5 Hal yang perlu Dilakukan Ketika Ingin Memijahkan Ikan Cupang

5 Hal yang perlu Dilakukan Ketika Ingin Memijahkan Ikan Cupang

Mendengar kata ikan cupang, pasti sebagian orang akan tertuju pada ikan aduan. Memang benar, ikan cupang memiliki karakteristik yang agresif terhadap wilayah kekuasaannya. Bila ada cupang lain yang mendekat, tak jarang mereka akan saling bertengkar satu sama lain. Entah, sepertinya sudah menjadi ciri khas bahwa ikan cupang memang harus dipelihara terpisah.


Namun di era sekarang ini, ikan cupang mulai beralih menjadi ikan hias yang menawan. Bagaimana tidak, warnanya yang beragam serta bentuk ekornya mirip kipas mampu memberikan kesan mewah. Apalagi saat ikan ini menegangkan sirip-siripnya, pasti semua akan betah memandanginya.


Tak hanya itu saja, harga yang ditawarkan untuk bisa memperoleh ikan cupang yang memiliki warna beragam pun cukup tinggi. Ada yang berharga puluhan ribu, dan bahkan ada yang sampai ratusan ribu rupiah. Entah apa yang menyebabkan harga ikan ini menjadi naik. Padahal dulunya ikan cupang hanya dianggap sebagai ikan aduan yang digemari anak-anak. Harganya pun dulu cukup terjangkau.


Mungkin adanya perubahan zaman yang semakin modern, banyak kalangan muda maupun tua mulai tertarik untuk memelihara ikan cupang. Selain warnanya yang indah, tentunya dapat juga dijadikan sebagai penghias rumah. Misalkan, ikan cupang dipelihara di botol, lalu botol berisi ikan cupang tersebut dapat diletakkan di atas meja sebagai penambah dekorasi.


Selain itu, adanya pergelaran kontes cupang juga turut mempengaruhi kenaikan harga ikan ini. Ada kabar bahwa ikan cupang yang sudah berhasil menang kontes bisa dihargai sampai jutaan rupiah. Sungguh wah bukan, dengan ukuran ikan kecil namun berharga tinggi. Namun dibalik kemenangan itu, pasti ada perawatan yang menjadikan ikan cupang tersebut meraih juara.


Mendapatkan ikan cupang standar kontes tentunya tak bisa lepas dari para peternak cupang. Mereka memulainya dengan mencari bibit-bibit unggul yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi lebih menarik. Namun sebelum menemukan sebuah bibit unggul, pasti mereka akan melewati proses pemijahan ikan cupang.


Bagaimana prosesnya? Proses pemijahan ikan cupang terbilang cukup mudah dilakukan, baik oleh pemula maupun berpengalaman. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai proses pemijahan ikan cupang. Kalian pun bisa menyimaknya pada tulisan berikut ini. Yuk, Mari disimak.


1. Membedakan jenis kelamin



Sebelum memulai pemijahan ikan cupang, tentu kita juga harus bisa membedakan jenis ikan jantan dan betina. Cara membedakannya adalah sebagai berikut.


a. Ikan Jantan :

  • Gerakannya lincah

  • Ekor, sirip mengembang besar

  • Berwarna cerah

  • Bentuk tubuhnya lebih besar

b. Ikan Betina :

  • Gerakannya lambat

  • Ekor, sirip berukuran pendek

  • Warnanya tidak terlalu cerah

  • Bentuk tubuhnya lebih kecil

Selain itu sebelum memijahkan ikan cupang, kita juga harus memilih ikan cupang yang siap kawin atau sudah matang gonad. Cara menentukannya adalah sebagai berikut.


a. Ikan Jantan :

  • Minimal berumur 4-8 bulan

  • Bentuk badannya panjang

  • Berwarna cerah dan siripnya panjang

  • Gerakannya lincah dan agresif

b. Ikan Betina :

  • Minimal berumur 3-4 bulan

  • Perutnya buncit dan badan bulat

  • Warna kusam dan sirip pendek

  • Gerakannya lambat

Kalau semua itu sudah terpenuhi, maka selanjutnya kita mencari indukan cupang yang punya kualitas unggul dan sehat. Diharapakan dengan memilih indukan unggul dapat menghasilkan anakan yang seperti induknya.


2. Memilih indukan unggul



Sama seperti semua peternak cupang pasti akan mengharapkan hasil anakan yang unggul. Maka dari itu, sebelumnya harus memilih indukan yang unggul juga. Cara melakukan pemilihan indukan unggul yaitu induk ikan cupang memiliki bentuk normal, tidak cacat, dan tidak terserang penyakit atau dalam kondisi sehat.


Untuk masalah warna yang akan diturunkan ke anaknya, kita bisa memilih induk cupang berwarna cerah dan memiliki warna beragam. Agar nantinya warna yang didapatkan dari anakan cupang tidak jauh dengan induknya.


3. Menyiapkan tempat pemijahan



Karena ikan cupang termasuk agresif satu sama lain, maka penyiapan tempat pemijahan juga harus diperhatikan. Agar nantinya tidak menyebabkan cupang gagal memijah. Cara penyiapannya adalah sebagai berikut.


a. Pertama disarankan pilih wadah yang tidak tembus pandang/transparan. Contohnya ember, baskom, dan toples tidak bening. Mengapa dipilih wadah tidak transparan? Apa kalau menggunakan wadah transparan cupang gagal dipijahkan?


