Peluang Bisnis Budidaya Ikan Julung-Julung Menggunakan Aquarium

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Julung-Julung Menggunakan Aquarium


Ikan Julung-Julung merupakan ikan air tawar yang dapat ditemukan di area irigasi atau parit. Mereka hidup di tempat tersebut secara berkelompok. Ada hal yang unik dari ikan ini, yaitu bentuk tubuhnya yang memanjang dengan mulut yang runcing.


Selain itu ikan ini berkembang biak dengan cara bertelur, namun telurnya tersebut tidak dikeluarkan dari perut betina. Melainkan ketika telur sudah menetas, anakan yang masih berupa larva lah yang akan dikeluarkan dari perut betina. Jadi telur tersebut disimpan di perut betina sampai menetas.


Meskipun ikan ini jarang sekali dilirik oleh penghobi ikan hias maupun peternak, namun ternyata ada peluang bisnis untuk membudidayakan ikan julung-julung. Ikan hasil budidaya tersebut dapat dijual ke penghobi ikan predator untuk dijadikan pakan, dan bahkan ikan ini juga dapat dijadikan konsumsi, contohnya peyek julung-julung.


Untuk cara membudidayakan ikan julung-julung dapat menggunakan wadah aquarium. Sebab ukuran tubuhnya yang kecil dan hanya mampu tumbuh dengan panjang 15 cm. Oleh karena itu penggunaan aquarium sebagai tempat budidaya adalah pilihan yang cocok.


Untuk langkah-langkah pembudidayaannya adalah sebagai berikut.


1. Memilih Indukan 

Sebelum memulai budidaya ikan julung-julung, ada baiknya kalau kita sudah tahu cara membedakan jenis kelamin ikan ini. Untuk cara membedakan jenis kelaminnya adalah sebagai berikut.


a. Jantan

  • Tubuhnya berbentuk ramping
  • Warna sirip & tubuh lebih beragam
  • Ukuran lebih kecil dibanding betina
  • Moncong mulut lebih panjang

b. Betina

  • Tubuhnya gendut pada perutnya
  • Warna tubuh & sirip tidak ketara
  • Ukuran lebih besar dibanding jantan
  • Moncong mulut lebih pendek

Seperti itulah cara membedakan jenis kelamin ikan julung-julung yang mudah diketahui. Untuk indukan yang siap memijah memiliki ciri-ciri berikut, bagi indukan betina perutnya akan terlihat membesar. Itu tandanya ada telur yang siap dibuahi oleh pejantan.


2. Penyiapan Tempat 

Untuk tempat pemijahan sendiri dapat menggunakan aquarium ukuran 40cm × 30cm × 30cm. Ukuran seperti itu sudah sangat pas untuk memijahkan ikan julung-julung. Namun ukuran aquarium yang digunakan bukan hal yang pasti, artinya kita bisa menggunakan ukuran yang lebih besar maupun lebih kecil.


Sebelum aquarium digunakan untuk memijahkan ikan julung-julung, usahakan sudah terisi air yang diendapkan sebelumnya. Serta di dalam aquarium diberi semacam tali rafia disisir-sisir yang nantinya berguna untuk tempat sembunyi anakan ikan julung-julung.


Kalau pun sudah seperti itu, langkah selanjutnya adalah memasukkan ikan julung-julung ke dalam aquarium. Jumlahnya yaitu 1 ekor ikan betina dan 2 ekor ikan jantan. Kalau mau dilebihkan dan divariasikan juga tidak masalah, asalkan tau kepadatan ikan di dalam aquarium.


Ikan julung-julung yang sudah melakukan pemijahan tidak langsung mengeluarkan telurnya. Biasanya memerlukan waktu beberapa hari sampai telurnya menetas. Namun ketika anakan sudah menetas di dalam perut, barulah dikeluarkannya.


