15 Jenis Tanaman Menguntungkan yang dapat ditanam di Pekarangan

15 Jenis Tanaman Menguntungkan yang dapat ditanam di Pekarangan

Sekarang ini lahan pertanian telah mengalami banyak perubahan, mulai dari beralihnya lahan pertanian menjadi pemukiman dan berkurangnya tenaga kerja yang mau mengolah lahan pertanian. Hal ini, seiring berjalannya waktu akan menyebabkan kelangkaan bahan hasil pertanian yang bisa berakibat pada naiknya harga bahan hasil pertanian.


Oleh karena itu tenang saja, kita dapat mensiasatinya dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam tanaman yang hasilnya tak kalah menguntungkan. Bisa dibilang mampu menekan sedikit pengeluaran, daripada kita membeli bahan hasil pertanian yang kian hari harganya semakin naik.


Dengan kita menanam sendiri tanaman tersebut, maka akan lebih terasa manfaatnya. Hasil dari memanen tanaman yang kita tanam tidak juga kita manfaatkan sendiri, tetapi kita juga dapat menjualnya sebagai penghasilan tambahan.


Oke langsung saja, pada tulisan kali ini saya akan berbagi beragam jenis tanaman menguntungkan yang dapat ditanam di pekarangan rumah. Yuk, mari simak dengan baik !


1. Tanaman Cabai


Sudah tidak asing lagi kan dengan namanya, memang cabai ini menjadi hasil pertanian yang banyak diminati oleh masyarakat indonesia. Meskipun rasanya pedas, hal tersebut tidak membuat yang memakan merasa menyesal. Malah banyak yang ketagihan dengan rasa pedas tersebut, memang cabai ini menjadi pendamping wajib saat ingin memasak.


Tak hanya untuk memasak, cabai juga bisa diolah menjadi saos dan sambal. Bila ingin memakan gorengan atau sejenisnya, tak lengkap rasanya kalau belum merasakan sensasi pedas saat memakannya.


Namun, kian hari harga cabai yang semakin meningkat tidak membuat permintaannya menurun di pasaran. Hal tersebut dapat kita manfaatkan untuk mencoba memulai menanam cabai di pekarangan rumah. Dalam penanamannya pun tergolong mudah, kita bisa menggunakan polybag atau pot plastik yang mudah ditemukan di penjual tanaman. Untuk bibit cabainya dapat menggunakan biji cabai yang kita dapatkan dari cabai yang kita beli di pasar.


2. Tanaman Tomat


Sama halnya cabai, tomat juga sering dimanfaatkan dalam pembuatan saos dan sambal. Olahan saos atau sambal yang menggunakan tomat memiliki rasa yang khas dan bisa menambah nafsu makan. Tak heran juga apabila tomat banyak diminati.


Untuk menanam tanaman tomat, kita tidak harus memerlukan lahan yang luas, cukup memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman tomat. Media tanamnya dapat menggunakan polybag atau pot plastik. Untuk bibitnya dapat menggunakan biji tomat dari tomat yang sudah dibeli.


Caranya, pertama pisahkan biji tomat dengan buahnya. Kemudian letakkan biji tomat pada gelas plastik yang berisi tanah (bisa menggunakan gelas bekas air mineral). Setelah itu tambahkan air secukupnya dan tunggulah biji tomat tersebut sampai muncul tunasnya. Setelah kira-kira panjang tunas lebih dari 5 cm, tanaman tomat tersebut bisa dipindahkan ke media yang lebih besar.


3. Tanaman Kangkung


Kangkung adalah tanaman menjalar yang biasanya digunakan sebagai sayur lalap dan dimasak sebagai cah kangkung atau tumis kangkung. Selain itu, tanaman kangkung juga termasuk sayuran yang populer di masyarakat karena harganya yang terjangkau dan mudah didapat.


Untuk membudidayakan tanaman kangkung juga tidak tergolong sulit. Serta dalam penanamannya tidak harus memerlukan lahan yang luas. Tanaman kangkung bisa ditanam pada polybag atau pot. Dengan siklus tumbuh yang relatif cepat, hal inilah yang membuat masa panennya juga terbilang cepat.


Tanaman kangkung biasanya akan tumbuh baik bila ditanam di tanah gembur, namun ada juga tanaman kangkung yang tumbuh subur pada tanah yang menggenang, yaitu kangkung air.


Untuk memperoleh bibit kangkung dapat membeli biji kangkung di toko pertanian atau bisa juga memanfaatkan potongan batang dan akar yang tidak digunakan sewaktu memasak. Usahakan saat memotong akar kangkung tidak terlalu mepet, agar sewaktu akar ditanam dapat tumbuh daun baru pada batang kangkung.


4. Tanaman Sawi


Sawi adalah salah satu jenis sayur mayur yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Biasanya sawi dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan, seperti pecel, mie ayam, rujak, bakso, dan masih banyak lagi.


Tanaman sawi memiliki beragam jenis, yaitu sawi hijau, sawi putih, pok choy atau bok choy, kailan, dan sawi huma. Memang untuk menanam sawi membutuhkan perawatan ekstra agar diperoleh hasil yang baik.


Untuk menanam tanaman sawi yang pertama dilakukan adalah memilih benih yang baik. Benih sawi bisa didapatkan dengan cara membeli benih di toko benih atau bisa juga memanfaatkan bonggol sawi yang didapat dari sayuran sawi.


Tanaman sawi dapat tumbuh subur dengan mendapatkan paparan sinar matahari yang tidak lebih dari 8 jam dan untuk tekstur tanahnya adalah sedikit gembur. Serta dalam penyiramannya tidak boleh membuat tanah menjadi menggenang, apabila hal tersebut terjadi bisa mengakibatkan tanaman sawi mudah membusuk.


5. Tanaman Terong


Terong merupakan tanaman sayuran semusim atau tahunan. Bagian yang dimanfaatkan pada tanaman ini adalah buahnya. Buah terong memiliki bentuk dan warna yang beragam, ada yang berwarna ungu, hijau, hingga putih. Sedangkan bentuknya ada yang lonjong, bulat, dan melingkar.


Untuk cara penanaman terong tidak tergolong sulit. Kita bisa menanam terong pada polybag atau pot. Tanaman terong dapat tumbuh subur dengan menggunakan tanah yang sedikit kering dan tidak tergenang air. Serta mendapatkan penyinaran matahari yang cukup.


Bibit terong dapat diperoleh dengan cara membeli benih di toko benih atau bisa juga menggunakan biji pada buah terong yang dibeli di pasar.


6. Tanaman Bayam


Bayam adalah tanaman yang kaya akan zat besi yang baik bagi tubuh kita. Di Indonesia sendiri bayam biasanya dimanfaatkan untuk olahan gado-gado, pecel, sayur sop sampai dibuat keripik bayam.


Di pasaran banyam memiliki peminat yang tergolong banyak, karena bayam yang mudah ditemukan dan harganya cukup terjangkau. Serta cara pembudidayaan bayam yang terbilang mudah.


Untuk pembudidayaannya, bayam tidak harus ditanam pada lahan yang luas, cukup menggunakan polybag atau pot, bayam pun bisa tumbuh subur asalkan diimbangi dengan perawatan yang baik.


Tahap pertama adalah menyiapkan benih bayam yang bisa diperoleh di toko benih, harganya pun terjangkau. Bisa juga memanfaatkan akar dan batang bayam yang didapat pada sayuran bayam yang dibeli di pasar. Untuk itu saat memotong akar usahakan jangan terlalu mepet agar nanti saat ditanam dapat muncul tunas pada batang bayam.


7. Tanaman Kunyit


Kunyit merupakan tanaman rempah-rempah sekaligus tanaman obat yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Biasanya kunyit dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, obat jamu, dan pewarna makanan.


Tak heran jika kunyit banyak dibudidayakan di Indonesia. Untuk pembudidayaannya pun tergolong mudah dan dapat tumbuh subur di iklim tropis. Namun untuk memperoleh kunyit yang baik dan bagus, maka perlu memperhatikan perawatannya juga.


Untuk menanam kunyit dapat menggunakan tanah yang sedikit kering dan tidak boleh menggenang. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pemilihan bibit. Pemilihan bibit dapat dilakukan dengan menggunakan kunyit yang memiliki bentuk dan warna yang bagus. Setelah itu kunyit dapat ditanam pada polybag atau pot.


Peletakan kunyit saat penanamannya harus ada bagian kunyit yang terlihat dan tidak boleh meletakan kunyit terlalu dalam. Agar kunyit dapat muncul tunasnya, maka cukup siram kunyit secara berkala dan usahakan jangan sampai menggenang.


