Mengenal 10 Jenis Burung Pemakan Biji-Bijian, Apa saja?

Mengenal 10 Jenis Burung Pemakan Biji-Bijian, Apa saja?



Burung pemakan biji-bijian umumnya memiliki bentuk paruh yang telah disesuaikan dengan jenis makanannya. Ciri-ciri paruh burung pemakan biji-bijian adalah bentuk paruhnya pendek, tebal, runcing, dan tajam. Paruhnya tersebut berfungsi untuk memecah biji-bijian seperti padi, jagung, dan lain-lain.


Burung pemakan biji-bijian biasanya dapat dijumpai di area persawahan atau ladang. Mereka akan memakan biji dari tanaman yang ditanam oleh petani. Namun, terkadang para petani menganggap burung tersebut sebagai hama tanaman.


Maka tak heran apabila kita menjumpai semacam orang-orangan sawah yang dipasang oleh petani. Gunanya untuk menakut-nakuti burung tersebut dan enggan memakan biji tanaman lagi.


Untuk mengetahui burung apa yang termasuk pemakan biji-bijian, maka pada kesempatan kali ini akan disajikan beberapa jenis burung pemakan biji-bijian. Yuk, Mari disimak !


1. Burung Kenari




Burung kenari merupakan burung yang banyak peminatnya, mulai dari warnanya yang variatif sampai suaranya yang merdu. Dan tak heran apabila burung ini sering diikutkan dalam lomba. Sebelum burung kenari diikutkan lomba, mereka perlu dilatih supaya mampu mengeluarkan suara yang merdu dengan tempo panjang.


Awalnya burung kenari ditemukan di Kepulauan Canary oleh pelaut Perancis Jean de Berthan Cout. Kemudian burung ini mulai dipelihara dan dikembangbiakkan. Untuk sekarang ini burung kenari telah menyebar secara luas, salah satunya di Indonesia.


2. Burung Pipit Peking




Burung pipit peking merupakan keluarga dari jenis burung pipit atau bondol yang memakan biji-bijian. Mereka biasanya dapat dijumpai di area persawahan, atau ketika tanaman padi sudah mulai menguning, dan disitu biasanya terdapat burung ini.


Ciri-ciri dari burung ini adalah pada bagian dadanya yang terdapat corak semacam sisik. Untuk bulu kepala sampai ekor warnanya coklat. Kakinya hitam kecil dan bisa digunakan untuk bertengger di batang tanaman padi.


Biasanya mereka hidup secara berkelompok, baik saat mencari makan maupun bermigrasi. Sarangnya berada di dahan pohon yang tinggi. Rangkaian sarang biasanya terdiri dari rerumputan kering yang dibentuk seperti mangkok.


3. Burung Pipit Haji




Burung ini juga masih tergolong ke dalam keluarga burung pipit atau bondol. Namun ada ciri khas dari pipit haji, yaitu bagian kepalanya yang berwarna putih, sementara badan sampai ekor berwarna coklat.


Untuk jenis ini biasanya yang paling banyak diminati, selain warnanya yang unik dan suaranya juga terbilang nyaring. Serta mereka juga dapat dilatih agar mampu mengeluarkan suara yang lebih bagus lagi.


Habitatnya berada di area persawahan yang ditanam tanaman padi. Sarangnya berada di dahan pohon yang tinggi berbentuk mangkuk yang dibuat dari rerumputan kering.


4. Burung Pipit Jawa




Untuk burung yang satu ini memang lebih populer dari kedua jenis burung pipit di atas. Biasanya di Jawa lebih dikenal dengan nama emprit. Mereka juga berhabitat di persawahan dan memakan biji padi.


Oleh petani burung ini sering dianggap sebagai hama, oleh karena itu tak heran apabila di sawah kita menemui orang-orangan sawah. Gunanya untuk menakut-nakuti burung ini agar tidak memakan tanaman padi.


Ciri-ciri burung ini yaitu dadanya polos berwarna putih. Kepala sampai ekor berwarna coklat sampai ada yang gelap. Burung ini juga bisa dijual, dan oleh para penjual biasanya diberi warna pada bulu burung agar terlihat lebih menarik. Kira-kira warnanya mirip dengan anakan ayam yang dijual berwarna. Ada hijau, merah, dan kuning.


5. Burung Parkit




Burung parkit mempunyai warna yang beragam, mulai dari hijau, biru, kuning, oranye, putih, dan ungu. Bentuk paruhnya adalah bengkok. Tak heran burung ini sering dikaitkan masih satu keluarga dengan burung betet.


