Cara Menanam Selada di Rumah dan Perawatannya


Menanam selada merupakan aktivitas yang dapat dilakukan oleh siapa saja, baik pemula maupun berpengalaman. Selada adalah tanaman sayur yang biasanya dimanfaatkan untuk lalapan dan salad. Untuk membedakan jenis tanaman selada sendiri bisa dilihat pada bentuk daunnya, yaitu daun yang dapat membentuk krop dan tidak membentuk krop.


Di Indonesia peminat selada sebagai sayuran juga banyak, maka tak heran pembudidayaannya pun juga banyak. Selada ini juga mengandung vitamin yang baik bagi tubuh kita, diantaranya adalah vitamin A, vitamin B, dan Vitamin C.


Selada dapat dibudidayakan menggunakan media pot atau polybag. Atau juga bisa ditanam pada ladang atau sawah. Tentunya kalian juga bisa mencoba budidaya selada sendiri. Dengan budidaya sendiri, maka kalian tak perlu lagi membeli selada untuk keperluan konsumsi.


Serta juga bisa menghemat pengeluaran, bahkan hasil budidaya selada bisa dijual ke penjual sayur. Dengan cara tersebut maka kalian sudah mendapatkan keuntungan yang cukup untuk menambah penghasilan.


Namun, sebelum kalian memulai budidaya selada, tak ada salahnya untuk mengetahui terlebih dahulu langkah yang harus dilakukan saat akan menanam selada. Tapi, kalian tidak usah khawatir, pada artikel ini telah disajikan beberapa tips menanam selada sampai memanennya.


Oke, langsung saja kita mulai. Yuk, disimak !


1. Memilih Benih Berkualitas

Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah memilih benih yang unggul. Benih selada dapat ditentukan dari bijinya. Caranya dengan mendapatkannya di toko pertanian, dengan ciri-cirinya yaitu bentuknya bagus, berwarna coklat kehitaman, dan bebas hama.


Atau kalian juga bisa menanyakan kepada penjualnya untuk merekomendasikan benih yang memiliki kualitas unggul. Dengan kalian menggunakan benih unggul, maka diharapkan hasil panennya bisa sesuai dengan benih yang digunakan.


Setelah kalian memperoleh benih yang unggul, maka langkah selanjutnya adalah menyemai benih tersebut.


2. Menyemai Benih

Setelah kalian memperoleh benih yang unggul, maka pada tahap ini kalian akan menyemai benih tersebut sampai tumbuh menjadi tunas baru. Caranya dengan menggunakan media tanam berupa gelas bekas air mineral.


Pertama isilah gelas air mineral tersebut dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik dan sekam padi, kalian bisa menggunakan perbandingan 1:1:1. Setelah itu campurkan ketiganya sampai rata.


Setelah itu masukkan ke dalam gelas bekas air mineral. Saat memasukkannya pun tidak perlu sampai penuh, cukup sisakan seperempat bagian. Kemudian buatlah lubang pada bagian tengah pada tanah menggunakan ujung jari.


Setelah itu masukkan benihnya pada lubang tersebut, kira-kira 2-3 butir sudah cukup. Kemudian ratakan kembali dengan tanah dan berilah air secukupnya. Serta kalian tetap memastikan tanahnya lembab sampai pertumbuhan tunas muncul.


Setelah beberapa hari tunas muncul, maka rawatlah sampai panjangnya lebih dari 10 cm. Apabila sudah didapatkan panjang tersebut, langkah selanjutnya adalah memindahkan tanaman selada tersebut ke media yang lebih besar.


3. Menanam Selada

Cara penanaman selada dapat dikategorikan mudah, karena kalian tinggal menyiapkan media tanam yang akan digunakan. Bisa menggunakan polybag atau pot. Misalnya kali ini media tanam yang digunakan adalah pot.


Maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisi pot tersebut dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik. Bisa menggunakan pupuk kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Pastikan sudah tercampur rata baru kemudian memasukkannya ke dalam pot.


Saat memasukkannya bisa menyisakan seperempat bagian untuk penyiraman dan tidak perlu sampai penuh. Setelah selesai, barulah membuat lubang pada tanah bagian tengahnya. Setelah itu masukkan tanaman selada pada lubang tersebut.


Caranya dengan merobek gelas plastik yang digunakan untuk menyemai. Kemudian pisahkan dengan tanahnya, dan usahakan jangan sampai rontok dari akarnya, supaya tanaman selada setelah ditanam tidak layu.


Setelah kalian selesai menanamnya, bisa langsung meletakkan tanaman selada tersebut ditempat yang sejuk dan masih bisa mendapat cahaya matahari. Serta berilah air secukupnya.


4. Merawat Tanaman

Perawatan tanaman selada dapat dilakukan dengan memastikannya tanaman tersebut tidak kekeringan. Karena tanaman selada tidak cukup kuat untuk bertahan pada cuaca yang panas. Maka dari itu kalian bisa menyiraminya secukupnya.


Saat penyiramannya pun usahakan jangan sampai membuat tanahnya becek atau sampai menggenang. Apabila hal tersebut terjadi bisa membuat tanaman selada cepat membusuk dan akhirnya mati.


Selain menyiraminya, kalian juga bisa memberikan pupuk organik pada tanaman selada tersebut. Lakukanlah pemberian pupuk minimal sebulan sekali supaya mampu meningkatkan kesuburan tanahnya.


Amatilah perkembangan tanaman selada secara berkala untuk memastikan tanaman tersebut tumbuh dan berkembang dengan baik. Serta kalian masih tetap melakukan perawatan secara berkala sampai masanya panen tiba.


5. Memanen Selada

Pemanenan selada dapat dilakukan apabila sudah menginjak usia 40-60 hari sejak masa tanam. Cara memanennya pun cukup mudah, ada 2 cara yang bisa kalian lakukan, yaitu dengan memotong daun yang dibutuhkan dan mencabut bersama akarnya.


Dari kedua cara pemanenan tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, yaitu apabila kalian memotong daunnya maka tanaman selada tersebut dapat tumbuh kembali, jadi kalian bisa melakukan panen berkali-kali tanpa harus menanamnya dari awal. Namun, kualitas panen berikutnya mengalami penurunan.


Sedangkan kalau kalian mencabutnya maka tanaman hasil panen kalian memiliki kualitas yang baik dan tentunya siap jual. Namun, kalian hanya bisa memanennya sekali dan harus menanamnya dari awal lagi untuk pemanenan berikutnya.


Cara memanen dengan dipotong disarankan apabila kalian ingin memanfaatkan selada untuk keperluan sendiri. Sedangkan cara pemanenan dengan mencabutnya apabila kalian ingin menjual selada tersebut agar menghasilkan keuntungan.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.