Berikut Kelebihan dan Kekurangan Sistem Aquaponik

Berikut Kelebihan dan Kekurangan Sistem Aquaponik

Perlu kita ketahui bahwa Aquaponik merupakan sistem pertanian dan perikanan dalam satu tempat. Apa itu Aquaponik? Aquaponik merupakan kombinasi dari budidaya ikan (aquakultur) dan budidaya tanaman (hidroponik) yang saling menguntungkan satu sama lain.

Namun, apakah Anda tahu apa kelebihan dan kekurangan Aquaponik? Bagi yang belum tahu, berikut kami rangkum beberapa kelebihan dan kekurangan Aquaponik.

1. Kelebihan Aquaponik

Aquaponik juga memiliki kelebihan yang dapat kita ketahui. Selain itu, semakin berkembangnya teknologi juga turut mempengaruhi perkembangan dari Aquaponik. Berikut kelebihan sistem Aquaponik.

a  Menghemat Lahan 

Saat menjalankan sistem Aquaponik, kita tidak perlu membutuhkan lahan yang terlalu luas. Jadi, apabila di lokasi Anda hanya tersedia lahan yang tidak seberapa, Anda masih bisa membuat sistem Aquaponik. Karena dalam sistem Aquaponik, penggunaan tempat (pot) untuk menanam tanaman dapat kita tempatkan di atas tangki / kolam untuk memelihara ikan.

Hal ini tentunya berbeda dengan pertanian konvensional yang bisa digunakan untuk menanam tanaman saja. Sebenarnya ada juga yang bisa digabungkan dalam pertanian konvensional dengan memelihara ikan. Namun itu hanya untuk jenis tanaman tertentu dan bergantung kepada ketersediaan air di tempat tersebut.

Berbeda dengan sistem Aquaponik, untuk membuat sistem Aquaponik dapat disesuaikan di berbagai lokasi, salah satunya di perkotaan yang padat penduduk. Meskipun dengan lahan terbatas, kita masih bisa membuat sistem Aquaponik yang dapat disesuaikan.

b. Menghasilkan produk organik

Produk organik saat ini cukup banyak diminati dan lebih sehat daripada produk yang mengandung bahan kimia. Tentu saja dengan menggunakan sistem Aquaponik, kita bisa menghasilkan produk organik yang bebas pestisida ataupun bahan kimia lainnya.

Sebab dalam sistem Aquaponik, kita hanya mengandalkan siklus nitrogen yang terjadi secara alami. Apa itu siklus nitrogen? Siklus nitrogen adalah siklus dimana amonia yang terkandung dalam kotoran ikan diubah menjadi nitrit, lalu diubah lagi menjadi nitrat oleh bantuan mikroorganisme. Nantinya nitrat tersebut dapat berguna sebagai nutrisi bagi pertumbuhan tanaman.

Nah sebagai timbal baliknya, nanti tanaman akan menyaring air yang mengandung kotoran tersebut. Kemudian air bersih dialirkan ke kolam ikan. Jadi keduanya saling melengkapi dan menguntungkan satu sama lain. Siklus tersebut akan terjadi terus menerus sampai masanya panen tiba.

c. Menghasilkan dua produk sekaligus

Karena sistem Aquaponik terdiri dari budidaya pertanian dan budidaya perikanan. Jadi ketika masa panen tiba, kita dapat menghasilkan dua produk sekaligus, yaitu panen ikan dan sayuran. Hal ini juga bisa menjadi sebuah antisipasi apabila terjadi kegagalan panen salah satu produk, misalnya gagal panen tanaman ataupun sebaliknya. Tenang saja kita masih bisa memanen ikan apabila gagal panen tanaman. Begitu juga sebaliknya.

d. Menghemat penggunaan air

Mengapa bisa menghemat penggunaan air? Karena dalam sistem Aquaponik, air akan didaur ulang melewati siklus penyaringan air oleh tanaman. Cara kerjanya sederhana, mula-mula ikan menghasilkan kotoran. Kemudian air yang mengandung kotoran tersebut dialirkan menuju tempat tanaman.

Di dalam kotoran tersebut terkandung nutrisi yang bisa membantu pertumbuhan tanaman. Oleh tanaman kotoran disaring dan diserap nutrisinya. Selanjutnya air bersih akan dialirkan lagi menuju tempat pemeliharaan ikan.

Jadi, air yang digunakan dalam sistem Aquaponik termasuk sedikit, sehingga kita bisa menghemat penggunaan air. Berbeda dengan pertanian atau perkebunan konvensional yang harus disiram setiap saat untuk menuju pertumbuhan tanaman yang maksimal.


e. Dapat disesuaikan sesuai kebutuhan

Dalam pembuatan Aquaponik kita bisa menyesuaikan model atau sistem Aquaponik mana yang akan digunakan. Ada beberapa model yang bisa dicoba, diantaranya adalah rakit apung, rak bertingkat, kolam bertingkat, aliran atas, pasang surut, dan sebagainya. Selain itu kita juga bisa menyesuaikan dengan ukuran lahan yang tersedia. Misalnya kita bertempat tinggal di lokasi yang padat penduduk, maka ukuran lahan yang tersedia tidak terlalu luas. Jadinya Aquaponik yang cocok bisa dikreasikan sesuai kebutuhan. 


2. Kekurangan Aquaponik

Selain mempunyai kelebihan, tentunya sistem Aquaponik juga punya kekurangan. Apa saja? Berikut kekurangan sistem Aquaponik.

a. Biaya pembuatan tergolong mahal

Karena saat akan membuat sistem Aquaponik diperlukan beberapa peralatan yang harus disiapkan. Peralatan tersebut tidak bisa kita buat sendiri, jadi kita pun bisa membelinya. Namun ini terjadi saat ingin membuat sistem Aquaponik skala besar atau tujuan komersial, meskipun kita masih bisa menggunakan barang sederhana yang tersedia di rumah, namun ini hanya cocok untuk membuat sistem Aquaponik skala kecil atau hobi saja.

Selain harus menghasilkan panen yang maksimal, tentu kita juga berharap sistem Aquaponik dapat berjalan sempurna dengan alat dan bahan bermutu tinggi. Untuk mendapatkan barang bermutu tinggi tersebut, tentu kita juga harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit.

b. Membutuhkan ketersediaan listrik yang cukup 

Saat akan menjalankan sebuah sistem Aquaponik, sebisa mungkin kita dituntut untuk menggunakan pompa air yang berguna sebagai pengalir air dari tangki ikan ke tempat tanaman. Mestinya untuk menghidupkan pompa tersebut dibutuhkan listrik yang cukup. Sebab siklus tersebut akan berjalan setiap hari sampai masanya panen tiba.

Jadi, kemungkinan biaya listrik yang dikeluarkan selama menjalankan sistem Aquaponik mengalami kenaikan. Maka dari itu juga dipastikan di tempat Anda tersedia pasokan listrik yang cukup agar sistem Aquaponik dapat berjalan sempurna.

c. Membutuhkan keahlian dalam pemasangan 

Untuk merakit sistem Aquaponik yang sempurna tentunya juga butuh beberapa keahlian agar Aquaponik yang dibuat bisa baik dan benar. Maka dari itu sebelum Anda mulai membuat sistem Aquaponik, ada baiknya mencari beberapa informasi mengenai cara membuat Aquaponik. Kalaupun Anda sudah berpengalaman, tak ada salahnya juga mencari info mengenai perkembangan sistem Aquaponik yang dapat diterapkan dan membantu mensukseskan jalannya mengelola Aquaponik.

d. Membutuhkan perawatan ekstra

Supaya sistem Aquaponik menghasilkan panen yang maksimal, tentu juga butuh perawatan yang dilakukan secara rutin. Maka dari itu luangkan waktu Anda untuk merawat sistem Aquaponik yang telah dibuat.

Cara perawatannya pun cukup sederhana, Anda harus memastikan siklus dalam Aquaponik berjalan baik, memberi makan ikan secara rutin, dan menanggulangi hama yang menyerang tanaman. Meskipun sederhana, Anda pun juga dituntut untuk tekun dan bekerja keras agar mendapatkan hasil yang sesuai diinginkan.

Akhir Kata

Nah, cukup sekian saja pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan Aquaponik. Semoga dapat bermanfaat. Terimakasih.