Tips Memilih Tanaman Terbaik untuk Aquaponik

Ide untuk mendapatkan makanan organik secara berkelanjutan adalah suatu hal yang telah menarik banyak petani untuk mencoba berkebun Aquaponik. Dengan Aquaponik, kita dapat menanam tanaman apa yang diinginkan. Tetapi ada satu pertanyaan pertama yang sering ditanyakan oleh para petani Aquaponik, yaitu “tanaman apa yang terbaik untuk ditanam pada sistem Aquaponik?”

Sebenarnya ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat ingin memilih tanaman Aquaponik, salah satunya menanam bibit tanaman yang dipilih. Beberapa tanaman dapat beradaptasi dengan baik saat sistem Aquaponik masih baru, sementara jenis tanaman lain yang butuh banyak nutrisi membutuhkan sistem Aquaponik yang lebih besar (sudah kompleks) untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Untuk mengetahui tanaman apa saja yang cocok ditanam pada sistem Aquaponik. Maka Anda pun dapat menyimak artikel ini untuk mengetahui jenis tanaman apa yang tumbuh paling baik dalam sistem Aquaponik. Yuk, mari disimak !!!

Bagaimana cara kerja kebun Aquaponik? 

Setidaknya hampir setiap orang memiliki beberapa pemahaman cara kerja tentang berkebun sayur biasa. Dalam metode berkebun tradisional, Anda menanam benih, menyiram dan sesekali menambahkan pupuk, menghilangkan gulma atau serangga hama, dan menunggu untuk melihat apakah tanaman tersebut akan tumbuh subur atau tidak. 

Sementara Aquaponik memiliki cara kerja secara berbeda dari metode tersebut, karena sistem Aquaponik bekerja dengan menciptakan siklus nitrogen. Dalam siklus ini ada tiga elemen utama, yaitu ikan, tumbuhan, dan bakteri. Di dalam tangki ikan, ikan menghasilkan kotoran ikan yang mengandung amonia. Kemudian air bersama kotoran tersebut dipompa menuju ke tempat penanaman tanaman. Dimana dengan bantuan bakteri atau mikroba, mereka mengubah kotoran ikan menjadi nitrit, lalu diubah menjadi nitrat.

Nitrat tersebutlah yang kemudian diserap oleh tanaman sebagai nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai imbalannya, akar tanaman akan membersihkan air di bedengan sebelum kembali lagi ke tangki ikan untuk kehidupan ikan. Inilah yang dinamakan siklus berkelanjutan di mana bakteri mengubah kotoran ikan menjadi nutrisi untuk tanaman, sementara tanaman memberikan air bersih untuk ikan. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tanaman terbaik untuk sistem Aquaponik

Hampir semua tanaman dapat ditanam dalam sistem Aquaponik. Namun, tanaman yang berbeda jenis memiliki kebutuhan yang berbeda dan berkembang dalam kondisi lingkungan yang berbeda pula. Sebelum Anda memilih tanaman mana yang akan ditanam dalam sistem Aquaponik, penting sekali untuk mempertimbangkan hal-hal berikut ini. 

1. Jenis sistem apa yang akan digunakan

Ada beberapa model dalam sistem Aquaponik, yaitu diantaranya bisa berupa sistem Aquaponik rakit apung, NFT, Aquaponik berbasis media dan lainnya. Hal ini juga akan mempengaruhi jenis struktur akar yang dimiliki tanaman. Tanaman dengan struktur akar kecil akan tumbuh dengan baik di sistem rakit apung, sedangkan tanaman dengan akar lebat dapat tumbuh dengan baik di sistem bedengan.


2. Persyaratan Tanaman 

Ada beberapa persyaran pemilihan tanaman yang dapat dipertimbangkan, diantaranya adalah memilih jenis tanaman yang dapat berkembang sesuai dengan kisaran pH normal, jenis air yang digunakan, dan suhu lingkungan. Hal ini merupakan sebuah kriteria dalam memastikan bahwa Anda dapat menyesuaikan pH, jenis air, dan suhu ke kisaran ideal yang dapat diterima oleh tanaman yang dipilih.

3. Lingkungan

Jumlah sinar matahari, suhu, dan hujan semuanya merupakan komponen penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Jika Anda memutuskan untuk menanam di luar ruangan, pilihlah berbagai sayuran yang akan tumbuh paling baik di iklim lingkungan Anda.

Anda dapat menggunakan rumah kaca atau juga bisa di dalam ruangan, tetapi bila di dalam ruangan maka perlu juga menemukan tanaman yang tumbuh dengan baik dengan sinar matahari terbatas atau buatan. Namun Anda pun juga harus mengetahui tanaman apa yang mudah ditemukan serta dapat tumbuh dengan baik di lingkungan Anda.

Kalau sudah menemukan tanaman yang cocok, maka tinggal membuat bibitnya dan tunggulah sampai berkembang, lalu siap tanam.

4. Lahan yang tersedia

Hal ini mengacu pada ukuran lahan yang tersedia untuk membuat sistem Aquaponik. Beberapa tanaman membutuhkan lebih banyak lahan daripada yang lain. Jadi, pertimbangkanlah dengan cermat lahan yang dibutuhkan oleh tanaman yang dipilih.

5. Jumlah Ikan dalam tangki ikan

Penting untuk mempertimbangkan rasio jumlah ikan yang akan dipelihara dalam tangki. Jika Anda berencana memelihara banyak ikan, maka akan membutuhkan lebih banyak tanaman untuk menyerap semua nutrisi dari kotoran ikan tersebut. Sehingga nantinya kotoran ikan tidak mencemari air dan membuat kondisi air kurang baik untuk ikan.

6. Apa yang ingin Anda tanam

Berkebun Aquaponik cenderung lebih baik ketika Anda menanam tanaman yang bisa dimakan dan dijual. Memikirkan apa yang ingin dicapai dalam sistem Aquaponik akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik tentang tanaman apa yang akan ditanam di sistem Aquaponik. 

Tanaman Terbaik untuk Sistem Aquaponik


Berikut adalah daftar tanaman yang dapat tumbuh dengan baik menggunakan metode Aquaponik.

Sistem Rakit atau Deep Water Culture (DWC)

Faktor yang dapat dipertimbangkan untuk memilih sistem rakit atau DWC.

  • Berat : Rakit apung biasanya memiliki umur yang tahan lama, tetapi hanya dapat menopang tanaman dengan bobot yang lebih ringan. Tanaman terbaik untuk sistem rakit apung adalah yang berukuran kecil dan ringan, seperti selada dan sawi.

  • Ramah Air : Pilih tanaman yang akarnya suka terendam air. Jadi tanaman tersebut apabila ditanam menggunakan air atau kelamaan terkena air tidak akan mudah membusuk.

  • Potensi Panen : Jika Anda ingin menanam untuk tujuan komersial, maka tanaman tersebut tentunya adalah yang bisa memberikan keuntungan. Umumnya jenis tanaman untuk tujuan komersial adalah golongan sayuran.

Tanaman Terbaik untuk Sistem Rakit atau DWC

1. Selada 

  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 6,2
  • Suhu : antara 60° hingga 70° F

Selada adalah salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik karena merupakan salah satu yang paling mudah untuk tumbuh dalam metode Aquaponik apapun. Selada membutuhkan sedikit perawatan dan memiliki kebutuhan nutrisi yang rendah. Dengan siklus tumbuh yang pendek dan permintaan pasar yang tinggi, selada merupakan tanaman Aquaponik yang paling populer.

Selada menyukai sinar matahari, jadi posisikan dimana mereka pada tempat yang bisa mendapatkan sinar matahari selama 5 jam setiap hari. Jika Anda memiliki set dalam ruangan, pastikan mereka mendapatkan cukup cahaya dari lampu untuk penerangannya.

2. Kemangi 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 5,5 hingga 6,5
  • Suhu : antara 65° hingga 85° F

Kemangi secara alami toleran terhadap panas dan kelembaban, sehingga menjadikannya salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik. Tanaman ini tumbuh cepat, dapat dipanen dalam waktu 25 hari.

Untuk memastikan kemangi Anda terus tumbuh, jangan buang lebih dari sepertiga tanaman saat panen. Jadi Anda dapat menyisakan beberapa bagian agar tanaman dapat tumbuh lagi. Kemangi menyukai cuaca hangat, jadi letakkan di tempat dimana mereka dapat menikmati sinar matahari selama 6 jam hingga 8 jam setiap hari.

3. Kale 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6 hingga 7,5
  • Suhu : antara 55° hingga 70° F

Kale mudah tumbuh dan memiliki kebutuhan nutrisi yang rendah, menjadikannya salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik. Kale lebih menyukai suhu yang lebih dingin dan dapat dipanen dalam waktu 5 hingga 6 minggu. Anda dapat menanam tanaman kale langsung di bawah sinar matahari, tetapi Anda harus memberikan naungan parsial ketika iklim menjadi terlalu panas.

4. Kubis 


  • Kebutuhan nutrisi : Tinggi 
  • Persyaratan pH : antara 6,2 hingga 6,6
  • Suhu : antara 45° hingga 75° F

Kubis adalah salah satu tanaman yang paling mudah ditanam di Aquaponik. Tumbuh baik dalam kisaran pH antara 6,2 dan 6,6 dengan suhu 60 hingga 70 F. Kubis membutuhkan sedikit perawatan dan menyukai matahari. Jadi tanam mereka di lokasi dimana mereka bisa mendapatkan setidaknya 6 jam sinar matahari setiap hari.

5. Swiss Chard 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 7,5 
  • Suhu : antara 60° hingga 75° F

Swiss Chard adalah tanaman yang unik karena batangnya memiliki warna yang beragam. Tanaman ini adalah tanaman starter yang sempurna untuk Aquaponik karena memiliki kebutuhan nutrisi yang rendah. Swiss Chard dapat dipanen seluruhnya atau sebagian setelah 4 sampai 5 minggu dari masa penanaman.

6. Bok Choy


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 7,5
  • Suhu : antara 30° F 

Bok Choy adalah sejenis sawi populer yang merupakan pilihan yang sangat baik untuk sistem Aquaponik rakit apung. Meskipun bok choy sedikit lebih berat, hal itu masih salah satu tanaman terbaik untuk tumbuh dalam sistem rakit apung. Pastikan media rakit Anda kokoh dan jangan membebani rakit dengan terlalu banyak tanaman bok choy. Waktu tumbuh untuk bok choy adalah 8 sampai 11 minggu dari biji.

7. Mint 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,5 hingga 7,0 
  • Suhu : antara 65° hingga 70° F 

Mint memiliki beberapa varietas untuk dipilih, dan semuanya tumbuh dengan baik di Aquaponik. Tanaman mint menyukai naungan parsial dari matahari. Dalam menanam mint, disarankan untuk memberi jarak 18 hingga 24 inci di antara setiap media rakit untuk memastikan kemudahan akses dan untuk menghindari akar bersaing mendapatkan air dan nutrisi.


8. Selada Air 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,5 hingga 7,5 
  • Suhu : antara 50° hingga 60° F 

Selada air menyukai air dan tumbuh sangat cepat, menjadikannya salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik. Tanaman ini adalah tanaman yang populer di kalangan petani Aquaponik karena selain kaya nutrisi, juga cepat tumbuh. Selain itu perawatannya juga tergolong mudah saat ditanam dengan metode Aquaponik.

Tanaman Terbaik untuk Nutrient Film Technique (NFT) 

Untuk menghindari penyumbatan pipa pada sistem NFT, disarankan untuk menanam tanaman dengan akar yang dangkal. Biasanya tanaman terbaik untuk NFT adalah selada, kale, kubis, kemangi, dan berikut ini : 

1. Arugula 


  • Kebutuhan nutrisi :  Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 7,0
  • Suhu : antara 45° hingga 65° F 

Tanaman Arugula yang mudah tumbuh membutuhkan nutrisi yang rendah untuk tumbuh, menjadikannya salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik. Arugula menyukai cuaca dingin, sehingga membutuhkan naungan parsial selama cuaca hangat karena terlalu banyak sinar matahari akan membuat tanaman ini lesu. Arugula akan menjadi tanaman yang bagus untuk kebun Aquaponik Anda.

2. Bayam 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 7,0 
  • Suhu : antara 45° hingga 75° F

Bayam adalah makanan super klasik dan merupakan salah satu sayuran hijau terbaik yang dapat Anda tanam di kebun Aquaponik. Bayam tidak memiliki akar yang panjang, jadi tanaman ini ideal untuk sistem NFT atau rakit karena tidak membutuhkan jangkauan yang dalam untuk tumbuh. Satu hal yang perlu diingat dalam menanam bayam di Aquaponik adalah tanaman ini memerlukan sinar matahari yang cukup.


3. Peterseli 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : 6,0 hingga 7,0
  • Suhu : 60° hingga 80° F 

Peterseli adalah salah satu tanaman terbaik dalam Aquaponik karena bukan tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh. Tanaman peterseli dapat ditanam di tempat yang terkena sinar matahari setidaknya 8 jam setiap hari, tetapi peterseli akan membutuhkan naungan parsial saat iklimnya terlalu panas.

Tanaman peterseli dapat membantu tanaman lain tumbuh lebih kuat, dan Anda pun dapat mengkombinasikan tanaman peterseli dengan tomat dan cabai.

4. Dill


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 5,5 hingga 6,5
  • Suhu : antara 60° hingga 70° F 

Tanaman Dill menyukai sinar matahari, jadi tempat terbaik untuk menanam tanaman dill adalah di tempat yang mendapat penyinaran matahari cukup. Anda pun juga dapat memastikan tanamannya setidaknya 8 jam dapat memperoleh akses ke sinar matahari langsung. 

5. Stroberi 


  • Kebutuhan nutrisi : Sedang hingga tinggi
  • Persyaratan pH : antara 5,,5 hingga 6,5
  • Suhu : antara 60° hingga 80° F 

Stroberi adalah salah satu tanaman terbaik untuk sistem NFT atau Aquaponik vertikal. Tanaman ini tumbuh dan berkembang biak dengan cepat, dan buahnya yang lezat sangat menyenangkan untuk dimiliki dalam sistem Aquaponik. Stroberi adalah tanaman berbuah, dan mereka membutuhkan lebih banyak nutrisi tambahan daripada sayuran hijau. Jadi lebih baik Anda menambahkan nutrisi ke sistem Aquaponik Anda.

Tanaman Terbaik untuk Sistem Aquaponik Media Bed 

Sistem Aquaponik media bed dapat digunakan oleh hampir semua tanaman, termasuk tanaman yang tidak tumbuh dengan baik pada metode Aquaponik lainnya, antara lain : 

1. Tomat 


  • Kebutuhan nutrisi : Tinggi 
  • Persyaratan pH : antara 5,5 hingga 6,5 
  • Suhu : antara 65° hingga 85° F 

Tomat adalah pilihan populer untuk petani Aquaponik, tetapi tanaman tersebut membutuhkan banyak nutrisi untuk berkembang, sehingga lebih cocok ditanam pada sistem Aquaponik yang lebih besar dan mapan. Ada banyak varietas tomat, dan semuanya memiliki karakteristik yang sama. Tomat menyukai banyak sinar matahari dan dapat tumbuh hingga 6 kaki, jadi Anda perlu mendukung strukturnya untuk memastikannya tumbuh ke atas dengan baik.

2. Sage 


  • Kebutuhan nutrisi : Tinggi 
  • Persyaratan pH : antara 6,5 hingga 7,0 
  • Suhu : antara 60° hingga 70° F 

Sage adalah ramuan hijau keabu-abuan yang mudah tumbuh dan ideal untuk Aquaponik. Sage tumbuh dengan baik di media tanam Aquaponik dan suka menerima sinar matahari penuh minimal 8 jam setiap hari.

3. Cabai 


  • Kebutuhan nutrisi : Sedang hingga tinggi
  • Persyaratan pH : antara 5,5 hingga 6,5
  • Suhu : antara 60° hingga 75° F 

Cabai adalah rempah-rempah paling populer di seluruh dunia dan salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik. Mereka mudah dikelola dan membutuhkan kebutuhan nutrisi sedang hingga tinggi. Cabai tumbuh paling baik di iklim yang lebih hangat, jadi jika Anda tinggal di iklim yang sejuk, Anda perlu menanamnya di dalam ruangan untuk menyediakan sinar matahari buatan agar tetap hangat.

4. Brokoli 


  • Kebutuhan nutrisi : Tinggi 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 7,0 
  • Suhu : antara 55° hingga 65° F

Brokoli merupakan tanaman yang bagus untuk Aquaponik, sehingga tumbuh baik pada media bedengan dengan sistem banjir dan saluran air. Brokoli membutuhkan setidaknya 6 jam sinar matahari untuk berkembang dalam sistem Aquaponik. Jadi pastikan Anda dapat memberikan persyaratan ini jika berencana untuk menambahkan brokoli ke dalam sistem Anda.

Tips Menanam di Aquaponik 

Jika Anda menanam di Aquaponik yang masih baru, pertama pasanglah media tanamnya, menanam bibit lebih disarankan daripada biji. Bibit dapat mulai tumbuh berkembang ketika ditanam dan mulai menyerap nutrisi sendiri.

Untuk menyiapkan bibit yang akan ditanam, rendam dalam ember berisi air terlebih dahulu. Kemudian setelah itu pindahkan pada media tanam yang terdapat pada sistem Aquaponik.

Penting untuk mengatur jarak penanaman, sehingga Anda tidak akan kesulitan ketika memanen tanaman pada saat waktu yang berbeda. Tanam tanaman yang tumbuh cepat di samping tanaman yang tumbuh lambat sehingga ketika tumbuh cepat, Anda tetap menanam tanaman baru sepanjang waktu.

Dengan menjaga bedengan tetap teraliri air, Anda dapat memastikan bahwa selalu ada tanaman yang menyerap nutrisi yang berasal dari kotoran ikan. Jika Anda berencana untuk menanam beberapa sayuran yang sama, ubah periode pertumbuhannya sehingga Anda mendapatkan panen dalam waktu yang berbeda. 

Akhir Kata 

Aquaponik badalah alternatif yang sangat baik untuk metode pertanian tradisional dan dapat meningkatkan ketahanan pangan. Dengan pilihan sempurna untuk tanaman terbaik untuk tumbuh di sistem Aquaponik, Anda berada di pilihan yang benar untuk menuju sukses berkebun Aquaponik. Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga dapat bermanfaat.