Fakta Menarik, 10 Jenis Burung ini Punya Bentuk Paruh tak Biasa

Berbagai jenis burung di dunia ini memiliki habitat hidup yang beragam, mulai dari yang berhabitat di pegunungan, perairan, dan tempat lainnya. Dari kesemua habitat tempat hidup tersebut ternyata ada keunikan dari setiap jenis burung yang tinggal di dalamnya.


Salah satunya adalah jenis burung yang hidup di habitat perairan. Umumnya burung yang berhabitat di tempat tersebut memiliki bentuk morfologis pada bagian paruhnya yang telah dirancang sedemikian rupa untuk menangkap mangsanya. Ciri khas bentuk paruhnya yaitu panjang meruncing dan pendek lebar.


Namun ada juga bentuk paruh dari burung air yang tak biasa, atau terasa aneh ketika kita pertama kali melihatnya. Dan pada kesempatan kali ini akan disajikan beberapa jenis burung air yang memiliki bentuk paruh yang terkesan unik dan menarik. Silahkan disimak !


1. Burung Gajahan Timur



Burung Gajahan Timur ini termasuk burung yang berhabitat di air. Mereka mempunyai ciri khas berupa paruh yang panjang sedikit melengkung. Karena sekilas mirip belalai gajah, maka burung ini dinamai dengan nama gajahan.


Dengan bentuk paruhnya yang unik tersebut memang membuat burung ini terkesan tak biasa. Paruhnya berfungsi untuk menangkap mangsanya yang berupa binatang air, seperti kepiting, udang, dan ikan. Serta mampu menangkap mangsa yang berada di dalam lumpur.


2. Burung Avocet



Burung Avocet umumnya hidup di daerah rawa berlumpur dan tempat basah lainnya. Ciri khas dari burung ini adalah bentuk paruhnya yang panjang runcing dengan melengkung ke atas. Selain itu, burung avocet juga dapat berenang di air karena dilengkapi dengan kaki berselaputnya.


Untuk makanannya berupa binatang air dan serangga. Berkat paruhnya tersebut, burung ini dapat mencari makan berupa mangsa yang bersembunyi di dalam lumpur. Burung avocet akan memasukkan paruhnya ke dalam lumpur untuk mengais makanannya.


3. Burung Puffin



Burung Puffin adalah spesies burung laut yang berasal dari Samudra Atlantik. Paruhnya lebar dan segitiga berwarna. Setengah ujung paruhnya berwarna oranye dan setengah lagi abu-abu muda. Seringkali burung ini dianggap penguin karena pola warnanya yang hampir mirip. Namun keduanya adalah jenis burung yang berbeda. Burung puffin mampu terbang, sementara penguin tidak bisa terbang.


Selain itu, burung puffin akan menghabiskan sebagian besar hidup di laut. Mereka biasanya beristirahat di ombak. Menggunakan sayapnya untuk berenang di bawah air, menyelam di kedalaman 200 meter, dan bisa menangkap sejumlah ikan sekaligus menggunakan paruhnya yang lebar. Bulunya yang kedap air membantunya untuk bertahan lama saat mengapung di lautan.




4. Burung Cikalang Besar



Burung Cikalang Besar ini berhabitat di sekitar pantai dan hutan mangrove. Mereka mencari makan berupa ikan dan juga binatang air lainnya. Meskipun burung ini tergolong burung air, nyatanya mereka jarang menangkap ikan di dalam air.


Burung cikalang besar memanfaatkan kemampuan terbangnya yang gesit untuk menyambar ikan yang melompat ke permukaan air. Selain itu bahkan burung ini juga punya kebiasaan merampas makanan pada burung lainnya.


Ciri-ciri dari burung ini adalah pada pejantan memiliki kantung berwarna merah yang dapat dikembungkan pada lehernya. Sementara itu pada betina tidak memilikinya, dan hanya terdapat bulu putih polos.


5. Burung Black Skimmer



Burung Black Skimmer merupakan burung air yang mencari makan di tempat perairan. Salah satu ciri burung ini adalah bentuk paruhnya yang tidak simetris, yaitu paruh bagian bawah tumbuh lebih panjang dari bagian atas.


