3 Tips Penanganan Ikan Guppy yang terkena Fin Root / Ekor Kuncup


Memelihara ikan guppy merupakan suatu aktivitas yang menyenangkan dan bisa menghibur diri. Karena keindahan ikan guppy yang punya ciri khas tertentu, menjadikan ikan ini banyak digemari semua kalangan. Terkadang saat memelihara ikan guppy, ada saja masalah yang datang menghampiri. Contohnya saja ikan guppy terserang penyakit.


Umumnya penyakit yang menyerang ikan guppy adalah ekor kuncup/fin rot. Memang kerap kali penyakit tersebut dikhawatirkan oleh para penghobi maupun peternak ikan guppy. Saya pun juga pernah mengalami ikan guppy yang terkena ekor kuncup/fin rot. Ciri-ciri ikan guppy yang terserang penyakit tersebut dapat diketahui dari bentuk sirip dan ekor ikan. Apabila ditemui ikan yang sirip atau ekornya menguncup dan setelah beberapa hari ada sobekan, berarti ikan tersebut telah terserang penyakit fin rot.


Namun sebelum kita lanjut ke tahap pengobatan, tak ada salahnya mengetahui apa saja penyebab ikan guppy bisa terserang penyakit fin rot. Berikut beberapa pengaruh yang menyebabkan ikan guppy terserang penyakit fin rot.


1. Kualitas air

Kualitas air yang digunakan tentunya juga menjadi faktor utama dalam kesehatan ikan guppy. Air bersih dan tidak tercemar merupakan air yang baik untuk memelihara ikan guppy. Namun terkadang awalnya kita menggunakan air bersih, tapi lama kelamaan air tersebut berubah menjadi keruh.


Mungkin dari kotoran dan sisa-sisa makanan lah yang menyebabkan air tersebut menjadi keruh. Akibatnya, air yang mulai bercampur dengan kotoran dan sisa makanan mudah ditumbuhi oleh bakteri dan jamur. Dari jamur dan bakteri tersebutlah yang membuat ikan guppy terserang penyakit.


2. Makanan

Makanan yang diberikan kepada ikan guppy juga turut mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Makanan yang tidak steril ketika diberikan ke ikan guppy dapat menyebabkan ikan tersebut mudah terserang penyakit. Mungkin saja di dalam makanan yang diberikan terdapat kuman penyebab penyakit. Akhirnya kuman tersebut berpindah menyerang ikan guppy.


Hal ini biasanya memakai makanan yang di dapat dari alam, misalnya memberikan makan guppy dengan cacing sutra, namun sebelum diberikan tidak dicuci sampai bersih. Serta bisa juga menggunakan pelet yang sudah terkontaminasi/kadaluwarsa. Dari makanan tersebut kita tidak mengetahui apakah aman diberikan atau tidak. Kalau dibilang aman, memang makanan tersebut aman untuk diberikan, tapi kedepannya kita tidak tahu efek apa yang ditimbulkannya.


3. Suhu air

Suhu air yang rendah mudah sekali menyebabkan ikan guppy terserang penyakit. Sebab dalam suhu rendah, jamur dan bakteri mudah sekali tumbuh dan berkembang. Maka tak heran jika guppy yang dipelihara menggunakan air bersuhu rendah mudah terkena penyakit. Dibandingkan dengan ikan guppy yang dipelihara dengan air bersuhu sedang, contohnya suhu kamar antara 27 °C - 34 °C.


Dikarenakan jamur dan bakteri akan mati ketika suhu airnya meningkat. Tak heran saat mengatasi ikan guppy yang terserang penyakit, terkadang ada yang menggunakan heater untuk menaikkan suhunya. Heater merupakan alat pengatur suhu air di dalam akuarium. Memang suhu yang aman untuk memelihara ikan guppy antara rentang 27 °C - 34°C.


4. pH air

Air yang digunakan untuk memelihara ikan guppy tentunya juga memiliki pH yang normal. Air dengan pH normal dapat membuat ikan guppy lebih mudah beradaptasi dan membuatnya lebih aktif berenang. Perubahan pH air biasanya terjadi ketika sedang melakukan pergantian air. Hal tersebut cukup wajar, memang air sebelumnya memiliki pH yang berbeda dengan air setelah diganti. Terkadang ikan guppy yang tidak sesuai dengan pH air bisa membuatnya mudah stres.


