikan guppy yang memiliki ekor lebar, namun ikan cetol memiliki ekor yang sedang dan tidak terlalu lebar. Dalam sekali beranak, ikan cetol betina dapat menghasilkan anakan dalam jumlah puluhan.


Makanan ikan ini yaitu berupa plankton, jentik nyamuk, dan larva. Oleh karena itu, ikan cetol ini dapat dimanfaatkan untuk mengurangi jentik-jentik nyamuk di tempat genangan air.


4. Pembudidayaan

Meskipun ikan cetol ini kurang dilirik oleh para penghobi ikan hias dan peternak ikan, namun nyatanya ikan ini juga mampu mendatangkan keuntungan saat kita mencoba membudidayakannya. Kita bisa menjual ikan ini kepada penghobi ikan predator atau penjual peyek cetol. Sebab dari situlah keuntungan yang kita dapatkan.


Sekarang ini sudah banyak juga yang mulai membudidayakan ikan cetol dan kebutuhan ikan cetol di pasaran juga naik. Pemanfaatan ikan ini antara lain untuk pakan, konsumsi, maupun peliharaan.


Oke, langsung saja kita mulai mengenai cara pembudidayaan ikan cetol yang mudah dilakukan dan tentunya menguntungkan. Langkah-langkah pembudidayaannya adalah sebagai berikut.


1. Menyiapkan Wadah

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan wadah yang akan digunakan untuk memelihara ikan cetol. Contohnya bisa menggunakan akuarium ukuran 50 cm × 30 cm × 30 cm. Atau wadah ember berdiameter 20 cm.


Setelah semuanya siap, maka langkah selanjutnya adalah mengisi wadah tadi menggunakan air, bisa air keran. Setelah itu endapkanlah air tersebut semalaman supaya oksigen terlarutnya cukup. Setelah semalaman maka wadah berisi air tadi sudah bisa digunakan untuk memelihara ikan cetol.


2. Memilih Ikan Cetol

Nah, setelah wadah tadi siap. Maka sekarang adalah memilih ikan cetol yang bertubuh gemuk (betina) dan yang punya warna beragam (jantan) dengan perbandingan 20 betina : 5 jantan. Untuk mendapatkan indukan tersebut bisa di sungai kecil, parit, dan sekitar sawah.


Karena ditempat tersebut mudah dijumpai ikan ini dalam jumlah banyak. Ambilah ikan cetol sesuai yang dibutuhkan dan tidak perlu mengambil semuanya agar ikan tersebut dapat berkembang lagi di habitatnya.


Setelah selesai memilih indukan, maka selanjutnya adalah memasukkannya ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Perlu diketahui bahwa ikan ini dapat hidup tanpa aerator atau pompa oksigen asalkan kualitas airnya terjaga.


3. Merawat Ikan Cetol

Sekiranya semua sudah selesai, maka kita tinggal memberikan perawatan pada ikan cetol. Untuk makanannya adalah cacing sutra, jentik nyamuk, dan pelet kecil. Kalau ingin menggunakan pakan yang mudah didapatkan maka bisa menggunakan pelet.


Satu hal lagi bahwa Ikan ini mudah sekali beranak, jadi yang awalnya kita siapkan ikannya dalam jumlah 25 ekor. Kemungkinan setelah beberapa bulan akan tambah lagi.


Namun apabila ikan cetol sudah mengeluarkan anaknya, hal yang harus dilakukan adalah segera memindahkan anakan tadi ke wadah yang berbeda. Sebab anakan tersebut bisa saja dimakan oleh induknya. Untuk wadah yang digunakan untuk menaruh anakan bisa menggunakan toples saja sudah cukup.


4. Pembesaran Anakan

Untuk pembesaran anakan dapat menggunakan media toples. Setelah umurnya sudah mencapai sebulan, anakan tadi dapat dipindahkan ke media yang lebih besar. Makanan yang diberikan ke anak ikan cetol adalah artemia, bubuk pelet, dan kutu air.


Kalau pun ingin yang praktis, kita tinggal menumbuk pelet ikan cetol dewasa menjadi butiran halus. Barulah kemudian bisa diberikan ke anakan ikan cetol. Cara tersebut juga lumayan praktis dan menghemat pengeluaran.


5. Pemanenan

Setelah ikan cetol besar-besar dan jumlahnya banyak, kita dapat memanennya untuk dijual ke penghobi ikan predator atau menjualnya melalui online. Misalnya satu plastik ukuran 1 kg dengan berisi ikan cetol dewasa berjumlah 100 ekor seharga Rp 10.000


Kalau itu laku 10 plastik sudah berapa keuntungan yang kita dapatkan, banyak kan. Yang awalnya ikan cetol hanya dianggap sepele dan kurang diminati ternyata mampu mendatangkan keuntungan yang lumayan banyak.


Kita pun hanya perlu modal untuk membeli pakan pelet seharga 5 ribu sudah cukup untuk satu bulan. Ikan cetolnya juga hanya dari menangkap di sungai atau parit. Jadi tidak perlu membeli indukan ikan. Begitu juga ikan ini cepat sekali beranak, kira-kira satu ekor indukan betina gemuk mampu menghasilkan anakan 50-100 ekor sekali keluar.


Namun untuk membuat anakan tadi hidup semua juga dibutuhkan perawatan yang baik juga. Misalnya dengan memberinya pakan secara rutin dan menjaga kualitas airnya.


Seperti itulah pembahasan mengenai ikan cetol yang banyak ditemukan di sekitar kita. Serta cukup sekian saja penjelasan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.