Cara Mengobati Ikan Channa dari Penyakit White Spot

Cara Mengobati Ikan Channa dari Penyakit White Spot

Memelihara ikan channa memang memberikan kesan tersendiri yang dapat membuat hati senang. Keindahan dan sifat agresifnya menjadi daya tarik dari ikan ini. Apalagi kalau ikan tersebut sudah terbiasa diajak berinteraksi, maka ia akan dengan mudah bergerak ke sana ke mari pada saat kita berada di dekatnya.


Namun, terkadang ada juga masalah yang kerap menghampiri selama memelihara ikan channa, salah satunya terserang penyakit white spot. Penyakit white spot ini memiliki gejala berupa bintik putih yang menempel pada sirip ikan. Apabila hal tersebut dibiarkan saja, maka bintik putih tersebut akan menyebar semakin banyak.


Selain itu, ikan yang terserang penyakit tersebut juga akan mengalami dampak yang cukup serius, diantaranya seperti ikan mudah stress, hilangnya nafsu makan, tidak terlalu aktif berenang, dan bahkan bisa juga berdampak pada kematian jika kondisinya cukup parah.


Nah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai bagaimana cara menangani ikan channa yang terserang penyakit white spot. Berikut adalah langkah-langkahnya.


1. Menambahkan Daun Ketapang



Daun ketapang ini sudah dikenal sejak lama untuk mengatasi masalah penyakit ikan. Untuk penggunaannya kita bisa langsung memasukkan daun ketapang kering yang sudah bersih ke dalam aquarium. Namun bila di tempat Anda sulit dijumpai pohon ketapang, maka di toko online biasanya ada juga yang menjual ekstrak daun ketapang. Biasanya dikemas dalam botolan.


Ketika air di dalam aquarium sudah berubah warna menjadi kekuningan, maka itu tandanya daun ketapang sudah mulai bekerja. Manfaat dari kandungan daun ketapang ini adalah untuk mencegah tumbuhnya jamur atau penyakit pada ikan, menetralkan pH air, dan juga bisa mempertegas warna ikan.


2. Menambahkan Garam Ikan



Garam ikan di sini juga berperan dalam mengobati penyakit white spot. Kandungan garam ikan dapat membunuh bakteri serta jamur penyebab penyakit. Untuk memperoleh garam ikan, kita bisa membelinya di toko ikan hias. Biasanya di sana dijual garam ikan dalam berbagai kemasan. Harganya pun juga relatif terjangkau.


Penggunaan garam ikan bisa disesuaikan dengan volume air yang digunakan untuk memelihara ikannya. Semisal ikan channa dipelihara menggunakan aquarium ukuran 60 cm × 30 cm × 30 cm dengan volume air mendekati penuh, maka pemberian garam ikan bisa menggunakan takaran 2 sendok teh atau 1/2 sendok makan. Takaran ini sebenarnya bukanlah takaran pasti, artinya kita juga masih bisa memberikan takaran lain sesuai volume air, namun jangan sampai berlebihan.


3. Menghidupkan Heater



Heater berfungsi sebagai pengatur suhu air, biasanya digunakan untuk menaikkan suhu air menjadi lebih hangat. Cara ini juga bisa diaplikasikan sebagai pengobatan ikan channa yang terserang white spot. Sebab bakteri / jamur penyebab penyakit tidak dapat berkembang dengan baik jika berada di suhu tinggi.


Untuk suhu heater yang ideal berada di kisaran 30 - 35 ° C. Pada suhu tersebut nantinya air yang berada di dalam aquarium akan terasa lebih hangat. Nantinya setelah kira-kira tiga hari penggunaan heater, biasanya white spot akan rontok dengan sendirinya. Maka dari itu pantau lah secara berkala untuk mendapatkan hasil penggunaan yang diinginkan.




4. Menggunakan Acriflavine / Metil Biru



Obat ini tergolong obat yang cukup ampuh untuk mengobati penyakit white spot. Apabila sudah dilakukan beberapa cara di atas, tapi penyakit white spot tidak kunjung hilang. Maka menggunakan acriflavine atau metil biru bisa dilakukan. Namun bila menggunakan cara di atas dan penyakit white spot sudah hilang, maka penggunaan obat ini tidak perlu dilakukan.


Sebelum menggunakan obat ini, maka akan lebih baik jika kita membaca panduan penggunaan terlebih dahulu. Biasanya ada langkah-langkah penggunaan yang terdapat di kemasannya. Jika kita menggunakan terlalu berlebihan, maka nantinya malah bisa berdampak negatif pada ikannya.


Biasanya setiap satu liter volume air, bisa menggunakan 3 tetes obat ini. Agar tercampur rata, maka setelah itu diaduk. Kalau volume air yang digunakan semisal dengan ukuran aquarium 60 cm × 30 cm × 30 cm mendekati penuh, maka kita bisa memberikan sekitar 10 tetes secara merata.