Peluang Bisnis Budidaya Ikan Julung-Julung Menggunakan Aquarium

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Julung-Julung Menggunakan Aquarium


Ikan Julung-Julung merupakan ikan air tawar yang dapat ditemukan di area irigasi atau parit. Mereka hidup di tempat tersebut secara berkelompok. Ada hal yang unik dari ikan ini, yaitu bentuk tubuhnya yang memanjang dengan mulut yang runcing.


Selain itu ikan ini berkembang biak dengan cara bertelur, namun telurnya tersebut tidak dikeluarkan dari perut betina. Melainkan ketika telur sudah menetas, anakan yang masih berupa larva lah yang akan dikeluarkan dari perut betina. Jadi telur tersebut disimpan di perut betina sampai menetas.


Meskipun ikan ini jarang sekali dilirik oleh penghobi ikan hias maupun peternak, namun ternyata ada peluang bisnis untuk membudidayakan ikan julung-julung. Ikan hasil budidaya tersebut dapat dijual ke penghobi ikan predator untuk dijadikan pakan, dan bahkan ikan ini juga dapat dijadikan konsumsi, contohnya peyek julung-julung.


Untuk cara membudidayakan ikan julung-julung dapat menggunakan wadah aquarium. Sebab ukuran tubuhnya yang kecil dan hanya mampu tumbuh dengan panjang 15 cm. Oleh karena itu penggunaan aquarium sebagai tempat budidaya adalah pilihan yang cocok.


Untuk langkah-langkah pembudidayaannya adalah sebagai berikut.


1. Memilih Indukan 

Sebelum memulai budidaya ikan julung-julung, ada baiknya kalau kita sudah tahu cara membedakan jenis kelamin ikan ini. Untuk cara membedakan jenis kelaminnya adalah sebagai berikut.


a. Jantan

  • Tubuhnya berbentuk ramping
  • Warna sirip & tubuh lebih beragam
  • Ukuran lebih kecil dibanding betina
  • Moncong mulut lebih panjang

b. Betina

  • Tubuhnya gendut pada perutnya
  • Warna tubuh & sirip tidak ketara
  • Ukuran lebih besar dibanding jantan
  • Moncong mulut lebih pendek

Seperti itulah cara membedakan jenis kelamin ikan julung-julung yang mudah diketahui. Untuk indukan yang siap memijah memiliki ciri-ciri berikut, bagi indukan betina perutnya akan terlihat membesar. Itu tandanya ada telur yang siap dibuahi oleh pejantan.


2. Penyiapan Tempat 

Untuk tempat pemijahan sendiri dapat menggunakan aquarium ukuran 40cm × 30cm × 30cm. Ukuran seperti itu sudah sangat pas untuk memijahkan ikan julung-julung. Namun ukuran aquarium yang digunakan bukan hal yang pasti, artinya kita bisa menggunakan ukuran yang lebih besar maupun lebih kecil.


Sebelum aquarium digunakan untuk memijahkan ikan julung-julung, usahakan sudah terisi air yang diendapkan sebelumnya. Serta di dalam aquarium diberi semacam tali rafia disisir-sisir yang nantinya berguna untuk tempat sembunyi anakan ikan julung-julung.


Kalau pun sudah seperti itu, langkah selanjutnya adalah memasukkan ikan julung-julung ke dalam aquarium. Jumlahnya yaitu 1 ekor ikan betina dan 2 ekor ikan jantan. Kalau mau dilebihkan dan divariasikan juga tidak masalah, asalkan tau kepadatan ikan di dalam aquarium.


Ikan julung-julung yang sudah melakukan pemijahan tidak langsung mengeluarkan telurnya. Biasanya memerlukan waktu beberapa hari sampai telurnya menetas. Namun ketika anakan sudah menetas di dalam perut, barulah dikeluarkannya.


Setelah sekiranya semua anakan keluar dari perut ikan betina. Maka yang selanjutnya dilakukan adalah memindahkan indukan pejantan serta induk betina yang sudah mengeluarkan anakannya. Untuk cara mengetahuinya kita bisa melihat bagian perut betina. Apakah perutnya mengecil atau belum, kalau sudah terlihat mengecil itu tandanya sudah mengeluarkan anakannya.


3. Pembesaran Anakan 

Setelah semua anakan keluar dari perut ikan betina, pada waktu itu tidak perlu untuk diberikan makan dahulu. Sebab anakan tersebut masih mempunyai cadangan kuning telur. Kira-kira sampai 3 hari barulah kita berikan makan.


Untuk makanannya dapat menggunakan artemia, cacing sutra maupun pelet bubuk. Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Serta jangan lupa untuk menjaga kualitas airnya agar anakan tidak mudah terserang penyakit.


Kalaupun terserang penyakit semacam jamur, kita bisa mengatasinya menggunakan garam ikan dengan cara memberikan ke dalam aquarium. Untuk kadar pemberian bisa disesuaikan dengan volume air yang ada di dalam aquarium.


4. Pemanenan

Untuk pemanenannya sendiri sebenarnya tidak ada patokan waktu dan tergantung kita mau kapan memanennya. Misalkan kita hanya akan menjual ikan dalam ukuran lembut-lembut/kecil untuk pakan ikan predator kecil. Maka dari itu kita dapat memanennya dalam usia 1 bulan.


Beda lagi kalau kita menggunakan ukuran sedang yang akan dijual. Untuk pemanenannya dapat dilakukan dalam usia 4-6 bulan. Kalau pun hanya menggunakan ikan yang sudah dewasa untuk dijual. Maka pemanenannya dapat dilakukan setelah usia 6 bulan ke atas.


Untuk takarannya kita bisa menggunakan plastik ukuran 1 kg sebagai wadah ikan hasil panen. Setiap satu ukuran plastik tersebut misalkan kita isi sampai 100 atau 200 ekor. Untuk harganya bisa Rp 10.000-Rp 15.000 per plastik. Untuk menjualnya dapat dilakukan secara online maupun ke penjual peyek ikan julung-julung.


Sudah untung bukan dengan harga seperti itu. Serta kalau pun lebih ingin untung lagi, kita dapat mengolah ikan julung-julung tersebut menjadi beragam aneka olahan makanan. Contohnya peyek, keripik, abon, dan sebagainya.


Meskipun awalnya ikan ini kurang dilirik dalam pembudidayaannya, nyatanya juga dapat mendatangkan rejeki yang lumayan untuk tambahan penghasilan. Selamat Mencoba !


Serta cukup sekian saja pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih.