Coba! Tips Pemeliharaan Kutu Air supaya Tahan Lama

Coba! Tips Pemeliharaan Kutu Air supaya Tahan Lama

Dalam budidaya ikan tentunya juga melalui tahapan bentuk larva. Tentunya dalam bentuk seperti itu, mereka tidak bisa diberikan pakan yang sama dengan ukuran dewasa. Serta ikan yang masih dalam bentuk larva membutuhkan makanan dengan ukuran sangat kecil. Salah satu contoh mikroorganisme yang dapat dijadikan sebagai pakan tersebut adalah kutu air.


Kutu air sendiri merupakan mikroorganisme yang hidup di air dengan memiliki ukuran sangat kecil. Karena ukurannya tersebut, maka kutu air cocok dijadikan sebagai pakan ikan yang masih dalam bentuk larva/burayak. Selain itu, pemberian pakan berupa kutu air juga dapat mempercepat pertumbuhan burayak ikan.


Habitat kutu air sendiri berada di sekitaran parit, selokan kecil, dan kolam. Biasanya kutu air banyak ditemukan di tempat berair yang sedang terjadi pembusukan bahan organik. Contohnya di selokan yang berisi sisa-sisa sayuran busuk.


Namun ada juga kutu air yang sudah banyak dijual oleh peternak. Para peternak kutu air biasa membudidayakannya menggunakan wadah atau kolam yang sudah diberi bahan-bahan organik. Salah satunya diberi sayur kol busuk dan pupuk kandang. Akibat adanya bahan-bahan organik tersebut menyebabkan kutu air tumbuh berkembang semakin banyak.


Nah, kita pun juga dapat mencoba mengkultur kutu air sendiri. Caranya pun juga hampir sama dengan membudidayakan kutu air. Berikut cara mengkultur kutu air supaya bisa bertahan lama.


1. Menyiapkan bibit kutu air

Perlu diketahui bahwa kutu air sendiri memiliki 2 jenis yang paling umum, yaitu Dapnia Moina dan Dapnia Magna. Dari kedua jenis kutu air tersebut dapat dibedakan dari ukurannya, ukuran Dapnia Magna lebih besar dari Dapnia Moina. Untuk memperoleh bibit kutu air bisa dengan cara membeli ke penjual kutu air. Atau mungkin bisa juga mencarinya sendiri di tempat-tempat genangan air. Setelah bibit kutu air diperoleh, selanjutnya adalah menyiapkan wadah yang akan digunakan untuk mengkultur.


2. Tempat pengkulturan

Wadah atau tempat pengkulturan kutu air bisa menggunakan kolam tanah, bak, ember, dan kolam terpal. Dari semua pilihan tempat tersebut tentunya juga punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun untuk memaksimalkan daya hidup kutu air yang lebih lama, maka disarankan menggunakan kolam tanah. Akan tetapi bagi yang tidak memiliki lahan terlalu luas bisa menggunakan ember atau bak. Asalkan diberi perawatan secara berkala pun hasilnya akan sama-sama memuaskan. Namun pada kesempatan kali ini kita akan mencoba mengkultur dengan wadah ember.


3. Menerapkan Pengkulturan

Setelah semua wadah disiapkan, sekarang kita tinggal mengisi wadah tersebut dengan air kotor atau bekas akuarium. Tujuan dari penggunaan air kotor adalah untuk mempercepat adaptasi kutu air terhadap air yang digunakan. Biasanya kutu air lebih senang hidup pada air yang kotor. Kalaupun perlu pada wadah tersebut juga ditambahkan semacam bahan-bahan organik, contohnya sisa-sisa sayuran, pelet berjamur, dan dedaunan kering. Hal tersebut berfungsi sebagai makanan kutu air saat proses pengkulturan.


Kemudian masukkan semua kutu air yang sudah disiapkan pada wadah. Tempatkan wadah di tempat yang sejuk, dan jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung. Tunggulah sampai beberapa hari, maka dipastikan kutu air tersebut akan bertambah banyak seiring waktu. Serta kita pun dapat memanen kutu air tersebut untuk dijadikan sebagai pakan ikan. Untuk daya tahan hidupnya, kutu air yang dikultur dapat bertahan sangat lama. Asalkan diberi perawatan secara berkala, contohnya seperti memasukkan sisa-sisa bahan organik ketika bahan organik yang dulu sudah habis.


Seperti itulah cara perawatan kutu air supaya dapat bertahan lama. Serta tentunya juga dapat memperbanyak kutu air tersebut. Selamat mencoba, cukup sekian saja pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.