Bagaimana Cara Belut Berkembangbiak?

Bagaimana Cara Belut Berkembangbiak?

Belut merupakan salah satu jenis ikan yang tidak mempunyai sirip dan sisik. Serta bentuk tubuhnya yang memanjang dengan kulit yang berlendir menjadi ciri khasnya. Selain itu di habitat aslinya yang berupa genangan air berlumpur, belut hidup dengan cara membuat lubang pada lumpur.


Belut dapat bertahan dalam lubang lumpur dalam waktu yang lama dikarenakan memiliki organ pernapasan tambahan berupa kulit tipis berlendir yang terdapat pada rongga mulutnya. Belut juga dapat mengambil oksigen langsung ke permukaan air. Untuk membantu bergerak leluasa dalam lubang berlumpur, maka dari itu pada tubuh belut mengeluarkan lendir licin yang membantunya bergerak saat berada dalam lubang persembunyiannya. 

Belut ini termasuk ke dalam hewan nokturnal, yang berarti aktif di malam hari. Umumnya makanan belut adalah cacing, keong, anakan katak, dan ikan kecil. Cara belut menangkap mangsanya yaitu dengan cara menunggu mangsanya masuk ke dalam lubang persembunyiannya dan kemudian belut akan memangsanya. 

Akan tetapi apakah kalian tahu bagaimana belut berkembang biak? Pastinya merasa penasaran kan. Ya, belut berkembang biak secara ovipar atau bertelur. Secara alami belut akan berkembang biak setahun sekali dengan masa perkawinan dari permulaan musim hujan sampai permulaan musim kemarau.

Selain itu belut merupakan hewan hermaprodit protandi, yaitu hewan yang mempunyai kelamin ganda jantan dan betina. Jenis kelamin belut dipengaruhi oleh usia. Pada saat belut berumur di atas 10 bulan, semua belut akan berubah menjadi jantan. Sedangkan belut yang berumur di bawah 10 bulan memiliki alat kelamin betina.

Meskipun belut termasuk sebagai hewan hermaprodit, akan tetapi belut tidak dapat membuahi sendiri. Jadi, belut masih memerlukan pasangan dalam proses perkembangbiakannya. Selain itu, ciri-ciri jantan dan betina dapat diketahui lewat ukurannya. Belut jantan mempunyai ukuran lebih dari 40 cm. Sedangkan belut betina mempunyai ukuran antara 20-30 cm atau lebih pendek daripada belut jantan.

Pada saat musim kawin, belut jantan pergi ke perairan dangkal dan membuat lubang untuk kawin. Biasanya dilakukan pada malam hari saat suhunya di bawah 28°C. Serta lubang yang dibuat oleh belut jantan akan berbentuk melengkung menyerupai huruf U. Di sekitar lubang, belut jantan akan mengeluarkan buih-buih gelembung untuk menarik perhatian belut betina. 

Setelah belut betina datang, kemudian disambut oleh belut jantan dan terjadilah perkawinan. Saat itu juga belut betina mengeluarkan telurnya dan belut jantan membuahi dengan spermanya. Setelah pembuahan terjadi, kemudian belut jantan akan mengumpulkan telur tersebut dan membawanya ke dalam lubang persembunyiannya. 

Ketika hal tersebut terjadi, yang dilakukan belut betina adalah segera meninggalkan tempat tersebut. Dikarenakan selama menjaga telur-telurnya, belut jantan akan bersifat agresif kepada siapa saja yang mendekati telurnya. Secara alami telur belut akan menetas setelah 10 hari lamanya. 

Setelah mencapai 10 hari dan telur belut sudah menetas masih tetap akan dijaga oleh belut jantan sampai usia 2 minggu. Setelah 2 minggu, anak-anak belut akan disapih oleh belut jantan serta mereka mulai meninggalkan sarangnya untuk mencari makan sendiri-sendiri.

Seperti itulah proses perkembangbiakan belut mulai dari masa perkawinan sampai masa penyapihan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Sekian dan terimakasih.