8. Tanaman Seledri


Seledri adalah tanaman sayur yang biasanya dimanfaatkan untuk lalapan dan olahan sayur sop. Seledri sendiri mudah ditemukan pada penjual sayur dan harganya terjangkau.


Cara budidaya seledri memang tergolong mudah, tidak harus memerlukan lahan yang luas, cukup ditanam pada polybag atau pot saja, seledri dapat tumbuh subur dengan disertai perawatan yang baik dan benar.


Untuk cara menanamnya, seledri dapat ditanam pada tanah yang gembur dan mendapat penyinaran matahari yang cukup. Bibit seledri sendiri dapat diperoleh di toko benih arau juga bisa memanfaatkan potongan batang seledri yang dibeli di penjual sayur.


Cara perawatannya, yaitu dengan melakukan penyiraman secara berkala, tapi jangan sampai terjadi genangan air yang bisa menyebabkan tanaman seledri membusuk.


9. Tanaman Jahe


Sama halnya dengan kunyit, jahe juga termasuk tanaman rempah-rempah dan obat herbal. Biasanya jahe dimanfaatkan untuk bumbu dapur, obat jamu, dan minuman.


Jahe sendiri memiliki beragam jenis, yaitu jahe merah, jahe putih besar, dan jahe putih kecil. Dari jenis jahe yang paling terkenal adalah jahe merah.


Dalam pembudidayaannya, jahe dapat dibilang mudah tumbuh bahkan di lahan yang sempit atau bisa ditanam pada polybag atau pot. Perawatannya pun juga mudah, tanah yang digunakan untuk menanam jahe dapat menggunakan tanah yang sedikit kering dan tidak boleh menggenang. Serta tanaman jahe harus mendapatkan sinar matahari yang cukup.


Tahap pertama adalah memilih bibit jahe. Bibit jahe yang dipilih harus yang berbentuk bagus dan tidak terserang hama. Setelah itu jahe dapat ditanam pada polybag atau pot dengan peletakan yang tidak terlalu dalam. Kemudian siramlah secara berkala agar muncul tunas pada jahe.


10. Tanaman Lidah Buaya


Lidah buaya adalah tanaman yang memiliki gel dan duri di sekeliling daunnya. Biasanya lidah buaya banyak dimanfaatkan untuk produk kosmetik, serta ada juga yang dibuat makanan berupa jelly.


Pembudidayaan lidah buaya juga tergolong mudah, cukup memanfaatkan pekarangan rumah dan bisa juga ditanam pada polybag atau pot. Lidah buaya bisa tumbuh subur pada iklim tropis, sehingga cocok ditanam di Indonesia.


Tanah yang digunakan untuk menanam lidah buaya dapat menggunakan tanah yang sedikit kering dan tidak menggenang. Serta dalam penyiraman lidah buaya dilakukan apabila tanaman lidah buaya sedikit lesu. Dengan cadangan air pada daunnya, lidah buaya dapat bertahan pada kondisi tanah kering, namun tanaman ini tidak tahan panas oleh sinar matahari yang terlalu lama.


11. Tanaman Selada


Selada adalah tanaman sayuran yang daunnya dimanfaatkan sebagai lalapan dan salad. Selada sendiri dapat dibedakan menurut daunnya, yang dapat membentuk krop dan tidak dapat membentuk krop.


Di pasaran, selada banyak diminati karena mempunyai penampilan yang menarik dan unik. Selain itu, selada juga banyak mengandung vitamin yang baik bagi tubuh kita, diantaranya adalah vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.


Dalam pembudidayaannya, selada juga terbilang mudah, namun perlu perawatan ekstra agar menghasilkan selada yang baik dan bagus. Tanah yang digunakan untuk menanam selada adalah tanah yang sedikit kering dan tidak terlalu basah agar tanaman selada tidak mudah membusuk. Penyiramannya dapat dilakukan ketika tanahnya benar-benar kering.


12. Tanaman Kemangi


Kemangi adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk lalapan, terutama bagian daunnya. Selain itu, daun kemangi juga mempunyai aroma yang khas dan menggugah selera. Bijinya juga dapat dimanfaatkan untuk membuat minuman.


