20 Jenis Ikan yang dapat Hidup tanpa Aerator / Pompa Oksigen

20 Jenis Ikan yang dapat Hidup tanpa Aerator / Pompa Oksigen


Dalam memelihara ikan hias memang perlu beberapa persiapan untuk menunjang kelangsungan hidup si ikan. Terkadang ada beberapa peralatan wajib yang tak boleh diabaikan begitu saja, contohnya aerator atau pompa oksigen. Memang satu peralatan ini menjadi komponen penting saat ingin memelihara ikan hias.

Namun, terkadang apabila sedang terjadi mati listrik dan dikhawatirkan ikan tersebut tidak mampu bertahan hidup dalam kondisi tanpa oksigen terlarut. Maka yang terjadi pada ikan tersebut bisa dipastikan akan mati. Karena tak jarang begitu kesal sekali ketika tiba-tiba listrik sedang mati.

Namun tak semua ikan akan mati ketika dipelihara tanpa aerator atau pompa oksigen. Ada beberapa jenis ikan yang mampu bertahan dalam kondisi tanpa aerator. Jadi, selama terjadi mati listrik kita tidak lagi merasa resah dengan ikan yang dipelihara. Akan tetapi perlu juga perawatan yang baik demi menunjang kelangsungan hidup si ikan.

Dengan memelihara ikan yang mampu bertahan hidup saat dipelihara tanpa aerator, maka ikan tersebut bisa dijadikan pilihan yang tepat. Sebab dengan memelihara ikan itu, kita tidak lagi merasa khawatir saat sedang terjadi pemadaman listrik. Selain itu, dapat juga menghemat penggunaan listrik yang biasanya digunakan untuk menyalakan aerator.

Pada artikel kali ini akan dibahas beberapa jenis ikan yang mampu bertahan hidup tanpa aerator. Kalian juga dapat mencoba untuk memeliharanya di rumah. Berikut adalah jenis-jenis ikan yang dapat hidup tanpa aerator atau pompa oksigen.


1. Ikan Cupang 


Sudah umum sekali bahwa jenis ikan ini memang terkenal karena daya tahan hidupnya di tempat yang minim oksigen. Biasanya di toko ikan hias maupun penjual ikan hias, ikan cupang ini ditempatkan pada wadah yang memiliki ukuran kecil secara sendiri-sendiri.

Memang ikan cupang ini termasuk jenis ikan yang agresif dan apabila disatukan dalam satu wadah akan membuat ikan cupang saling menyerang satu sama lain. Dan akhirnya pun ada salah satu ikan yang berakhir mati jika tidak segera dipisah. Begitupun saat didekatkan dengan kaca, ikan ini juga masih terlihat agresif sekali. 

Maka tak heran ikan ini sering disukai oleh anak-anak untuk dijadikan ikan aduan. Namun, disarankan untuk tidak mengadu ikan cupang dalam satu wadah. Kalaupun ingin mengadunya cukup mendekatkannya saja dalam wadah terpisah.


2. Ikan Lele


Ikan lele seringkali dijadikan sebagai ikan konsumsi oleh masyarakat Indonesia. Umumnya dikenal dengan nama makanan pecel lele yang banyak dijual di pinggir jalan. Dengan peminat yang cukup banyak, maka tak heran pembudidayaan ikan lele pun juga lumayan banyak dan tersebar dengan luas.

Dalam pembudidayaannya, ikan lele banyak dibudidayakan dalam kondisi air keruh dan minim oksigen. Dalam kondisi tersebut ternyata ikan lele masih bisa hidup dan berkembang besar. Karena pada ikan lele dilengkapi dengan organ pernapasan menggunakan labirin-labirin pada insangnya.

Jadi, dengan adanya organ tersebut memungkinkan ikan lele masih dapat bernafas dalam kondisi air keruh dan bahkan di dalam lumpur sekalipun. Tapi anehnya ikan lele yang dipelihara dalam kondisi tersebut malah tumbuh dengan baik, dibandingkan dengan yang dipelihara dalam air jernih dan banyak oksigen. Mungkin alasan itu yang melatarbelakangi pembudidayaan ikan lele dalam kondisi air keruh. 

