Cara Praktis Menanam Sawi di Rumah dan Dapat Hasil Melimpah

Cara Praktis Menanam Sawi di Rumah dan Dapat Hasil Melimpah


Apakah kalian pernah makan bakso dan mie ayam. Kalaupun sudah pernah pasti kalian sering menemukan daun yang digunakan pada campuran bakso dan mie ayam tersebut. Apakah kalian sudah mengetahui daun apakah yang digunakan tersebut. Kalaupun sudah mengetahuinya, jawabannya pasti daun sawi.


Ya memang benar, daun sawi biasanya memang dimanfaatkan pada campuran bakso dan mie ayam. Mengapa banyak yang menggunakan daun sawi, karena daun sawi yang digunakan tersebut memiliki tekstur yang lembut dan rasanya enak. Serta penggunaannya pun telah berkembang lama, kalaupun ada gantinya pasti kebanyakan akan tetap memilih menggunakan daun sawi untuk campuran bakso dan mie ayam.


Di pasaran, sayuran sawi memang mudah ditemukan dan harganya pun cukup terjangkau. Serta peminatnya pun juga banyak, dan dalam pembudidayaan tanaman sawi juga tergolong mudah. Hal inilah yang membuat sawi banyak dibudidayakan di Indonesia, dan kabar baiknya tanaman sawi dapat tumbuh subur di iklim tropis.


Jadi, kalian semua pun juga bisa membudidayakannya. Namun, kalian tidak perlu khawatir apabila memiliki lahan minim untuk menanam sawi, justru tanaman sawi dapat juga ditanam dalam polybag atau pot. Asalkan diberikan perawatan secara berkala supaya dapat menghasilkan sawi yang bagus dan baik. Untuk kualitasnya pun tak kalah dari sawi yang ditanam pada lahan yang luas.


Kalian bisa langsung mencoba memulai menanam sawi sendiri di rumah. Tapi, sebelum itu kalian harus mengetahui terlebih dahulu hal apa saja yang harus dilakukan saat akan menanam sawi. Namun, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit tips menanam sawi di rumah yang akan memberikan hasil maksimal. Yuk, langsung saja kita mulai !


1. Pemilihan Benih

Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah memilih benih sawi yang akan digunakan untuk menanam. Pemilihannya pun ada dua cara, yaitu dengan menggunakan biji sawi yang bisa didapatkan di toko pertanian atau menggunakan tanaman sawi yang dibeli di penjual sayur.


Apabila kalian menggunakan biji sawi, pilihlah biji yang warnanya coklat kehitaman dan kalau dilihat mengkilat serta berbentuk bulat licin. Pada saat kalian di toko pertanian, biasanya biji yang memiliki kualitas bagus dibungkus dengan alumunium foil. Atau bisa juga menanyakan kepada penjualnya untuk merekomendasikan biji sawi yang berkualitas.


Sedangkan kalau kalian menggunakan tanaman sawi, pilihlah tanaman yang berbentuk bagus, segar dan tidak terserang hama. Setelah itu, kalian bisa langsung memulai menanamnya pada pot atau polybag.


2. Penyemaian Benih

Langkah selanjutnya adalah penyemaian benih. Pada tahap ini, penyemaian benih hanya dilakukan apabila kalian menggunakan biji sawi untuk menanam sawi. Sebelum memulai penyemaian, kalian bisa memasukkan biji sawi ke dalam rendaman air terlebih dahulu.


Setelah memasukkan biji sawi ke dalam rendaman air, maka akan ditemukan biji sawi yang tenggelam dan biji sawi yang terapung. Kalian bisa memilih biji sawi yang tenggelam, karena biji yang tenggelam lebih berisi dan memiliki kualitas bagus. Kemudian angkat biji sawi yang tenggelam dan masukkan ke wadah kecil, bisa menggunakan gelas bekas air mineral.


Setelah itu, kalian bisa langsung memasukkan biji sawi ke dalam tempat penyemaian, bisa menggunakan gelas plastik bekas air mineral yang sudah berisi tanah. Masukkan 2-3 biji ke dalamnya, caranya bisa menggunakan jari untuk membuat lubang di tanah pada bagian tengahnya. Dalam pembuatan lubangnya pun usahakan tidak terlalu dalam, cukup menggunakan ujung jari saja.


Kalau sudah tinggal ratakan kembali dengan tanah dan berilah sedikit air. Kemudian tempatkan di tempat yang sejuk, namun masih bisa mendapat cahaya matahari. Tunggulah sampai muncul tunasnya. Amatilah perkembangan tunas sawi tersebut secara berkala.


Apabila setelah beberapa hari tunasnya makin panjang, kira-kira memiliki panjang lebih dari 5cm, tanaman sawi tersebut bisa dipindahkan ke media yang lebih besar bisa menggunakan polybag atau pot.


3. Proses Penanaman

Pada tahap kali ini, kalian akan memindahkan tanaman sawi yang sudah melewati tahap penyemaian, apabila menggunakan biji sawi. Akan tetapi kalau kalian menggunakan tanaman sawi yang didapat dari penjual sayur, bisa langsung ditanam tanpa melewati proses penyemaian.


Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan media tanam yang akan digunakan, bisa polybag atau pot. Setelah itu masukkan tanah yang sudah dicampur menggunakan pupuk organik agar kesuburan tanahnya meningkat dan didapatkan hasil yang baik.


Saat memasukkan tanah campurannya pun harus disisakan seperempat bagian, tidak boleh terlalu penuh agar saat akan menyiram tanaman, airnya tidak meluber dan dapat terserap ke dalam tanah. Setelah selesai mengisi polybag dengan tanah, langkah selanjutnya adalah memasukkan tanamannya.


Caranya adalah dengan memberi lubang pada bagian tengah pada tanah, kemudian masukkan tanaman sawi berserta tanahnya saat penyemaian. Kalau mau mudah melakukannya bisa merobek gelas plastik yang digunakan saat penyemaian dan pisahkan tanah dengan gelas plastiknya. Saat memasukannya pun perlu diketahui, usahakan tanah yang ada di akar tanaman sawi jangan sampai rontok agar tanaman sawi tidak layu setelah ditanam.


Kemudian ratakan kembali dengan tanah dan setelah itu berilah air secukupnya, serta jangan sampai terjadi genangan air supaya tanaman sawi tidak mudah membusuk. Setelah semuanya selesai, tahap selanjutnya tinggal merawat tanaman sawi tersebut secara berkala.


4. Merawat Tanaman

Setelah kalian menyelesaikan ke tiga langkah di atas, langkah yang akan kalian lakukan sekarang adalah perawatan tanaman. Perawatannya pun tidak terlalu sulit. Kalian cukup memastikan tanaman sawi tersebut tidak kekeringan dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.


Apabila tanaman sawi kalian terkena hama, maka cara terbaiknya adalah menyemprotnya dengan obat hama, bisa diperoleh di toko pertanian. Tapi, kalau mau memperoleh sawi organik, usahakan penggunaan obat kimia dihindari. Kalian bisa segera memotong bagian tanaman yang terkena hama supaya bagian yang lain tidak terkena hama juga, bisa dibilang agar hamanya tidak menyebar.


Jangan lupa untuk mengecek tanaman sawi secara berkala, apakah terjadi perkembangan pada tanaman sawi atau malah sebaliknya. Kalau pun terjadi perkembangan, maka kalian tinggal menunggu masanya panen. Namun, kalian masih perlu melakukan perawatan dan pengecekan secara berkala.


5. Memanen Sawi

Tanaman sawi bisa mulai dipanen apabila usianya sudah menginjak 2 bulan dari masa tanamnya. Cara memanennya pun mudah dilakukan, yaitu dengan cara mencabutnya atau bisa juga memotongnya. Semua cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Kalaupun kalian memotongnya, tanaman sawi tersebut bisa tumbuh lagi tanpa harus mengulangi proses menanam dari awal. Namun, hasil yang dihasilkan selanjutnya mengalami penurunan dari pemanenan pertama.


Sedangkan jika kalian mencabutnya, maka kalian hanya bisa melakukan sekali panen dan kalau ingin memanen kembali, kalian harus memulai proses menanamnya kembali. Namun, sawi yang dihasilkannya pun mempunyai kualitas yang baik dan bagus, sebab tidak mengalami penurunan kualitas.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.