Kemangi dapat tumbuh subur pada iklim tropis, salah satunya di Indonesia. Cara pembudidayaannya pun tergolong mudah. Tanah yang digunakan untuk menanam kemangi bisa digunakan tanah yang kering dan tidak menggenang. Selama tanaman kemangi mendapat penyinaran yang cukup, maka dapat dipastikan tanaman ini dapat tumbuh dengan baik.


Tahap pertama penanaman kemangi adalah persemaian bibit kemangi yang dapat dilakukan menggunakan gelas plastik yang diisi tanah lembab. Lalu simpanlah pada tempat sejuk. Setelah muncul tunasnya, tunggulah hingga kira-kira panjangnya lebih 5 cm. Setelah itu, tanaman kemangi dapat dipindah ke media yang lebih besar seperti polybag atau pot.


13. Tanaman Pandan


Pandan merupakan tanaman yang memiliki aroma wangi dan terdapat duri di sekeliling daunnya. Namun duri tersebut tidak terlalu tajam, jadi masih aman untuk dipegang.


Pandan biasanya dimanfaatkan untuk pengharum masakan, pewarna makanan, dan bahkan bisa juga dibuat minuman. Selain itu, tak hanya pada bidang pangan saja pandan dapat dimanfaatkan. Melainkan, pandan dapat juga dibuat menjadi kerajinan anyaman, mulai dari tikar, tas, kotak tisu, dan masih banyak lagi.


Untuk pembudidayaannya, pandan tergolong mudah untuk ditanam di daerah berilkim tropis. Biasanya tanah yang digunakan untuk menanam pandan dapat menggunakan tanah yang lembab. Sesuai habitatnya, memang tanaman pandan banyak tumbuh di sekitar sungai atau tempat berair.


Apabila ingin menanam pandan dalam polybag atau pot, hal tersebut bisa juga dilakukan dengan mengambil tunas yang muncul disekitar akar pandan. Kemudian pindahkan ke dalam polybag atau pot.


14. Tanaman Sirih


Sirih merupakan salah satu jenis tanaman merambat yang kaya akan manfaat, mulai dari mengobati mimisan, mengobati luka bakar, mengobati batuk, dan masih banyak lagi.


Sirih sendiri memiliki beragam jenis, yaitu sirih hijau, sirih merah, sirih gading, sirih keraton, dan masih banyak lagi. Dari kesekian jenis sirih tersebut ada sirih yang dapat hidup di dalam air, yaitu sirih gading. Biasanya jenis sirih gading dapat digunakan sebagai hiasan aquarium.


Dalam pembudidayaannya, sirih juga termasuk mudah dibudidayakan. Meskipun hanya memiliki lahan yang minim, menanam sirih masih bisa dilakukan, yaitu ditanam menggunakan media pot atau polybag.


Saat penanamannya pun juga harus diperhatikan dengan memberikan media rambat, bisa berupa kayu, tembok, atau pohon yang tumbuh di dekatnya. Atau bisa juga menggantung tanaman sirih menggunakan pot gantung supaya lebih terkesan indah dan menarik.


15. Tanaman Loncang


Loncang atau biasa dikenal dengan nama daun bawang merupakan tanaman yang memiliki daun panjang dan terdapat rongga di dalamnya. Loncang banyak dimanfaatkan untuk campuran saat membuat martabak, menggoreng telur, dan membuat gorengan seperti bakwan.


Loncang dapat tumbuh subur pada tanah yang sedikit kering dan tidak basah. Karena apabila tanah yang digunakan untuk menanam loncang basah, dapat dipastikan tanaman loncang tidak dapat tumbuh dengan baik dan akhirnya membusuk.


Media tanam untuk menanam loncang juga tidak terlalu rumit, cukup gunakan polybag atau pot saja loncang sudah bisa tumbuh subur dan tentunya diiringi dengan perawatan yang maksimal supaya dapat diperoleh kualitas loncang yang baik dan bagus.


Bibitnya dapat menggunakan potongan akar dan batang loncang yang didapat dari membeli sayuran loncang. Usahakan saat pemotongan akar loncang tidak terlalu mepet agar nantinya bagian yang disisakan dapat tumbuh kembali saat ditanam.


Akhir Kata

Itulah beberapa jenis tanaman yang dapat ditanam di pekarangan rumah dan menguntungkan. Serta cukup sekian saja pembahasan kali ini, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.