3. Ikan Gurameh 


Ikan yang satu ini juga banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai ikan konsumsi. Selain ukurannya yang dapat tumbuh dengan besar dan rasa dagingnya yang enak, biasanya disajikan sebagai gurameh panggang. Tentu siapa yang tak ingin mencicipinya, pasti semua ingin merasakannya. Wahh, lezatt.

Saat dipelihara, ikan gurameh ini mampu bertahan dalam kondisi minim oksigen. Sama seperti ikan lele, ikan gurameh juga memiliki semacam organ pernapasan yang terdapat labirin-labirin. Jadi, dengan terdapatnya organ tersebut menjadikan ikan ini mampu bertahan dalam kondisi minim oksigen dan tidak perlu bantuan pompa oksigen saat memeliharanya.

4. Ikan Gabus


Ikan gabus memang sangat terkenal dengan daya hidupnya yang mampu bertahan di daratan dalam kondisi cukup lama. Selain itu ikan gabus juga dapat bergerak atau berpindah tempat saat sedang berada di daratan. Di habitat aslinya, ikan gabus akan membuat semacam lubang pada musim kemarau. 

Fungsi lubang tersebut adalah menjadi tempat bertahan ikan gabus selama musim kemarau yang minim air. Saat di dalam lubang tersebut, ikan gabus akan berpuasa tidak makan dan masih juga bisa bertahan sampai pada waktunya ketika musim hujan turun. Atau ketika tempatnya tergenang air kembali. 

Begitupun saat dipelihara sendiri, ikan gabus tidak memerlukan semacam pompa oksigen. Sebab ikan ini mampu mengambil oksigen sendiri ke permukaan air. Perlu diingat bahwa ikan gabus termasuk ikan predator atau pemangsa yang cukup rakus. Jadi saat memeliharanya jangan dicampur dengan ikan yang lebih kecil darinya dan ikan sejenis (sama-sama ikan gabus).

Namun apabila sedari kecil ikan gabus sudah terbiasa dicampur dengan gabus lain dan diberikan makan berupa pelet. Kemungkinan ikan gabus tersebut tidak akan seganas ikan gabus yang langsung didapat dari alam.

5. Ikan Mujair


Ikan Mujair ini dikisahkan dulunya merupakan jenis ikan yang hidup di air laut dan berasal dari Afrika. Namun, setelah diubah habitat hidupnya di air tawar oleh seseorang yang bernama Mbah Moedjair. Maka nama ikan ini pun dikenal dengan ikan Mujair.

Berkat hal tersebut, sekarang ikan mujair menjadi ikan budidaya yang banyak diminati, baik untuk konsumsi maupun koleksi. Selain itu, saat memelihara ikan mujair bisa juga tanpa menggunakan pompa oksigen/aerator. Karena ikan mujair ini termasuk ikan yang dapat mengambil oksigen ke permukaan air.

Hal tersebut pun dapat dilihat ketika kita pergi ke kolam yang berisi ikan mujair. Maka nanti akan dijumpai ikan mujair memunculkan mulutnya ke permukaan air untuk bernafas sambil membuka tutup mulutnya.

6. Ikan Guppy


Ikan mungil yang satu ini mempunyai keindahan yang luar biasa. Bagian yang menjadi ciri khasnya adalah ekornya yang berbentuk lebar seperti kipas dan berwarna-warni. Maka tak jarang ikan ini cocok untuk dipelihara sebagai ikan hias. Baik itu oleh pemula maupun berpengalaman.

Serta tempat memeliharanya juga bisa ditempatkan pada gelas kecil sampai aquarium besar. Namun akan lebih indah lagi apabila ikan guppy ini dipelihara secara bergerombol. Dengan cara tersebut dapat dipastikan akan membuat keindahan yang luar biasa saat ikan guppy bergerombol. 

Untuk memelihara ikan guppy juga masih bisa hidup tanpa menggunakan aerator atau pompa oksigen. Namun, perlu juga dijaga kualitas air dan kesehatan si ikan agar tidak mudah terserang penyakit yang dapat menyebabkan ikan mati. 

7. Ikan Sapu-Sapu


Ikan sapu-sapu sering juga disebut sebagai ikan pembersih. Memang saja ikan ini akan memakan lumut dan alga yang menempel pada kaca aquarium. Bentuk ikan ini juga unik, yaitu mempunyai kulit yang keras dan mulutnya terletak di bawah.

