Cara Mudah Menetaskan Artemia Sendiri Menggunakan Botol Bekas

Banyaknya pembudidaya ikan hias yang tersebar di Indonesia menyebabkan kebutuhan akan pakan meningkat pula. Salah satunya pakan bagi anakan ikan yang masih berwujud larva. Dalam bentuk seperti itu, pastinya tidak bisa diberikan pakan sama seperti ikan yang sudah dewasa. Biasanya ikan yang masih berbentuk larva atau masih bayi diberikan pakan berukuran kecil.


Pakan berukuran kecil yang banyak diminati contohnya seperti artemia. Artemia merupakan binatang kecil golongan udang yang berhabitat hidup di air laut. Karena ukurannya yang kecil dan juga mengandung gizi tinggi, maka tak heran jika artemia banyak digunakan sebagai makanan anakan ikan yang masih kecil.


Untuk mendapatkan artemia kita tidak perlu mencari di habitat aslinya. Sebab artemia sudah banyak dijual di toko ikan hias maupun toko online. Namun yang dijual di toko terebut kebanyakan artemia yang masih berwujud telur. Untuk itu kita harus menetaskan telur artemia terlebih dahulu. Caranya pun cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri dirumah.


Sebelum itu kita juga harus menyiapkan beberapa bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Berikut alat dan bahan yang diperlukan.


  1. Botol bekas air mineral (1 liter)

  2. Aerator / pompa oksigen

  3. Tali rafia atau kenur

  4. Paku

  5. Pisau Cutter

  6. Garam ikan

  7. Sendok makan

  8. Telur artemia (bisa dibeli di toko)

  9. Wadah panen

Nah, setelah semua alat dan bahan di atas disiapkan semua, maka selanjutnya adalah melakukan langkah-langkah menetaskan telur artemia. Caranya adalah sebagai berikut.


1. Merangkai tempat penetasan



Pertama potonglah botol bagian bawah menggunakan cutter. Setelah terpotong maka langkah selanjutnya adalah melubangi tutup botol menggunakan paku. Setelah tutup botol berhasil dilubangi, kemudian masukkan selang aerator pada lubang tersebut. Setelah itu tutup botol yang sudah tertanam selang dipasang kembali pada botol.


Selanjutnya kita buat gantungan dari tali pada bagian bawah botol yang sudah dipotong tadi. Tujuan hal tersebut untuk meletakkan botol secara menggantung terbalik, bagian tutup botol berada di bawah. Setelah selesai membuat gantungan tali, berarti botol tersebut sudah bisa digunakan untuk menetaskan telur artemia.


2. Menyiapkan bahan penetasan



Sekarang kita tinggal mengisi botol tadi dengan air bersih. Isilah secukupnya saja, kira-kira menyisakan seperempat bagian. Setelah terisi air, kemudian masukkan garam ikan 1 sendok makan. Untuk membuat garam ikan larut, maka bisa menyalakan aeratornya. Setelah garam larut, selanjutnya masukkan telur artemia yang sudah dibeli sebanyak setengah sendok makan. Pada kesempatan ini saya menggunakan telur artemia merek POLAR RED.


Diamkan artemia tersebut sampai 24 jam sambil aerator tetap menyala. Aerator tersebut berfungsi untuk menyuplai oksigen bagi artemia dan memutar-mutar telur artemia. Setelah 24 jam, maka diamkan beberapa saat dengan cara mematikan aerator. Tunggulah sampai bayi artemia tersebut berada di bagian bawah mendekati tutup botol.


3. Memanen bayi artemia



Setelah didiamkan beberapa saat, maka cabutlah selang dari aerator. Namun sebelum itu siapkan saringan ( bisa menggunakan kain halus ) dan wadah untuk menampung bayi artemia. Biasanya cangkang artemia akan tertahan oleh saringan dan bayi artemia akan lolos masuk ke wadah pemanenan. Bayi yang sudah masuk ke wadah pemanenan sudah bisa diberikan kepada larva ikan.


Perlu diketahui biasanya artemia dapat bertahan hingga 2-3 hari setelah ditetaskan. Maka dari itu untuk menjaga tetap tahan lama kita bisa memasukkan artemia ke dalam wadah yang sudah dialiri aerator / pompa oksigen. Setelah dimasukkan ke wadah tersebut biasanya artemia akan bisa bertahan semingguan.


Itulah cara menetaskan artemia menggunakan botol bekas yang bisa dicoba sendiri di rumah. Cukup mudah bukan, selamat mencoba. Serta cukup sekian saja pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.