Perbedaan Lubang Belut, Ular, dan Kepiting

Perbedaan Lubang Belut, Ular, dan Kepiting

Memancing merupakan kegiatan menangkap ikan menggunakan kail pancing yang diberi umpan. Terkadang saat sedang memancing merasa susah dan lama juga untuk mendapatkan ikannya. Memang untuk menjalankannya juga butuh kesabaran dan proses untuk bisa berhasil.


Umumnya tempat yang digunakan untuk memancing berupa sungai, kolam, danau, waduk, dan laut. Tapi ada satu lagi tempat yang tidak kebanyakan orang tahu, yaitu sawah. Pasti sebagian orang akan berpikir bahwa apakah bisa dapat ikan kalau memancing di sawah. 


Tentunya dapat, tapi untuk memancingnya bukan di tempat yang bernama mina padi. Mina padi adalah menanam padi sambil memelihara ikan di satu tempat yang sama, yaitu di sawah. Untuk tempat memancingnya bukan di tempat tersebut, kalaupun kita nekat memancingnya, bisa-bisa yang punya marah kepada kita karena sudah mencuri ikannya. 


Sebaiknya untuk memancing di sawah bukan di tempat yang ada mina padinya. Serta bisa memilih sawah biasa saja. Namun jangan salah sangka kalau memancing di sawah yang biasa saja tidak bisa mendapatkan ikan. Tentunya kita masih bisa mendapatkan ikan, namun bukan ikan yang mempunyai sirip maupun sisik pada umumnya, tetapi ikan yang dimaksud adalah belut. 


Iya, memang habitat yang disukai oleh belut adalah daerah persawahan yang terdapat air berlumpur. Belut tinggal di lubang yang dibuat di dalam lumpur yang berada di sawah. Serta memancing belut dapat dijadikan pilihan yang tepat bagi yang ingin mencobanya maupun sudah pengalaman.


Untuk memancing belut dapat menggunakan kail pancing yang berukuran keci dan memakai umpan berupa cacing, keong, atau anak katak. Kail pancing tadi diikat pada sebuah senar pancing yang tidak memakai joran/walesan.


Setelah semuanya siap, maka alat tadi bisa langsung digunakan untuk memancing belut. Akan tetapi, sebelum memulai memancing belut akan lebih baik kalau kita bisa membedakan mana lubang belut, lubang ular, dan lubang kepiting. Memang yang dapat membuat lubang di area sawah tidak hanya belut saja melainkan ketiga hewan tersebut juga dapat membuatnya. 


Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, atau ketika kita mau memancing belut malah salah memasukkan nya ke dalam lubang ular. Kalaupun kita tidak dapat ularnya pun tidak masalah, lain halnya kalau kita mendapatkan ularnya dan kail pancingnya tersangkut di mulutnya.


Bisa-bisa akan panik nantinya saat mengalami hal tersebut, serta tidak ada pilihan lain selain memutus kail pancing untuk melepaskannya. Namun bagi yang sudah terbiasa mengalaminya hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab tanpa diduga lubang yang kita anggap belut juga bisa berisi ular ataupun kepiting. Yang awal niatnya ingin mendapat belut berukuran besar, tapi kok malah ular yang berhasil didapatkan nya.


Untuk itu langsung saja kita bahas perbedaan lubang belut, ular, dan kepiting. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :


A. Lubang Belut 

  • Umumnya berbentuk bulat dan memiliki tekstur rata pada lubangnya.
  • Lubang belut biasanya terdapat air di dalamnya.
  • Lubang belut mengarah ke bawah dan tidak ke samping maupun ke atas.
  • Di sekitaran lubang belut biasanya terdapat sisa makanan seperti keong, namun tidak pasti selalu ada.

B. Lubang Ular

  • Umumnya berbentuk bulat maupun tidak beraturan.
  • Lubang ular umumnya akan mengarah ke atas maupun ke samping.
  • Di dalam lubang ular biasanya tidak terdapat airnya.

C. Lubang Kepiting 

  • Lubang kepiting berbentuk gepeng dan tidak beraturan.
  • Di sekitaran lubang kepiting biasanya terdapat gumpalan atau gundukan tanah.
  • Lubang kepiting akan saling terkait satu sama lainnya dengan lubang utama.
  • Di dalam lubang kepiting terdapat airnya.
  • Umumnya mengarah ke samping maupun ke atas.

Seperti itulah ciri-ciri perbedaan antara lubang belut, ular, dan kepiting. Tapi perlu diingat bahwa tidak selamanya yang awalnya kita sudah perkirakan bahwa lubang yang ingin dipancing adalah lubang belut, namun kenyataannya malah sebaliknya. Bisa juga isinya kepiting atau ular.