Cara Mengatasi Ikan Channa yang Mojok dan Diam terus

Cara Mengatasi Ikan Channa yang Mojok dan Diam terus

Apakah kalian sudah pernah dengar apa itu ikan channa? Mungkin terasa sedikit asing ketika mendengar nama tersebut. Sebenarnya ikan channa merupakan jenis ikan yang masih dalam keluarga ikan gabus. Kata channa sendiri merupakan nama ilmiah bagi keluarga ikan gabus. Kalau di Indonesia ikan channa lebih dikenal dengan nama ikan gabus. Namun ikan gabus sendiri merupakan ikan dari keluarga channa, dan mempunyai nama ilmiah Channa Striata.


Ikan Channa sendiri memiliki banyak jenisnya, mulai dari Channa Striata/Gabus, Channa Micropeltes/Toman, Channa Limbata/Kotes, Channa Marulioides/Maru dan masih banyak lagi. Beberapa jenis ikan channa tersebut dapat ditemukan di perairan Indonesia. Di Indonesia sendiri, ikan channa ada yang dijadikan sebagai ikan hias dan ada juga yang dijadikan konsumsi.


Karena keunikan dan warna ikan channa yang menarik, tak jarang ikan ini banyak diburu oleh para kolektor ikan predator. Memang benar, ikan channa termasuk ikan predator yang cukup rakus dan agresif. Cara pemeliharaan ikan ini pun juga harus dipisah, artinya dipelihara sendiri-sendiri dalam satu wadah. Sebab kalau digabung tak jarang mereka akan saling berkelahi satu sama lainnya.


Kalau pun mau digabung sebenarnya masih bisa, yaitu kalau ikan ini sudah sejodoh (jantan dan betina). Akan tetapi sebelum digabung, antara channa jantan dan betina perlu dijodohkan menggunakan akuarium yang disekat. Barulah ketika kedua ikan sudah menunjukkan tanda-tanda saling tertarik. Cirinya yaitu keduanya tidak saling menyerang.


Dalam pemeliharaan ikan channa tak jarang kita mengalami beberapa hambatan, salah satunya ikan stress. Adapun ciri-cirinya yaitu ikan malas gerak dan hanya diam di dasar. Dan ada juga yang hanya dipojokan. Serta terjadi perubahan warna sisiknya, yang awalnya cerah menjadi pucat.


Namun dibalik semua itu pasti ada faktor yang mempengaruhinya. Contoh beberapa faktor yang bisa saja terjadi pada ikan channa tersebut.


A. Faktor yang mempengaruhi


1. Belum cocok dengan tempat barunya

Biasanya hal ini terjadi karena ikan channa tersebut baru saja dibeli atau dipindahkan dari tempat lama ke tempat baru. Dan setelah dimasukkan ke tempat baru malah menjadi diam dan mojok. Namun hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan, sebab mereka hanya butuh waktu penyesuaian dengan tempat barunya. Dan istilahnya ikan tersebut sedang beradaptasi.


2. pH air tidak normal atau tinggi

pH air yang terlalu tinggi sebenarnya tidak cocok dengan ikan channa yang hidup di pH normal sampai rendah. Kalau pun hal ini terjadi maka kita bisa mengatasinya dengan menormalkan pH nya. Penanganannya bisa menggunakan cara alami maupun buatan. Cara alami dengan menggunakan daun ketapang kering dan cara buatan bisa menggunakan garam ikan atau obat penurun pH.


3. Pemberian makan berlebihan

Karena ikan channa termasuk ikan yang rakus dan masih terus makan meskipun perutnya sudah besar. Jadi pemberian makan pun tidak perlu banyak-banyak. Misalnya diberikan pakan cacing, kita bisa memberikan cacing 1 ekor pada pagi hari dan 1 ekor lagi pada sore hari. Dan jangan langsung mengenyangkan ikan ini dalam satu waktu yang sama. Akibatnya perut ikan channa sampai membesar dan membuatnya kesulitan berenang. Akhirnya mereka lebih memilih diam di dasar akuarium.


4. Ikan masih merasa malu/takut

Ikan channa yang tergolong baru biasanya akan sedikit merasa malu atau ketika kita dekati malah mojok. Dan kalian pun tidak perlu merasa khawatir dengan tingkah tersebut. Sebenarnya hal tersebut wajar saja, mereka juga butuh adaptasi dengan tempat barunya. Kalau sudah merasa nyaman, ikan tersebut pun juga akan bergerak aktif saat dijauhi maupun didekati.


