Apa itu Aquaponik dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa itu Aquaponik dan Bagaimana Cara Kerjanya?


Aquaponik adalah kombinasi antara sistem aquakultur (memelihara ikan) dan hidroponik (menanam tanaman tanpa tanah) yang saling menguntungkan antara keduanya. Aquaponik tidak menggunakan bahan kimia dan hanya membutuhkan sedikit air daripada air yang dibutuhkan untuk menanam tanaman di kebun atau di ladang secara konvensional. Hanya saja membutuhkan sebagian kecil air yang digunakan untuk budidaya ikan (aquakultur). 

Kotoran ikan yang dihasilkan di tangki ikan diolah oleh bakteri alami untuk memproses kotoran yang mengandung sebagian besar amonia, pertama diubah menjadi nitrit dan kemudian menjadi nitrat. Kotoran ikan yang dialirkan menuju tanaman akan diserap oleh sistem biofilter sebagai larutan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman (breeding bed).

Satu-satunya input eksternal (pemberian dari luar) adalah makanan untuk ikan. Kedua sistem saling melengkapi sebagai satu kesatuan, sehingga tercipta sebuah simbiosis yang saling menguntungkan.

Apa manfaat dari sistem Aquaponik?

  • Sistem Aquaponik dapat menghasilkan sayuran dan ikan sepanjang tahun untuk konsumsi sendiri maupun dijual.

  • Karena Aquaponik tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Maka Anda pun tidak perlu repot-repot menggali dan menggarap tanah seperti menanam di kebun sayur biasa.

  • Tidak perlu tambahan nutrisi kimia atau pupuk kimia seperti halnya di kebun biasa.

  • Mengurangi penggunaan pestisida yang dapat mencemari lingkungan.

  • Mengurangi jumlah penggunaan air yang dibutuhkan untuk menyiram tanaman. Umumnya hanya diperlukan untuk mengisi tangki ikan kembali karena penguapan.

  • Menghilangkan limbah produk (kotoran ikan) yang harus dibuang. Sebab dengan Aquaponik kotoran tersebut dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Tanaman apa yang bisa ditanam di sistem Aquaponik?

Ada banyak tanaman yang cocok untuk setiap sistem Aquaponik, termasuk selada, kangkung, sawi, dan sayuran lainnya. Namun ada kategori tanaman yang tidak bisa ditanam pada sistem Aquaponik, yaitu golongan umbi-umbian. Sebab apabila tanaman umbi ditanam pada sistem Aquaponik akan sulit untuk memperoleh hasil panen yang maksimal, dikarenakan umbi akan lebih mudah membusuk bila kelamaan terkena air. 

Tanaman yang paling umum ditanam dalam sistem Aquaponik adalah tanaman herbal dan sayuran berdaun hijau. Tanaman lain seperti tomat, mentimun, paprika, kacang polong juga bisa ditanam. Herbal seperti kemangi, peterseli, Sage, selada air sangat ideal untuk sistem Aquaponik. Selain itu, Anda pun juga dapat mencoba beragam tanaman lainnya, asalkan tanaman tersebut bukan golongan umbi-umbian.

Ikan apa yang cocok dipelihara dalam sistem Aquaponik?

Ikan Nila adalah salah satu ikan yang paling umum dipelihara dalam Aquaponik, tetapi ada banyak spesies ikan lainnya, tergantung apakah Anda menginginkannya untuk makanan atau hanya untuk memasok nutrisi bagi sayuran yang sedang ditanam. Ikan-ikan seperti ikan koi, ikan wader, lele, ikan mas, dll. Semuanya akan mensuplai nutrisi dari kotoran mereka untuk membantu pertumbuhan tanaman dalam sistem Aquaponik.

Makanan ikan apa saja yang dibutuhkan?

Jenis pakan ikan akan sangat bergantung pada jenis ikan yang Anda pelihara di sistem Aquaponik. Umumnya makanan ikan yang digunakan berupa pakan buatan semacam pelet. Anda pun dapat membeli pakan tersebut di toko pakan atau di toko perikanan. Untuk jenis dan jumlah takaran makanan yang diberikan tergantung pada jumlah ikan yang dipelihara serta ukuran kolam yang digunakan.

Faktor apa saja yang menentukan keberhasilan berkebun Aquaponik?

Faktor pertama dan terpenting dalam menjalankan kebun Aquaponik yang baik adalah memastikan bahwa ikan dipelihara dalam keadaan sehat. Semua ikan membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup dan berkembang, oleh karena itu sistem aerasi yang baik sangat penting diperlukan.

Suhu air juga cukup penting bagi ikan untuk bertahan hidup. Setiap kenaikan atau penurunan suhu yang tidak normal dapat menyebabkan masalah bagi ikan. Anda pun harus memeriksa untuk melihat suhu mana yang terbaik untuk jenis ikan yang dipelihara.

pH air normal antara 7 dan 7,5 yang tidak asam atau basa sangat disarankan. Jika pH naik atau turun, sangat penting bahwa penyebabnya dapat segera diatasi. Hal ini mungkin terjadi karena ikan terlalu banyak makan dan pakan ikan yang tidak dimakan hancur dan terkumpul di dasar aquarium.

Baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro sangat penting untuk pertumbuhan tanaman di kebun Aquaponik. Sebagian besar nutrisi tersebut berasal dari kotoran ikan yang merupakan hasil dari ikan yang diolah oleh bantuan bakteri atau mikroba.

Tanaman membutuhkan nutrisi untuk tumbuh, dan jika ada kekurangan nutrisi, ada kemungkinan tanaman akan terlihat layu atau kurang sehat. Maka dari itu pastikan siklus perputaran air dapat berlangsung secara teratur.

Dengan menguji air secara teratur, Anda memastikan bahwa masalah apa pun yang muncul dapat diselesaikan jauh sebelum terjadinya masalah yang tidak diinginkan. Hal ini dapat memberi tahu Anda jika memberi makan ikan terlalu banyak, perubahan pH air yang tidak normal, maupun masalah lainnya.

Air apa yang bisa digunakan di kebun Aquaponik?

Meskipun air tawar dan air asin dapat digunakan di kebun Aquaponik, namun air tawar adalah yang paling umum digunakan. Akan tetapi penggunaan air asin akan membatasi jumlah tanaman yang dapat tumbuh dengan air asin.

Jika Anda menggunakan air keran (PDAM), maka harus memeriksa kandungan klorin dan bila terbukti terdapat kandungan klorin, maka Anda bisa membuangnya sebelum menambahkannya ke tangki ikan. Semakin jernih air, semakin mudah untuk mengawasi ikan dan mengumpulkan sedimen (endapan) di dasar tangki ikan.

Haruskah kebun Aquaponik ditempatkan di dalam ruangan?

Sebuah kebun Aquaponik dapat diatur di dalam atau di luar ruangan. Jika ditempatkan di dalam ruangan, Anda memiliki manfaat tambahan karena terlindung dari cuaca. Saat dipasang di luar ruangan, maka ada konsekuensi yang harus dihadapi seperti hujan, dan sinar matahari yang panas serta bisa membuat ikan tidak nyaman dan perkembangan tanaman sedikit terganggu.

Jika Anda membuatnya di dalam ruangan, hal ini bisa menjadi lebih mahal. Karena Anda harus memasang pencahayaan untuk proses fotosintesis tanaman. Memang semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk itu Anda pun dapat mempertimbangkannya dengan melihat lahan yang tersedia di rumah Anda.

Berapa banyak pekerjaan yang dibutuhkan untuk mengelola kebun Aquaponik?

Setelah kebun Aquaponik selesai disiapkan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjaganya tetap dalam kondisi yang baik. Diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Tugas pertama adalah memberi makan ikan, ini harus dilakukan setidaknya sekali sehari (setiap hari).
  2. Periksa apakah sistem aerasi bekerja dengan benar. Hal ini jarang mendapatkan perhatian, dan selama aliran gelembung yang baik muncul, hal itu akan terlihat baik sebagai penyuplai oksigen untuk ikan.
  3. Rawat tanaman Anda dan periksa apakah mereka tumbuh dengan baik. Kalau sudah begitu Anda pun tinggal menunggu sampai masa memanen saat semuanya sudah siap panen.
  4. Pengujian air secara teratur untuk memastikan bahwa pH normal juga dapat dilakukan. Mengisi ulang air jika perlu. Pengisian ulang dapat dilakukan ketika air di dalam tangki terlihat berkurang akibat penguapan.

Akhir Kata

Nah, seperti itulah beberapa penjelasan mengenai Aquaponik dan langkah kerjanya. Anda pun juga dapat mencoba membuat sebuah kebun Aquaponik di rumah dengan mempertimbangkan beberapa hal yang dilakukan. Semoga dapat bermanfaat. Terima kasih.