Cara Budidaya Ikan Lele di Rumah tanpa Bau dan Solusinya



Lele merupakan ikan air tawar yang memiliki komoditas tinggi dalam pemanfaatan sebagai konsumsi. Di Indonesia sendiri permintaan ikan lele sebagai ikan konsumsi juga banyak diminati, khususnya para penjual masakan lele. Maka tak ada salahnya kita mencoba budidaya ikan lele sendiri. Pembudidayaannya pun tergolong susah gampang, kecuali bagi yang sudah lama terjun ke bidang ini pasti akan terasa mudah.


Hanya saja ada masalah utama yang kerap dihadapi oleh pembudidaya, yaitu bau air yang digunakan untuk budidaya lele. Memang sudah umum sekali ketika budidaya lele akan menghasilkan air yang keruh dan lama-lama menimbulkan bau tak sedap. Dan bukan hanya kita saja yang merasa terganggu dengan bau tersebut, melainkan para tetangga di sekitar rumah juga tak jarang merasa terganggu dengan hal itu.


Mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah kalau budidaya ikan lele menggunakan air keruh? Sebenarnya masalah air bau saat budidaya ikan lele ditimbulkan karena suatu faktor, contohnya sebagai berikut.


1. Pemberian Pakan Berlebihan

Mungkin tanpa disadari bahwa dengan kita memberikan pakan yang berlebihan belum tentu ikan lele akan menghabiskan semuanya. Malah ada pakan yang tidak dimakan dan lama kelamaan akan membusuk di dasar air.


Karena lele termasuk ikan yang sedikit aktif bergerak, maka pakan yang membusuk tadi akan menjadi teraduk aduk dengan air. Akibatnya air akan menjadi keruh dan kemungkinan bisa menimbulkan bau. Nah, dari itu kita bisa ketahui bahwa memberikan pakan berlebih tidak baik dilakukan. Malah terkesan mubazir, dengan pakan yang tidak dimakan lele.


2. Air yang Menggenang

Maksud dari air yang menggenang tersebut adalah ketika kita membudidayakan lele, pasti tak jarang hanya memeliharanya di dalam kolam tanpa pengairan ataupun dengan wadah lainnya. Meskipun dengan kondisi itu, ikan lele masih bisa hidup dan tumbuh.


Namun hal tersebut akan membuat air di dalamnya tidak bersirkulasi dan bercampur dengan kotoran + pakan tidak habis. Akibatnya lama kelamaan akan membuat airnya jadi keruh dan bisa menimbulkan bau tak sedap.


3. Penggunaan Pakan Mentah

Pakan mentah bisa berupa daging ayam atau sapi, keong, bekicot, dan ikan mati. Dan hal tersebut tidak disarankan untuk diberikan langsung kepada ikan lele. Mengapa tidak boleh? Dan apa akibatnya? Sebenarnya memberikan pakan mentah bisa dilakukan, namun hal tersebut belum tentu baik bagi kesehatan ikan lele.


Sebab kita tidak bisa mengetahui apakah pakan mentah yang diberikan tersebut mengandung kuman atau tidak. Kalau pun mengandung kuman, tentunya hal itu bisa membuat ikan lele mudah terserang penyakit dan bisa mati. Dan bangkai tersebut bisa membuat bau.


4. Tidak Mengangkat Lele Mati

Nah, hal ini cukup sering tidak disadari oleh para pembudidaya. Ketika mereka melihat bangkai lele mati, kemungkinan ada yang mengangkatnya dan ada juga yang membiarkannya. Yang membiarkannya tersebut berharap lele mati itu dapat menjadi makanan lele lainnya.


Namun belum tentu ikan lele mau memakannya, dan kalau pun memakannya, palingan cuma menggerogotinya saja. Dan masih tersisa bangkainya. Akibatnya lama kelamaan sisa bangkai yang tidak dihabiskan malah membuat air jadi bau, dan bisa-bisa membuat lele mudah terkena penyakit.


5. Memberikan Pakan Aneh-Aneh

Ikan lele ini merupakan ikan yang mau memakan pakan apa saja yang diberikan kepadanya, dalam artian pakan tersebut masih bisa dimakan lele dan bukan barang keras. Contoh pakan yang ikan lele mau, yaitu kotoran ayam atau burung puyuh, bangkai ayam, bangkai tikus, dan bahkan kotoran manusia sekalipun.


Meskipun bisa menghemat biaya pengeluaran pakan, namun dengan memberikan pakan tersebut tentunya akan ada akibatnya. Contohnya, pakan yang diberikan tersebut belum diketahui apakah mengandung kuman penyakit atau tidak. Dan sisa sisa pakan malah membuat air menjadi bau tak sedap.