Setelah sekiranya semua anakan keluar dari perut ikan betina. Maka yang selanjutnya dilakukan adalah memindahkan indukan pejantan serta induk betina yang sudah mengeluarkan anakannya. Untuk cara mengetahuinya kita bisa melihat bagian perut betina. Apakah perutnya mengecil atau belum, kalau sudah terlihat mengecil itu tandanya sudah mengeluarkan anakannya.


3. Pembesaran Anakan 

Setelah semua anakan keluar dari perut ikan betina, pada waktu itu tidak perlu untuk diberikan makan dahulu. Sebab anakan tersebut masih mempunyai cadangan kuning telur. Kira-kira sampai 3 hari barulah kita berikan makan.


Untuk makanannya dapat menggunakan artemia, cacing sutra maupun pelet bubuk. Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Serta jangan lupa untuk menjaga kualitas airnya agar anakan tidak mudah terserang penyakit.


Kalaupun terserang penyakit semacam jamur, kita bisa mengatasinya menggunakan garam ikan dengan cara memberikan ke dalam aquarium. Untuk kadar pemberian bisa disesuaikan dengan volume air yang ada di dalam aquarium.


4. Pemanenan

Untuk pemanenannya sendiri sebenarnya tidak ada patokan waktu dan tergantung kita mau kapan memanennya. Misalkan kita hanya akan menjual ikan dalam ukuran lembut-lembut/kecil untuk pakan ikan predator kecil. Maka dari itu kita dapat memanennya dalam usia 1 bulan.


Beda lagi kalau kita menggunakan ukuran sedang yang akan dijual. Untuk pemanenannya dapat dilakukan dalam usia 4-6 bulan. Kalau pun hanya menggunakan ikan yang sudah dewasa untuk dijual. Maka pemanenannya dapat dilakukan setelah usia 6 bulan ke atas.


Untuk takarannya kita bisa menggunakan plastik ukuran 1 kg sebagai wadah ikan hasil panen. Setiap satu ukuran plastik tersebut misalkan kita isi sampai 100 atau 200 ekor. Untuk harganya bisa Rp 10.000-Rp 15.000 per plastik. Untuk menjualnya dapat dilakukan secara online maupun ke penjual peyek ikan julung-julung.


Sudah untung bukan dengan harga seperti itu. Serta kalau pun lebih ingin untung lagi, kita dapat mengolah ikan julung-julung tersebut menjadi beragam aneka olahan makanan. Contohnya peyek, keripik, abon, dan sebagainya.


Meskipun awalnya ikan ini kurang dilirik dalam pembudidayaannya, nyatanya juga dapat mendatangkan rejeki yang lumayan untuk tambahan penghasilan. Selamat Mencoba !


Serta cukup sekian saja pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih.
Kemanakah Perginya Belut Sawah saat Musim Kemarau

Kemanakah Perginya Belut Sawah saat Musim Kemarau

Indonesia merupakan negara tropis yang dilewati oleh garis khatulistiwa, maka tak heran Indonesia memiliki dua musim yang terjadi secara bergantian setiap 6 bulan sekali selama setahun, yaitu musim hujan yang terjadi antara bulan Oktober hingga April dan musim kemarau yang terjadi pada bulan April sampai Oktober. 


Namun terkadang ada suatu anomali tentang terjadinya kedua musim tersebut. Yaitu ada satu musim yang terjadinya lebih panjang dari perkiraan waktu yang telah ditentukan. Biasanya hal tersebut terjadi karena perubahan suhu dan iklim bumi yang berpengaruh pada terjadinya cuaca. 


Sebagai contoh, terjadinya musim kemarau yang berkepanjangan dan berdampak pada terjadinya kekeringan. Akibat dari hal tersebut menimbulkan suatu masalah yang terjadi pada lahan pertanian yang mengalami gagal panen dan hilangnya habitat ekosistem persawahan.


