5 Langkah Cara Menanam Seledri dari Sisa Batang sampai Panen

5 Langkah Cara Menanam Seledri dari Sisa Batang sampai Panen


Seledri merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan untuk topping makanan dan sayur lalapan. Tak heran jika peminat seledri cukup banyak. Di pasaran seledri mudah ditemukan dan harganya cukup terjangkau. Untuk pemanfaatan seledri tidak hanya sebatas makanan saja, bahkan seledri tersebut dapat dibuat minuman seperti jus.


Dalam pembudidayaannya, seledri bisa dilakukan oleh siapa saja, baik pemula maupun berpengalaman. Serta kalau ingin membudidayakan seledri bisa juga dilakukan pada lahan yang minim. Bagi kalian yang tertarik ingin membudidayakan seledri bisa memulainya dari sekarang. Namun, ada baiknya bila mengetahui terlebih dahulu tahap-tahap yang harus dilakukan saat akan menanamnya.


Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan sedikit tips yang bisa kalian coba untuk menanam seledri. Mari, simak dengan baik !


1. Menyiapkan Bibit Seledri

Tahap pertama yang harus kalian lakukan adalah menyiapkan bibit seledri yang akan ditanam. Bibitnya pun bisa menggunakan potongan batang seledri itu sendiri. Kalian bisa mendapatkan sayuran seledri di penjual sayur, dan memanfaatkan bekas batang yang tidak terpakai untuk ditanam kembali.


Setelah itu siapkan gelas mineral bekas dan mengisinya dengan air. Kemudian tusuklah batang seledri menggunakan tusuk gigi dari empat arah yang berpotongan. Setelah itu masukkan batang bagian bawah hingga terkena air dan menahan sebagian atasnya dengan tusuk gigi tadi.


Berilah juga nutrisi pada air yang digunakan tersebut agar tunas seledri cepat tumbuh. Setelah tunas seledri tumbuh, kira-kira sampai usia dua minggu seledri dapat dipindahkan ke media yang lebih besar. Sebelum itu kalian bisa menyiapkan media tanam yang akan digunakan.


2. Mempersiapkan Media Tanam

Tanaman seledri yang sudah berusia dua minggu dari masa tumbuhnya tunas, dapat segera dipindahkan ke media yang lebih besar. Kalian bisa menggunakan pot atau polybag. Atau bisa juga mengkombinasikan keduanya. Apabila kalian mempunyai lahan luas, kalian juga bisa menggunakan untuk menanamnya.


Sebelum itu siapkan campuran pupuk organik dengan tanah dengan perbandingan 1: 2. Pupuk organiknya bisa menggunakan pupuk kompos atau kandang. Lalu campurkan keduanya sampai merata agar didapatkan kesuburan tanah yang maksimal.


Setelah semuanya tercampur, kalian bisa langsung memasukkannya ke dalam pot. Saat memasukkannya tidak perlu sampai penuh, serta sisakan seperempat bagian untuk tempat penyiraman air. Setelah semuanya siap, pot tersebut bisa langsung digunakan untuk menanam seledri.


3. Menanam Bibit Seledri

Pada tahap ini kalian akan menanam seledri menggunakan media tanam berupa pot. Sebelum itu, kalian membuat lubang pada tanah bagian tengah di potnya. Saat membuat lubangnya pun usahakan jangan terlalu dalam, kalian cukup sesuaikan dengan panjang tanaman seledrinya.


Setelah lubang selesai dibuat, kalian bisa langsung memasukkan tanaman seledri ke dalam lubang tersebut. Kemudian selanjutnya ratakan kembali dengan tanah dan berilah air secukupnya, serta usahakan jangan sampai terjadi genangan air.


Setelah semuanya selesai, kalian bisa meletakkan tanaman tersebut di tempat yang sejuk dan masih bisa mendapat cahaya matahari. Selanjutnya lakukanlah perawatan secara berkala.


4. Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman seledri juga tidak terlalu sulit, tapi kalian juga harus memperhatikan beberapa hal supaya tanaman seledri dapat tumbuh dan berkembang hingga masanya panen.


Perawatan yang dilakukan adalah dengan menyiramnya secara berkala serta penyiraman yang disarankan pada pagi dan sore hari. Saat kalian menyiramnya tidak boleh sampai terjadi genangan air agar tanaman seledri tersebut tidak menjadi busuk.


Pastikan tanaman seledri tersebut mendapat cahaya matahari yang cukup. Kalian juga bisa melakukan pemupukan setiap sebulan sekali menggunakan pupuk organik yang dicampur dengan tanah menggunakan perbandingan 1 : 1 agar tanahnya tetap terjaga kesuburannya.


Apabila ada hama yang menggangu, kalian bisa mengatasinya dengan cara memotong bagian tanaman yang terkena hama agar tidak menyebar kebagian yang lain. Atau bila ingin cara ampuh mengatasinya, kalian bisa menggunakan obat anti hama yang bisa didapatkan di toko pertanian.


Lakukanlah kegiatan tersebut secara rutin dan amatilah perkembangan dari tanaman seledri tersebut, apakah tumbuh dengan baik atau sebaliknya. Kalau sudah dipastikan tumbuh dengan baik, kalian tetap harus merawatnya dan menunggu hingga masanya panen datang.


5. Memanen Seledri

Tanaman seledri dapat dipanen jika usianya sudah menginjak 60-70 hari sejak masa tanam. Saat pemanenannya pun bisa dilakukan pada tanaman seledri yang memiliki panjang kira-kira 20-30 cm. Saat kalian memanen seledri disarankan memanennya pada waktu pagi atau sore hari.


Cara memanennya pun beragam, kalian bisa mencabut bersama akarnya dan juga bisa memotong bagian batangnya dan menyisakan sebagian batangnya. Menurut saya cara yang paling efektif adalah memanen dengan cara memotong bagian batangnya, karena nantinya batang yang kita potong dapat tumbuh tunas kembali.


Kita bisa memanen seledri seterusnya tanpa menanam seledri mulai dari awal lagi dan bisa menghemat waktu. Seledri yang sudah dipanen dapat kalian manfaatkan untuk keperluan sendiri atau bisa juga memperjualbelikannya untuk mendapat penghasilan tambahan.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.