Untuk itu tidak usah diragukan lagi bahwa ikan sapu-sapu ini mempunyai daya tahan hidup yang luar biasa. Bahkan ikan ini mampu hidup dalam kondisi air tercemar sekalipun. Serta mampu berkembang biak secara cepat dan menyebar dengan luas. 

Namun, ikan ini juga sering dianggap sebagai ikan invasif yang bukan asli dari Indonesia. Asal ikan sapu-sapu adalah dari daerah Amerika Selatan. Entah siapa dulunya yang menyebarkan ikan ini di sungai Indonesia. Sekarang ini perkembangannya pun cukup banyak dan ditambah lagi daya tahan hidupnya yang mampu bertahan dalam kondisi air tercemar. 


8. Ikan Betok


Ikan betok banyak ditemukan di daerah rawa-rawa dan sungai yang belum tercemar. Ada yang menarik dari ikan ini, yaitu kemampuannya yang dapat berjalan di darat. Memang benar saja ikan betok ini dapat bertahan di daratan cukup lama dan menggunakan insangnya yang dapat dimekarkan untuk berpindah tempat. 

Saat musim kemarau ikan betok akan bersembunyi di dalam lubang dan menunggu hingga musim penghujan tiba. Atau juga ketika tempat tinggalnya sudah kembali tergenang air kembali. Dalam melindungi dirinya, ikan betok mempunyai sirip punggung berduri yang tajam. Serta mungkin hewan predator lain yang memakannya akan terkena durinya dan setelah itu bisa membuat tersedak atau nyangkut di tenggorokan.

9. Ikan Molly


Ikan molly juga kerap kali dikenal dengan nama ikan balon. Memang ikan ini mempunyai bentuk perut yang besar menyerupai balon. Namun, ukuran ikan ini tidak terlalu besar, dan diperkirakan dapat tumbuh sampai 6 cm.

Saat memeliharanya pun, ikan molly ini cukup mampu bertahan tanpa menggunakan aerator/pompa oksigen. Bahkan bisa dipelihara dalam wadah berukuran kecil. Serta untuk menunjang kelangsungan hidupnya perlu juga di berikan perawatan dan pemberian makan secara teratur.

10. Ikan Platy


Ikan platy hampir mirip dengan ikan molly. Namun ada perbedaan yang cukup mencolok, yaitu bentuk badannya sedikit lebih ramping dan juga bentuk ekornya yang menyerupai sabit.

Saat memeliharanya pun juga hampir mirip dengan ikan molly yang juga mampu bertahan hidup tanpa menggunakan aerator. Serta jangan lupa juga untuk memberikan perawatan dan menjaga kualitas airnya supaya si ikan platynya dalam kondisi sehat.

11. Ikan Pedang 


Ikan pedang memang sekilas mirip dengan ikan platy. Namun hal yang membedakannya adalah ekornya yang berbentuk lancip pada bagian bawah. Maka ikan ini pun mendapat julukan ikan pedang berkat ekornya tersebut.

Cara pemeliharaannya pun tergolong mudah, dan masih sama seperti ikan platy dalam pemeliharaannya. Serta untuk perawatannya juga harus dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi ikan tetap sehat.

12. Ikan Red Tail Catfish


Ikan ini sering dikenal dengan ikan lele hias. Memang ikan Red Tail Catfish mempunyai bentuk yang unik dengan warna yang indah serta ekornya yang berwarna merah. Seringkali ikan ini dijadikan sebagai ikan hias dan untuk mendapatkannya pun cukup mudah di toko ikan hias.

Untuk ukuran tumbuhnya pun juga dapat tumbuh menjadi besar, kira-kira sampai 1-2 m. Ikan ini asalnya dari daerah sungai Amazon yang terkenal dengan ikan-ikan predatornya yang besar-besar. Saat ingin memeliharanya bisa ditempatkan di kolam maupun aquarium yang berukuran cukup besar. Serta ikan ini mampu bertahan hidup tanpa menggunakan aerator.

13. Ikan Sepat


Ikan sepat memiliki bentuk yang mirip dengan ikan gurameh. Namun ukuran ikan sepat hanya mampu tumbuh tidak terlalu besar dan lebih kecil dari ikan gurameh. Yang menjadi ciri khas dari ikan sepat dan gurameh adalah terdapat semacam antena pada bagian perutnya. 