Sebenarnya pemilihan tempat tidak transparan bertujuan untuk membuat pemijahan ikan cupang berlangsung tenang dan lancar. Sebab ikan cupang akan merasa terganggu apabila saat sedang memijah mengetahui hilir mudik/pergerakan manusia.


Menggunakan tempat transparan/bening masih bisa dilakukan, asalkan wadah tersebut ditempatkan di tempat yang terhindar dari pergerakan manusia. Kalau tidak ada tempat sepi, kita bisa menutupi wadah tersebut dengan koran atau kain.


b. Wadah untuk betina, wadah tersebut bertujuan untuk menaruh ikan betina yang akan kawinkan. Pasti sebelum ikan bisa dipijahkan harus berjodoh terlebih dahulu. Cara penjodohan ikan cupang dilakukan dengan menaruh ikan betina pada wadah kecil yang dimasukkan ke wadah berisi ikan jantan. Untuk wadah kecil tersebut dapat menggunakan gelas plastik bening, tujuannya agar pejantan dapat melihat betina dan tertarik kepadanya.


Mengapa harus dipisahkan selama penjodohan? Karena ikan cupang jantan akan menyerang cupang betina kalau dicampur sebelum berjodoh. Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut dibutuhkan wadah pemisah (gelas plastik bening). Karena terhalang sekat, ikan jantan tidak dapat menyerang betina, dan malah lama kelamaan bisa tertarik kepadanya yang akhirnya berjodoh.


4. Proses Pemijahan



Proses pemijahan ikan cupang diawali dengan memasukkan pejantan ke dalam wadah pemijahan. Setelah itu baru masukkan gelas plastik bening yang sudah berisi ikan betina. Setelah hal tersebut dilakukan, maka biarkan lah beberapa hari sampai cupang berjodoh.


Ciri-ciri cupang yang mulai berjodoh dapat diketahui dengan melihat aktivitas pejantan. Apabila hari berikutnya banyak ditemukan banyak gelembung di permukaan. Hal itu menandakan pejantan siap kawin. Namun hal itu belum cukup untuk menentukan apakah ikan cupang sudah berjodoh satu sama lain atau belum.


Untuk memantapkan nya lagi, kita bisa melihat gerak-gerik pejantan. Apakah ia terlihat agresif atau tenang. Kalau dirasa ikan jantan sudah tenang dan tidak terlihat agresif, itu tandanya cupang sudah mulai berjodoh.


Ketika itu maka kita bisa menuang ikan betina bercampur dengan ikan jantan. Setelah itu biarkanlah mereka melakukan pemijahan. Biasanya pemijahan dilakukan pada pukul 7-10 pagi atau 4-6 sore.


Untuk menghindari cupang gagal memijah, maka tempatkan wadah pemijahan di tempat yang sepi atau kalau perlu tutup wadah dengan kain atau koran. Setelah itu biarkanlah semalaman.


Nah, setelah dibiarkan semalaman biasanya ikan cupang betina akan mengeluarkan telur yang sudah dibuahi pejantan. Cupang betina dapat mengeluarkan telur yang berjumlah ratusan ribu. Namun untuk membuat telur bertahan sampai menetas cukup susah susah gampang.


Biasanya dari ratusan telur yang dikeluarkan, bisa jadi hanya puluhan yang berhasil menetas. Dan untuk menetaskan telurnya, cupang jantan bertugas memasukkan telur ke dalam gelembung udara yang sudah dibuatnya.


Biasanya pada waktu itu, cupang jantan akan bersikap agresif kepada betina. Oleh karena itu, segeralah pindah ikan betina ke wadah lain setelah telur berhasil dikeluarkan. Selain itu, cupang betina juga punya kebiasaan memakan telurnya sendiri.


5. Merawat anakan yang sudah menetas



Telur ikan cupang akan menetas sekitar 24 jam dari masa pemijahan. Setelah menetas biasanya mereka masih berbentuk larva lengkap dengan kuning telurnya. Selama masa itu ikan jantan akan bertugas menjaga dan mengajari anak-anaknya berenang. Untuk menghindari cupang jantan memakan anaknya, kita bisa berikan makan untuk cupang jantan.


Setelah beberapa hari anakan cupang sudah bisa berenang sendiri, maka kita bisa memisahkan pejantan ke wadah lain. Untuk pemberian makan anakan bisa dilakukan setelah kuning telur habis. Biasanya mereka diberi makan menggunakan artemia, kutu air, dan cacing sutra.


Dalam pemberian makan pun tidak perlu berlebihan, secukupnya saja. Waktu pemberian makan bisa dilakukan pada waktu pagi dan sore hari. Untuk masalah air yang mulai terlihat keruh tidak usah khawatir, sebab ikan cupang masih bisa hidup di dalamnya.


Kalau perlu berikan sedikit garam ikan ditambah rendaman daun ketapang kering untuk mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri penyebab penyakit. Sudah dipercaya bahwa garam ikan dan sari daun ketapang mampu mengobati dan mencegah penyakit.


Pengurasan air bisa dilakukan ketika ikan cupang sudah berusia sebulan. Dan waktu itu juga bisa dipindahkan ke wadah yang lebih besar, contohnya seperti akuarium, kolam, atau lainnya. Kemudian tinggal berikan perawatan kepadanya.


Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan saat melakukan pemijahan ikan cupang. Selamat mencoba. Serta cukup sekian saja pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.