5 Langkah Membesarkan Anakan Ikan Guppy agar tidak Gampang Mati

5 Langkah Membesarkan Anakan Ikan Guppy agar tidak Gampang Mati


Ikan Guppy merupakan ikan air tawar berukuran kecil yang punya bentuk ekor warna warni. Karena keindahannya tersebut, banyak yang menggemari ikan ini untuk dijadikan sebagai ikan peliharaan. Selain karena bentuk dan warna tubuhnya yang indah, nyatanya ikan guppy juga mudah sekali beranak.


Dalam satu kali beranak, ikan guppy betina mampu mengeluarkan anakan yang berjumlah puluhan. Namun tak jarang ketika anakan yang masih kecil tidak dapat tumbuh sampai besar dan gampang mati. Sepertinya semua itu kembali lagi ke bagaimana cara kita memperlakukannya. Apakah hanya membiarkan di tempat yang sama dengan induknya atau memisahkannya. Serta hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan anakan guppy kedepannya.


Perlakuan yang diberikan kepada anakan guppy tidak hanya itu saja, melainkan masih ada beberapa perlakuan yang dibutuhkan untuk merawat ikan guppy sampai bisa tumbuh menjadi besar. Beberapa perlakuan tersebut adalah sebagai berikut.


1. Memisahkan anakan dari induknya



Langkah yang pertama ini sangat perlu dilakukan sekali, sebab terkadang indukan ikan guppy ketika lapar akan memakan anakan yang masih kecil. Kalau hal tersebut dibiarkan saja, bisa-bisa anakan ikan guppy akan mengalami penurunan jumlah setiap harinya. Namun bukannya mati, tapi dimakan induknya.


Cara melakukannya adalah ketika induk guppy berhasil mengeluarkan semua anaknya. Maka setelah itu kita bisa memindahkan induknya di wadah terpisah. Dan biarkanlah anakan yang masih kecil berada di wadah pemijahan tadi. Kalau sekiranya sudah sampai berumur 1 minggu, anakan tersebut bisa ditempatkan di wadah yang lebih luas.


2. Memberinya makan



Pemberian makan anakan ikan guppy dapat dilakukan setelah cadangan kuning telurnya habis. Biasanya cadangan kuning telur akan habis setelah 2-3 hari. Setelah habis kita sudah bisa memberinya makan. Untuk makanannya sendiri bisa menggunakan artemia, kutu air, pelet halus, dan cacing sutra. Kalaupun memungkinkan, kita juga bisa memberi semua makanan tersebut agar beragam.


Misalnya sekarang diberi makan menggunakan artemia, dan besok bisa menggunakan kutu air atau yang bukan artemia lagi.


Tujuan pemberian makan secara beragam dimaksudkan supaya anakan ikan guppy tidak hanya bergantung kepada satu jenis makanan saja. Serta dengan adanya pemberian makan yang beragam diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi bagi anakan ikan guppy. Dan ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan, yaitu saat memberi makan anakan ikan guppy tidak usah sampai berlebihan, berikan secukupnya saja.


3. Mengganti air berkala



Agar kesehatan anakan ikan guppy tetap terjaga, maka kita bisa melakukan pergantian air secara berkala. Minimal dilakukan seminggu sekali. Untuk menghindari anakan ikan guppy mengalami stress, maka sebelum itu pindahkan anakan ikan guppy dengan wadah berbeda tapi airnya diambil dari wadah yang akan dibersihkan.


Nah, setelah semuanya berhasil dipindahkan. Maka selanjutnya kita bisa membersihkan wadah ikan guppy tadi. Bersihkan sampai sisa-sisa kotoran menghilang dan terlihat bersih kembali. Setelah selesai kita masukkan air lagi ke dalamnya, dan tidak perlu sampai penuh, cukup seperempatnya saja. Setelah itu diamkan air sejenak atau kalau perlu berikan aerasi oksigen menggunakan aerator.


Kemudian selanjutnya ambil beberapa anakan ikan guppy di wadah pemindahan tadi bersama sedikit airnya. Cara pengambilannya bisa menggunakan sebuah gelas plastik. Setelah diambil jangan langsung dituang ke dalam wadah yang sudah dibersihkan tadi. Karena perbedaan pH air terkadang bisa membuat anakan ikan guppy mengalami stress.


Maka dari itu untuk menghindarinya adalah dengan menyesuaikan ikan tersebut dengan air di wadah yang sudah dibersihkan. Kan tadi anakan ikan guppy ditempatkan dalam gelas plastik. Maka kita bisa memasukkan gelas tersebut ke dalam wadahnya, namun airnya tidak langsung dituang ke dalamnya. Tunggulah sampai beberapa saat sampai anakan ikan guppy merasa sudah nyaman dengan tempat barunya. Barulah setelah itu kita bisa menuang anakan tersebut di wadah barunya.


4. Pindahkan guppy berumur 1 bulan



Setelah kira-kira ikan guppy berumur 1 bulan, kita bisa memindahkannya ke tempat atau wadah pembesaran. Hal tersebut dilakukan agar ikan guppy dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Wadah pembesaran bisa menggunakan kolam atau akuarium. Untuk luasnya tidak ada ketentuan, dan bisa dilakukan sesuai dengan selera.


Di dalam wadah pembesaran tersebut jangan lupa diberikan sirkulasi oksigen, bisa menggunakan aerator. Tujuannya untuk menyuplai kebutuhan oksigen terlarut bagi ikan guppy. Dan dari arus yang dihasilkan oleh aerator mampu membuat ikan guppy menjadi aktif bergerak, tentunya ikan yang aktif akan memiliki kekebalan tubuh tinggi.


Perlakuan yang diberikan setelah dipindahkan ke wadah pembesaran masih sama dengan perlakuan awal tadi, yaitu memberinya makan dan mengganti airnya secara berkala.


5. Mengatasi penyakit



Terkadang selama masa pembesaran, ikan guppy juga bisa terserang penyakit. Biasanya penyakit yang menyerang berupa white spot, ekor kuncup, dan fin rot. Penyakit tersebut bisa disebabkan oleh adanya infeksi bakteri yang diduga berasal dari sisa makanan membusuk dan kotoran ikan yang sudah bercampur dengan air. Maka dari itu untuk mengatasi berbagai penyakit tersebut, kita bisa menggunakan beberapa obat alami maupun buatan.


Salah satu obat alami yang digunakan adalah ekstrak daun ketapang dan garam ikan. Kedua obat tersebut sudah dipercaya oleh para peternak ikan guppy bahwa memiliki kandungan yang dapat mengobati penyakit pada ikan. Selain itu, obat tersebut juga mampu membantu menormalkan pH air yang digunakan untuk memelihara ikan guppy.


Untuk cara penggunaannya cukup mudah, kita tinggal memasukkan ekstrak daun ketapang atau garam ikan ke dalam wadah yang berisi ikan guppy sakit. Dosisnya bisa disesuaikan dengan banyaknya volume air yang digunakan. Misalnya, ikan guppy sakit dipindahkan ke dalam wadah karantina dengan volume air seperempat dari akuarium ukuran 40 cm × 20 cm × 20 cm. Maka takaran garam ikan bisa satu sendok teh rata. Sementara ekstrak daun ketapang bisa ditakar dengan 6-10 tutup botol air mineral.


Itulah beberapa cara merawat anakan ikan guppy sampai tumbuh besar dan tidak gampang mati. Selamat mencoba. Serta cukup sekian saja pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.