Contoh Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan + Cara Kerja



Ikan merupakan komoditas utama dalam dunia perairan, baik itu ikan konsumsi maupun ikan hias. Terlebih Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim dan memiliki kekayaan sumber daya perairan yang cukup melimpah.


Akan tetapi pemanfaatan sumber daya tersebut belum terlalu maksimal dan masih ada yang mengandalkan pasokan ikan dari luar negeri. Untuk itu perlu adanya sosialisasi penangkapan ikan yang baik dan menguntungkan.


Nelayan di Indonesia sebenarnya sudah menggunakan alat tangkap ikan yang menguntungkan, namun meskipun menguntungkan ada beberapa dampak yang ditimbulkan dari penggunaan alat yang tidak memperhatikan lingkungan. Contohnya seperti penggunaan cantring dan pukat.


Penggunaan alat tangkap ikan tersebut kerap kali digunakan oleh para nelayan dan hasilnya pun menguntungkan. Akan tetapi kedepannya dengan penggunaan alat semacam itu dapat merusak lingkungan dan bahkan ikan yang masih kecil pun ikan tertangkap.


Akibat dari hal tersebut terjadilah penurunan jumlah populasi ikan yang biasa ditangkap. Selain itu habitat yang berupa terumbu karang juga ikut terancam apabila kegiatan tersebut masih tetap dilakukan.


Sebenarnya ada alternatif lain alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Penggunaannya pun cukup menguntungkan dan tentunya tidak merusak lingkungan. Selain itu juga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.


Dilansir dari sariagri.id inilah beberapa contoh alat tangkap ikan yang ramah lingkungan adalah sebagai berikut.


1. Jaring insang

Jaring insang merupakan alat penangkap ikan berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran mata jaring merata. Alat penangkap ikan ini dilengkapi pelampung, pemberat, tali ris atas dan tali ris bawah atau tanpa tali ris bawah.


Jaring insang digunakan untuk menangkap ikan dengan cara menghadang gerombolan ikan. Ikan-ikan yang tertangkap pada jaring umumnya karena terjerat di bagian belakang penutup insang atau terjerat mata jaring.


2. Pancing

Alat penangkap ikan ini digunakan untuk memancing ikan target sehingga terkait mata pancing yang dirangkai dengan tali menggunakan atau tanpa umpan. Alat penangkap ikan yang termasuk dalam klasifikasi ini, yaitu rawai (long line) dan pancing itu sendiri.


3. Alat yang dijatuhkan

Alat yang dijatuhkan atau ditebarkan merupakan alat penangkap ikan yang pengoperasiannya dilakukan dengan ditebarkan atau dijatuhkan untuk mengurung ikan dengan atau tanpa kapal.


4. Perangkap

Alat penangkap ikan jenis ini terdiri dari berbagai bentuk dan material. Ada yang terbuat dari jaring, bambu, kayu dan besi. Perangkap bisa dipasang secara tetap atau secara portable (dapat dipindahkan) selama jangka waktu tertentu. Biasanya perangkap digunakan di pesisir pantai untuk menangkap ikan demersal dan kerang.


5. Penggaruk

Penggaruk merupakan alat penangkap ikan berbingkai kayu atau besi bergerigi. Terdapat berbagai bentuk dan ukuran alat jenis ini. Desain dan konstruksi penggaruk disesuaikan dengan target ikan tangkapan yang diinginkan. Alat ini ada yang dilengkapi atau tanpa jaring/bahan lainnya.


Penggaruk dioperasikan dengan cara menggaruk di dasar perairan dengan atau tanpa perahu. Alat tangkap ini biasa digunakan di perairan dangkal yang tidak jauh dari pesisir. Penggaruk biasanya menyasar kerang.


6. Jaring lingkar

Pengoperasian jaring lingkar dengan cara menghadang arah renang ikan. Alat ini ditujukan sebagai penangkap ikan pelagis yang bergerombol di permukaan. Ikan pelagis adalah ikan yang hidup di permukaan dengan kedalaman kurang dari 200 meter.


7. Jaring angkat

Jaring angkat adalah alat penangkap ikan berbentuk lembaran persegi panjang atau bujur sangkar yang direntangkan dengan menggunakan kerangka dari batang kayu atau bambu. Alat penangkap ikan ini dioperasikan dengan menurunkan dan mengangkatnya secara vertikal. Jaring ini menyasar ikan jenis pelagis dan cumi-cumi.


8. Alat penjepit dan melukai

Pengoperasian alat ini dengan cara mencengkeram, menjepit, melukai dan atau membunuh sasaran tangkap. Contoh dari alat penangkap ikan ini antara lain adalah tombak dan ladung.


Umumnya alat ini digunakan di pesisir pantai untuk menangkap ikan pelagis maupun demersal. Namun ada juga yang digunakan di tengah laut, umumnya untuk menangkap mamalia besar.


Itulah beberapa contoh alat tangkap ikan yang ramah lingkungan. Semoga kedepannya penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan semakin meningkat lagi. Dan kelestarian ekosistemnya tetap terjaga.


Demikianlah pembahasan mengenai alat tangkap ikan ramah lingkungan ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.