Dari spekulasi di atas dapat dikatakan bahwa sawah yang mengalami kekeringan, tentunya hal itu berdampak pada makhluk hidup yang berada di area persawahan tersebut, contohnya belut. Apakah kalian merasa penasaran kemanakah perginya belut ketika sawah mengering. Masih menjadi misteri kenapa sawah yang kering tidak ditemukan belut dan setelah basah kembali ternyata masih ada belut yang tinggal di dalamnya. 


Sebenarnya pertanyaan tersebut selama ini membuat kita berpikir bahwa apakah kalau sawah mengering semua belut yang ada di sawah itu akan mati atau pun belut-belut mampu memprediksi bahwa akan terjadinya kekeringan yang melanda wilayahnya. Maka dari itu para belut telah meninggalkan tempat tinggalnya sebelum kekeringan melanda. 


Akan tetapi semua itu hanya dugaan sementara yang belum pasti kebenarannya. Namun untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, pada artikel berikut ini akan dijelaskan kemanakah perginya belut ketika sawah mengering. Daripada penasaran, langsung saja mulai membacanya. Yuk, mari disimak!!



Belut merupakan sejenis ikan yang hidup di dalam lubang berlumpur pada area persawahan maupun tepian parit. Saat tinggal di dalam lubang tersebut belut dapat bertahan dikarenakan mempunyai organ pernapasan tambahan berupa selaput tipis berlendir yang terletak di dalam rongga mulutnya. Juga ditambah lagi belut mampu mengambil oksigen langsung ke permukaan air. 


Serta permukaan tubuhnya yang mengeluarkan lendir dapat membantu untuk bergerak ketika sedang berada di dalam lubang persembunyian nya. Di dalam lubang lumpur tersebut, belut menunggu mangsanya datang mendekati lubang dan saat itu juga belut akan memakannya. 


Ketika musim kemarau akan datang, para belut akan memperdalam lubang persembunyiannya sampai menemukan sumber air. Saat musim kemarau berlangsung serta mengakibatkan sawah mengering. Belut akan bertapa di dalam lubang yang sebelumnya telah di dalamkannya hingga musim penghujan tiba atau sawah yang menjadi habitatnya kembali tergenang oleh air kembali. 


Ketika sawah mulai tergenang air kembali, belut akan keluar dari lubang persembunyiannya untuk mencari makanan. Biasanya belut akan mencari makan pada waktu malam hari. Maka dari itu belut sering disebut sebagai hewan nokturnal. Pada waktu malam hari terkadang para pencari belut mulai menjalankan aksinya.


Namun ketika baru saja mulai memasuki musim penghujan terkadang ukuran belut menjadi lebih kecil atau kurus dikarenakan kurangnya makanan saat musim kemarau. Ketika sudah memasuki pertengahan musim penghujan, biasanya ukuran belut akan kembali seperti semula atau lebih besar.


Waktu yang pas untuk menangkap belut adalah ketika memasuki masa tanam padi dan akan berakhir ketika tanaman padi sudah mulai berumur 1,5 bulan atau sawah sudah tertutup tanaman padi. Waktu penangkapannya dilakukan saat malam hari, dikarenakan saat malam hari belut akan keluar dari lubang persembunyiannya untuk mencari makan.



Adapun cara penangkapan belut dapat dilakukan dengan beragam cara, mulai dari dipancing dengan mata pancing, dijebak menggunakan bubu, dan menjaring belut yang berada diluar lubangnya. Apabila dilakukan dengan cara memancingnya, maka kita harus tahu mana lubang yang ditempati belut dan yang bukan.


Sebab terkadang ada juga ular yang mendiami suatu lubang di persawahan dan juga kepiting. Ketika kita tidak tahu lubang mana yang ditempati belut dan malah memasukannya ke dalam lubang ular hal tersebut dapat membuat kita menjadi kaget sedikit khawatir ketika mendapatkan ular. Karena untuk yang baru pertama kali menemui hal tersebut akan merasa panik ketika melepaskan kail dengan ular yang didapatkannya.


Lain halnya dengan yang sudah pernah mengalami hal tersebut dan akan merasa lebih lega serta tidak panik saat ingin melepaskan kail pancing dengan ular yang didapat. Namun tetap juga harus berhati-hati ketika akan melepaskan ular yang tersangkut dengan kail pancingnya. Agar tidak terjadi hal yang diinginkan, maka akan lebih baiknya untuk mengetahui perbedaan lubang ular, belut, dan kepiting pada link berikut ini.


Akan tetapi keberadaan belut tak lepas dari tingkat keasrian suatu habitatnya. Maka ketika sawah yang menjadi habitatnya masih belum tercemar dan minimnya penggunaan pestisida dapat dikatakan belut masih banyak terdapat di dalamnya. Namun lain halnya ketika penggunaan pestisida marak terjadi dan berakibat berkurangnya belut yang mendiami area tersebut atau tidak ada sama sekali.


Hal tersebut tentunya berdampak pada para pencari belut yang sulit untuk menemukan belut kembali. Dan berakibat pada kelangkaan belut pada suatu wilayah serta menyebabkan tingginya harga belut di pasaran. Serta saat ini masih minimnya pembudidayaan belut yang terjadi dan lebih besar mengambil langsung dari alam.


Maka dari itu dapat diambil pelajaran yang berharga untuk selalu melestarikan lingkungan demi terjaganya suatu habitat di dalamnya. Tentunya lingkungan yang asri dapat memberikan kita manfaatnya baik berupa mahkluk hidup didalamnya maupun keindahan alamnya.



Demikianlah pembahasan mengenai belut sawah saat musim kemarau terjadi. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih.
Perbedaan Lubang Belut, Ular, dan Kepiting

Perbedaan Lubang Belut, Ular, dan Kepiting

Memancing merupakan kegiatan menangkap ikan menggunakan kail pancing yang diberi umpan. Terkadang saat sedang memancing merasa susah dan lama juga untuk mendapatkan ikannya. Memang untuk menjalankannya juga butuh kesabaran dan proses untuk bisa berhasil.


Umumnya tempat yang digunakan untuk memancing berupa sungai, kolam, danau, waduk, dan laut. Tapi ada satu lagi tempat yang tidak kebanyakan orang tahu, yaitu sawah. Pasti sebagian orang akan berpikir bahwa apakah bisa dapat ikan kalau memancing di sawah. 


Tentunya dapat, tapi untuk memancingnya bukan di tempat yang bernama mina padi. Mina padi adalah menanam padi sambil memelihara ikan di satu tempat yang sama, yaitu di sawah. Untuk tempat memancingnya bukan di tempat tersebut, kalaupun kita nekat memancingnya, bisa-bisa yang punya marah kepada kita karena sudah mencuri ikannya. 


Sebaiknya untuk memancing di sawah bukan di tempat yang ada mina padinya. Serta bisa memilih sawah biasa saja. Namun jangan salah sangka kalau memancing di sawah yang biasa saja tidak bisa mendapatkan ikan. Tentunya kita masih bisa mendapatkan ikan, namun bukan ikan yang mempunyai sirip maupun sisik pada umumnya, tetapi ikan yang dimaksud adalah belut. 


Iya, memang habitat yang disukai oleh belut adalah daerah persawahan yang terdapat air berlumpur. Belut tinggal di lubang yang dibuat di dalam lumpur yang berada di sawah. Serta memancing belut dapat dijadikan pilihan yang tepat bagi yang ingin mencobanya maupun sudah pengalaman.


Untuk memancing belut dapat menggunakan kail pancing yang berukuran keci dan memakai umpan berupa cacing, keong, atau anak katak. Kail pancing tadi diikat pada sebuah senar pancing yang tidak memakai joran/walesan.


Setelah semuanya siap, maka alat tadi bisa langsung digunakan untuk memancing belut. Akan tetapi, sebelum memulai memancing belut akan lebih baik kalau kita bisa membedakan mana lubang belut, lubang ular, dan lubang kepiting. Memang yang dapat membuat lubang di area sawah tidak hanya belut saja melainkan ketiga hewan tersebut juga dapat membuatnya. 


Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, atau ketika kita mau memancing belut malah salah memasukkan nya ke dalam lubang ular. Kalaupun kita tidak dapat ularnya pun tidak masalah, lain halnya kalau kita mendapatkan ularnya dan kail pancingnya tersangkut di mulutnya.


Bisa-bisa akan panik nantinya saat mengalami hal tersebut, serta tidak ada pilihan lain selain memutus kail pancing untuk melepaskannya. Namun bagi yang sudah terbiasa mengalaminya hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab tanpa diduga lubang yang kita anggap belut juga bisa berisi ular ataupun kepiting. Yang awal niatnya ingin mendapat belut berukuran besar, tapi kok malah ular yang berhasil didapatkan nya.


Untuk itu langsung saja kita bahas perbedaan lubang belut, ular, dan kepiting. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :


A. Lubang Belut 

  • Umumnya berbentuk bulat dan memiliki tekstur rata pada lubangnya.
  • Lubang belut biasanya terdapat air di dalamnya.
  • Lubang belut mengarah ke bawah dan tidak ke samping maupun ke atas.
  • Di sekitaran lubang belut biasanya terdapat sisa makanan seperti keong, namun tidak pasti selalu ada.

B. Lubang Ular

  • Umumnya berbentuk bulat maupun tidak beraturan.
  • Lubang ular umumnya akan mengarah ke atas maupun ke samping.
  • Di dalam lubang ular biasanya tidak terdapat airnya.

C. Lubang Kepiting 

  • Lubang kepiting berbentuk gepeng dan tidak beraturan.
  • Di sekitaran lubang kepiting biasanya terdapat gumpalan atau gundukan tanah.
  • Lubang kepiting akan saling terkait satu sama lainnya dengan lubang utama.
  • Di dalam lubang kepiting terdapat airnya.
  • Umumnya mengarah ke samping maupun ke atas.

Seperti itulah ciri-ciri perbedaan antara lubang belut, ular, dan kepiting. Tapi perlu diingat bahwa tidak selamanya yang awalnya kita sudah perkirakan bahwa lubang yang ingin dipancing adalah lubang belut, namun kenyataannya malah sebaliknya. Bisa juga isinya kepiting atau ular. 
Bagaimana Cara Belut Berkembangbiak?

Bagaimana Cara Belut Berkembangbiak?

Belut merupakan salah satu jenis ikan yang tidak mempunyai sirip dan sisik. Serta bentuk tubuhnya yang memanjang dengan kulit yang berlendir menjadi ciri khasnya. Selain itu di habitat aslinya yang berupa genangan air berlumpur, belut hidup dengan cara membuat lubang pada lumpur.


Belut dapat bertahan dalam lubang lumpur dalam waktu yang lama dikarenakan memiliki organ pernapasan tambahan berupa kulit tipis berlendir yang terdapat pada rongga mulutnya. Belut juga dapat mengambil oksigen langsung ke permukaan air. Untuk membantu bergerak leluasa dalam lubang berlumpur, maka dari itu pada tubuh belut mengeluarkan lendir licin yang membantunya bergerak saat berada dalam lubang persembunyiannya. 

Belut ini termasuk ke dalam hewan nokturnal, yang berarti aktif di malam hari. Umumnya makanan belut adalah cacing, keong, anakan katak, dan ikan kecil. Cara belut menangkap mangsanya yaitu dengan cara menunggu mangsanya masuk ke dalam lubang persembunyiannya dan kemudian belut akan memangsanya. 

Akan tetapi apakah kalian tahu bagaimana belut berkembang biak? Pastinya merasa penasaran kan. Ya, belut berkembang biak secara ovipar atau bertelur. Secara alami belut akan berkembang biak setahun sekali dengan masa perkawinan dari permulaan musim hujan sampai permulaan musim kemarau.

Selain itu belut merupakan hewan hermaprodit protandi, yaitu hewan yang mempunyai kelamin ganda jantan dan betina. Jenis kelamin belut dipengaruhi oleh usia. Pada saat belut berumur di atas 10 bulan, semua belut akan berubah menjadi jantan. Sedangkan belut yang berumur di bawah 10 bulan memiliki alat kelamin betina.

Meskipun belut termasuk sebagai hewan hermaprodit, akan tetapi belut tidak dapat membuahi sendiri. Jadi, belut masih memerlukan pasangan dalam proses perkembangbiakannya. Selain itu, ciri-ciri jantan dan betina dapat diketahui lewat ukurannya. Belut jantan mempunyai ukuran lebih dari 40 cm. Sedangkan belut betina mempunyai ukuran antara 20-30 cm atau lebih pendek daripada belut jantan.

Pada saat musim kawin, belut jantan pergi ke perairan dangkal dan membuat lubang untuk kawin. Biasanya dilakukan pada malam hari saat suhunya di bawah 28°C. Serta lubang yang dibuat oleh belut jantan akan berbentuk melengkung menyerupai huruf U. Di sekitar lubang, belut jantan akan mengeluarkan buih-buih gelembung untuk menarik perhatian belut betina. 

Setelah belut betina datang, kemudian disambut oleh belut jantan dan terjadilah perkawinan. Saat itu juga belut betina mengeluarkan telurnya dan belut jantan membuahi dengan spermanya. Setelah pembuahan terjadi, kemudian belut jantan akan mengumpulkan telur tersebut dan membawanya ke dalam lubang persembunyiannya. 

Ketika hal tersebut terjadi, yang dilakukan belut betina adalah segera meninggalkan tempat tersebut. Dikarenakan selama menjaga telur-telurnya, belut jantan akan bersifat agresif kepada siapa saja yang mendekati telurnya. Secara alami telur belut akan menetas setelah 10 hari lamanya. 

Setelah mencapai 10 hari dan telur belut sudah menetas masih tetap akan dijaga oleh belut jantan sampai usia 2 minggu. Setelah 2 minggu, anak-anak belut akan disapih oleh belut jantan serta mereka mulai meninggalkan sarangnya untuk mencari makan sendiri-sendiri.

Seperti itulah proses perkembangbiakan belut mulai dari masa perkawinan sampai masa penyapihan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Sekian dan terimakasih.
20 Jenis Ikan yang dapat Hidup tanpa Aerator / Pompa Oksigen

20 Jenis Ikan yang dapat Hidup tanpa Aerator / Pompa Oksigen


Dalam memelihara ikan hias memang perlu beberapa persiapan untuk menunjang kelangsungan hidup si ikan. Terkadang ada beberapa peralatan wajib yang tak boleh diabaikan begitu saja, contohnya aerator atau pompa oksigen. Memang satu peralatan ini menjadi komponen penting saat ingin memelihara ikan hias.

Namun, terkadang apabila sedang terjadi mati listrik dan dikhawatirkan ikan tersebut tidak mampu bertahan hidup dalam kondisi tanpa oksigen terlarut. Maka yang terjadi pada ikan tersebut bisa dipastikan akan mati. Karena tak jarang begitu kesal sekali ketika tiba-tiba listrik sedang mati.

Namun tak semua ikan akan mati ketika dipelihara tanpa aerator atau pompa oksigen. Ada beberapa jenis ikan yang mampu bertahan dalam kondisi tanpa aerator. Jadi, selama terjadi mati listrik kita tidak lagi merasa resah dengan ikan yang dipelihara. Akan tetapi perlu juga perawatan yang baik demi menunjang kelangsungan hidup si ikan.