Makanan burung parkit adalah biji-bijian, sayuran dan buah. Pembudidayaan burung parkit di Indonesia sendiri cukup banyak, serta peminatnya pun lumayan banyak. Selain itu, burung ini juga sering diikutkan dalam lomba. Karena suaranya yang merdu dan warna bulunya menarik.


6. Burung Gelatik Jawa




Burung ini memiliki kepala hitam, pipi putih dan paruh merah yang berukuran besar. Burung dewasa mempunyai bulu berwarna abu-abu, perut berwarna coklat kemerahan, kaki merah muda dan lingkaran merah di sekitar matanya. Burung jantan dan betina serupa.


Burung ini endemik dari Indonesia dan di alam ditemukan di hutan padang rumput, sawah dan lahan budidaya di Pulau Jawa dan Pulau Bali. Makanannya adalah biji padi atau beras, biji-bijian lain, buah, dan serangga. Spesies ini merupakan salah satu burung yang paling diminati oleh para pemelihara burung.


Maka adanya penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta terbatasnya ruang hidup burung ini menyebabkan populasi gelatik Jawa menyusut pesat dan terancam punah di habitat aslinya. Sekarang ini telah sulit untuk menemukan gelatik di persawahan atau ladang.


7. Burung Love bird




Burung love bird atau burung cinta merupakan burung yang punya warna bulu menarik dan variatif. Tak heran banyak yang menyukai burung ini, mulai dari anak-anak sampai dewasa.


Selain itu suara yang dikeluarkan oleh burung ini juga tak kalah merdu dengan burung lainnya. Maka burung love bird juga sering diikutkan dalam lomba. Untuk makanannya sendiri adalah biji-bijian, sayuran, dan buah.


Bentuk paruh dari burung ini adalah bengkok yang identik dengan burung pemakan biji dan buah. Umumnya saat memelihara burung ini menggunakan kandang yang terbuat dari besi. Sebab kalau menggunakan kandang dari kayu, si burung love bird ini dapat menggerogoti kayu dan lama-kelamaan burungnya bisa terlepas.


8. Burung Gereja




Burung Gereja dapat ditemukan berada di atap rumah atau di atas bangunan tinggi. Biasanya mereka membuat sarangnya di situ, bisa di sela-sela atap atau di lubang tembok.


Burung yang satu ini cukup akrab dengan manusia, dan mereka tidak takut dengan keberadaannya. Malahan burung ini hidup berdampingan dengan manusia.


Ciri-ciri dari burung ini adalah terdapat motif seperti batik pada bulunya. Dan ukurannya sekitar 2,5 sampai 4 cm. Biasanya hidup secara berkelompok, baik saat mencari makan atau berkembang biak.


9. Burung Perkutut




Burung perkutut merupakan burung lokal yang mempunyai suara unik. Serta suaranya tersebut tidak bisa ditemukan dalam jenis burung lain. Kebanyakan masyarakat Jawa dari golongan orang tua suka memelihara burung ini.


Mereka yakin bahwa burung perkutut ini mampu mendatangkan rejeki atau memberikan ketentraman bagi pemiliknya. Namun hal tersebut hanyalah semacam anggapan saja, dan belum terbukti kebenarannya secara ilmiah.


Ciri-ciri dari burung perkutut yaitu warna bulunya yang coklat keabuan. Serta pada lehernya terdapat corak hitam putih. Ukurannya sekitar 15 cm sampai 25 cm. Makanannya bisa diberikan biji-bijian dan serangga, semacam ulat hongkong.


10. Burung Merpati




Burung Merpati dikenal sebagai burung pengantar surat. Memang dulunya burung ini digunakan untuk mengantarkan sebuah surat yang jaraknya lumayan jauh.


Namun surat yang diantarkan tersebut bisa sampai kepada si penerima. Dan burung ini tergolong sebagai burung pengingat terbaik. Selain itu juga burung merpati dapat menentukan arah dan kembali pulang ke rumahnya.


Makanannya berupa biji-bijian seperti jagung. Serta saat memelihara burung ini tidak perlu dikurung selamanya di dalam kandang. Sebab ketika burung ini terbang ataupun pergi, mereka dapat kembali lagi ke rumahnya. Namun ini untuk burung yang sudah lama tinggal di dalam kandang atau sudah dari kecil.


Itulah beberapa jenis burung pemakan biji-bijian yang bisa kalian coba untuk dipelihara. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.