10 Jenis Ikan Sungai di Indonesia

10 Jenis Ikan Sungai di Indonesia


Sungai-sungai di Indonesia menyimpan kekayaan hayati yang melimpah, mulai dari ikan lokal yang beragam jenisnya sampai dengan tumbuh-tumbuhan disekitar sungai yang juga banyak jenisnya. Namun seiring perkembangan zaman sekarang ini, ikan-ikan lokal mulai tergerus jumlahnya.


Dikarenakan invasifnya ikan pendatang yang bukan asli Indonesia mulai berkembang dan memasuki kawasan sungai yang kelamaan menggeser perkembangan ikan lokal. Selain itu adanya perilaku pembuangan sampah maupun limbah ke sungai yang cukup marak terjadi juga menjadi penyebab terancamnya ekosistem ikan-ikan lokal di sungai Indonesia.


Sebagai contoh, sekarang ini ikan sapu-sapu yang bukan asli Indonesia sudah berkembang dengan cepat dan menyebar luas di perairan Indonesia. Serta daya tahan ikan sapu-sapu yang cukup kuat, yaitu mampu hidup dalam kondisi air yang tercemar. Maka dari itu tak heran kebanyakan sungai-sungai yang tercemar isinya hanya ikan sapu-sapu.


Untuk itu perlunya peran kita semua untuk menjaga kelestarian sungai maupun wilayah perairan lainnya di Indonesia. Dengan sungai yang lestari tentunya ekosistem di dalamnya akan tetap terjaga dan terhindar dari kepunahan. Selain itu juga kita juga akan merasa senang ketika melihat sungai yang masih lestari dan dapat memanfaatkannya.


Namun, saat memanfaatkannya pun tidak perlu berlebihan serta juga harus disertai dengan kegiatan pembudidayaan ikan-ikan lokal di alamnya maupun di tempat buatan. Dengan adanya hal tersebut, maka kita semua pun turut merasakan manfaatnya, mulai dari keindahan ikan sampai dengan untuk pemanfaatan konsumsi.


Pada kesempatan kali ini akan disajikan beberapa jenis ikan sungai yang ada di Indonesia. Serta ikan ini juga kerap kali di temui oleh para pemancing yang sedang mancing di sungai. Umumnya ikan-ikan ini juga kerap kali mudah dijumpai saat kita sedang berada di sungai. Akan tetapi tergantung juga dengan tingkat keasrian sungainya, dan kebanyakan ikan ini masih mudah ditemukan di sungai yang belum tercemar.


Beberapa jenis ikan sungai di Indonesia adalah sebagai berikut


1. Ikan Wader Pari



Ikan ini mempunyai ukuran tubuh yang relatif kecil dan berwarna kekuningan perak pada tubuhnya. Biasanya ikan wader pari dapat ditemukan di perairan dangkal di sungai dengan berarus air mengalir. Selain itu juga dapat ditemukan di parit sekitar persawahan. Ukuran dari ikan ini dapat mencapai panjang 17 cm. Namun untuk menemui ukuran tersebut sangat sulit dan keberadaannya paling di alam liar.


Ikan wader pari ini juga banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, terlebih rasanya yang gurih dan renyah menambah sensasi kelezatannya. Dulunya ikan ini hanya dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan, namun lama-kelamaan olahan ikan ini mulai tersedia di restoran khas nusantara dan mulai digemari banyak orang.


2. Ikan Wader Bintik Dua



Ikan wader jenis ini mempunyai ciri khas berupa bintik pada ekor dan sirip atasnya. Maka dari itu namanya pun disebut dengan ikan wader bintik dua. Umumnya ikan ini dapat dijumpai di perairan dangkal sungai yang berarus atau juga di parit sekitar persawahan.


Ukurannya juga tergolong relatif kecil, yaitu dapat tumbuh sekitar 10 cm. Sehingga menjadikan wader jenis ini punya ukuran paling kecil. Sama seperti jenis wader pari, ikan ini juga digemari oleh masyarakat Indonesia untuk diolah menjadi peyek maupun keripik wader.


3. Ikan Uceng



Untuk ikan uceng ini keberadaannya sangat jarang ditemukan, sebab ikan ini dapat menjadi pertanda suatu sungai yang masih asri. Apabila di suatu sungai masih banyak ditemukan ikan uceng, kemungkinan sungai tersebut masih terjaga kelestariannya. Habitat persebaran ikan ini di daerah dataran tinggi, contohnya di daerah temanggung.


Di habitatnya ikan uceng akan bersembunyi di balik batu ketika siang hari dan akan keluar pada malam hari untuk mencari makan. Makanan ikan uceng berupa lumut, protozoa, dan cacing. Untuk menangkap ikan ini juga cukup sulit karena ikan ini sangat lincah. Maka salah satu cara menangkapnya yaitu dengan menjebaknya dengan bubu atau alat lainnya.


Namun ikan uceng juga masih bisa hidup di dataran rendah maupun di dalam aquarium. Asalkan kualitas airnya terjaga dan makanannya terpenuhi. Ciri khas dari ikan uceng adalah bentuknya yang panjang sekitar 10 cm dengan corak-corak yang menarik. Serta di mulutnya terdapat kumis halus berwarna putih.


4. Ikan Betutu/Boso



Ikan betutu ini mempunyai ukuran tubuh kecil sampai sedang dengan kepala yang besar. Untuk panjang tubuh maksimum bisa mencapai sekitar 65 cm, namun kebanyakan hanya antara 20–40 cm. Warna tubuhnya merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris.


Ikan ini malas untuk bergerak atau berpindah tempat. Ia cenderung diam saja di dasar perairan, sekalipun diusik. Hanya malam hari betutu agak aktif untuk mencari makan. Makanannya biasanya adalah udang, ikan kecil, kepiting, atau siput air. Ikan betutu dapat ditemukan di sungai-sungai di bagian yang terlindung, rawa, waduk, saluran air atau parit.


5. Ikan Tawes



Ikan tawes ini memiliki sisik perak yang mengkilap dan ekornya bercabang dua. Kebanyakan ikan ini menyukai perairan yang berarus dan dapat dijumpai di sungai, parit, maupun kolam. Memang ikan tawes ini banyak dibudidayakan sebagai ikan konsumsi. Ikan ini termasuk sebagai ikan herbivora yang suka memakan lumut dan daun-daun di sungai.


Selain itu, ikan tawes dapat tumbuh mencapai 40 cm. Bahkan pernah ditemukan ikan tawes berukuran 90 cm dan beratnya 13 kg di Malaysia. Namun untuk menemukan ikan dengan panjang tersebut sangat sulit dan jarang ditemukan. Mungkin berada di perairan yang masih liar dan dalam.


6. Ikan Hampala



Ikan ini mempunyai tubuh yang pipih dan memanjang dengan garis di tengah punggungnya atau di bawah sirip atasnya. Ekornya bercabang dua dengan warna kemerahan dengan pinggiran hitam. Di alam ikan ini menyukai perairan yang berarus deras dan dapat dijumpai di sungai, muara, atau waduk. Ikan hampala termasuk ikan karnivora yang memakan ikan kecil, serangga maupun cacing.


Ukurannya dapat mencapai 70 cm, namun sangat jarang untuk mendapatkan ukuran tersebut. Dan di tempat budidaya paling umum ukurannya 20-40 cm. Selain itu ikan ini juga disukai oleh para pemancing, sebab tarikannya yang begitu kuat dengan ditambah berada di air yang berarus. Tak heran banyak pemancing ikan di sungai yang mengincar ikan hampala untuk mendapatkannya.


7. Ikan Nilem



Ikan nilem merupakan ikan air tawar yang termasuk hewan herbivora, yang diketahui hidup dan menyebar di bagian perairan Asia Tenggara. Makanan ikan ini berupa fitoplankton, lumut, dan daun tumbuhan air. Ikan nilem juga termasuk ikan budidaya yang memang diternakkan untuk konsumsi, terutama di Pulau Jawa. Namun, ikan nilem juga disebarkan ke beberapa danau yang ada di daerah Sulawesi.


