Cara Kreatif Menangkap Ikan di Sungai dengan Botol Bekas

Cara Kreatif Menangkap Ikan di Sungai dengan Botol Bekas


Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki wilayah perairan yang begitu luas. Maka tak heran kekayaan alam yang terkandung di dalamnya juga melimpah. Namun akibat pengambilan yang berlebihan dan tidak memperhatikan lingkungan terkadang menjadi masalah terhadap ekosistem perairan.


Misalnya menggunakan bahan peledak, setrum, potas/racun yang sangat berdampak merugikan bagi keberlangsungan ekosistem. Akibat dari penggunaan alat-alat di atas saat melakukan penangkapan ikan, dapat berdampak pada berkurangnya habitat yang menjadi tempat tinggal ikan yang lama kelamaan bisa menyebabkan berkurangnya ikan di tempat tersebut.


Maka dari itu melakukan penangkapan ikan dengan alat yang ramah lingkungan sangat dianjurkan sekali. Sebab kalau kita menangkap ikan dengan alat ramah lingkungan, tentunya juga berdampak positif bagi ekosistem. Salah satu contohnya adalah menggunakan bubu untuk menangkap ikan.


Bubu merupakan alat tangkap ikan ramah lingkungan yang bisa terbuat dari bambu, kawat, tali, dan botol. Bubu terdiri dari beberapa bagian, yaitu tempat menaruh umpan ada di dalam, dan di salah satu sisinya terdapat pintu untuk masuk ikan.


Cara kerja alat ini adalah pada bagian dalam bubu diberi umpan, kemudian ikan yang tertarik akan masuk ke dalam bubu melalui pintu yang lebar dari luar. Setelah ikan masuk dan memakan umpan, mereka tidak bisa keluar lagi sebab pintu dari dalam hanya mempunyai lubang sempit.


Intinya adalah kalau ikan mau masuk ke dalam bubu masih bisa karena pintu dari luar dibuat lebar dengan semakin ke dalam lubangnya menyempit, sedangkan ketika ikan sudah berada di dalam bubu, mereka tidak bisa lagi menuju ke luar karena pintu dari dalam memiliki lubang yang sempit.


Kalau sudah paham mengenai cara kerja bubu, langkah selanjutnya adalah mencoba membuat alat bubu sederhana. Namun kita tidak akan membuat bubu dengan semua bahan di atas, melainkan kita hanya memilih bahan dari botol bekas. Selain praktis dan tentunya mudah ditemukan di sekitar kita.


Oke langsung saja kita mulai langkah-langkah pembuatan bubu dari botol bekas ini. Langkah pembuatannya adalah sebagai berikut.


1. Menyiapkan Alat dan Bahan

Sebelum kita mulai membuat bubu botol, hal pertama yang mesti dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.


a. Alat :
  • Cutter
  • Gunting
  • Paku

b. Bahan :
  • Botol Bekas
  • Lem G
  • Tali Rafia
  • Umpan

Untuk alat dan bahannya seperti itu yang akan dibutuhkan. Setelah semua perlengkapan di atas sudah disiapkan, maka yang akan dilakukan selanjutnya adalah mulai melakukan langkah pembuatan.


2. Langkah Pembuatan

Untuk langkah pembuatan yang dilakukan juga tidak terlalu sulit dan mudah dilakukan bagi siapa saja. Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut.


A. Tahap pertama yang dilakukan adalah memotong botol pada bagian lehernya. Cara pemotongannya bisa dilakukan dengan menggunakan cutter, baru kemudian dirapikan dengan gunting.



B. Setelah terpotong, langkah selanjutnya adalah melubangi botol bagian badan menggunakan paku. Tujuannya adalah ketika kita memasukkan botol ke dalam air, maka air dapat masuk ke dalam botol. Dan untuk lubangnya tidak perlu banyak dan besar, cukup 3-5 lubang saja.


C. Setelah itu kita masukkan tali rafia yang sudah disuwir/disisir kecil melalui lubang pada tubuh botol yang tadi sudah dilubangi dengan paku. Tujuan dari tali rafia tersebut adalah untuk menaruh umpan.


D. Setelah selesai kemudian kita lem dengan lem G pada bagian leher yang dipotong pada saat awal pembuatan tadi. Lalu kita masukkan ke dalam tubuh botol dengan posisi membalik. Dan sebelum itu tariklah tali rafia tadi keluar melewatinya.


E. Setelah itu tinggal kita beri umpan pada tali tadi, bisa menggunakan cacing, serangga, olahan umpan sendiri, dan lainnya. Caranya adalah dengan mengikat umpan pada tali rafia tadi. Setelah itu tariklah tali ke dalam botol. Dan alat tersebut siap digunakan.



Nah, setelah langkah pembuatan bubu botol selesai dilakukan. Maka sekarang kita tinggal mengujinya ke sungai. Dikarenakan ukuran bubu botol yang dibuat tidak terlalu besar, biasanya ikan yang berhasil masuk ke dalamnya seperti ikan wader, ikan gabus, ikan lele, ikan nila, dan ikan ukuran kecil sampai sedang lainnya.


Setelah kita sampai di sungai, pilihlah tempat yang tidak berarus deras supaya bubu tidak terbawa arus. Maka dari itu, kita bisa memilih di tempat yang airnya tenang. Setelah posisi tempat yang pas didapat, sekarang adalah mencelupkan bubu botolnya.


Sebelum dicelupkan usahakan bubu botolnya diberikan pemberat seperti batu supaya tetap tenggelam dan mudah dimasuki ikan. Prinsip kerja bubu ini tidak seperti dengan memancing yang harus ditunggu didekatnya, sedangkan bubu ini kita bisa menunggunya di rumah tanpa khawatir ikannya terlepas.


Setelah itu kita tinggal menunggu bubu beberapa jam atau juga bisa menunggu 1 hari. Namun kira-kira sekitar 3-5 jam sudah cukup untuk menunggu bubu botol ini. Kita tinggal mengangkat bubu botol yang telah dipasang tadi dan mengeceknya apakah ada ikan yang masuk ke dalamnya. Kalau iya maka pindahkan ikan tadi ke dalam wadah, contohnya ember.


Kemudian kita bisa memasang umpan lagi ke dalam bubu botolnya lagi dan meletakkannya di tempat yang sama atau berbeda.


Cukup mudah bukan cara melakukan penangkapan ikan yang ramah lingkungan dengan menggunakan bubu botol ini. Selain pembuatannya yang sederhana dan mudah dilakukan, tentunya juga berdampak positif bagi ekosistem perairan.


Cukup sekian saja pembahasan mengenai bubu botol ini, selamat mencoba. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.