6 Penyakit yang Kerap Menyerang Ikan Channa

6 Penyakit yang Kerap Menyerang Ikan Channa

Akhir-akhir ini banyak para penghobi ikan predator yang tertarik dengan ikan channa. Warnanya yang indah dan karakteristik yang agresif menambah daya tarik dari ikan tersebut.


Selain itu ikan channa juga dapat diajak berinteraksi untuk mengikuti gerakan tangan atau cermin. Memang ikan ini akan berubah menjadi galak saat didekatkan cermin di depannya. Maka dari itu, biasanya pemeliharaan ikan channa dilakukan secara terpisah atau sendiri-sendiri.


Apabila digabung dengan ikan channa lain, maka bisa berakibat saling berkelahi sampai pada akhirnya ada salah satu yang mati. Hal ini pun kadang terjadi juga ketika kita menggunakan sekat aquarium, tapi ikan tersebut malah loncat ke tempat channa lain. Akhirnya pun ada salah satu ikan yang tak bisa diselamatkan.


Kejadian tersebut juga pernah saya alami, waktu itu ada ikan channa yang saya pisah menggunakan sekat. Akan tetapi ada ikan channa yang malah loncat menjadi satu. Maka terjadilah adegan saling serang yang berdampak kematian pada salah satu ikan.


Nah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi seputar penyakit apa saja yang kerap menyerang ikan channa. Berikut adalah beberapa penyakit yang biasanya menjadi masalah bagi para penghobi ikan channa.


1. White Spot

White Spot merupakan penyakit yang biasanya menyerang pada bagian sirip ikan channa. Ketika sirip terkena penyakit ini akan terlihat seperti ditempeli bintik - bintik putih. Meskipun terlihat sepele, namun apabila dibiarkan saja dan tidak segera diobati maka bisa menyebabkan penyakit white spot tersebut menyebar ke semua bagian sirip. Setelah itu bisa berdampak negatif bagi ikan channa, seperti ikan menjadi stress, hilang nafsu makan, dan bahkan bisa menyebabkan kematian.


2. Jamur Kapas

Penyakit jamur kapas biasanya menyerang saat ikan channa mengalami luka pada tubuhnya. Lalu penyakit ini akan menempel di bagian yang mengalami luka. Bentuknya seperti jarum yang di ujungnya seperti serat kapas. Serta penyakit ini cukup berbahaya apabila dibiarkan saja, dampaknya pun tak main-main.


Yaitu yang awalnya pada tubuh ikan channa terdapat luka kecil yang malah terserang jamur kapas, ketika dibiarkan lama kelamaan luka tersebut akan membesar dan menyebar ke bagian tubuh lain. Istilahnya jamur kapas ini akan menggerogoti tubuh ikan channa sedikit demi sedikit sampai semuanya terkena jamur kapas dan akhirnya bisa berdampak kematian.


3. Fin Rot

Fin Rot atau juga bisa disebut busuk sirip merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau jamur yang menyerang pada bagian sirip. Kemudian sirip ikan channa yang terserang penyakit ini akan mengkerut serta tidak bisa dimekarkan.


Sehingga menyebabkan gangguan saat ikan ingin berenang. Misalnya pergerakannya jadi terbatas, sulitnya menyeimbangkan tubuh ketika berenang, dan bisa juga menyebabkan ikan hilang nafsu makan. Terkadang penyakit ini juga akan membuat pertumbuhan sirip menjadi cacat dan tidak rapi.


4. Sisik Nanas

Sisik Nanas atau Dropsy merupakan penyakit yang menyerang pada bagian sisik ikan. Penyakit ini disebabkan oleh tersumbatnya cairan dalam tubuh yang disebabkan infeksi parasit, bakteri, atau jamur. Gejalanya berupa sisik ikan channa akan mekar dan perutnya tampak buncit.


Selain itu saat ikan channa terserang penyakit ini, mereka akan terlihat kesulitan berenang dan memilih berdiam di dasar aquarium. Lama kelamaan bisa membuat ikan channa menjadi stress, hilang nafsu makan, dan bisa berdampak kematian.


5. Pop Eye

Pop Eye merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur yang menyerang pada bagian mata. Gejalanya berupa terjadinya pembengkakan pada bagian mata ikan dan mata mau menyembul ke luar. Biasanya ikan channa yang terkena penyakit ini akan sedikit sulit mengendalikan keseimbangan saat berenang. Selain itu apabila ikan yang terkena penyakit pop eye dibiarkan saja dan tidak segera diobati akan menimbulkan cacat permanen. Kemungkinan bisa membuat mata ikan menurun fungsinya.


6. Mata Kabut

Mata Kabut biasanya terjadi karena infeksi bakteri pada bagian kornea mata ikan. Penyebabnya bisa karena kualitas air yang kurang baik, dan makanan yang tidak steril. Gejalanya berupa warna mata yang memudar dan keputihan. Warna putih tersebut terjadi karena adanya bakteri yang menempel pada bagian kornea mata.


Apabila penyakit ini dibiarkan dan tidak segera diobati akan menyebabkan turunnya fungsi penglihatan ikan dan bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Kalau sudah seperti itu, ikan akan kesulitan berenang dan menurunnya nafsu makan.