Tips Memilih Ikan Terbaik untuk Aquaponik


Jika Anda memutuskan untuk membuat sistem Aquaponik sendiri, ada salah satu keputusan penting yang harus dipikirkan, yaitu memilih spesies ikan apa yang akan dipelihara. Selain ikan ada juga tanaman, dan bakteri yang memainkan peran penting dalam sistem Aquaponik. Ikan sendiri mempunyai fungsi sebagai sumber pupuk alami bagi tanaman untuk berkembang.
Untuk membangun sistem Aquaponik yang sukses, Anda harus memiliki pertimbangan saat memilih ikan yang akan dipelihara dan pastikan ikan tersebut sesuai dengan kondisi iklim, lokasi, dan ketersediaannya di tempat Anda. Penting juga untuk merencanakan jenis sayuran yang ingin ditanam dan memasangkannya dengan ikan yang dipilih. Karena ikan dan tanaman tertentu dapat tumbuh subur pada suhu dan tingkat pH yang sesuai.

Ada banyak jenis ikan yang bisa dipelihara di Aquaponik. Mulai dari yang berukuran besar, kecil, dan dapat dimakan, atau hanya sebagai hiasan. Anda pun dapat memilih ikan yang sesuai dengan kebutuhan. Namun, tidak semua ikan dapat digunakan dalam sistem Aquaponik, jadi Anda harus memilih spesies ikan yang akan bertahan dan berkembang di sistem Aquaponik agar berhasil.

Apa yang harus dipertimbangkan saat memilih ikan

Apakah ikan yang Anda pelihara untuk dimanfaatkan sendiri, untuk komersial, atau rekreasi? Selain menyediakan nutrisi bagi tanaman, penting untuk mengetahui dan merencanakan tujuan memelihara ikan dalam sistem Aquaponik. Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih ikan terbaik untuk sistem Aquaponik.


1. Temperatur

Beberapa ikan dapat tumbuh dengan baik di air dingin, sementara beberapa ikan juga tumbuh dengan baik di air hangat. Ikan berdarah dingin, memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam suhu air dingin.

Jadi hal pertama yang harus Anda pertimbangkan adalah, Apakah ikan yang dipelihara dapat tumbuh dan mampu bertahan dalam kisaran suhu di lokasi Anda? Ikan berkembang biak pada suhu tertentu, dan suhu yang stabil dalam kisaran toleransi yang tepat membuat ikan tetap sehat dan membantu mereka tumbuh lebih cepat.

Mengetahui perubahan suhu dan preferensi suhu ikan yang ingin Anda pelihara akan membantu memilih ikan terbaik untuk sistem Aquaponik Anda.

2. Ketersediaan ikan di lokasi Anda

Hal penting berikutnya yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan ikan di lokasi Anda. Kemudahan memperoleh bibit juga penting dalam memilih ikan yang terbaik untuk dipelihara dalam sistem Aquaponik Anda. Nila adalah spesies ikan yang paling umum digunakan dalam Aquaponik karena tersedia di sebagian besar daerah.

3. Jenis ikan dan cara perawatan

Beberapa ikan kuat dan membutuhkan sedikit perawatan, sementara yang lain sensitif dan sulit untuk dipelihara. Pilihlah ikan yang kuat dan kebal terhadap penyakit serta parasit. Jika Anda tidak ingin menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk mempertahankan sistem Aquaponik Anda. Ikan nila dan koi adalah ikan yang kuat dan bagus yang bisa Anda pertimbangkan untuk dipelihara dalam Aquaponik. 

4. Persyaratan ukuran ruang yang tersedia

Pastikan untuk mengetahui ukuran ikan yang Anda pelihara saat sudah dewasa. Jadi, saat menentukan ukuran tangki ikan yang dibutuhkan bisa sesuai atau pas. Ruang yang tersedia di tangki ikan akan menentukan jenis dan jumlah ikan yang cocok untuk sistem Aquaponik Anda. Beberapa ikan membutuhkan ruang untuk berkembang, jadi perhatikan ukuran dewasa maksimum ikan yang akan Anda pelihara.

Misalnya, ikan lele dapat tumbuh hingga 40-60 cm, jadi mereka membutuhkan tangki ikan besar minimal 250 cm. Koi juga membutuhkan tangki ikan yang besar atau kolam besar untuk berkembang.

5. Kapasitas filtrasi

Kapasitas filtrasi dalam sistem Aquaponik dapat menentukan berapa banyak ikan yang bisa Anda pelihara di tangki ikan. Anda perlu menyeimbangkan kebutuhan ikan dan kapasitas tanaman agar tidak terlalu banyak atau kurang jumlah ikan yang dipelihara, karena tangki ikan yang penuh sesak dapat mengganggu tingkat oksigen di dalam air. Sebagai aturan umum, Anda harus memiliki panjang ikan 1 inci per galon air. 