Dari lima faktor di atas tentunya ada yang pernah mengalaminya dan mendapatkan apa dari perlakuan tersebut. Misalnya, air menjadi bau.


Setelah kita mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan air menjadi bau, maka selanjutnya yang akan dilakukan adalah membudidayakan ikan lele tanpa bau. Cara pembudidayaannya adalah sebagai berikut.


A. Langkah Budidaya Lele


1. Memilih Bibit Unggul



Sebelum mulai membudidayakan ikan lele, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memilih bibit unggul. Bibit unggul yang dimaksud adalah memilih anakan ikan lele yang akan kita budidayakan dengan ciri-ciri, yaitu memiliki badan yang sehat, berbentuk normal, dan aktif bergerak.


Dengan menggunakan bibit yang unggul, diharapkan hasil panen yang dihasilkan sesuai dengan bibit yang dipilih. Yaitu mampu menghasilkan ikan yang sehat, bertubuh gemuk, dan berbentuk normal.


2. Menyiapkan Tempat



Pemilihan tempat budidaya sebenarnya bisa menggunakan beragam wadah, mulai dari kolam tanah, kolam semen, terpal, dan buis/lingkaran sumur. Dan semua itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas tempat budidaya menggunakan terpal.


Penggunaan kolam terpal sebagai budidaya ikan lele juga cukup bagus, selain bisa digunakan di lahan yang tidak terlalu luas, tentunya juga bisa di bongkar pasang atau dipindahkan. Sebelum memilih ukuran kolam terpal yang akan digunakan, kita harus menyesuaikan terlebih dahulu lahan tempat menaruh kolam terpal. Kalau sudah tahu ukuran lahannya, kita bisa langsung menentukan ukuran kolam terpal nya.


Misalnya kita ingin membudidayakan ikan lele 1000 ekor, maka idealnya dapat menggunakan kolam 5×2 m². Kalau pun lahannya tidak mencukupi, kita bisa menguranginya, dan untuk kepadatan ikan lelenya bisa dikira-kira dengan ukuran kolamnya.


Nah, setelah tahu berapa ukuran yang akan digunakan. Maka kita bisa membeli kolam terpal dengan ukuran yang diinginkan pada penjual kolam terpal. Kalau pun bisa membuat kolam terpal sendiri pun tidak masalah. Dan setelah mendapatkan kolam terpal yang sesuai ukuran, selanjutnya adalah membersihkan dan membilas kolam terpal tersebut dengan air.


Kemudian diamkan kolam tersebut sampai kering seharian. Setelah hal tersebut dilakukan, sekarang tinggal menempatkan kolam terpal di lahan yang sudah dipilih. Serta berikanlah beberapa pancuran air menggunakan selang bening atau paralon. Tujuan memberikan hal tersebut adalah untuk memberikan sirkulasi air pada kolam, dan menghindari air menggenang yang bisa membuat jadi bau.


Setelah siap, berikanlah air setinggi 45-50 cm. Dan kalau sudah terisi dengan ketinggian tersebut, kita tinggal memasukkan bibit ikan lele ke dalamnya.


3. Perawatan Ikan Lele



Setelah bibit ikan lele dimasukkan ke dalam kolam terpal. Maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membiarkan ikan tersebut beradaptasi dengan tempat barunya. Serta tidak perlu diperlukan makan terlebih dahulu sampai ikan tenang dengan kolam tersebut. Kira-kira 5 sampai 6 jam, ikan lele sudah mampu beradaptasi dengan tempat barunya.

Setelah itu bisa diberikan makan berupa pelet lele ukuran kecil. Namun jangan sampai memberikannya berlebihan, agar tidak terjadi pembuangan pakan yang mubazir. Kita pun saat memberikan pakan bisa perlahan-lahan sedikit demi sedikit sampai ikan lele menghabiskan semuanya. Kalau sudah habis bisa diberikan lagi, tapi tidak juga terus-menerus.


Berilah makan ikan lele setiap hari dan disarankan pada jam 10.00 serta jam 15.00, ada hal yang penting, yaitu jangan memberikan makan ikan lele terlalu pagi. Sebab hal itu dapat mengakibatkan ikan lele terkena radang insang.


Selain memberi pakan, kita juga bisa menguras air kolam dengan menyisakan seperempatnya. Kemudian menggantinya dengan air baru. Minimal melakukan hal tersebut sebulan sekali. Dengan kita menguras air yang keruh seperempatnya, dan menambah lagi sampai ketinggian semula. Hal tersebut bisa menghindari air kolam mengeluarkan bau tak sedap.


4. Pemanenan



Setelah 3 sampai 4 bulan, ikan lele tadi sudah bisa mulai dipanen. Dan ukuran yang ideal untuk dijual sebagai konsumsi adalah ukuran 20 - 30 cm. Kalau pun untuk dikonsumsi sendiri ukuran ikan lele tidak ada patokannya. Kita bisa memanen ikan lele dengan cara menguras air kolam, setelah itu bisa menyortir nya sesuai ukurannya. Ukuran besar digabung dengan yang besar, ukuran sedang digabung dengan yang sedang, dan ukuran kecil digabung dengan ukuran kecil. Sedangkan yang ukuran kecil masih bisa kita besarkan lagi sampai ukuran yang diinginkan.


B. Solusi Agar Air Kolam Tidak Bau

Mungkin sebagian besar pembudidaya ikan lele pasti pernah mengalami air kolam yang digunakan untuk budidaya mengeluarkan bau tak sedap. Memang hal tersebut kerap terjadi bagi siapa saja yang membudidayakan ikan lele. Namun, kalian yang ingin membudidayakan ikan lele jangan khawatir. Dan hal tersebut bisa diminimalisir dengan langkah - langkah berikut ini.


1. Memberi Pakan Secukupnya

Meskipun ikan lele tergolong ikan yang rakus dan banyak makan. Akan tetapi, saat memberinya makan tidak perlu sampai berlebihan. Sebab ketika kita beri makan berlebihan, yang ada malah ikan tersebut tidak mau menghabiskan semuanya.


Kemudian pakan sisa tadi akan mengendap dan membusuk di dasar kolam. Lama kelamaan karena lele banyak gerak dan menjadikan pakan busuk tadi teraduk aduk bercampur dengan air. Sehingga air lebih cepat keruh dan menimbulkan bau.


2. Membuat Pancuran Air/Sirkulasi Air

Tujuan dari perlakuan hal tersebut adalah supaya terjadilah sirkulasi air kolam yang akan melepaskan amoniak ke udara. Kalau pun hal tersebut ditiadakan, maka air kolam hanya akan menggenang. Dan sisa pakan maupun kotoran akan mengendap dan bercampur dengan air. Sehingga lama kelamaan air kolam menimbulkan bau tak sedap.


3. Merebus Pakan Mentah

Ketika kita akan menggunakan pakan mentah seperti daging ayam, keong, bekicot, dan hewan mati. Maka sebaiknya direbus terlebih dahulu untuk menghindari kuman pada pakan tersebut.


Kita pun tidak tahu apakah pakan itu mengandung kuman penyakit atau tidak. Kalau pun mengandung kuman penyakit dan kita langsung memberikan ke lele, yang ada malah ikan lelenya mudah terserang penyakit. Kemudian bisa mati, dan menimbulkan bau tak sedap.


4. Mengangkat Ikan Mati

Ketika kita mendapati ikan lele yang mati, maka segeralah mengangkatnya. Jangan malah membiarkan saja, berharap nanti bisa menjadi pakan lele lainnya. Meskipun ikan lele doyan berbagai jenis makanan, namun kalau kita beri makan dengan lele mati. Kemungkinan mereka tidak akan menghabiskannya, dan malah membuat ikan tersebut membusuk. Akibatnya air kolam menjadi bau dan tercemar.


5. Mengganti Air Kolam

Bukan rahasia lagi bahwa ikan lele tetap masih bisa hidup dalam kondisi air keruh sekalipun. Sebab mereka mempunyai organ pernapasan berupa labirin yang membantunya bernapas di tempat minim oksigen. Meskipun hal tersebut bisa dilakukan, namun akan menimbulkan air kolam menjadi sangat keruh dan menimbulkan bau mengganggu.


Oleh karena itu, kita bisa menguras air kolam dengan menyisakan seperempat bagian dan kemudian menambahkannya lagi sama seperti keadaan semula. Dan minimal hal tersebut dilakukan sebulan sekali.


6. Menambah Prebiotik

Penambahan prebiotik ke dalam kolam lele bertujuan untuk mengurangi bau air kolam. Cara sederhananya adalah mikroorganisme pada prebiotik tersebut akan menguraikan sisa-sisa makanan maupun kotoran ikan lele. Selain itu ada juga manfaat lainnya dari pemberian prebiotik ini, yaitu mampu meningkatkan imunitas ikan lele supaya terhindar dari penyakit.


Seperti itulah beberapa penjelasan mengenai cara budidaya ikan lele tanpa bau dan mudah dilakukan. Selamat mencoba. Serta cukup sekian saja pembahasan kali ini. Sekian dan terima kasih.