Burung ini tersebar di daerah Amerika Utara dan Selatan. Mereka mencari makan dengan cara terbang mendekati permukaan air lalu mencelupkan paruhnya untuk menangkap mangsanya. Mangsanya bisa berupa ikan, kepiting, udang, dan binatang air lainnya.


6. Burung Bangau Tongtong



Berbeda dengan kebanyakan jenis burung bangau lainnya, bangau jenis tongtong ini memiliki ukuran besar serta pada bagian kepalanya tidak tumbuh bulu alias botak. Selain itu bentuk paruhnya yang besar dan runcing menambah kesangaran burung ini.


Untuk habitatnya, burung ini biasa dijumpai di sekitar rawa, tambak, pantai, dan lahan basah lainnya. Makanannya juga sama seperti jenis burung bangau lainnya, yaitu ikan, katak, kepiting, udang, dan hewan basah lainnya. Ada satu hal unik dari burung ini, yakni mereka tidak memiliki syrinx (organ bunyi). Jadi mereka tidak mengeluarkan suara atau bisu.


7. Burung Spoonbill



Burung Spoonbill ini memiliki bentuk paruh yang unik, yaitu menyerupai bentuk sendok. Selain itu, burung ini punya cara unik saat mencari makanan, yaitu dengan mencelupkan paruhnya ke dalam air, kemudian menggerakkannya ke kanan dan ke kiri sampai mendapatkan mangsanya.


Karena pada paruhnya tersebut terdapat semacam sensor yang sensitif, maka ketika ada mangsa yang menyentuhnya kemudian burung ini akan langsung menjepit dengan paruhnya. Baru kemudian mengangkatnya keluar air dan memakannya. Biasanya mangsa yang dimakan berupa udang, kepiting, ikan, dan keong.


8. Burung Flamingo



Burung Flamingo merupakan burung air yang berhabitat di danau, rawa, pantai, dan tempat air lainnya. Serta mereka kelihatan menawan berkat warna bulunya yang merah muda. Namun apakah kalian tahu bahwa warna sebenarnya bulu flamingo adalah putih ke abu-abuan. Dan akibat dari makanannya yang kaya pigmen menyebabkan warna bulu flamingo menjadi kemerahan.


Makanannya yaitu fitoplankton, ganggang, krustacea, dan serangga air lainnya yang kaya zat karoten. Selain itu, burung flamingo punya cara unik saat mencari makan, yaitu dengan mengaduk air dengan kakinya, kemudian mereka akan mengambilnya dengan paruhnya. Dan di dalam paruhnya tersebut terjadi penyaringan antara makanannya dengan air.


9. Burung Pelikan



Burung Pelikan ini identik dengan paruh yang memiliki kantong. Pada bagian kantong paruhnya tersebut dapat digunakan untuk menaruh makanan berupa ikan sebelum diberikan ke anak-anaknya. Serta sebagai tempat menyimpan cadangan makanan bagi burung ini.


Selain itu mereka juga termasuk burung migrasi, yaitu ketika habitat asalnya dilanda musim dingin, maka mereka akan bermigrasi ke tempat yang lebih hangat untuk bertahan hidup. Umumnya burung pelikan berhabitat di sekitar pantai, rawa, dan hutan mangrove yang tersebar di belahan bumi utara dan selatan.


10. Burung Shoebill



Sama seperi namanya, burung shoebill merupakan burung yang memiliki paruh berbentuk sepatu yang besar. Dari bentuk paruhnya saja burung ini sudah terkesan sangar dan buas. Namun tunggu dulu, bahwa sebenarnya burung shoebill ini termasuk burung pemalu dan suka menyendiri. Jadi untuk menemukannya pun sangat jarang.


Burung ini berhabitat di sekitar rawa-rawa yang tersebar di daerah Afrika bagian Timur sampai Afrika Tengah. Namun keberadaanya yang semakin berkurang membuat burung ini terancam punah dan sulit dijumpai. Sepertinya burung ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, serta dari perawakannya saja sudah mirip dengan hewan purbakala dengan bentuk yang tak biasa.


Untuk makanan burung shoebiil berupa ikan paru-paru, ikan lele, kodok dan bahkan memakan bayi reptil seperti buaya dan ular.


Itulah beberapa jenis burung air yang memiliki bentuk paruh tak biasa. Serta cukup sekian pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih.