5 Langkah Mudah Cara Menanam Pandan dan Perawatannya

5 Langkah Mudah Cara Menanam Pandan dan Perawatannya


Apakah kalian pernah makan roti yang berwarna hijau ? Kalau pun pernah, pasti kalian merasa kenapa roti ini bisa bewarna hijau dan pewarna apa yang digunakan. Nah, dari semua yang kalian penasaran itu bahwa warna hijau alami bisa dihasilkan dari daun pandan.


Selain dapat digunakan sebagai pewarna makanan, daun pandan juga bisa digunakan sebagai pengharum masakan. Karena aroma wangi yang dihasilkannya mampu membuat masakan menjadi harum dan tentunya kenikmatan saat memakannya bertambah.


Daun Pandan berasal dari tanaman pandan yang memiliki duri pada sekeliling daunnya, serta akarnya yang berjenis gantung. Namun, duri pada daunnya tidak begitu tajam. Jadi masih aman saat tidak sengaja terkena durinya. Tapi, kalian disarankan membersihkan dahulu durinya sebelum dimanfaatkan.


Di Indonesia sendiri pemanfaatan daun pandan cukup banyak, maka tak heran pembudidayaannya pun juga banyak. Umumnya pandan dibudidayakan di sekitaran daerah yang terdapat airnya. Begitu pula habitatnya yang tumbuh di sekitaran sungai.


Namun, tak jarang juga pandan dibudidayakan pada polybag dan pot. Bahkan tanaman tersebut bisa tumbuh subur dan bisa dipanen. Dengan manfaat yang luar bisa, maka tak ada salahnya jika kalian mencoba menanam pandan sendiri.


Seperti yang disebutkan di atas, kalian dapat menggunakan media tanam berupa pot atau polybag. Cara penanamannya pun cukup mudah, asalkan kalian mengetahui langkahnya.


Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan tips menanam pandan menggunakan pot sampai panen. Oke, langsung saja kita mulai. Yuk, disimak !


1. Menyiapkan Media Tanam

Tahap pertama yang harus kalian lakukan adalah menyiapkan media tanam. Namun, sebelum itu siapkan terlebih dahulu campuran tanah dengan pupuk kandang atau pupuk kompos. Dengan perbandingan 1:1.


Campurkan keduanya sampai rata agar didapatkan kesuburan tanah yang maksimal. Kemudian, setelah selesai kalian dapat memasukkannya ke dalam pot yang akan digunakan untuk menanam pandan.


Seperti biasa, saat memasukkannya tidak perlu sampai penuh dan menyisakan seperempat bagian untuk penyiraman. Setelah kalian selesai memasukkannya, barulah membuat lubang pada tanahnya.


Kedalaman lubang tersebut dapat disesuaikan dengan panjang akar tanaman. Dan setelah lubang selesai dibuat, kalian bisa memasukkan bibit pandannya. Namun, sebelum itu pilihlah bibit pandan yang bagus dan tidak terserang hama.


2. Memilih Bibit

Bibit tanaman pandan dapat diperoleh dari tunas yang tumbuh disekitar tanaman induknya. Kalian bisa memilih bibitnya sesuai kriteria yang diinginkan. Cara mengambil bibitnya yaitu dengan memisahkan akar tanaman induk dengan bibitnya.


Setelah mendapatkan bibit yang sesuai, maka bibit tersebut bisa segera ditanam pada media yang telah disiapkan.


3. Menanam Tanaman

Setelah kalian mendapatkan bibitnya, selanjutnya adalah menanam pada media pot yang sudah disiapkan diawal tadi. Caranya yaitu dengan memasukkan akarnya ke dalam lubang yang sudah dibuat.


Kemudian, setelah selesai kalian bisa meratakannya kembali dengan tanah. Setelah itu siram lah menggunakan air secukupnya. Dan letakkan ditempat yang bisa mendapat sinar matahari yang cukup.


4. Perawatan

Perawatan tanaman pandan tidak terlalu sulit, kalian tinggal menyiraminya secara rutin dan memberinya pupuk organik sebulan sekali, bisa menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang.


Amatilah perkembangan tanaman pandan apakah tumbuh dengan baik atau sebaliknya. Dan teruslah merawat tanaman tersebut sampai tumbuh lebat dan bisa dipanen.


5. Pemanenan

Pemanenan tanaman pandan dapat dilakukan kapan saja. Cara memanennya pun cukup mudah, kalian tinggal memetik daun pandan yang akan dimanfaatkan. Dengan daun pandan tersebut kalian dapat menggunakannya sebagai pengharum masakan atau pewarna makanan.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.