6. Kebiasaan berkembangbiak

Kebiasaan berkembangbiak ikan juga penting dalam memilih ikan untuk dipelihara dalam sistem Aquaponik. Beberapa spesies ikan tidak berkembangbiak di penangkaran, sementara spesies ikan lain seperti nila berkembangbiak dengan mudah dan cepat. Terkadang spesies ikan yang berkembang biak dengan mudah dan cepat. Terkadang spesies ikan yang berkembangbiak dengan cepat dapat menimbulkan masalah dalam sistem yang dibangun dan menyebabkan masalah kepadatan penebaran ikan. Anda mungkin perlu memiliki tangki terpisah untuk membiakkan ikan untuk bertelur dan menjaga agar ikan muda tetap hidup dan sehat.


7. Jenis kategori ikan

Kategori ikan adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan ikan untuk sistem Aquaponik Anda. Pilihan makanan ikan dan ketersediaan nutrisi makanan ikan dapat mempengaruhi biaya pemeliharaan sistem Anda. Ikan membutuhkan keseimbangan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, lemak, dan mineral yang tepat untuk tumbuh sehat.

Ikan diklasifikasikan menjadi empat kelompok berdasarkan pola makanannya. Kelompok ini adalah Herbivora, Karnivora, Omnivora, dan Detritivora. 

Ikan herbivora memakan tumbuhan, buah-buahan, dan ganggang. Mereka memiliki usus khusus yang dirancang untuk memecah masalah tanaman, dan mereka membutuhkan makan lebih sering karena mereka tidak memiliki perut untuk menampung makanan dalam jumlah besar.

Ikan omnivora memakan sayuran dan daging kecuali beberapa biji-bijian dan tanaman yang tidak dapat mereka cerna. Mereka adalah ikan yang sangat baik untuk dipelihara karena mereka mudah diberi makan. Ikan omnivora juga memakan makanan hidup dan serpihan.

Ikan karnivora memakan makanan hidup dan pemakan daging. Mereka memiliki mulut besar dan gigi runcing tajam yang dapat menangkap dan merobek mangsanya. Ikan karnivora juga memiliki perut yang sangat besar dan dapat menelan makanannya tanpa mengunyah. Mereka bukan ikan yang baik untuk dipelihara dengan ikan lain di tangki yang sama karena mereka akan memakan ikan lain.

Kualitas Air untuk Ikan

a. Amonia

Amonia dan nitrit beracun bagi ikan. Amonia dan nitrit dianggap berbahaya bila kadarnya di atas 1 mg/liter, meskipun kadar senyawa ini dapat menyebabkan stres ikan dan penyakit ikan lainnya. Bakteri menguntungkan atau biofilter bertanggung jawab untuk mengubah amonia dan nitrit menjadi nitrat yang dapat menjadi nutrisi untuk tanaman.

b. pH 

Ikan dapat mentolerir berbagai pH, tetapi mereka berkembang pada tingkat pH kisaran 6,5 - 8,5. Perubahan besar dalam tingkat pH dalam waktu singkat dapat menyebabkan masalah bagi ikan. Jadi penting untuk menjaga pH tetap stabil. Untuk mencegah perubahan pH yang besar, buffering dengan karbohidrat dianjurkan.

c. Oksigen terlarut

Oksigen terlarut (OT) penting untuk pertumbuhan ikan dan bakteri menguntungkan yang mengubah kotoran ikan menjadi nutrisi bagi tanaman. Direkomendasikan kadar OT dalam sistem Aquaponik harus dipertahankan pada 5ppm atau lebih tinggi. Jika tingkat OT di sistem Anda terlalu rendah, tingkatkan aerasi dengan menggunakan pompa yang lebih besar atau menambahkan batu udara. Jangan terlalu banyak menimbun ikan di sistem Aquaponik untuk menghindari tingkat OT yang rendah.

d. Cahaya dan kegelapan 

Tingkat cahaya di tangki ikan harus dikurangi untuk mencegah pertumbuhan alga, tetapi tidak boleh benar-benar gelap, karena ikan akan mengalami stres dan ketakutan ketika tangki ikan yang benar-benar gelap terkena cahaya secara tiba-tiba. Cahaya yang ideal adalah dengan cahaya alami serta tidak melalui naungan, sehingga dapat mencegah pertumbuhan alga dan mencegah stres pada ikan.

