6 Langkah Menanam Jahe di Rumah dan Menguntungkan


Minuman penghangat badan identik dengan yang namanya jahe. Memang jahe ini mempunyai khasiat yang dapat menghangatkan badan dengan rasa pedas yang dikandungnya. Biasanya jahe dibuat dalam bentuk minuman. Namun, pemanfaatan jahe tidak hanya itu saja, jahe juga masih banyak dimanfaatkan untuk konsumsi yang lainnya, mulai dari dijadikan sebagai jamu, bumbu masakan, dan masih banyak lagi.


Terlebih di Indonesia sendiri jahe merupakan golongan rempah-rempah yang mempunyai nilai jual relatif tinggi, maka tak heran jahe banyak dibudidayakan. Pembudidayaannya pun juga tidak terlalu sulit serta bisa dibudidayakan pada lahan yang minim. Jahe dapat tumbuh subur pada iklim tropis dengan penyinaran matahari sepanjang tahun.


Oleh karena itu, kalian juga bisa mulai mencoba menanam jahe sendiri. Dengan menanam jahe sendiri kalian bisa menghemat pengeluaran untuk membeli jahe yang harganya juga terbilang tinggi. Namun, sebelum itu kalian harus mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan saat akan menanam jahe.


Oke, langsung saja kita mulai. Yuk, simak dengan baik !


1. Pemilihan Bibit Jahe

Tahap pertama yang kalian lakukan adalah memilih bibit jahe yang memiliki kualitas bagus dan bebas hama. Dan sebelum itu, kalian bisa mendapatkan bibit jahe di toko pertanian atau penjual jahe.


Cara memilihnya yaitu dengan memilih rimpang jahe yang sudah tua, tidak kusut, dan warnanya cerah. Atau kalian juga bisa meminta rekomendasi dari si penjual, jahe mana yang memiliki kualitas bagus.


Di Indonesia, jahe memiliki jenis yang umumnya terdiri dari jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah. Dari sekian jenis jahe tersebut memiliki perbedaan yang mencolok, yaitu dari segi ukuran jahe putih besarlah yang memiliki ukuran paling besar. Sedangkan dari tingkat kepedasannya jahe merah lah yang mempunyai rasa pedas paling tinggi.


Kalian juga bisa menentukan jenis jahe mana yang akan ditanam, atau juga bisa menanam ketiga jenis jahe tersebut pada media yang berbeda. Setelah kalian memperoleh bibit yang unggul, maka langkah selanjutnya adalah menyemai bibit jahe sampai bertunas.


2. Menyemai Bibit Jahe

Pada tahap penyemaian, kalian bisa menggunakan sekam padi yang dibasahi dengan air atau juga bisa meletakkan rimpang jahe pada tempat yang lembab. Nanti, rimpang jahe tersebut seiring waktu akan tumbuh tunasnya. Kalian tetap harus memastikan tempat yang digunakan untuk penyemaian tetap lembab.


Setelah beberapa hari rimpang jahe muncul tunasnya dan tunggulah kira-kira panjangnya sampai lebih dari 5 cm. Setelah panjang tunas lebih dari 5 cm, maka rimpang tersebut bisa dipindahkan ke media tanam yang lebih besar. Kalian bisa menggunakan polybag, pot, atau karung.


3. Menyiapkan Media Tanam

Media tanam yang kalian gunakan harus dipersiapkan terlebih dahulu. Langkah yang pertama harus kalian lakukan adalah mencampurkan pupuk organik dengan tanah menggunakan perbandingan 1:1. Campurkan keduanya sampai merata agar didapatkan kesuburan tanah yang maksimal.


Selanjutnya kalian bisa memasukkannya ke dalam media tanam yang digunakan, misalnya menggunakan polybag. Saat memasukkannya pun usahakan jangan terlalu penuh dan sisakan seperempat bagian sebagai tempat penyiraman.


Setelah semuanya selesai, kalian bisa langsung menggunakan media tanam tersebut untuk ditanami tanaman jahe. Tanaman jahe yang ditanam adalah yang telah disemai pada tahap penyemaian.


4. Menanam Jahe

Setelah media tanam siap digunakan, hal selanjutnya yang harus kalian lakukan adalah memindahkan tanaman jahe dari tempat penyemaian ke polybag. Sebelum itu buatlah lubang pada bagian tengah tanahnya, kedalamannya pun tidak perlu terlalu dalam, kira-kira 10 cm sudah cukup.


Setelah lubang selesai dibuat, kemudian masukkan tanaman jahenya ke dalam lubang tersebut. Serta ratakan kembali dengan tanah apabila telah selesai menanamnya. Dan jangan lupa berikan penyiraman air secukupnya, tidak boleh sampai menggenang.


Setelah kalian selesai menanamnya, maka langkah selanjutnya adalah meletakkan tanaman tersebut pada tempat yang sekiranya bisa mendapat sinar matahari yang cukup untuk fotosintesis tanaman jahe.


5. Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman jahe dapat dilakukan dengan memastikan tanaman tersebut tidak kekeringan. Siramlah menggunakan air secara rutin pada pagi atau sore hari. Dan ingat, siramlah secukupnya saja.


Kalian pun juga bisa memberikan pupuk organik sebulan sekali, bisa menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos. Campurkan pupuk tadi ke dalam polybag yang berisi tanaman jahe serta berilah air supaya terlarut dan dapat terserap oleh akar tanaman.


Lakukanlah kegiatan tersebut secara berkala dan amatilah perkembangan tanaman jahenya, apakah tumbuh dan berkembang dengan baik atau sebaliknya. Apabila dikemudian hari kalian mendapati tanaman jahenya terserang hama. Namun bila tanaman jahe yang ditanam dalam polybag biasanya bagian daunnya saja yang terserang hama.


Kalian bisa segera mengatasinya dengan memotong daun tersebut, biasanya hama yang menyerang daun adalah belalang. Jadi kalian tidak usah kuatir, karena daun berlubang yang dimakan belalang tidak akan menyebar ke bagian lainnya.


6. Memanen Jahe

Usia panen jahe umumnya berkisar antara 10-12 bulan sejak masa tanam. Tapi itu untuk masa panen yang digunakan untuk mendapatkan kualitas jahe yang siap jual. Namun, apabila kalian membutuhkan jahe untuk keperluan sendiri, kalian bisa memanennya jika usianya sudah menginjak 4 bulan dengan mengambil rimpang secukupnya.


Tanaman jahe yang siap dipanen umumnya bisa kalian lihat dengan ciri-ciri daunnya mulai terlihat menguning dan bagian batangnya mulai mengering. Apabila kalian mendapati tanaman jahenya mulai menunjukkan ciri-ciri di atas, berarti tanaman jahenya sudah siap dipanen.


Pemanenannya pun tidak terlalu sulit, kalian bisa membongkar tanahnya atau mencabut tanaman jahe tersebut dan kemudian mengambil rimpangnya. Setelah itu membersihkannya dengan air sampai tanah yang menempel rontok semua.


Setelah itu jemur jahenya sampai kering dan tetaplah menjaga kelembabannya agar tidak sewaktu-waktu muncul tunas baru pada jahe tersebut. Dalam menyimpan jahe yang sudah dijemur, yaitu simpanlah pada tempat yang kering. Bisa menggunakan karung atau wadah lainnya.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.