Panduan Lengkap Membuat Aquaponik di Rumah untuk Pemula

Panduan Lengkap Membuat Aquaponik di Rumah untuk Pemula

Pernahkan Anda berpikir untuk memulai membuat sebuah taman yang dapat menghasilkan sekaligus sejuk untuk dipandang? Nah, selain itu Anda juga dapat menanam, memanen, dan memakan makanan organik hasil dari taman tersebut? Jika Anda terinspirasi untuk membuatnya, maka jawabannya adalah Aquaponik.

Pasti Anda akan sedikit berpikir “Bagaimana cara membangun sistem Aquaponik sederhana di rumah?” Nah, kebetulan sekali pada kesempatan kali ini kami akan memaparkan beberapa panduan membuat sebuah Aquaponik untuk pemula maupun bagi yang sudah berpengalaman. 

Pada panduan ini sebenarnya bisa dijadikan sebagai gambaran umum, sehingga dapat memberi Anda informasi yang bermanfaat untuk mulai membuatnya.


Apa itu Aquaponik?

Sederhananya, Aquaponik adalah kombinasi dari aquakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (menanam tanaman dalam larutan nutrisi). Nah, jadi dapat disimpulkan bahwa Aquaponik berarti membuat sebuah sistem (taman) dimana di dalamnya terdapat tanaman yang ditanam dan ikan yang dipelihara. 

Oleh adanya gabungan tersebut, maka akan terjadi simbiosis mutualisme. Seperti apa? Misalnya kita memelihara ikan dalam sistem Aquaponik tersebut. Karena ikan termasuk makhluk hidup, maka mereka membutuhkan sirkulasi oksigen dan pengairan yang jernih. Karena ada tanaman yang juga ditanam, maka tanaman tersebut memberikan oksigen dan menyaring sisa makanan maupun kotoran dari ikan. 

Kesimpulannya, si ikan mendapat oksigen serta air jernih dari tanaman. Sementara si tanaman memperoleh nutrisi dari kotoran maupun sisa makanan ikan. 

Bagaimana, mudah dipahami bukan. Nah, dengan sistem Aquaponik tersebut Anda dapat menghasilkan dua keuntungan, yaitu memanen tanaman dan memanen ikan. Tentunya dengan menggunakan hal tersebut Anda dapat menghemat lahan serta biaya perawatan.

Bagaimana Aquaponik Bekerja 


Dalam sistem Aquaponik, tanaman ditanam di bendengan, sementara ikan ditempatkan di dalam tangki ikan, Air dari tangki ikan yang berisi kotoran ikan dialirkan ke tempat tumbuh tanaman, dimana miliaran bakteri menguntungkan yang terjadi secara alami memecah amonia menjadi nitrit dan kemudian diubah menjadi nitrat.

Tanaman tersebut menyerap nitrat dan nutrisi lain untuk membantu pertumbuhan. Sebagai timbal baliknya, tanaman membersihkan dan menyaring air dalam sistem ini. Air segar, bersih, dan beroksigen kemudian disirkulasikan kembali ke tangki ikan, dimana siklus akan dimulai lagi. Jadi, simbiosis yang saling menguntungkan dapat terjadi antara keduanya. 

Manfaat Aquaponik

  • Aquaponik memungkinkan Anda menanam tanaman sepanjang tahun dan menghasilkan hasil organik sesuai dengan kebutuhan nutrisi tubuh.

  • Penggunaan air yang rendah, karena Aquaponik menggunakan air sekitar 90% lebih sedikit daripada pertanian konvensional. 

  • Tidak ada tanah yang terlibat dalam Aquaponik, jadi hanya ada sedikit gulma yang akan muncul di kebun Anda, sehingga memberi Anda lebih banyak waktu untuk menikmati hasil pertanian daripada menangani gulma.

  • Tanamnan tumbuh lebih cepat dalam sistem Aquaponik karena akses mereka ke air yang kaya nutrisi selama 24 jam sehari. Selain itu tanaman dapat terhindar dari kekeringan. 

  • Sistem Aquaponik dapat menjadi sumber pendapatan bagi Anda dan keluarga jika Anda menanam secara komersial (untuk dijual).