Ikan Terbaik untuk Digunakan dalam Sistem Aquaponik

1. Ikan Nila 


Nila adalah ikan terbaik untuk dipelihara dengan sistem Aquaponik, karena mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi air yang kurang ideal. Mereka tahan terhadap banyak patogen, parasit, dan penanganan stres yang mudah. Nila adalah ikan yang kuat dan memiliki pola makan yang beragam. Mereka adalah omnivora, artinya mereka memakan makanan nabati dan hewani. Waktu panen untuk Nila adalah antara enam dan delapan bulan, tergantung pada seberapa hangat airnya, berapa banyak mereka diberi makan, dan ukuran ikan yang ingin Anda panen. Ikan nila mudah berkembang biak dalam sistem Aquaponik skala kecil dan menengah. Nila lebih menyukai suhu 25-32°C dan pH 6,5-9.

Keunggulan Ikan Nila 

  1. Tingkat pertumbuhan yang cepat (sekitar sembilan bulan dari benih hingga panen). 
  2. Ikan yang kuat dan dapat beradaptasi dengan lingkungannya.
  3. Enak disantap, dan rasanya enak.
  4. Kemampuan untuk bereproduksi cukup cepat.
  5. Mereka memiliki diet omnivora. 
  6. Mereka tidak membutuhkan banyak oksigen terlarut.
  7. Tipe pengumpan atas, jadi Anda dapat memberi makan dengan mudah dan menyesuaikannya.

Kekurangan Ikan Nila

  1. Mereka membutuhkan air hangat di atas 25°C.
  2. Kemampuan mereka untuk bereproduksi dengan cepat dapat menjadi masalah jika Anda memiliki sistem Aquaponik kecil, tetapi ada cara untuk mengatasi hal ini.
  3. Anda harus selalu menjaga air tetap hangat di iklim yang lebih dingin.

2. Ikan Lele


Lele adalah kelompok ikan yang sangat kuat dalam menoleransi perubahan oksigen terlarut, suhu, dan pH. Mereka juga tahan terhadap penyakit dan parasit. Ikan lele merupakan ikan yang paling mudah untuk dipelihara bagi pemula dalam Aquaponik, selain itu juga dapat menjadi pertimbangan bagi yang ingin membudidayakan ikan di lokasi yang pasokan listriknya tidak dapat diandalkan. Karena toleransinya yang tinggi terhadap kadar oksigen terlarut yang rendah dan kadar amonia yang tinggi, ikan lele dapat ditebar dengan kepadatan yang lebih tinggi, asalkan ada penyaringan mekanis yang cukup.

Lele adalah ikan bentuk, artinya mereka adalah pemakan dasar dan tidak teritorial serta mudah berkembang biak dan dibesarkan. Saat memelihara lele, disarankan untuk menggunakan tangki dengan ruang horizontal yang lebih besar daripada ruang vertikal agar ikan menyebar di bagian bawah. Ikan lain seperti nila juga dapat dibesarkan dengan ikan lele di dalam tangki yang sama. Lele berkembang pada suhu yang sama dengan nila 25-32°C dan membutuhkan pH 7-8. Mereka tumbuh relatif cepat dan dapat dipanen dalam waktu tiga bulan.

Keunggulan Ikan Lele

  1. Non-teritorial (bisa dibesarkan dengan ikan lain yang berukuran sama).
  2. Mereka dapat mentolerir suhu air yang berbeda.
  3. Ikan yang enak untuk dimakan.
  4. Memakan berbagai tanaman, serangga, ikan kecil, dan pelet.
  5. Mudah dibesarkan dan berkembang biak.

Kekurangan Ikan Lele

  1. Mereka membutuhkan makanan berprotein tinggi.
  2. Ikan lele tidak bersisik dan mudah stres atau terluka jika tidak ditangani dengan benar.
  3. Mereka sensitif terhadap kualitas air, suhu air, dan pH.

3. Ikan Koi


Koi adalah salah satu ikan hias yang paling populer digunakan dalam aquaponik. Koi memiliki umur yang panjang dan dapat berkembang biak serta hidup dengan nyaman dalam sistem aquaponik. Koi dapat bertahan hidup dari berbagai jenis makanan dan juga tahan penyakit serta parasit. Mereka tumbuh subur pada suhu 24-34° C dan tingkat pH 6,5-8.

Kelebihan Koi

  1. Tahan penyakit dan parasit.
  2. Mereka dapat bertahan hidup di berbagai suhu.
  3. Ikan hias yang menarik.
  4. Berumur panjang.

Kekurangan Koi

  1. Tidak cocok dijadikan sebagai ikan konsumsi.
  2. Mereka dapat menghasilkan kotoran berlebih seiring bertambahnya usia dan akan membutuhkan lebih banyak pembersihan untuk menjaga sistem tetap sehat.

