Inilah 5 Fakta Unik Burung Gosong yang dapat kalian ketahui

Inilah 5 Fakta Unik Burung Gosong yang dapat kalian ketahui


Indonesia dikenal dengan berbagai keragaman hayatinya, mulai dari flora dan fauna yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Ada salah satu flora yang unik, yaitu Burung Gosong.


Burung Gosong merupakan burung yang bentuknya hampir mirip dengan ayam. Namun burung ini masuk ke dalam keluarga Megapodiidae. Ciri-ciri dari burung gosong yaitu memiliki ukuran tubuh 30-40 cm. Memiliki warna bulu yang gelap dan terdapat jambul di kepalanya.


Akan tetapi burung gosong ini hanya mampu terbang setinggi 3 meteran dengan jarak pendek. Untuk mempertahankan diri ketika ada ancaman, burung ini lebih senang berlari. Kecepatan larinya pun tak main-main yang seketika hilang masuk ke semak-semak.


Burung Gosong juga termasuk satwa pemalu yang apabila kita dekati, mereka akan cepat-cepat lari dan menghilang di semak-semak. Untuk makanannya adalah buah-buahan, serangga, dan biji-bijian.


Habitat burung gosong berada di dalam hutan dan sekitar tepi pantai. Mereka tersebar di daerah Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Australia, dan Pasifik Barat. Namun sekarang ini keberadaannya sudah semakin berkurang karena habitatnya yang mulai tergantikan dan perburuan hewan ini yang marak.


Oleh karena itu burung gosong termasuk satwa yang dilindungi dan hanya dapat ditemukan di pulai-pulau kecil yang menjadi tempat konservasi.


Selain itu ada fakta unik dari burung gosong ini. Untuk mengetahui apa saja fakta dari burung gosong, maka kalian pun dapat menyimaknya pada tulisan berikut ini. Mari disimak !


1. Suka Menimbun Telur

Berbeda dengan jenis burung lain yang meletakkan telurnya di permukaan sarang. Tetapi, berung gosong ini malah lebih memilih menimbun telurnya dengan pasir dan terkadang dengan dedaunan kering. Setelah itu mereka meninggalkan telurnya agar menetas dengan sendirinya.


2. Sarangnya Berada di Tanah

Burung Gosong membuat sarangnya di tanah yang terbuat dari dedaunan dan ranting kering. Selain itu ada juga yang menggunakan pasir untuk menimbun telur-telurnya. Burung ini tidak dapat terbang terlalu tinggi, jadi hal tersebut menjadi alasan untuk tidak membuat sarangnya di atas pohon.


3. Bertelur Saat Malam Hari

Burung Gosong menggali sarang dan bertelur di malam hari. Namun, pada hari-hari bulan baru alias bulan gelap, jumlah burung yang bertelur jauh lebih sedikit dibanding pada saat bulan purnama.


Dilansir dari penelitian Gillian Baker dari University of Sussex, Inggris, ada beberapa kemungkinan penyebab burung ini lebih memilih bertelur saat bulan purnama. Bulan purnama diduga berperan dalam mengurangi risiko predasi telur oleh pemangsa. Ketika langit terang, burung ini dapat melihat predator dengan lebih jelas sehingga dapat menghindar.


4. Telurnya Tidak Dierami

Kebanyakan burung pasti akan mengerami telurnya agar menetas. Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh burung gosong dan malah menimbun telurnya dengan pasir atau dedaunan kering. Mereka memanfaatkan panas bumi dan sinar matahari untuk membantu menetaskan telurnya. Setelah telur menetas, anakan burung akan keluar dari timbunan dengan bulu yang lengkap dan beberapa jam sudah bisa berjalan mencari makan sendiri.


5. Setia Pada Pasangannya

Burung gosong termasuk tipe burung yang setia dengan pasangannya. Mereka pun hidup sendiri atau sepasang dan tidak berkelompok. Hal tersebut membuat burung ini hanya memiliki satu pasangan seumur hidup. Begitu pun ketika pasangannya sudah mati, burung ini tidak akan berkembang biak lagi.