Dalam pemeliharaannya pun dapat dilakukan dalam aquarium tanpa menggunakan aerator atau pompa oksigen. Namun masih perlu dilakukan perawatan kualitas air dan pemberian makan secara berkala.

14. Ikan Nila 


Ikan nila termasuk ikan konsumsi yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Maka tak jarang pembudidayaannya pun juga cukup banyak. Selain itu ikan nila juga mempunyai bentuk yang hampir mirip dengan ikan mujair.

Perbedaannya adalah terletak pada corak badannya dan warna pada ekornya. Pada ikan nila memiliki corak garis-garis pada badannya, sedangkan ikan mujair tidak. Serta pada ekor ikan nila juga punya corak garis-garis, sedangkan ikan mujair tidak ada coraknya.

15. Ikan Niasa


Ikan niasa sekilas mirip dengan ikan lemon dan perbedaannya adalah corak pada badannya. Pada ikan niasa mempunyai corak garis-garis pada badannya, sedangkan ikan lemon tidak ada.

Ikan niasa ini banyak ditemukan di toko ikan hias dan dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Saat dipelihara bisa dengan cara digerombol dan akan membuat keindahan yang menakjubkan.

16. Ikan Komet


Ikan komet seringkali banyak diperjualbelikan sebagai ikan hias oleh para pedagang ikan keliling dengan menggunakan wadah plastik yang digantung. Seringkali ikan ini banyak disukai oleh anak-anak.

Cara pemeliharaannya pun cukup mudah. Hanya ditempatkan di aquarium dengan diberikan perawatan dan pemberian makan secara berkala maka ikan ini dipastikan akan tetap hidup meskipun saat pemeliharaannya tidak menggunakan aerator.


17. Ikan Toman


Ikan toman ini masih satu keluarga dengan ikan gabus. Namun ukuran tumbuh ikan toman dapat tumbuh dengan panjang sekitar 1 m dan lebih besar dari ikan gabus. Habitat asli ikan toman yaitu di daerah rawa-rawa dan merupakan ikan asli Indonesia, tepatnya di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatra.

Ikan ini cukup rakus dengan memangsa ikan yang lebih kecil darinya. Memang ikan toman tergolong dalam ikan predator yang sangat rakus sebagai pemuncak rantai makanan.

18. Ikan Palmas


Ikan palmas mempunyai bentuk yang unik menyerupai ikan prasejarah, yaitu berbentuk seperti naga. Ikan ini berasal dari Afrika. Sama seperti ikan toman, ikan palmas juga tergolong ikan predator yang memangsa ikan yang lebih kecil darinya. 

Namun ikan ini tidak serakus ikan toman maupun ikan gabus. Jadi, ikan palmas masih bisa dicampur saat pemeliharaannya. Saat mencampur dengan ikan lain, juga harus dilakukan dengan ikan yang memiliki ukuran sama. 

19. Ikan Kepala Timah 


Ikan kepala timah banyak dijumpai di sekitar parit dekat persawahan maupun di sungai-sungai kecil. Bentuk dari ikan ini hampir mirip dengan ikan cere, namun yang membedakannya adalah terdapat titik putih pada bagian kepala ikan ini. Sedangkan pada ikan cere tidak ada.

Ikan kepala timah tergolong dalam ikan perenang atas yang menghabiskan waktunya berada di dekat permukaan air. Untuk makanannya, ikan kepala timah memakan serangga kecil, lumut, maupun jentik nyamuk. Jadi, ikan kepala timah ini dapat dijadikan sebagai ikan pembersih jentik nyamuk yang terdapat pada genangan air.

20. Ikan Julung-Julung 


Ikan julung-julung sering disebut dengan ikan cucut. Habitat ikan ini berada di parit-parit kecil dekat persawahan. Serta di tempat tersebut banyak ditemukan ikan julung-julung dan ikan cere. Makanan dari ikan ini adalah serangga kecil dan juga memakan jentik nyamuk.

Untuk pemeliharaannya sebagai ikan hias pun cukup mudah, yaitu hanya ditempatkan pada aquarium atau wadah yang diisi dengan air. Meskipun tanpa aerator pun maaih bisa bertahan hidup, asalkan diberikan makan dan juga perawatan kualitas air.

Akhir Kata

Cukup sekian pembahasan mengenai jenis-jenis ikan yang mampu bertahan hidup tanpa menggunakan aerator. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kaaih.