Fakta Unik, 5 Jenis Burung ini Membuat Sarangnya di Tanah

Fakta Unik, 5 Jenis Burung ini Membuat Sarangnya di Tanah

Kebanyakan jenis burung akan membuat sarangnya di tempat tinggi untuk menghindari ancaman, misalnya di atas pohon, atas bangunan, atau di atas tiang listrik. Namun ada hal unik pada beberapa jenis burung berikut, yaitu membuat sarangnya di tanah.


Ada yang menggali lubang di tanah dan ada juga yang hanya menaruh sarangnya di atas tanah. Mungkin hal tersebut sudah menjadi tingkah laku yang melekat padanya. Dan hal tersebut lumrah dilakukan karena sudah turun-temurun dari para pendahulunya.


Pada kesempatan kali ini akan disajikan beberapa jenis burung yang membuat sarangnya di tanah. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, maka kalian dapat menyimaknya pada tulisan berikut. Mari disimak !


1. Burung Hantu



Burung yang satu ini identik dengan kebiasaannya aktif di malam hari atau nokturnal. Kebanyakan burung hantu membuat sarangnya di pohon. Namun apakah kalian tahu bahwa ada jenis burung hantu yang membuat sarangnya di tanah. Yaitu adalah Burung hantu Liang (Burrowing Owl).


Jenis burung hantu yang satu ini membuat sarangnya dengan menggali tanah. Mereka tinggal di dalam lubang yang di galinya. Selain tinggal di dalam tanah, spesies ini berbeda dengan kebanyakan burung hantu lain yang umumnya aktif di malam hari. Untuk jenis yang satu ini malah lebih aktif pada waktu siang hari atau diurnal.


Mereka tersebar di daerah Amerika Utara dan Amerika Selatan. Biasanya hidup di gurun, ladang, dataran terbuka, padang rumput, dan daerah kering. Untuk makanannya adalah hewan pengerat seperti tikus, serangga, kadal, dan juga memakan biji tasajilo (Cylindropuntia leptocaulis).


2. Burung Puyuh



Burung puyuh memiliki bentuk yang mirip dengan ayam, namun ukurannya jauh lebih kecil. Mereka juga tidak dapat terbang terlalu tinggi, kira-kira hanya 3 meteran. Namun untuk kecepatan berlarinya jangan ditanya, burung puyuh mempunyai kecepatan berlari yang cepat sehingga sulit untuk ditangkap.


Akibat dari kemampuannya yang tidak bisa terbang tinggi membuat burung puyuh bersarang di tanah. Mereka biasanya akan membuat liang di tanah dan bersembunyi di dalamnya. Daerah sarang yang dibuat umumnya berada di hutan, padang rumput, ladang, dan tanah lapang.


Makanannya adalah biji-bijian dan serangga. Burung puyuh mampu menghasilkan telur sebanyak 2-5 butir. Telurnya tersebut identik dengan warna bercak hitam, coklat, putih, dan kuning.


3. Burung Paok



Burung yang satu ini memiliki keindahan warna yang beragam pada bulunya, yaitu terdiri dari lima warna. Maka tak heran burung ini juga disebut burung Paok Pancawarna. Burung paok pancawarna merupakan jenis burung endemik di Indonesia.


Habitat burung ini berada di hutan dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian mencapai 1500 meter di atas permukaan laut. Dengan terbatasnya daerah yang menjadi habitat dan keberadaannya di alam liar membuatnya sekarang ini sulit ditemukan dan mulai langka.


Ada satu hal unik dari burung ini, yaitu memiliki kemampuan melompat lompat pada batang pohon yang sudah mati di hutan. Untuk makanannya sendiri adalah serangga dan buah-buahan.


4. Burung Gosong



Burung Gosong mempunyai perilaku unik, yaitu kebiasaannya yang menimbun telur dalam gundukan dedaunan kering di hutan. Burung ini memanfaatkan panas yang ditimbulkan oleh pembusukan daun kering dan ranting untuk menetaskan telurnya. Suhu dalam sarang dapat mencapai 33° Celcius.


Sarangnya dibangun dengan cara mengais daun dan ranting berguguran sampai berbentuk gundukan menyerupai bukit. Telur burung Gosong berukuran cukup besar, yaitu kira-kira sama dengan setengah genggam tangan orang dewasa, kira-kira hampir sama telur ayam.


Saat menetas, anak burung yang berukuran cukup besar akan keluar dari sarang. Bulu tumbuh lengkap dan sempurna sehingga anak burung dapat langsung hidup mandiri tanpa asuhan induknya. Anak burung bahkan dapat terbang beberapa jam setelah ditetaskan. Secara naluriah, burung ini telah mampu mencari makan sendiri dan berlindung dari predator pemangsa.


5. Burung Kirik-Kirik Laut



Burung Kirik-Kirik Laut merupakan burung yang mempunyai kecepatan saat menangkap mangsanya. Bahkan burung ini mampu menangkap lebah yang sedang terbang. Setelah berhasil menangkapnya, burung kirik-kirik laut tidak akan langsung memakannya dan akan menggosokkan perut lebah ke ranting untuk menghilangkan racunnya.


Selain itu, burung ini mempunyai perilaku unik, yaitu membangun sarang dengan melubangi tanah yang membentuk gundukan. Paruhnya pun berukuran agak panjang yang sedikit mirip dengan burung pengisap madu. Untuk makanannya sendiri adalah serangga seperti lebah, kumbang, belalang, jangkrik, dan lain-lain.


Habitatnya berada di hutan mangrove, persawahan, dan rawa-rawa. Di Indonesia sendiri dapat ditemukan di daerah Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.


Seperti itulah beberapa jenis burung yang membuat sarangnya di tanah. Meskipun membuat sarang di tanah, burung tersebut tidak takut keberadaannya terancam. Sebab mereka sudah terbiasa dan punya cara perlindungan diri masing-masing.


Demikianlah pembahasan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.