Cara Praktis Menanam Bayam Menggunakan Pot dan Cepat Panen

Cara Praktis Menanam Bayam Menggunakan Pot dan Cepat Panen


Pernahkah kalian mengonsumsi pecel, kalaupun pun sudah pernah bagaimana rasanya, enak kan. Tahukah kalian apa bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pecel. Pecel biasanya dibuat dengan campuran bahan daun bayam, tauge, dan bumbu kacang.


Pada kesempatan kali ini kita tidak akan membahas semua bahannya, namun kali ini kita akan membahas salah satu dari bahan pembuatan pecel, yaitu bayam. Bayam merupakan tanaman yang kaya akan zat besi yang baik bagi tubuh kita. Apalagi kalau kita sering mengonsumsi bayam, maka kita akan terhindar dari yang namanya kekurangan zat besi.


Di Indonesia bayam banyak dibudidayakan dan dapat tumbuh subur di iklim tropis. Pembudidayaannya pun tidak terlalu sulit. Kalian juga bisa mencoba membudidayakan bayam sendiri, bahkan bayam juga bisa ditanam pada lahan yang minim sekalipun, entah itu pada polybag, pot, atau pekarangan rumah.


Namun, sebelum itu kalian harus mengetahui terlebih dahulu langkah apa saja yang harus dilakukan ketika akan menanam bayam. Nah, pada artikel ini saya akan membagikan langkah-langkah yang dilakukan ketika akan menanam bayam. Mulai dari pemilihan benih sampai masanya panen. Yuk, langsung saja kita mulai !


1. Memilih Benih

Pada proses pemilihan benih yang dilakukan adalah memilih benih yang berkualitas baik dan bagus. Agar nantinya hasil yang didapatkan pun juga memiliki kualitas yang baik dan bagus.


Caranya adalah dengan memilih biji bayam yang memiliki warna gelap dan tidak terserang hama. Biji bayam bisa diperoleh di toko benih. Setelah mendapatkan biji bayam yang berkualitas, langkah selanjutnya adalah menyemai biji tersebut.


2. Penyemaian

Tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyemai biji bayam dengan menggunakan media gelas plastik, bisa menggunakan bekas air mineral. Sebelum itu, isilah gelas plastik tersebut dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik.


Selanjutnya memasukkan biji bayam ke dalam gelas plastiknya, caranya dengan membuat lubang pada tanahnya dengan ujung jari, kemudian saat memasukkan bijinya pun tidak boleh sampai kebanyakan, cukup 2-3 biji sudah cocok untuk seukuran media gelas plastik.


Kalau kebanyakan nantinya pertumbuhan tanaman bayam bisa terganggu dan saling berdempetan. Serta pertumbuhannya pun tidak merata, ada tanaman bayam yang tumbuh subur dan ada yang kerdil.


Setelah memasukkan bijinya, kemudian ratakan kembali dengan tanah dan berilah sedikit air. Setelah semuanya selesai, letakkan gelas penyemaian tersebut di tempat yang sejuk dan masih bisa mendapat cahaya matahari.


Amatilah perkembangan biji bayam tersebut, apakah ada tunas yang muncul atau belum. Kalau sudah muncul tunasnya, rawatlah dengan baik sampai kira-kira panjangnya lebih dari 10 cm. Setelah panjangnya lebih dari 10 cm, tanaman bayam tersebut bisa dipindahkan ke media yang lebih besar.


3. Pemindahan Media

Setelah kalian memperoleh tanaman bayam yang panjangnya lebih dari 10 cm, maka tanaman tersebut bisa dipindahkan ke media yang lebih besar. Bisa menggunakan polybag atau pot.


Namun, sebelum itu kalian siapkan pot atau polybag yang sudah diisi dengan tanah campuran pupuk organik. Langkah selanjutnya adalah mengeluarkan tanah beserta tanaman bayam pada gelas plastik yang tadi. Caranya pun bisa menyobek gelas plastiknya menggunakan cutter.


Usahakan saat mengeluarkan tanaman bayam, tanah yang ada di akarnya jangan sampai rontok agar nantinya tanaman bayam tidak layu setelah ditanam. Setelah semuannya selesai, kalian bisa menyiramnya dengan air dan setelah itu meletakkan ditempat yang bisa mendapatkan sinar matahari cukup. Jangan lupa berikanlah perawatan secara berkala.


4. Perawatan dan Pemanenan

Pada tahap ini kalian akan melakukan perawatan tanaman bayam dengan cara menyiramnya secara berkala dan memberikan pupuk organik. Caranya yaitu memasukkan pupuk kompos ke dalam polybag yang sudah berisi tanaman bayam, lalu meratakannya dan memberinya air.


Agar tanaman bayam dapat berfotosintesis dengan sempurna, maka pastikan tanaman tersebut mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Apabila tanaman bayam tersebut terserang hama, kalian bisa mengatasinya menggunakan obat anti hama atau juga bisa memotong bagian yang terserang hama agar hamanya tidak menyebar ke bagian lain.


Sambil menunggu masanya panen, perawatannya pun harus dilakukan secara berkala dan mengamati perkembangan yang terjadi pada tanaman bayam tersebut, apakah tumbuh dengan baik atau sebaliknya.


Tanaman bayam dapat dipanen saat berusia sekitar 38-55 hari dari masa tanamnya. Cara memanennya pun tidak terlalu sulit, kalian cukup memotong daun bayam yang akan digunakan untuk membuat olahan makanan.


Kalaupun kalian ingin menjual hasil panennya, kalian bisa menggunakan pemanenan dengan mencabut bayam bersama akarnya. Kemudian lakukan pencucian sampai bersih dari tanahnya, setelah itu melakukan pengemasan dan bayam pun siap di perjualbelikan.


Namun, bagi kalian yang bisa membuat olahan makanan dari bayam, hal ini bisa lebih menguntungkan dari segi penjualan dan mendapatkan keuntungan lebih daripada menjual mentah sayuran bayam saja.


Selamat mencoba dan semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih.