Cara Efektif Menanam Tomat di Rumah Menggunakan Pot

Cara Efektif Menanam Tomat di Rumah Menggunakan Pot


Apakah kalian pernah makan makanan yang dicampur dengan sambal ataupun saos tomat ? Kalaupun sudah pernah, pasti rasanya enak kan dan membuat nafsu makan kalian bertambah. Memang sambal atau saos yang terbuat dari tomat memiliki rasa dan aroma yang khas atau bisa dibilang ada sedikit rasa masamnya yang kalau terasa di lidah bikin ketagihan.


Tapi sebelum itu apakah kalian tahu seperti apa itu tanaman tomat, kalau pun sudah tau, tidak ada salahnya kalian mencoba mulai menanamnya sendiri. Namun, bagi kalian yang tak mempunyai lahan yang luas jangan khawatir, malah tanaman tomat juga bisa tumbuh subur saat ditanam di pot atau polybag.


Sebelum itu, kalian harus mengetahui apa saja langkah yang tepat untuk memulai menanam tomat sendiri. Namun, bagi yang belum tahu adalah pilihan yang tepat bagi kalian yang mengunjungi artikel ini. Pada tulisan kali ini saya akan membagikan sedikit tips praktis menanam tanaman tomat.


Oke langsung saja kita mulai, Yuk mari simak dengan baik !


1. Pemilihan Bibit Tomat

Tahap pertama yang harus kalian lakukan adalah memilih bibit tomat yang memiliki kualitas bagus dan tidak terserang hama. Agar nantinya hasil yang didapatkan bisa sesuai dengan bibit yang dipilih.


Setelah mendapatkan bibit yang bagus, kemudian belahlah buah tomat tersebut dan ambil bijinya. Tapi, buah tomat yang kalian belah jangan dibuang, bisa kalian manfaatkan untuk membuat sambal. Hitung-hitung buat cemilan nanti setelah selesai menanam tomat.


Setelah itu cucilah biji tomat ke dalam rendaman air, dan perhatikan apakah ada biji yang tenggelam dan biji yang terapung. Kalian bisa memilih biji yang tenggelam, karena biji yang tenggelam merupakan biji yang ada isinya dan lebih berkualitas.


Kemudian, angkat biji tomat dari rendaman air dan masukkan ke dalam wadah kecil, atau apalah yang penting bisa untuk menaruh biji tomatnya. Lalu jemur biji tomat tersebut sampai benar-benar kering atau kurang lebih jemur selama 2-3 hari.


Setelah benar-benar kering, kalian bisa mulai menyemainya. Tapi, sebelum itu persiapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang akan digunakan untuk menyemai.


2. Penyemaian Benih

Setelah kalian menyelesaikan langkah pertama, langkah selanjutnya adalah penyemaian benih tomat. Kalian dapat meyemai menggunakan biji tomat yang sudah dijemur pada langkah pertama.


Kalian bisa memakai gelas plastik bekas air mineral untuk media tanamnya. Caranya yaitu masukkan tanah ke dalam gelas plastik dan jangan lupa gelas plastiknya diberi lubang di bawahnya supaya tidak membuat tanahnya lembab. Setelah itu, berilah lubang pada bagian tengah tanah di gelas plastik, serta lubangnya tidak terlalu dalam atau bisa juga menggunakan ujung jari untuk membuatnya.


Setelah itu masukkan biji tomat ke dalam lubang tersebut dan tutuplah kembali menggunakan tanah. Jangan lupa beri sedikit air untuk membasahi tanah. Kemudian tempatkanlah di tempat yang sejuk, namun masih bisa mendapat cahaya matahari.


Setelah itu kalian tinggal menunggu apakah ada perkembangan pada biji tomat tersebut, kalaupun iya berarti penyemaian kalian berhasil. Amatilah secara berkala dan ukurlah panjang tanaman untuk mengetahui perkembangannya.


Setelah panjang tanaman tomat lebih dari 5 cm, tanaman tersebut bisa mulai dipindahkan ke media yang lebih besar, bisa menggunakan polybag atau pot. Bahkan kalian juga bisa menanamnya langsung di pekarangan rumah.


3. Penyiapan Media Tanam

Pada tahap ini, kalian bisa memindahkan tanaman tomat yang sudah memiliki panjang lebih dari 5 cm. Tapi, sebelum itu persiapkan terlebih dahulu media tanam yang akan digunakan, agar nantinya kelancaran saat melakukannya dapat berjalan baik.


Oke, langsung saja kalian lakukan. Pertama, kalian bisa mencampurkan tanah yang akan digunakan untuk menanam dengan pupuk kandang atau pupuk kompos, supaya dapat meningkatkan kesuburan tanah dan nantinya buah tomat yang dihasilkan bagus dan baik.


Setelah itu masukkan tanah yang sudah dicampur pupuk tadi ke dalam polybag atau pot, saat memasukkannya pun tidak boleh terlalu penuh dan sisakan seperempat bagian agar saat kita akan menyiram tanamannya, air tersebut tidak meluber dan terbuang percuma. Setelah selesai, kalian bisa memasukkan tanaman tomatnya. Tapi, ada caranya agar tanaman tomat tersebut tidak lesu atau layu setelah ditanam.


Caranya, yaitu sobeklah gelas plastik yang ada tanaman tomatnya dan jagalah jangan sampai tanah yang melekat pada akar tomat tidak rontok. Hal inilah yang berpengaruh pada tanaman tomat yang akan ditanam, apabila tanah yang melekat rontok, nantinya setelah tanaman tersebut ditanam mungkin akan mengalami lesu ataupun layu. Tapi, hal tersebut dapat diatasi kok, yaitu dengan menyiraminya secara berkala dan pastikan mendapat sinar matahari yang cukup.


Oke kembali lagi ke langkah yang tadi, setelah gelas plastik sudah tersobek, tanaman tomat tersebut bisa mulai dipindahkan ke dalam polybag atau pot. Dan kedalaman saat menanamnya bisa disesuaikan dengan panjang tanaman. Kemudian ratakan kembali tanahnya dan siramlah dengan air. Setelah itu kalian tinggal merawat tanamannya secara berkala.


4. Perawatan Tanaman

Setelah kalian menyelesaikan ketiga langkah di atas, langkah selanjutnya adalah perawatan tanaman tomat. Perawatannya pun tergolong mudah, bahkan seorang pemula pun bisa melakukannya.


Kalian cukup memastikan tanaman tomat tersebut tidak kekeringan, kalaupun kekeringan maka segeralah menyiramnya. Dan pastikan tanaman tersebut mendapatkan penyinaran yang cukup. Apabila tanaman tomat tersebut terkena hama, maka segeralah mengobatinya dengan menyemprot obat anti hama, bisa diperoleh di toko pertanian. Atau kalian juga bisa memotong bagian tanaman yang terkena hama, misalnya daun tomat tersebut terkena hama dan segeralah lakukan pemotongan agar hama tersebut tidak menyebar ke bagian tanaman yang lain.


Untuk mengetahui perkembangannya, kalian bisa mengamati secara berkala, apakah tanaman tomat tersebut tumbuh dengan baik atau mungkin sebaliknya. Kalaupun sudah dipastikan tanaman tersebut tumbuh dengan baik, maka kalian bisa menunggu masanya panen dan sambil merawatnya agar didapatkan buah tomat yang bagus dan tentunya berkualitas.


Selamat mencoba dan semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Terima kasih.