Cara Tepat Menanam Terong Menggunakan Polybag agar Berbuah Lebat

Cara Tepat Menanam Terong Menggunakan Polybag agar Berbuah Lebat


Terong adalah tanaman semusim yang dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi. Buah terong umumnya berwarna ungu dan hijau, serta bentuknya yang beragam, mulai dari lonjong, bulat, dan melingkar. Di kalangan masyarakat Indonesia, terong kadang juga dikenal sebagai sayuran.


Terong sendiri banyak dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam olahan, diantaranya ada tumis terong, keripik terong, sambal terong, dan lain-lain. Di pasaran, terong juga banyak peminatnya dan harganya pun relatif stabil. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, terong banyak dibudidayakan di Indonesia.


Dengan iklim tropisnya, tanaman terong dapat tumbuh subur. Dalam pembudidayaannya pun tergolong mudah, asalkan mengetahui langkah-langkah yang dilakukan saat akan menanam terong. Namun bagi kalian yang belum mengetahuinya tenang saja, kalian telah menemukan langkahnya di sini.


Oke, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tips yang dilakukan ketika akan menanam terong, bahkan di lahan yang minim sekalipun. Mari, simak dengan baik !


1. Pemilihan Benih

Tahap pertama yang harus kalian lakukan adalah memilih benih terong yang berkualitas dan tentunya tidak terserang hama. Terong sendiri dapat ditanam melalui bijinya. Untuk kalian yang belum memilikinya, biji terong dapat diperoleh di toko pertanian atau juga bisa memanfaatkan biji dari buah terong yang dibeli di penjual sayur.


Pilihlah biji terong yang warnanya coklat gelap dan bentuknya bulat, atau kalian juga bisa meminta rekomendasi kepada penjual benih untuk merekomendasikan biji terong yang berkualitas. Setelah mendapatkan biji yang berkualitas, kalian bisa memasukkannya ke dalam rendaman air dan ambilah biji terong yang tenggelam lalu masukkan ke wadah kecil.


Setelah itu keringkan biji terong dengan cara dijemur sampai benar-benar kering. Kira-kira selama 2-3 hari sudah cukup. Dan setelah biji terong tersebut benar-benar kering, kemudian bisa dilakukan penyemaian.


2. Penyemaian Benih

Pada tahap kali ini kalian akan melakukan proses penyemaian benih terong dengan menggunakan media gelas plastik, bisa menggunakan bekas air mineral atau apa saja yang penting bisa untuk melakukan proses penyemaian.


Proses penyemaian yaitu yang pertama harus dilakukan adalah mengisi gelas plastik dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik. Setelah itu berilah lubang pada tanah bagian tengahnya, bisa menggunakan ujung jari.


Kemudian masukkan biji terong ke dalam lubang pada tanah tadi, saat memasukkannya pun usahakan jangan terlalu dalam agar biji terong cepat muncul tunasnya ke permukaan. Setelah itu ratakan kembali dengan tanah dan berilah sedikit air.


Setelah semuanya siap, letakkan gelas plastik tersebut di tempat yang sejuk dan masih bisa mendapat cahaya matahari. Amatilah perkembangan biji terong tersebut dari hari ke hari, apakah mengalami perkembangan atau tidak.


Dalam waktu 2 minggu, tanaman terong tersebut bisa mulai dipindahkan ke media yang lebih besar. Apabila tidak mempunyai lahan luas bisa menggunakan polybag atau pot.


3. Menanam Tanaman

Setelah kalian mendapatkan tanaman terong yang berusia kira-kira 2 minggu, tanaman tersebut bisa mulai dipindahkan ke media yang lebih besar. Kali ini media yang akan digunakan adalah polybag.


Namun, sebelum itu siapkan polybag berdiameter 20 cm yang akan digunakan untuk menanam tanaman terong. Setelah itu masukkan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik. Saat memasukkannya pun tidak sampai penuh dan menyisakan seperempat untuk tempat penyiraman.


Setelah semuanya siap, tanaman tersebut bisa diletakkan di tempat yang sejuk dan masih bisa mendapatkan sinar matahari. Dan kalian tinggal melakukan perawatan secara berkala.


4. Merawat Tanaman

Setelah semua proses penanaman selesai, maka langkah yang akan kalian lakukan adalah perawatan tanaman supaya dapat berkembang baik dan bebas dari hama.


Perawatannya pun tidak terlalu sulit, kalian cukup menyiraminya secara berkala dan memastikannya mendapat sinar matahari yang cukup. Untuk cara menanggulangi tanaman apabila terkena hama adalah dengan menyemprotnya dengan obat anti hama yang bisa didapatkan di toko pertanian atau bisa juga memotong bagian yang terserang hama agar tidak menyebar ke bagian lainnya.


Serta lakukanlah pengamatan secara berkala agar mengetahui perkembangan tanaman terong tersebut, dan sambil menunggu masanya panen.


5. Memanen Terong

Setelah semuanya selesai, kalian tinggal menunggu masanya panen. Terong dapat dipanen setelah 70-80 hari sejak masa tanam. Setelah itu untuk pemanenan berikutnya dapat dilakukan setiap dua minggu sekali. Dalam satu kali musim tanam, terong dapat dipanen sebanyak 13-15 kali panen, bahkan bisa lebih.


Saat memanen terong disarankan pada waktu pagi dan sore hari, cara memanennya dengan memetik buah terong bersama tangkainya. Terong yang memiliki kualitas bagus dapat dikelompokkan berdasarkan warnanya, ada yang berwarna tajam dan ada yang berwarna memudar.


Setelah itu kalian bisa memanfaatkan hasil panen tersebut untuk konsumsi sendiri atau juga bisa dijual. Kalau ingin menjualnya disarankan menyortir yang kualitasnya bagus dan baik supaya nilai jualnya tinggi.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.