5. Terserang Penyakit

Dan yang satu ini adalah faktor yang cukup serius, sebab ikan channa yang terserang penyakit merasa sedikit stress dan nafsu makan menurun. Akibatnya mereka jarang berenang dan lebih memilih berdiam di pojokan. Penyakit yang umumnya menyerang ikan channa adalah white spot, yaitu bintik putih yang menempel pada siripnya. Penanganannya bisa dilakukan dengan memberinya garam ikan dan rendaman daun ketapang kering.


Kalau ikan channa dirasa sudah mengalami salah satu faktor tersebut, maka lebih baiknya segera beri penanganan pada ikan tersebut. Berikut beberapa cara menangani ikan channa yang terkena stress dan mojok terus.


B. Penanganan Ikan Channa


1. Memberikan substrat di dasarannya



Substrat yang dimaksud adalah memberikan semacam pasir malang atau kerikil pada dasaran akuarium. Dan beri juga tempat persembunyian, bisa berupa batu atau kayu tenggelam. Dengan cara tersebut kemungkinan besar ikan channa akan lebih cepat beradaptasi dengan tempat barunya. Setelah ikan nyaman, dipastikan akan normal kembali dan aktif bergerak.


2. Beri rendaman daun ketapang



Daun ketapang dipercaya oleh para penghobi ikan hias memiliki beragam khasiat yang mampu menormalkan pH air. Dan tak hanya itu saja, masih banyak lagi khasiat rendaman daun ketapang bagi ikan channa, contohnya mengobati penyakit semacam white spot, sisik nanas, dan jamur kapas.


Cara perlakuannya, yaitu dengan mengambil beberapa lembar daun ketapang kering. Kemudian cuci dulu sampai bersih. Baru kemudian masukkan ke dalam akuarium ikan channa. Setelah terendam semalaman, biasanya air akan berubah kekuningan. Dan hal tersebut malah baik, artinya obat daun ketapang berhasil dibuat. Namun jangan lupa setelah 3 hari, daun ketapang tadi bisa diangkat ke luar air dan mengganti dengan yang baru.


3. Memberikan garam ikan



Pemberian garam ikan bertujuan untuk mencegah dan mengobati ikan channa dari penyakit. Kandungan dari garam ikan yang bersifat anti bakteri dan jamur mampu mengatasi penyakit pada ikan channa dan mencegahnya terserang kembali. Cara pemberian garam ikan dilakukan dengan takaran secukupnya saja. Misalnya panjang akuarium 60 cm dan tinggi 30 cm bisa diberikan garam ikan 2 sendok teh. Dan perlu diingat bahwa garam ikan ini aman diberikan kepada ikan selagi tidak berlebihan.


4. Melatihnya dengan berpuasa



Cara ini banyak dilakukan oleh para penghobi ikan channa yang ingin peliharaannya aktif bergerak. Atau bisa dikatakan dapat diajak untuk berinteraksi dengannya. Namun perlu diketahui bahwa ikan channa yang dianjurkan untuk dilatih berpuasa adalah ikan yang sudah berukuran 15 cm ke atas. Sebab kalau masih terlalu kecil sebaiknya jangan dipuasa kan dulu, masih kasian dan takutnya bisa menyebabkan ikan kelaparan.


Untuk cara melakukan puasa pada ikan channa yaitu dengan memberinya makan pada hari ke 1 dan tidak memberi makan pada hari ke 2. Sampai ikan tersebut berubah dari yang tadinya sulit diajak berinteraksi menjadi mudah berinteraksi saat didekati. Biasanya ciri-ciri ikan yang mudah diajak berinteraksi akan mengikuti godaan umpan atau tangan kita ketika digerakkan didepannya. Dan bahkan ada juga ikan channa yang sampai membuka mulutnya ketika mendapat godaan tadi.


5. Menguras air secara berkala



Air yang digunakan untuk ikan channa sebaiknya dilakukan pengurasan secara berkala. Tujuannya supaya ikan tidak mudah terserang penyakit dan enak dipandang. Cara pengurasan nya bisa dilakukan dengan memindahkan ikan ke wadah lain terlebih dahulu. Baru kemudian kita kuras airnya sampai habis dan sambil membersihkan kotorannya. Barulah kemudian masukkan air baru seperti keadaan semula.


Jangan lupa berikan rendaman daun ketapang lagi untuk menormalkan pH air. Serta bisa juga beri garam ikan secukupnya. Setelah itu ikan channa bisa dimasukkan kembali ke dalam akuarium yang sudah dibersihkan tadi. Sekarang kita tinggal menikmati keindahan ikan tersebut.


Serta seperti itulah beberapa penjelasan mengenai penanganan ikan channa yang stress dan mojok terus. Cukup sekian saja pembahasan kali ini, semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih.