Ada Apa dengan Burung Kedasih, Burung yang membawa Mitos Misteri

Ada Apa dengan Burung Kedasih, Burung yang membawa Mitos Misteri

Apakah kalian pernah mendengar nama burung kedasih? Kalau pun belum, ada rumor yang beredar di masyarakat bahwa burung ini membawa mitos tentang kematian. Dan sebagian masyarakat yang masih percaya dengan hal mistis percaya bahwa apabila mendengar kicauan burung kedasih dikemudian hari ada orang yang meninggal.


Tapi mengapa burung kedasih dijadikan sebagai pembawa pesan kematian? Tentunya hal tersebut merasa janggal dan darimana asal usul hal tersebut. Singkat cerita hal tersebut merupakan cerita rakyat yang turun temurun dari para orang jaman dulu. Dan sampai sekarang hal tersebut masih melekat dengan mitos pertanda kematian.


Namun untuk kebenarannya belum diketahui secara pasti, dan hanya datang dari mulut ke mulut. Dari cerita mengenai burung kedasih tersebut mungkin ada pesan tersembunyi yang ingin disampaikan oleh para orang terdahulu. Mengenai percaya atau tidak percaya semua itu tergantung cara kita memahaminya.


Mungkin kematian yang terjadi sudah menjadi takdir orang yang mengalami kematian. Dan kita pun harus percaya bahwa semua orang juga akan mengalami kematian. Untuk waktu kapannya kita semua tidak tahu secara pasti, namun mencari bekal sebelum kematian merupakan hal yang baik.


Apakah kalian tahu seperti apa karakteristik burung kedasih yang dijadikan mitos kematian? Kalau pun belum mengetahuinya, maka pada kesempatan kali ini akan disajikan beberapa fakta menarik dari burung kedasih.


Berikut 6 Fakta Menarik dari Burung Kedasih :


1. Tidak Mau Membuat Sarang



Di habitat aslinya burung kedasih mempunyai cara perkembangbiakan yang dirasa aneh. Tidak seperti kebanyakan burung lain yang membuat sarangnya sendiri, namun kedasih malah tidak membuat sarang sendiri.


Mereka cuma mau bergantung kepada sarang burung lain. Tentunya hal tersebut membuat burung kedasih sebagai burung yang tidak tau diri. Setelah masa perkawinan, burung ini akan menitipkan telurnya ke sarang burung lain supaya dierami olehnya.


Terus bagaimana dengan indukan kedasih? Indukan kedasih setelah menitipkan telurnya, ia akan pergi begitu saja tanpa mempedulikan telur-telurnya. Untuk membesarkan anaknya hanya bergantung kepada indukan burung lain.


2. Membuang Telur Burung Yang Dititipi



Nah, yang satu ini sungguh licik sekali sifat burung kedasih ini. Mereka tidak hanya menitipkan telurnya, namun juga membuang telur miliki burung yang dititipi. Rasanya tega sekali burung kedasih ini hingga sampai-sampainya membuang telur burung lain.


Hal itu pun juga diturunkan kepada anaknya. Setelah anak kedasih menetas pertama, ia juga akan mendorong telur burung lain ke luar sarang. Saat anakan burung lain sudah menetas pun juga akan di dorong keluar sarang hingga dipalak jatah makanannya.


3. Hidup Menyendiri



Burung kedasih tidak hidup dalam kelompok melainkan ia hidup menyendiri dari mencari makan sampai tidur. Biasanya kedasih tinggal di dahan pohon dengan cara bertengger. Sebabnya burung ini tidak membuat sarang sendiri. Jadi selama tidur, ia hanya bertengger pada dahan pohon dan tidak hanya di satu tempat yang sama namun juga berpindah-pindah.


4. Suara Kicauan Yang Unik



Burung kedasih ini mempunyai suara kicauan yang terbilang unik. Bunyinya yaitu wii piii wiiii piii wiiii yang diulang-ulang sampai 10-25 kali. Serta konon katanya kalau mendengar suara burung kedasih ini bisa jadi akan ada kematian di suatu wilayah saat terdengar burung kedasih. Memang suara burung kedasih ini terdengar mencekam dan sedikit menyeramkan akibat dari mitos yang beredar di masyarakat.


5. Anakan Minta Makan Burung Lain



Setelah menetas anakan burung kedasih akan dirawat oleh induk burung lain. Ia juga terbilang rakus saat meminta makan dari indukan lain. Tak segan-segan anakan kedasih juga merebut jatah makan anakan burung lain. Akibat dari hal itu pertumbuhan anakan kedasih bisa paling cepat, dan setelah mampu terbang ia akan meninggalkan sarang serta induk burung yang dimintai makan.


6. Kicauannya Menggangu Burung Lain



Apabila burung kicau lain menirukan suara burung kedasih, maka harga jualnya pun turun serta kurang disukai oleh penghobi kicau mania. Akibat hal tersebut, jarang sekali ada yang memelihara burung kedasih bersamaan burung kicau lain. Selain alasan kicauannya mengganggu, ada juga alasan orang enggan memelihara burung kedasih, yaitu karena adanya mitos yang beredar di masyarakat tentang pertanda kematian.


Cukup sekian penjelasan mengenai burung kedasih tersebut. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih.