Beberapa Jenis Burung Madu yang Masuk Kategori Dilindungi

Burung Madu atau biasa dikenal dengan nama Burung Kolibri merupakan burung pemakan nektar bunga yang ukurannya terbilang kecil dan ciri khasnya adalah paruhnya yang panjang serta runcing. Di Indonesia sendiri jenis burung ini sangat beragam dari yang warnanya indah, suaranya merdu, dan harganya mahal.


Namun tidak semua jenis burung madu tersebut dapat dipelihara dan diperjualbelikan secara bebas. Sebab ada beberapa jenis burung madu yang masuk kategori dilindungi. Berdasarkan PP No 7 Tahun 1999 bahwa semua burung madu yang masuk dalam keluarga Nectariniidae adalah dilindungi.


Akan tetapi, semenjak dikeluarkannya peraturan terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tentang tumbuhan dan satwa yang dilindungi tahun 2018 membuat peraturan sebelumnya tidak berlaku lagi.


Jadi yang sebelumnya PP No 7 Tahun 1999 yang mengkategorikan semua burung madu dari keluarga Nectariniidae awalnya dilindungi semua menjadi sekarang ini hanya ada 5 jenis burung madu saja yang masuk kategori dilindungi.


Namun dengan peraturan terbaru tersebut sangat disayangkan bahwa ada jenis burung madu yang awalnya dilindungi menjadi tidak dilindungi lagi. Tentunya hal tersebut membuat keberadaan burung madu menjadi semakin menurun apabila tidak diimbangi dengan upaya pelestarian.


Di habitatnya, burung ini membantu dalam penyerbukan tanaman. Jadi peranannya sangat besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Terlebih sekarang ini wilayah yang menjadi habitatnya seiring perkembangan zaman mulai beralih fungsi. Habitat asli burung ini berada di hutan, perkebunan, tepian pantai, dan pegunungan.


Nah, inilah 5 jenis burung madu yang masuk kategori dilindungi di Indonesia.


1. Burung Madu Sepah Raja



Burung madu sepah raja masuk dalam keluarga Nectariniidae dari genus Aethopyga. Habitatnya berada di hutan, perkebunan, semak-semak dan tersebar sampai ketinggian 800-900 mdpl. Ciri-ciri dari burung ini adalah memiliki ukuran tubuh sedang dengan ukuran sekitar 13 cm.


Untuk ciri-ciri burung jantan yaitu berwarna merah terang. Pada dahi dan ekor berwarna ungu. Dan perutnya keabu-abuan. Sedangkan burung betina pada tubuhnya berwarna hijau zaitun. Sayap dan ekor berwarna coklat buram. Iris gelap, paruhnya hitam, dan kakinya kebiruan.


2. Burung Madu Leher Merah



Burung jenis ini banyak ditemukan dikawasan hutan tropis sampai ketinggian 500 mdpl. Umumnya burung madu leher merah dapat ditemukan di pohon-pohon kecil di hutan primer dan sekunder. Bahkan ada juga yang membuat sarang di semak dan rumpun anggrek.


Burung ini masuk dalam keluarga Nectariniidae dari genus Anthrepes. Ciri-cirinya yaitu ukuran tubuhnya dapat mencapai sekitar 12 cm. Untuk burung jantan warnanya hijau metalik pada punggungnya dan terdapat mahkota. Dagu serta penutup sayap atas berwarna merah maroon. Tenggorokan merah lembut dan perutnya kuning zaitun.


Untuk yang betina punggung berwarna hijau zaitun, perut kuning pucat, dan memiliki lingkar mata kecil kekuningan. Pada tenggorokan berwarna keputihan. Irisnya merah, paruh hitam, dan kakinya zaitun.


3. Burung Madu Jawa



Burung madu jawa masuk ke dalam keluarga Nectariniidae dari genus Aethopyga. Dan jenis burung madu ini merupakan jenis burung yang endemik di Pulau Jawa dan Bali. Untuk ciri-cirinya yaitu bulunya berwarna merah dan memiliki mahkota ungu, kepalanya merah, tunggir kuning dengan 2 strip terlihat menjalar, perutnya berwarna putih dan warna ekor ungu.


Habitat dari burung ini berada di dataran rendah seperti wilayah hutan tropis, daerah pinggir pantai, dan juga perkebunan. Sarangnya berbentuk menggantung yang diletakkan pada dahan pohon. Makanan burung madu jawa biasanya adalah nektar dan serangga.


4. Burung Madu Sumba



Burung madu ini termasuk jenis burung endemik di wilayah Pulau Sumba di Nusa Tenggara Barat. Habitatnya berada di daerah dataran rendah dan pesisir pantai. Biasanya burung ini menghisap nektar bunga dan juga memakan serangga.


Di habitat aslinya burung ini memiliki sifat dan karakter yang agresif pada pejantan lain yang berada di sekitarnya. Ketika burung yang berjenis kelamin sama memasuki daerah kekuasaannya, burung ini menjadi sangat agresif dan bahkan akan saling usir. Namun ketika musim kawin tiba, burung madu sumba sifat keagresifannya akan sedikit berkurang.


5. Burung Madu Sangihe



Ciri-ciri dari burung madu sangihe yaitu memiliki panjang sekitar 12 cm. Untuk burung jantan bagian atasnya berwarna hijau metalik dan biru. Punggungnya berwarna kuning zaitun. Pita tunggir dan tenggorokannya berwarna kuning.


Sedangkan burung betina pada bagian atasnya berwarna kekuningan. Begitu pula tunggirnya juga berwarna kekuningan. Mahkotanya bersisik. Tenggorokan dan bagian bawahnya berwarna kuning. Habitat burung ini berada di daerah hutan primer dan tepi hutan. Makanannya adalah nektar pada bunga dan terkadang juga memakan serangga.


Selain itu, burung ini akan mencari makan sambil bergerombol dengan burung-burung kecil lainnya. Terkadang burung ini sendirian, berpasangan, atau berada dalam kelompok kecil. Biasanya teramati dan bergabung bersama burung madu lainnya dan burung cabai.


Itulah beberapa burung madu yang masuk ke dalam kategori dilindungi, untuk itu diperlukan juga peran kita semua agar kelestariannya tetap terjaga. Mungkin kedepannya berharap supaya beberapa jenis burung madu lainnya yang termasuk burung endemik juga dapat masuk kategori burung dilindungi. Dan kelestariannya di alam tetap terjaga, sehingga peranan burung tersebut dalam penyerbukan akan tetap berlangsung.


Demikianlah pembahasan tersebut dan semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih.