Cara Menanam Kemangi di Rumah dan Perawatannya

Cara Menanam Kemangi di Rumah dan Perawatannya


Kemangi adalah tanaman yang daunnya banyak digunakan untuk lalapan dan dibuat sayuran. Dengan aroma khasnya, maka tak heran makanan yang dimakan menggunakan daun kemangi akan terasa berbeda. Begitu pula bijinya yang dapat dimanfaatkan untuk campuran minuman.


Di daerah beriklim tropis, kemangi dapat tumbuh dengan subur. Dalam pembudidayaannya bisa dilakukan dengan media pot atau polybag. Atau juga bisa ditanam di pekarangan rumah. Oleh karena itu, kalian juga bisa mencoba membudidayakan kemangi sendiri.


Langkah yang dilakukannya pun tak terlalu sulit, asalkan kalian mengetahui terlebih dahulu langkahnya. Tapi tenang, pada artikel ini saya akan membagikan sedikit tips yang bisa kalian coba saat akan menanam kemangi.


1. Penyiapan Benih

Pada tahap pertama, kalian bisa menyiapkan benih yang akan digunakan dalam menanam kemangi. Benih tersebut dapat didapatkan dari biji kemangi, biji yang mempunyai kualitas bagus biasanya bewarna hitam, bentuknya bulat dan berisi.


Cara untuk mengetahui biji kemangi tersebut berisi adalah dengan memasukkannya ke dalam rendaman air, kemudian lihatlah apakah ada biji yang tenggelam dan terapung. Maka kalian bisa memilih biji yang tenggelam, karena biji tersebutlah yang dinamakan terisi.


Setelah selesai mengumpulkan biji yang tenggelam, maka langkah selanjutnya yang dapat kalian lakukan adalah menyemai biji tersebut. Kalian bisa menggunakan media gelas plastik bekas.


2. Penyemaian Benih

Sebelum penyemaian dilakukan, maka kalian harus menyiapkan terlebih dahulu media yang akan digunakan untuk menyemai. Kali ini digunakan gelas plastik bekas, sebelum itu campurkan tanah dengan pupuk organik sampai rata.


Setelah itu masukkan campuran tanah dengan pupuk tersebut ke dalam gelas plastiknya. Saat mengisinya tidak perlu sampai penuh, bisa disisakan seperempat bagian.


Setelah selesai, kalian bisa membuat lubang pada tanah bagian tengahnya. Pada saat pembuatan lubang bisa menggunakan ujung jari. Kemudian setelah lubang jadi, kalian bisa memasukkan biji kemanginya ke dalamnya.


Ratakan kembali dengan tanah apabila sudah selesai dan berilah sedikit air supaya tanahnya lembab. Setelah itu kalian dapat meletakkannya ditempat yang sejuk, namun masih bisa mendapat cahaya matahari.


Tunggulah biji tersebut sampai muncul tunasnya, dan jangan lupa sambil diberikan perawatan secara berkala. Pastikan tanahnya terjaga kelembabannya. Tetap sabar dan terus berusaha.


Setelah beberapa hari tunasnya tumbuh, ukur lah tunas tersebut. Apabila didapatkan ukuran kira-kira lebih dari 5 cm, maka tanaman kemangi dapat segera dipindahkan ke media yang lebih besar.


3. Menanam Bibit

Nah, setelah kalian mendapatkan tanaman kemangi yang sesuai ukuran yang dimaksud pada langkah sebelumnya. Maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam yang akan digunakan.


Kalian bisa menggunakan pot atau polybag. Namun, kali ini menggunakan pot untuk media tanamnya. Sebelum itu, seperti pada tahap penyemaian, yaitu mencampur tanah dengan pupuk organik, bisa pupuk kandang atau pupuk kompos.


Saat pencampuran, kalian bisa menggunakan perbandingan 2:1. Untuk tanah lebih banyak sedikit daripada pupuk organik. Dan, campurkan keduanya hingga rata agar didapatkan kesuburan tanah yang maksimal.


Setelah selesai, kalian dapat memasukkan campuran tersebut kedalam pot. Saat memasukkannya pun tidak perlu sampai penuh, dan menyisakan seperempat bagian sebagai tempat penyiraman.


Barulah kalian bisa membuat lubang pada tanah bagian tengahnya, setelah selesai kalian bisa memasukkan bibit kemangi ke dalamnya. Namun, kalian harus memperhatikan beberapa hal berikut.


Pertama, kalian sobek lah gelas plastik yang digunakan untuk menyemai. Kemudian pisahkan tanah dengan gelas plastik tersebut, dan jangan sampai tanahnya rontok dari akar tanaman kemanginya. Supaya setelah tanaman ditanam tidak mengalami layu.


Setelah itu masukkan ke dalam lubang yang dibuat tadi dan setelah selesai ratakan kembali dengan tanah. Jangan lupa siram dengan air secukupnya. Kemudian kalian bisa meletakkan tanaman tersebut ditempat yang mendapat sinar matahari cukup.


4. Merawat Tanaman

Setelah kalian menyelesaikan langkah menanam tanaman, maka langkah selanjutnya adalah merawat tanaman kemangi tersebut. Perawatannya pun tidak terlalu sulit.


Kalian tinggal memastikan tanaman kemanginya mendapatkan sinar matahari yang cukup. Dan tanaman tidak mengalami kekeringan, maka dari itu berilah penyiraman secara berkala. Penyiraman bisa dilakukan saat pagi atau sore hari.


Biasanya tanaman kemangi ini tidak mudah terserang hama. Hama yang menyerang biasanya ulat dan belalang. Kalian bisa mengatasinya dengan memotong bagian yang dimakan ulat dan belalang.


Disarankan tidak perlu menggunakan pestisida dalam mengatasi serangan hama, supaya daun kemangi yang dihasilkan aman dan natural saat dikonsumsi.


5. Pemanenan

Memanen tanaman kemangi dapat dilakukan kapan saja, atau saat daunnya tumbuh lebat. Cara memanennya pun cukup mudah, kalian tinggal memetik daun yang akan dimanfaatkan.


Biasanya daun yang dipetik adalah daun yang pucuknya atau daun muda. Selain daun, kalian juga bisa memanfaatkan bijinya untuk membuat minuman. Khasiat dari minuman biji kemangi adalah mampu menyegarkan badan dan mengatasi panas dalam.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.