Mengenal Burung Blekok : Klasifikasi, Habitat, Morfologi

Mengenal Burung Blekok : Klasifikasi, Habitat, Morfologi


Burung Blekok merupakan burung pemakan ikan yang memiliki paruh panjang. Biasanya mereka dapat ditemukan di area persawahan, tepatnya saat musim tanam padi. Saat berada di sawah, burung ini memakan anakan katak, ikan, dan binatang air lainnya.


Selain itu, burung blekok juga termasuk burung yang masuk kategori dilindungi. Jadi kita dilarang untuk memelihara maupun memperjualbelikannya, kalau kita langgar maka hukuman pun menanti.


Memang habitat burung blekok sekarang ini sudah mulai berkurang, hal ini disebabkan adanya peralihan fungsi lahan sebagai tempat tinggal. Maka tak heran burung ini masuk kategori dilindungi.


Untuk itu diperlukan juga peran kita semua dalam menjaga kelestariannya. Dan sekarang ini sudah ada suatu daerah yang dijadikan sebagai tempat tinggal burung blekok, contohnya di daerah Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.


Di daerah tersebut banyak dijumpai burung blekok maupun jenis burung lainnya. Maka tempat tersebut ditetapkan sebagai tempat konservasi burung blekok. Namun tenang saja bagi kalian yang ingin melihat blekok di tempat tersebut, karena tempat itu sudah dijadikan sebagai tempat wisata untuk umum.


Untuk mengenal lebih dekat lagi tentang burung blekok, maka pada kesempatan kali ini akan disajikan mengenai klasifikasi sampai morfologi dari burung blekok. Dan kalian pun dapat menyimaknya pada tulisan berikut ini. Yuk, Mari disimak !


1. Klasifikasi


  • Kerajaan : Animalia

  • Filum : Chordata

  • Kelas : Aves

  • Ordo : Ciconiformes

  • Famili : Ardeidae

  • Genus : Ardeola

2. Habitat

Burung Blekok dapat ditemukan di hutan magrove, rawa-rawa, sawah, dan hutan. Burung ini tergolong burung yang tak bisa lepas dari tempat berair. Sebab sumber makanan utamanya semuanya berada di perairan.


Seperti ikan, kepiting, udang, katak, dan serangga air. Namun mereka juga ada yang hidup berdampingan dengan manusia. Contohnya seperti Desa Blekok di Ketingan, Tridadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Dan mereka pun tidak merasa terganggu dengan aktivitas manusia, mungkin sudah terbiasa sejak lama.


Menurut beberapa sumber, bahwa di Desa Ketingan tersebut mulai didatangi burung blekok sekitar tahun 1997. Dan sampai sekarang ini masih ada sekitar ribuan burung blekok yang mendiami daerah tersebut.


3. Morfologi

Burung Blekok memiliki tubuh berukuran sedang sekitar 45 cm. Pada bagian kepala dan dada berwarna kuning tua. Punggungnya memiliki warna hitam. Tubuh bagian atas lainnya coklat bercoret-coret. Tubuh bagian bawah warnanya putih.


Saat terbang sayapnya terlihat sangat kontras dengan punggungnya. Warna Iris kuning, paruh kuning, ujung paruh hitam, kaki hijau buram. Umumnya mereka hidup secara berkelompok.


Untuk mengelabuhi mangsanya, burung ini punya kebiasaan unik, yaitu berdiri diam dengan posisi tubuh rendah, kepala ditarik, dan ketika ada mangsa didepannya, mereka akan segera menangkap menggunakan paruh panjangnya.


Selain itu ada pemandangan yang cukup menarik, yaitu saat sore hari mereka terbang menuju tempat istirahat, dengan kepakan perlahan, berpasangan atau bertiga dengan membentuk barusan dan pola unik.


Di tempat tinggalnya, burung ini bersarang dalam koloni bersama burung air lain. Sarangnya terbuat dari tumpukan ranting pada dahan atau cabang berdaun di pohon. Telurnya berwarna hijau biru pucat, jumlah 2-3 butir. Mereka berkembangbiak pada bulan Desember-Mei, Januari-Agustus.


Itulah beberapa penjelasan mengenai burung blekok. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.