4. Ikan Mas


Ikan Mas merupakan ikan hias yang sangat baik untuk aquaponik serta mudah dalam perawatannya. Mereka adalah spesies ikan tangguh yang dapat hidup di tingkat polusi air yang tinggi. Ikan mas lebih menyukai suhu 27-35° C dan lebih menyukai kisaran pH antara 6-8.

Keunggulan Ikan Mas

  1. Ikan hias cantik.
  2. Ikan yang kuat dan toleran terhadap perubahan pH.
  3. Mereka bisa hidup di air yang kotor.
  4. Menghasilkan banyak nutrisi dari kotorannya yang bermanfaat bagi tanaman.

Kekurangan Ikan Mas

  1. Tidak bisa bercampur dengan ikan lain dalam satu tangki.

Aklimatisasi Ikan

Aklimatisasi ikan ke dalam tangki ikan baru dapat membuat ikan stres, terutama dari transportasi aktual dari satu lokasi ke lokasi lain dalam kantong atau tangki kecil. Dua faktor utama yang menyebabkan ikan stres saat menyesuaikan diri adalah perubahan suhu dan pH. Untuk mengaklimatisasi ikan, simpan ikan baru dalam tangki kecil berisi air asli mereka dan tambahkan air dari yang baru secara perlahan sepanjang hari.

Perawatan Ikan

Ikan sangat bergantung pada air di tempat mereka hidup, sehingga perubahan air akan berdampak langsung pada kesehatan dan pertumbuhan mereka. Perubahan ini sering tidak terlihat oleh mata, sehingga Anda dapat memantau perubahan warna dan perilaku ikannya. Penting juga untuk menguji air secara teratur.

Gejala Penyakit yang harus diwaspadai

  1. Mata buram atau bengkak.
  2. Radang insang yang mengganggu.
  3. Perut buncit atau berongga.
  4. Sirip buram, rontok, terjepit, atau berjumbai.
  5. Luka, tumbuhnya jamur, bercak atau bintik putih keruh/abu-abu, atau perubahan warna pada kulit.
  6. Perilaku yang tidak biasa, (pola berenang yang tidak biasa, melesat di sekitar tangki dengan cara yang tidak wajar, menggantung di permukaan atau bersembunyi dan menjadi pemalu).

Penyebab Penyakit Ikan

Penyakit dapat dibawa oleh ikan baru, tumbuhan, makanan hidup, invertebrata, atau peralatan yang digunakan dalam sistem aquaponik. Maka dari itu harus ada keseimbangan di dalam tangki ikan untuk memastikan bahwa ikan tetap sehat. Seperti semua hewan, ikan juga dapat membawa bakteri, virus, jamur, dan parasit. Tidak semuanya berbahaya, tetapi beberapa mikroorganisme yang disebut patogen ini berpotensi menyebabkan penyakit.

Faktor-Faktor berikut dapat mempengaruhi ikan terserang penyakit.

  1. Lingkungan atau kualitas air yang buruk.
  2. Ikan menyendiri dan tidak bersama dengan ikan lain di tangki.
  3. Pola makan yang buruk atau tidak seimbang.
  4. Ikan mengalami stres atau belum beradaptasi.

Cara Mencegah Penyakit Ikan
  • Karantina ikan baru di aquarium terpisah selama dua minggu sebelum memasukkannya ke tangki ikan dalam sistem aquaponik yang sudah ada.

  • Beri makan ikan dengan pola makan yang baik, bervariasi, dan seimbang.

  • Jagalah agar kualitas air di sistem Anda tetap bersih, termasuk pembersihan filter jika Anda memasangnya di sistem Anda.

  • Pastikan sistem berada dalam parameter pH, amonia, nitrit, dan nitrat yang sesuai untuk ikan Anda.

  • Tambahkan aerasi ekstra, agar suplai oksigen terlarut tetap terjaga.

  • Kurangi frekuensi membuka dan menutup tangki dan meminimalkan menjaring ikan untuk memeriksanya.

  • Obati penyakit dengan segera setelah diidentifikasi.

Akhir Kata

Sangat penting bagi Anda untuk memilih ikan yang tepat untuk sistem aquaponik yang berhasil. Namun, Anda juga perlu menetapkan rutinitas pemeliharaan untuk mencegah penyakit pada ikan dan tanaman. Pilih ikan yang tumbuh subur di iklim dan lokasi Anda serta beri mereka makanan yang tepat, tidak hanya untuk kesehatan mereka tetapi juga kesehatan Anda jika berencana untuk memanen dan memakannya.

Terimakasih telah membaca artikel ini. Semoga dapat bermanfaat. Sekian...