Cara Praktis Menanam Cabai di Rumah dan Menguntungkan

Cara Praktis Menanam Cabai di Rumah dan Menguntungkan


Pasti kalian sudah tidak asing lagi kan dengan yang namanya cabai, ya benar cabai ini memang memberikan sensasi pedas ketika kita memakannya. Apalagi di setiap masakan, cabai ini selalu menjadi pendamping yang utama dan menjadikan masakan tersebut lebih nikmat ketika dimakan.


Namun, kian hari harga cabai yang naik turun tidak menjadikan peminatnya berkurang, malah permintaannya cenderung naik. Hal tersebut dapat kita manfaatkan untuk memulai mencoba menanam cabai, hitung-hitung bisa mengurangi pengeluaran untuk membeli cabai. Atau mungkin malah bisa mendatangkan keuntungan dengan menjual cabai dari hasil yang kita tanam.


Terlepas dari semua itu, sebelum kita memulai menanam cabai alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu langkah yang tepat untuk menanam cabai. Tapi tenang saja, kalian tidak usah khawatir apabila belum mengetahui langkahnya.


Disini saya akan membagikan sedikit tips praktis untuk memulai menanam cabai, bahkan di lahan yang minim pun kita masih bisa menanamnya. Oke langsung saja kita mulai, Yuk perhatikan dengan baik !


1. Pemilihan Bibit Cabai

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih bibit cabai yang memiliki bentuk bagus dan tidak terserang hama. Setelah mendapatkan cabai yang bagus, langkah selanjutnya adalah membelah buah cabai menggunakan pisau. Jangan lupa menyiapkan wadah kecil untuk menaruh biji cabainya.


Setelah terbelah, biji cabai dapat dikerok menggunakan pisau atau sendok. Kemudian cuci biji tersebut dengan memasukkan ke dalam rendaman air, apabila ada biji yang tenggelam dan terapung, ambilah biji yang tenggelam lalu memasukkannya ke dalam wadah kecil.


Setelah itu jemur biji tersebut sampai kering atau kira-kira jemur selama 3 hari. Setelah benar-benar kering biji cabai siap disemai.


2. Penyemaian Benih

Setelah kalian menyelesaikan langkah pertama, biji cabai yang sudah kering bisa langsung disemai menggunakan media gelas plastik, bisa menggunakan bekas air mineral.


Masukkan biji cabai tersebut ke dalam gelas plastik yang berisi tanah. Caranya yaitu dengan memberikan lubang pada tanah yang tidak terlalu dalam agar biji tersebut lebih cepat muncul tunasnya.


Setelah itu siram biji tersebut secukupnya dan usahakan jangan sampai menggenang. Karena kalau menggenang akan menyebabkan biji cabai gagal bertunas. Kemudian letakkan gelas plastik yang berisi biji cabai di tempat yang sejuk, tetapi masih bisa mendapat cahaya matahari.


Tunggulah sampai biji tersebut muncul tunasnya. Setelah panjang tanaman cabai kira-kira lebih dari 5 cm, tanaman tersebut bisa dipindahkan ke media yang lebih besar. Bisa menggunakan polybag atau pot. Bahkan bisa juga ditanam di pekarangan rumah.


3. Penyiapan Media Tanam

Media tanam yang digunakan dapat berupa polybag atau pot. Setelah kalian mendapatkan panjang tanaman cabai yang disemai lebih dari 5 cm, maka tanaman tersebut bisa langsung dipindahkan ke dalam polybag atau pot yang sudah diisi dengan tanah.


Untuk meningkatkan kesuburan tanah, tanah yang akan digunakan untuk menanam bisa dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos. Campurkan hingga merata agar mendapatkan kesuburan tanah yang maksimal.


Kemudian tanah yang sudah tercampur dengan pupuk bisa dimasukkan ke dalam polybag atau pot. Usahakan saat mengisi polybag atau pot dengan tanah tidak terlalu penuh, bisa disisakan seperempat bagian, supaya saat menyiram tanaman, air yang digunakan dapat menyerap ke dalam tanah dan tidak meluber.


Setelah selesai mengisi tanah, tanaman cabai bisa langsung dipindahkan ke dalamnya. Caranya dengan memberi lubang di tengahnya yang kedalamannya kira-kira bisa disesuaikan dengan panjang tanaman cabai.


Kemudian masukkan tanaman cabainya. Tapi, alangkah lebih baiknya tanah yang digunakan untuk menyemai juga dimasukkan, jadinya akar tanaman cabai masih tertutup oleh tanah.


Caranya yaitu sebelumnya sobek gelas plastik yang digunakan untuk menyemai terlebih dahulu dan usahakan menjaga tanahnya tidak rontok dari akar tanaman cabai. Hal ini tentunya berpengaruh, jika sewaktu tanaman cabai akan ditanam, tanah yang melekat pada akar cabai rontok, kemungkinan tanaman yang ditanam setelah itu akan mengalami lesu atau sedikit layu.


Namun, lama-kelamaan tanaman tersebut dapat sehat kembali dengan menyiramnya secara berkala dan mendapatkan penyinaran matahari yang cukup.


4. Perawatan Tanaman

Setelah kalian menyelesaikan ketiga langkah di atas, maka langkah selanjutnya adalah merawat tanaman cabai agar mampu menghasilkan buah cabai yang baik dan bagus.


Perawatan tanaman cabai ini tergolong mudah, kalian cukup menyiramnya secara berkala dan memastikannya mendapat sinar matahari yang cukup. Dan tak lupa membersihkan tanaman liar yang tumbuh disekitarnya, agar pertumbuhan tanaman cabai tidak terganggu.


Apabila tanaman cabai terserang hama, kalian bisa menyemprotkan obat hama yang dapat diperoleh di toko pertanian. Bisa juga kalian memotong bagian tanaman cabai yang terserang hama agar hama tidak menyebar ke bagian yang lain.


Sebaiknya lakukanlah pengecekan secara rutin terhadap perkembangan tanaman cabai, apakah tanaman tersebut tumbuh dengan baik dari waktu ke waktu atau mungkin sebaliknya. Kalau sudah dipastikan tumbuh dengan baik, kalian tinggal menunggu hasil dari perjuangan yang kalian lakukan.


Semoga dapat memberikan hasil yang maksimal pula. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat bagi kalian. Terima kasih.