Kumbang Dermestida, Sang Pembersih Tulang yang Bermanfaat

Kumbang Dermestida, Sang Pembersih Tulang yang Bermanfaat


Kumbang Dermestida merupakan serangga dari keluarga Coleopetra atau lebih dikenal dengan kumbang kulit. Dan di alam ada sekitar 500-700 spesies kumbang dermestida. Serta ukurannya dapat mencapai 1-12 mm. Selain itu, kumbang dermestida memiliki ciri-ciri dengan tubuh berbentuk oval yang tertutup sisik dan antena yang menyerupai tongkat.


Seperti semua kumbang pada umumnya, kumbang dermestida juga menjalani metamorfosis lengkap mulai dari telur, larva, pupa, dan dewasa. Biasanya kumbang dermestida betina akan bertelur pada celah yang gelap atau lokasi tersembunyi lainnya.


Larva kumbang dermestida adalah cacing yang mempunyai warna coklat kekuningan pucat hingga terang. Seperti dermestida dewasa, larvanya juga berbulu dan paling dekat terasa pada bagian ujung belakangnya. Dan bentuknya pun beragam, ada yang berbentuk oval dan ada yang bentuknya runcing.


Akan tetapi ada sebuah kebiasaan unik dari kumbang ini, yaitu mampu menguliti daging sampai hanya tersisa tulangnya saja. Berkat kebiasaannya tersebut, kumbang dermestida seringkali dimanfaatkan dalam membersihkan kerangka-kerangka binatang yang akan dipamerkan dalam sebuah museum.


Seekor kumbang dermestida saja mampu menguliti seekor bangkai binatang hanya dalam beberapa jam dengan menyisakan kerangka utuh yang bersih. Selain itu, kumbang ini juga dimanfaatkan oleh polisi dalam mengidentifikasi berapa lama jenazah telah meninggal melalui entomologi forensik.


Etimologi merupakan ilmu yang mempelajari serangga dan seluk beluknya. Dalam hal pengidentifikasian seorang jenazah yang telah meninggal, seorang penyelidik berkonsentrasi pada lalat dan larva dermestida, yang umumnya muncul pertama kali di tempat kejadian.


Akan tetapi, apabila jenazah sudah membusuk beberapa lama, keberadaan kumbang dermestida dapat dijadikan petunjuk yang berharga. Kumbang tersebut akan terlihat dalam tahap akhir penguraian kulit, daging, serta tulang mengering yang ditinggalkan oleh pemakan bangkai sebelumnya.


Dapat diperkirakan bahwa kumbang dermestida biasanya muncul sekitar 5 hingga 11 hari setelah kematian. Jadi, apabila ditemukan jenazah yang telah dihinggapi oleh kumbang dermestida, maka kemungkinan jenazah tersebut meninggal sekitar 5 hingga 11 hari sebelumnya.


Selain sebagai pemakan bangkai, kumbang dermestida ini ternyata juga dianggap sebagai hama. Sebab kumbang dermestida juga memakan tanaman pertanian layaknya padi-padian dan dapat mengakibatkan gagalnya panen.


Namun dalam suatu kasus ditemukan bahwa kumbang dermestida ini juga dapat mencerna wol, sutra, serta produk dari tanaman kapas. Oleh sebab itu kumbang ini dapat menjadi gangguan yang nyata ketika sudah memasuki rumah, dan bisa-bisa mengunyah selimut, gorden, dan produk lainnya.


Seperti itulah pemanfaatan kumbang dermestida yang sebelumnya hanya dianggap sebagai hama, akan tetapi ada suatu manfaat yang tak terduga dibaliknya. Demikianlah tulisan mengenai kumbang dermestida ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.