Ikan ini memiliki tubuh yang berukuran sedang, dan memiliki panjang total sampai 260 mm. Tinggi badannya yang pada awal sirip punggung berukuran 3-3,7 cm. Panjang kepalanya berukuran 4,1-4,5 cm yang berbanding dengan panjang standar. Moncongnya berbentuk agak membulat tumpul dengan bibir yang agak berlipat dan dapat ditarik keluar. Sungut ikan ini ada dua yang terletak di bawah mulutnya.


8. Ikan Baung



Ikan baung ini sekilas hampir mirip dengan ikan lele yang sama-sama memiliki kumis. Namun bentuk tubuhnya berbeda, ikan baung bentuknya pendek besar dengan sirip punggung yang lancip. Sedangkan lele bentuk tubuhnya panjang besar dan sirip punggungnya tidak lancip. Selain itu juga ikan baung mempunyai tigal patil (sengat) yaitu pada kedua siripnya dan sirip punggungnya.


Ikan baung ini tergolong ikan nokturnal yang aktif di malam hari untuk mencari makan. Makanannya berupa ikan kecil, cacing, dan serangga. Juga ikan ini dapat tumbuh hingga mencapai 20 cm. Ikan baung ditemukan sampai ke muara sungai di daerah pasang surut yang berair sedikit payau. Selain itu, ikan ini juga banyak ditemui di tempat-tempat yang letaknya di daerah banjir. Secara umum, baung dinyatakan sebagai ikan yang hidup di perairan umum seperti sungai, rawa, situ, danau, dan waduk.


9. Ikan Derbang



Ikan derbang atau wader merah merupakan ikan air tawar yang hidupnya suka bergerombol melawan arus sungai. Sebab disebut sebagai wader merah karena ekor dan pipinya ikan ini memiliki warna merah. Selain itu ikan ini juga dibudidayakan sebagai ikan konsumsi yang banyak digemari masyarakat.


Bentuk ikan derbang ini hampir mirip ikan nilem, yang bentuknya pipih memanjang dengan sisik berwarna mengkilap. Ukuran tubuhnya rata-rata sebesar 2-3 jarian orang dewasa. Ikan ini dapat dijumpai di sungai, parit, maupun waduk. Dan ada juga yang dibudidayakan di kolam. Karena bentuk dan warnanya yang menarik, tak jarang juga ikan ini dijadikan sebagai peliharaan di akuarium.


10. Ikan Gabus



Ikan gabus merupakan ikan predator yang rakus dan memangsa segala ikan yang ukurannya lebih kecil darinya. Tak jarang ikan ini dianggap sebagai ikan invasif di sungai maupun kolam karena bisa mengancam keberadaan ikan-ikan lainnya. Ukurannya pun bisa mencapai 60 cm dengan berat 4 kg. Sehingga menjadikan ikan gabus sebagai pemuncak rantai makanan.


Namun sekarang ini ikan gabus sudah mulai banyak dibudidayakan sebagai ikan konsumsi maupun peliharaan. Di pasaran ikan ini cukup banyak peminatnya dan beredar pula kabar tentang khasiat ikan gabus yang bermanfaat bagi kesehatan. Bentuk ikan gabus sekilas kepalanya mirip dengan ular dengan badan yang memanjang, maka dari itu ada yang menyebutnya dengan ikan kepala ular.


Ikan ini dapat dijumpai di sungai, rawa-rawa, kolam, parit, maupun waduk. Dan kemapuan ikan gabus yang membuatnya dapat bertahan lama di daratan menjadikan ikan ini cukup tahan banting. Selain itu juga ikan ini mampu mengambil oksigen langsung ke permukaan air dan dapat membenamkan diri ke dalam lubang saat musim kemarau.


Itulah beberapa jenis ikan yang dapat ditemui di sungai Indonesia yang harus kita jaga kelestariannya. Semoga dengan tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.