Coba! 7 Tips Mengganti Air Aquarium supaya Ikan tidak Mudah Stres


Mengganti air akuarium bertujuan untuk menghilangkan sisa makanan dan kotoran yang membuat air menjadi keruh. Selain itu, di dalam air keruh tersebut tumbuh beragam bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan penyakit pada ikan.


Apabila penggantian air tidak dilakukan, dikhawatirkan ikan akan rentan terserang penyakit. Akan tetapi terkadang saat baru selesai mengganti air akuarium, ikan yang baru dimasukkan terlihat gelisah dan stres. Mungkin dari sobat semua adakah yang pernah mengalami hal tersebut. Kalaupun pernah berarti ikan tersebut perlu adaptasi terlebih dahulu dengan air barunya.


Biasanya ikan perlu melakukan adaptasi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah perbedaan pH air sebelum dan sesudah diganti, oksigen terlarut, dan suhu air. Memang hal tersebut sangat berpengaruh pada kenyamanan ikan saat berada di akuarium.


Yang awalanya pH air sebelum diganti berada pada posisi normal, kemudian setelah diganti pH air berubah jadi tinggi. Selain itu oksigen terlarutnya kurang, dan suhu air jadi naik. Ketika ikan dimasukkan ke dalam akuarium, memang wajar kalau ikan merasa asing. Hal tersebut dapat membuat ikan merasa tidak nyaman, sehingga bisa membuatnya stres.


Ikan yang stres berakibat pada nafsu makan berkurang, rentan terserang penyakit, dan pergerakannya menurun. Memang ketika ikan stres, terkadang kita merasa khawatir akan kelangsungan hidupnya. Apakah akan cepat sembuh atau bertahan lama.


Namun sobat tenang saja, pada kesempatan kali ini kita akan mengetahui masalah apa yang menyebabkan ikan bisa stres dan cara penanganannya. Dari masalah di atas tadi disimpulkan bahwa penyebab ikan stres berawal dari setelah melakukan pergantian air. Maka dari itu sekarang kita akan mengatasi masalah mengenai penggantian air supaya tidak menimbulkan ikan stres lagi.


Berikut cara penggantian air yang bisa dicoba


1. Memindahkan ikan

Langkah pertama ini kita akan memindahkan ikan yang airnya akan diganti. Tapi ingat, sebelum itu pindahkan ikan bersama airnya. Caranya dengan mengambil sebagian air dari akuariumnya, kemudian masukkan ke dalam wadah lainnya. Setelah dirasa airnya cukup, sekarang kita bisa memindahkan ikan dan memasukkannya ke wadah yang sudah di isi dengan air tadi.


2. Menyediakan aerasi oksigen

Nah, setelah ikan tadi dipindahkan ke wadah. Sekarang kita perlu memberinya aerasi oksigen, bisa menggunakan aerator. Tujuan melakukan hal tersebut adalah untuk memastikan oksigen terlarutnya tercukupi dan ikan tetap dapat bertahan dalam wadah. Berdasarkan pengalaman saat melakukan penggantian air, saya pernah memindahkan ikan ke wadah lain. Namun lupa memberikan aerasi oksigen, dan yang terjadi adalah ada sebagian ikan yang tidak kuat menunggu akhirnya mati.


3. Menguras air di akuarium

Sekarang kita tinggal menguras air di dalam akuarium. Untuk menguras akuarium kita bisa menggunakan selang. Jangan lupa juga untuk menyikat dinding-dinding akuarium. Biasanya, dinding akuarium sebelum disikat akan terasa licin bila disentuh dengan tangan. Itu artinya, pada akuarium tersebut telah ditumbuhi lumut atau kerak. Namun kita tidak perlu khawatir, sebab cara membersihkannya cukup mudah. Tinggal disikat lumut pun rontok.


4. Membilas akuarium

Setelah selesai membersihkan akuarium, sekarang saatnya kita membilasnya menggunakan air bersih. Cukup semprotkan pada dinding akuarium yang habis disikat sampai kotorannya benar-benar rontok semua. Setelah semuanya rontok, kita tinggal buang lagi air bilasan tadi. Cara membuangnya bisa disedot kembali dengan selang.


5. Mengisi air akuarium

Nah, setelah itu kita isi kembali akuarium dengan air bersih. Disarankan menggunakan air sumur. Sebab kalau menggunakan air PAM, dikhawatirkan airnya sudah diberi obat penjernih. Tentu saja hal tersebut tidak baik untuk ikan. Saat mengisi air di akuarium tidak perlu sampai penuh, dan bisa menyisakan seperempat bagian.


6. Diamkan air di akuarium sekitar 30 menit

Tujuan dari pendiaman air tersebut adalah untuk membuat air mendapatkan oksigen terlarut yang cukup. Serta cara tersebut juga perlahan dapat menormalkan pH dan suhu air. Karena apabila kita langsung memasukkan ikan ke dalam akuarium, yang ada ikan malah kaget dengan air barunya. Kalaupun ikan tersebut dapat beradaptasi tidak masalah, namun sebaliknya ikan yang tidak dapat beradaptasi bisa membuatnya stres.


7. Masukkan kembali ikan ke dalam akuarium

Setelah menunggu sekitar 30 menit, kita bisa memasukkan ikan kembali ke dalam akuarium. Dan jangan lupa pasang kembali aerator untuk membuat sirkulasi oksigen. Aerator tersebut berfungsi menyuplai oksigen terlarut bagi ikan agar tercukupi. Setelah itu ikan jangan langsung diberi makan. Sebab ikan yang habis diganti airnya memang kurang nafsu makan. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Mungkin setelah beberapa jam ikan sudah bisa diberi makan kembali.


Seperti itulah beberapa tips mengganti air akuarium agar ikan tidak mudah stres. Cara tersebut juga saya lakukan saat ingin mengganti air akuarium. Selamat mencoba. Cukup sekian saja pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.