  • Budidaya Aquaponik tidak membutuhkan lahan yang luas dan biaya perawatannya yang murah.

  • Dengan Aquaponik, Anda dapat menikmati hasil panen organik tanpa menggunakan bahan kimia atau pupuk berbahaya. Jadi, hasil panen lebih sehat dan kaya nutrisi. 

  • Dengan menanam tanaman pangan sendiri, Anda bisa memiliki ketahanan pangan dan kemandirian pangan, karena stok tanaman dapat diambil secara gratis.

Komponen Utama dalam Sistem Aquaponik 

Di dalam sistem Aquaponik terdapat beberapa komponen utama yang menjadi pendukung terbentuknya sebuah Aquaponik. Apa saja? Berikut adalah beberapa komponen utama dalam sistem Aquaponik.

1. Tanaman

Menanam tanaman secara organik adalah salah satu alasan banyak orang ingin membuat sistem Aquaponik sendiri. Tanaman juga memainkan peran penting dalam menjaga siklus keseluruhan sistem Aquaponik dengan membersihkan dan mengoksidasi air dalam dalam sistem. Mereka berperan dalam menyaring air dan menyerap nitrat, sehingga membuat air menjadi jernih dan mengalirkannya kembali ke tangki ikan. 

Memilih tanaman terbaik untuk ditanam di sistem Aquaponik adalah suatu kunci yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan saat membangun sistem Aquaponik. Jadi pilihlah tanaman yang mudah tumbuh dan cocok dengan lokasi dan iklim di tempat Anda.

Sampai sistem sepenuhnya terbentuk, hindarilah menanam tanaman yang butuh banyak nutrisi seperti tomat, dan tetap berpegang pada tanaman yang mudah tumbuh seperti sayuran hijau, selada, dan kangkung. Tanaman yang haus nutrisi akan sulit tumbuh sempurna apabila ditanam pada sistem Aquaponik yang masih baru, jadi tunggulah sampai ikan dalam sistem tumbuh lebih besar sebelum mulai menanam tanaman seperti tomat, paprika, dan tanaman penghasil buah lainnya.

Tanaman dalam Aquaponik dapat ditanam di bedengan, pipa, atau rakit apung. Jika Anda menggunakan bedengan, pastikan wadah bedengan kuat dan media tanam cukup dalam untuk menampung tanaman saat tumbuh. Jika Anda menanam di busa apung, pastikan busanya ringan dan mengapung serta dapat menopang tanaman dengan tegak.

Dalam menanam tanaman, pastikan alas yang menahan tanaman cukup kokoh untuk menahan tanaman saat tumbuh dewasa. Menggunakan pot jaring juga dapat menjadi rekomendasi, karena memungkinkan akar tanaman menyerap nutrisi dalam jumlah yang cukup dan menahan tanaman dengan aman di tempatnya.

2. Ikan 

Ikan memainkan peranan penting dalam sistem Aquaponik karena kotoran mereka bertindak sebagai pupuk alami bagi tanaman. Untuk mencapai hasil pertumbuhan ikan yang maksimal, Anda harus mengetahui ikan terbaik untuk dipelihara di Aquaponik. Untuk mendapatkan hasil pertumbuhan sesuai yang diinginkan, pilihlah ikan yang tahan penyakit, mudah dipelihara, dan tersedia di lokasi Anda.

Anda bisa memelihara ikan hias seperti ikan mas, ikan koi atau ikan yang bisa dimakan seperti nila dan lele. Umumnya sistem Aquaponik rumahan menggunakan ikan nila dan ikan mas karena mereka kuat dan dapat berkembang di hampir semua lingkungan. 

3. Bakteri 

Bakteri memainkan peranan penting dalam sistem Aquaponik karena mereka mengubah kotoran ikan menjadi nutrisi yang diserap oleh tanaman. Air dari tangki ikan yang dialirkan ke tanaman mengandung banyak amonia dari kotoran ikan yang diubah oleh bakteri (bakteri nitrifikasi) menjadi nitrit dan menjadi nitrat melalui nitrifikasi. Tanaman menggunakan nitrat tersebut untuk tumbuh. Bakteri dalam sistem Aquaponik biasanya akan muncul di biofilter, bedengan, dan tangki ikan.