Dari perilaku stres tersebut bisa mempengaruhi faktor kesehatan ikan guppy. Ikan guppy yang stres lebih rentan terserang penyakit. Maka sebelum melakukan pergantian air, disarankan telah menyiapkan air yang sudah diendapkan terlebih dahulu semalaman. Tujuan dari pengendapan tersebut berguna untuk menetralkan pH air dan memastikan kandungan oksigen terlarutnya mencukupi.


Itulah beberapa hal yang bisa mempengaruhi ikan guppy terserang penyakit fin rot. Setelah kita mengetahui beberapa hal yang mempengaruhi penyebab penyakit fin rot, sekarang saatnya lanjut ke tahap penanganan atau pengobatan. Berikut cara penanganan ikan guppy yang terserang penyakit fin rot.


Cara Penanganan


1. Karantina ikan guppy

Hal pertama yang mesti harus dilakukan adalah mengkarantina ikan guppy yang terserang penyakit fin rot. Hal tersebut bertujuan agar tidak menulari guppy lainnya yang masih sehat. Cara mengkarantina ikan guppy yang terkena penyakit fin rot dapat dilakukan dengan memindahkan ke wadah tersendiri. Di dalam wadah tersebut menggunakan volume air yang tidak terlalu banyak, cukup seperempat wadah.


Selama masa karantina, ikan guppy tidak perlu diberikan makan terlebih dahulu. Hal tersebut berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur akibat sisa makanan dan kotorannya.


2. Memberinya Obat

Obat yang dimaksud kali ini bisa menggunakan obat alami atau obat buatan. Kalau ikan guppy belum parah terkena penyakit fin rot, kita bisa mencoba menggunakan obat alami terlebih dahulu. Contoh obat alami yang akan digunakan adalah daun ketapang kering dan garam ikan.


Cara menggunakannya yaitu cukup memasukkan beberapa lembar daun ketapang kering ke dalam wadah karantina. Setelah itu berikan juga garam ikan. Untuk takaran garam ikan bisa disesuaikan dengan volume air yang digunakan.


Misalnya kita menggunakan akuarium ukuran 20cm×15cm×10cm untuk mengkarantina ikan guppy. Maka bisa memberikan garam ikan sebanyak satu sendok teh. Kalau menggunakan akuarium yang tidak tahu ukurannya, kita bisa mengira-ngira secukupnya untuk memberikan garam ikan.


3. Mengganti air

Selama masa penyembuhan, minimal kita mengganti air yang digunakan tersebut setelah 3 hari. Namun sebelum itu telah disiapkan air yang sudah diendapkan terlebih dahulu. Ganti air yang sebelumnya telah digunakan bersama dengan daun ketapang kering yang sudah direndam.


Tujuan dari penggantian air tersebut adalah untuk meminimalisir tumbuhnya bakteri dan jamur dari daun ketapang. Maka dari itu setelah 3 hari, kita bisa menggantinya dengan daun ketapang yang baru dan juga airnya. Lakukan langkah sama seperti pada saat diberikan pengobatan seperti di awal.


Berikan perawatan sampai ikan guppy tersebut dalam kondisi membaik. Setelah kondisinya cukup membaik, ikan guppy jangan langsung dicampur dengan guppy lainnya. Dan biarkan terlebih dahulu ikan guppy di wadah tersendiri. Kira-kira sampai benar-benar pulih, barulah ikan guppy bisa digabung dengan guppy lainnya.


Itulah beberapa langkah penanganan ikan guppy yang terserang penyakit fin rot. Namun cara di atas belum pasti dapat membuat ikan guppy 100% sembuh. Kita hanya bisa berusaha menerapkan cara tersebut dan kesembuhan ikan kita pasrahkan kepada Tuhan.


Berdasarkan pengalaman cara di atas juga cukup manjur untuk menyembuhkan ikan guppy yang terserang penyakit fin rot. Ikan guppy yang belum terlalu parah, persentase kesembuhannya cukup besar. Biasanya ikan guppy yang sudah parah terkena fin rot cukup sulit untuk menyembuhkannya. Tak jarang selama masa karantina dapat mengalami kematian.


Cukup sekian saja pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.