Jenis-Jenis Sistem Aquaponik

Sebenarnya dalam sistem Aquaponik terdapat banyak sekali jenisnya, namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas empat jenis sistem Aquaponik yang umum digunakan. Berikut adalah empat jenis sistem Aquaponik yang umum digunakan. 

1. Sistem Aquaponik berbasis media

Sistem Aquaponik berbasis media adalah sistem Aquaponik yang paling umum, populer dan dapat disesuaikan dengan keinginan kita. Sistem ini dapat dibuat di halaman belakang rumah atau tempat lainnya. Dalam sistem berbasis media ini, tanaman ditanam di media tanam seperti kerikil atau batu apung. Media tersebut dapat menyaring kotoran ikan yang mengandung amoniak serta nutrisi lainnya.

Sehingga nutrisi yang terperangkap dalam media tanam dapat diserap seluruhnya oleh tanaman. Untuk kelebihan desain sistem berbasis media ini adalah sederhana dan efisien dengan ukuran lahan, serta memiliki biaya awal yang rendah. Jadi cocok untuk seorang pemula yang mau membuat Aquaponik. 

Sistem Aquaponik berbasis media umumnya terdiri dari bedengan yang diisi dengan media tanam (batu apung, kerikil, batu kali) yang selanjutnya ditanami sayuran. Air dari tangki ikan dipompa dan dialirkan secara gravitasi ke bedengan agar tanaman dapat mengakses nutrisinya.

Media tanam berpori memungkinkan untuk menahan air lebih lama. Sehingga penyerapan nutrisi lebih efisien dan media tersebut dapat menyaring air untuk mencegah padatan, bahan, dan organisme lain memasuki tangki ikan lagi. 

Nah, media tumbuh juga berfungsi sebagai filter mekanis dan biologis dalam proses mineralisasi. Selain itu juga dapat menampung koloni bakteri nitrifikasi yang berperan dalam pengubahan nitrat yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Beberapa sistem Aquaponik berbasis media dijalankan dengan membanjiri dan mengeringkan bedengan, biasanya menggunakan bell siphon untuk mengalirkan air saat mencapai titik jenuh. Setelah air mencapai tingkat tertentu di bedengan, bell siphon akan mengalirkan air dari bedengan.

Proses ini akan menarik oksigen kembali ke media tumbuh yang dapat digunakan oleh mikroba dan tanaman. Jadi, ini adalah siklus teratur berkelanjutan yang menyediakan nutrisi yang diperlukan tanaman untuk tumbuh tanpa pupuk kimia.

2. Sistem Rakit 

Sistem rakit juga dikenal sebagai Deep Water Culture atau Floating System, adalah sistem Aquaponik dimana tanaman ditanam di papan rakit (polystyrene atau papan busa) yang mengapung di atas air di dasar rakit. Air yang mengandung nutrisi mengalir terus menerus dari tangki ikan melalui proses penyaringan, kemudian ke tangki rakit tempat tanaman ditanam, dan kemudian kembali ke tangki ikan lagi.

Umumnya, tangki rakit terpisah dari tangki ikan. Sehingga pengaturan saat akan memberikan nutrisi jadi lebih mudah. Banyak pertanian menggunakan sistem ini karena memungkinkan tanaman tumbuh lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak tanaman yang rimbun.

3. Nutrient Film Technique (NFT)

Nutrient Film Technique (NFT) dalam Aquaponik adalah metode dimana tanaman ditanam di saluran sempit yang panjang. NFT adalah teknik penanaman hidroponik yang disesuaikan dengan Aquaponik karena desainnya yang sederhana namun efektif dan dapat bekerja dengan baik di beberapa lingkungan.

Metode ini menggunakan pipa horizontal (biasanya pipa PVC) dengan aliran air dangkal yang kaya nutrisi. Untuk tanamannya ditanam di lubang di bagian atas pipa. Dalam NFT, air akan mengalir terus menerus ke sepanjang aliran pipa. Air tersebut mengandung nutrisi hasil dari kotoran ikan yang kemudian diserap oleh akar tanaman. Ketika air mencapai ujung saluran, air dipompa kembali ke tangki ikan. 

NFT umumnya populer digunakan untuk Aquaponik komersial karena lebih layak daripada metode Aquaponik lainnya. Teknik ini juga lebih berguna di tempat-tempat perkotaan di mana lahan dan sumber produksi makanan menjadi pertimbangan. Namun, ada kekurangan dari sistem ini, yaitu pemasangannya lebih mahal dan tidak cocok di lokasi yang tidak memiliki cukup akses ke pemasok.

4. Sistem Aquaponik Hibrida

Sistem Aquaponik hibrida adalah kombinasi dari beberapa jenis sistem Aquaponik. Sebagian besar Aquaponik komersial menggunakan sistem hibrida karena efisiensi dan penggunaan lahan yang besar.

Anda dapat menggabungkan beberapa sistem Aquaponik apa pun yang Anda sukai sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa pendekatan untuk sistem Aquaponik, dan semuanya dapat bekerja dengan baik, tergantung bagaimana Anda merancang, membangun, dan memelihara sistem tersebut.


5. Sistem DIY

Sistem Aquaponik komersial dan profesional biasanya mahal  Namun, Anda dapat membuat sistem Aquaponik sendiri menggunakan bahan daur ulang melalui sistem DIY yang praktis. Selain itu, Anda akan mendapatkan hasil yang lebih puas untuk Aquaponik rumahan.

Untuk memulainya Anda dapat menggunakan kembali barang yang mungkin sudah Anda miliki untuk mengurangi biaya perancangan awal. Karena berbasis DIY, Anda dituntut untuk menggunakan sedikit kreativitas dalam membuat pengaturan sistem Aquaponik Anda.

Contoh Ide DIY Sistem Aquaponik






Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai Sistem Aquaponik

Jika Anda berencana untuk membangun sistem Aquaponik, maka tak ada salahnya untuk mengetahui hal apa yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu. Berikut adalah daftar yang dapat membantu Anda dalam merencanakan sistem Aquaponik dengan tepat.

Pertimbangan Diri 

1. Pilih sistem Aquaponik yang ingin diterapkan

Anda dapat memilih antara sistem berbasis media, sistem rakit, dan sistem NFT, atau kombinasi dari sistem ini. Jadi, usahakan pilihlah sesuai kebutuhan dan tujuannya.


2. Apa tujuan ingin membuat sistem Aquaponik?

Mengapa Anda ingin memiliki sistem Aquaponik? Tanaman atau ikan apa yang ingin Anda tanam dan pelihara? Apakah Anda akan memanfaatkan hasilnya untuk diri sendiri atau dijual? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini harus dipikirkan untuk merencanakan sistem Aquaponik yang benar-benar cocok bagi Anda.

3. Apakah Anda akan membuatnya sendiri atau membelinya?

Apakah Anda orang yang suka mengerjakan sendiri, atau lebih suka membeli desain gratis yang sudah terbukti? Pertanyaan ini adalah salah satu pertimbangan paling penting untuk dilakukan dalam merencanakan sistem Aquaponik Anda.

Mencoba membuat Aquaponik DIY adalah percobaan yang dapat dijadikan pertimbangan dan sarana belajar dari pengalaman yang telah dilakukan. Mungkin juga butuh waktu lama untuk membuatnya saat Anda mencoba mencari tahu sendiri. Namun, jika Anda menginginkan sistem yang terbukti dapat berjalan dengan cepat dan dengan dukungan teknis, Anda dapat membeli sistem Aquaponik pada penyedia jasa Aquaponik.

Pertimbangan Lingkungan 

1. Kelembaban 

Dalam sistem Aquaponik, aliran airnya konstan, jadi Anda perlu mempertimbangkan penguapan alami dan meningkatkan kelembaban di lahan Anda. Perbedaan suhu akan menyebabkan kelembaban ekstra. Jadi, pertimbangkanlah tingkat kelembaban di lingkungan Anda. 


2. Tumpahan Air

Tangki atau media untuk memelihara ikan bisa kapan saja bocor. Oleh karena itu, persiapkan area dimana Anda ingin membuat sistem Aquaponik tersebut. Maka dari itu pilihlah area yang bisa basah. Serta persiapkanlah beberapa peralatan yang diperlukan untuk menangani tumpahan.

3. Pencahayaan

Tanaman membutuhkan cahaya untuk tumbuh. Semua tanaman membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis, yang mengubah cahaya, oksigen, dan air menjadi karbohidrat (energi). Energi ini dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh, berbuah, dan berbunga. Cahaya matahari merupakan sumber cahaya terbaik bagi tanaman dalam sistem Aquaponik.

Namun, jika Anda memutuskan untuk menanam sistem Aquaponik dalam ruangan, Anda dapat menggunakan cahaya buatan untuk melengkapi kebutuhan cahaya bagi tanaman. Pencahayaan buatan perlu diberikan pertimbangan penting dan dipilih dengan cermat karena tanaman menyerap panjang gelombang di kedua ujung spektrum cahaya, yang tidak dapat kita lihat.

Meskipun tanaman membutuhkan cahaya, ikan lebih menyukai naungan atau tempat sejuk. Ikan tidak membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh dan bertahan hidup, tetapi kebanyakan ikan membutuhkan periode terang dan gelap. Tanpa periode cahaya, ikan bisa menjadi lesu dan menjadi sakit atau mungkin berhenti makan.

Jadi Anda harus memberikan cahaya (sinar matahari langsung) untuk ikan setiap hari  Namun, jika Anda berencana untuk membuat sistem Aquaponik dalam ruangan, Anda perlu menyediakan tiga organisme hidup yang cukup dan menyeimbangkan cahaya agar mereka dapat berkembang biak.

Komponen dan Perlengkapan Sistem Aquaponik

Komponen-komponen berikut sangat penting dalam membangun sistem Aquaponik Anda. Ada dua jenis komponen dalam sistem Aquaponik, yaitu “Material” adalah bahan atau peralatan yang dibutuhkan untuk membangun sistem Aquaponik, sedangkan “persediaan” diperlukan untuk mengelola atau mengoptimalkan sistem Aquaponik.

a. Material 

  1. Tangki ikan - Tergantung pada ukuran yang akan Anda pilih.
  2. Media Sistem - Tempat untuk media tumbuh bisa berupa merakit sendiri atau pipa PVC.
  3. Grow Bed Support - Rangka yang akan menopang berat grow bed Anda.
  4. Tangki Pembuangan - Opsional, pilihan ini akan tergantung pada desain sistem yang Anda gunakan.
  5. Pipa dan Perlengkapan Pipa - Tergantung pada jenis media sistem Anda, dan faktor lainnya.
  6. Bell Siphon - Ini diperlukan untuk media pengaliran dan saluran pembuangan.
  7. Pompa Air - Ukurannya tergantung pada nilai tukar tangki (volume) yang Anda inginkan dan beberapa bedengan yang dibuat.
  8. Aerator, batu udara - Ini digunakan di tangki ikan dan sebagai penyuplai sirkulasi oksigen .
  9. Pencahayaan Lampu - Opsional, bisa digunakan apabila menggunakan sistem Aquaponik dalam ruangan.
  10. Pemanas - Opsional, ini tergantung pada lokasi Anda, spesies ikan, dan suhu air yang sesuai.
  11. Grow Media - Untuk sistem berbasis media, Anda dapat menggunakan kerikil tanah liat, serpih yang diperluas, kerikil, dan media gembur lainnya.
  12. Sistem Pemantauan - Opsional, itu tergantung pada situasi Anda dan bagaimana Anda ingin mengelola sistem Aquaponik Anda.
  13. Timer dan Pengendali - Ini sebagian besar digunakan untuk durasi penerangan dan pemompaan.

b. Persediaan 

  1. Alat Uji Kualitas Air - Alat uji kualitas air sangat penting dalam memantau paramater kualitas air.
  2. Cycling Kit - Sumber bakteri nitrifikasi atau amonia yang diperlukan untuk siklus sistem Aquaponik Anda dan mempersiapkan sistem untuk perkembangan ikan.
  3. Makanan Ikan - Anda membutuhkan persediaan makanan ikan untuk ikan yang dipelihara. Pilih pakan ikan yang organik dan memenuhi kebutuhan nutrisi ikan.
  4. Produk Perawatan Ikan - Jala, termometer, pengumpan otomatis, dll.
  5. Perlengkapan Berkebun - Perlengkapan yang Anda perlukan dalam berkebun seperti sarung tangan, gunting, pangkas, penyemprot, dll.
  6. Benih dan Perlengkapan Awal Benih - Pot jaring, nampan perkecambahan, atau perlengkapan awal benih yang Anda perlukan untuk memulai menanam dengan baik.

Langkah Pembuatan 

1. Membangun Sistem Aquaponik

Setelah Anda memiliki semua bahan yang dibutuhkan untuk sistem Aquaponik, Anda dapat memulai membangun sistem yang telah dipilih berdasarkan spesifikasi dan desain Anda. Uji sistem untuk memastikan tidak ada kebocoran dan laju aliran serta laju pembuangan bekerja dengan baik.

2. Siklus Sistem Aquaponik

Sebelum mengisi sistem Aquaponik dengan ikan dan tanaman, pastikan sistem Anda sehat dengan siklus sistem untuk membentuk bakteri yang menguntungkan. Proses siklus mengubah amonia (kotoran ikan) menjadi nitrat yang diperlukan tanaman untuk berkembang dalam sistem Aquaponik. Barulah setelah itu lanjutkan dengan pengisian ikan terlebih dahulu, lalu menanam dengan tanaman yang diinginkan.

a. Siklus Awal 

Siklus awal dimulai saat menyiapkan sistem Aquaponik yang baru dibangun atau dimulai ulang. Siklus awal dengan ikan umumnya memakan waktu 4 - 6 minggu. Jangka waktu ini tergantung pada suhu air, yang idealnya 25° - 30° C, suhu di luar kisaran ini akan memakan waktu lebih lama untuk siklus karena bakteri akan lambat untuk makan dan berkembang biak. Namun, Anda dapat mempercepat siklus tersebut dengan menggunakan metode siklus lainnya.

b. Siklus dengan Ikan

  1. Mulai membuat siklus dengan menambahkan ikan ke tangki ikan. Ikan akan menjadi sumber amonia. Hindari memberi makan ikan selama 24 jam pertama dan memberi makan ringan selama beberapa hari pertama.
  2. Biarkan bakteri berkembang biak secara alami, atau Anda bisa menambahkan starter bakteri.
  3. Setiap hari lakukan tes air untuk memeriksa kadar amonia, nitrat, dan nitrit. Amonia harus tetap di bawah 0,3 ppm dan nitrit di bawah 1,0 ppm. Nitrat akan meningkat seiring waktu.
  4. Jika amonia mencapai di atas 3,0 ppm atau nitrit di atas 1,0 ppm maka ganti air tangki dengan air baru karena ikan akan menderita atau mati karena kelebihan amonia, dan kadar nitrit menjadi terlalu tinggi.
  5. Tingkat amonia akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya dalam 10-15 hari pertama. Amonia tinggi karena bakteri yang akan mengubahnya menjadi nitrit belum cukup terbentuk untuk memulai siklus nitrogen dengan cepat.
  6. Setelah 25 hari dalam siklus, kadar nitrit akan naik ke puncak.
  7. Anda akan mengetahui bahwa sistem Aquaponik telah sepenuhnya didaur ulang ketika : terdapat nitrat di dalam air, kadar amonia dan nitrit turun hingga lebih rendah 0,5 ppm.
  8. Setelah sistem sepenuhnya didaur ulang, Anda dapat menambahkan lebih banyak ikan dan mulai menanam tanaman.

c. Siklus tanpa Ikan

  1. Tambahkan bakteri ke sistem Aquaponik Anda.
  2. Tambahkan amoniak (bubuk atau cair) sampai kadar 4,0 ppm.
  3. Uji air untuk memeriksa kadar amonia, nitrit, dan nitrat.
  4. Lanjutkan menambahkan amonia sampai kadarnya sekitar 4,0 ppm.
  5. Siklus selesai ketika kadar amonia amonia dan nitrit turun hingga di bawah 0,5 ppm. Kehadiran nitrat juga menunjukkan bahwa siklus sedang berlangsung.
  6. Setelah itu sistem Aquaponik sepenuhnya tersiklus sendiri, jadi berhentilah menambahkan amonia dan mulai menambahkan ikan serta menanam tanaman ke dalam sistem Aquaponik tersebut.


Perawatan Sistem Aquaponik

Perawatan sistem Aquaponik secara sederhana yang dapat direncanakan secara berkala yaitu ada beberapa langkah sebagai berikut.


1. Memberi makan ikan (setiap hari)

Anda perlu memberi makan ikan dengan benar agar tetap sehat dan tumbuh dengan baik. Berilah mereka makan setidaknya dua kali sehari dengan makanan berkualitas tinggi, dan saat memberi makan pantau perilaku mereka di dalam tangki ikan. Beri makan ikan hanya dengan makanan apa yang bisa mereka konsumsi dalam 5 menit.

Buang makanan yang tidak dimakan setelah pemberian makan untuk menghindari masalah kualitas air yang tidak diinginkan. Untuk menghitung jumlah pakan yang dibutuhkan di sistem Aquaponik, gunakan rumus : 20 gr pakan per meter area untuk pertumbuhan.

2. Periksa tingkat pH

Tingkat pH pada sistem Aquaponik memainkan peran penting dalam menentukan apakah sistem akan berfungsi dengan baik. Maka periksalah tingkat pH setiap Minggu. pH harus netral, antara 6,8 - 7,0 yang merupakan pH ideal untuk ikan, tumbuhan, dan bakteri.

Anda dapat menurunkan pH air dengan menggunakan produk penurunan pH, yang biasanya mengandung asam fosfat. Tambahkan hanya sedikit saja, maka pH akan turun pada satu waktu untuk mengurangi pH ke tingkat yang tepat.

Jika Anda menemukan pH yang lebih rendah, maka dapat melakukan penyesuaian menggunakan produk penambah pH yang biasanya mengandung kalium hidroksida dan kalium kalium karbonat. Tambahkan sedikit demi sedikit sampai pH air dinaikkan ke tingkat yang tepat.

3. Kadar Amonia dan Nitrat

Periksa kadar amonia setiap Minggu untuk mengetahui masalah apa pun yang dapat menjadi bencana. Kenaikan tiba-tiba tingkat amonia, misalnya merupakan indikator bahwa sistem mungkin memiliki ikan mati. Kadarnya tidak boleh melebihi 0,5 ppm.

Di sisi lain, kadar nitrat harus diperiksa setiap bulan dan tidak boleh melebihi 150 ppm. Tingkat yang lebih jauh menunjukkan bahwa tanaman dalam sistem menyerap lebih sedikit nitrogen dalam nitrogen yang dilepaskan oleh bakteri nitrifikasi. Anda dapat mengatasi ini dengan menambahkan lebih banyak tanaman atau memanen ikan.

4. Temperatur

Pantau suhu tangki ikan untuk memeriksa apakah berada dalam kisaran ideal untuk ikan atau tidak. Bila perlu, sesuaikan dengan kisaran yang tepat untuk memastikan ikan sehat dan berkembang dengan baik.

5. Pemeliharaan Tanaman

Rawat tanaman seperti yang dilakukan pada tanaman biasa. Periksa penyakit tanaman dan serangga. Untuk menjaga keseimbangan sistem Aquaponik, tanam tanaman baru setelah panen.


Akhir Kata

Dengan komponen sistem Aquaponik yang tepat, Anda dapat membuat pengaturan yang sempurna untuk lahan dan tujuan Anda. Merencanakan desain sistem Aquaponik dengan cermat sebelum memulai akan membuat seluruh proses lebih mudah.

Ingatlah bahwa terkadang coba-coba adalah cara terbaik untuk mempelajari keterampilan baru, yang berlaku dalam Aquaponik dan semua usaha dalam berkebun. Jika tidak berfungsi seperti yang diinginkan, pertimbangkan kembali desain yang telah dibuat dan mencoba lagi.

Terimakasih telah membaca artikel ini. Nikmati berkebun Aquaponik dan tanam makanan organik Anda. Selamat mencoba...