Dengan memelihara ikan yang mampu bertahan hidup saat dipelihara tanpa aerator, maka ikan tersebut bisa dijadikan pilihan yang tepat. Sebab dengan memelihara ikan itu, kita tidak lagi merasa khawatir saat sedang terjadi pemadaman listrik. Selain itu, dapat juga menghemat penggunaan listrik yang biasanya digunakan untuk menyalakan aerator.

Pada artikel kali ini akan dibahas beberapa jenis ikan yang mampu bertahan hidup tanpa aerator. Kalian juga dapat mencoba untuk memeliharanya di rumah. Berikut adalah jenis-jenis ikan yang dapat hidup tanpa aerator atau pompa oksigen.


1. Ikan Cupang 


Sudah umum sekali bahwa jenis ikan ini memang terkenal karena daya tahan hidupnya di tempat yang minim oksigen. Biasanya di toko ikan hias maupun penjual ikan hias, ikan cupang ini ditempatkan pada wadah yang memiliki ukuran kecil secara sendiri-sendiri.

Memang ikan cupang ini termasuk jenis ikan yang agresif dan apabila disatukan dalam satu wadah akan membuat ikan cupang saling menyerang satu sama lain. Dan akhirnya pun ada salah satu ikan yang berakhir mati jika tidak segera dipisah. Begitupun saat didekatkan dengan kaca, ikan ini juga masih terlihat agresif sekali. 

Maka tak heran ikan ini sering disukai oleh anak-anak untuk dijadikan ikan aduan. Namun, disarankan untuk tidak mengadu ikan cupang dalam satu wadah. Kalaupun ingin mengadunya cukup mendekatkannya saja dalam wadah terpisah.


2. Ikan Lele


Ikan lele seringkali dijadikan sebagai ikan konsumsi oleh masyarakat Indonesia. Umumnya dikenal dengan nama makanan pecel lele yang banyak dijual di pinggir jalan. Dengan peminat yang cukup banyak, maka tak heran pembudidayaan ikan lele pun juga lumayan banyak dan tersebar dengan luas.

Dalam pembudidayaannya, ikan lele banyak dibudidayakan dalam kondisi air keruh dan minim oksigen. Dalam kondisi tersebut ternyata ikan lele masih bisa hidup dan berkembang besar. Karena pada ikan lele dilengkapi dengan organ pernapasan menggunakan labirin-labirin pada insangnya.

Jadi, dengan adanya organ tersebut memungkinkan ikan lele masih dapat bernafas dalam kondisi air keruh dan bahkan di dalam lumpur sekalipun. Tapi anehnya ikan lele yang dipelihara dalam kondisi tersebut malah tumbuh dengan baik, dibandingkan dengan yang dipelihara dalam air jernih dan banyak oksigen. Mungkin alasan itu yang melatarbelakangi pembudidayaan ikan lele dalam kondisi air keruh. 

3. Ikan Gurameh 


Ikan yang satu ini juga banyak diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai ikan konsumsi. Selain ukurannya yang dapat tumbuh dengan besar dan rasa dagingnya yang enak, biasanya disajikan sebagai gurameh panggang. Tentu siapa yang tak ingin mencicipinya, pasti semua ingin merasakannya. Wahh, lezatt.

Saat dipelihara, ikan gurameh ini mampu bertahan dalam kondisi minim oksigen. Sama seperti ikan lele, ikan gurameh juga memiliki semacam organ pernapasan yang terdapat labirin-labirin. Jadi, dengan terdapatnya organ tersebut menjadikan ikan ini mampu bertahan dalam kondisi minim oksigen dan tidak perlu bantuan pompa oksigen saat memeliharanya.

4. Ikan Gabus


Ikan gabus memang sangat terkenal dengan daya hidupnya yang mampu bertahan di daratan dalam kondisi cukup lama. Selain itu ikan gabus juga dapat bergerak atau berpindah tempat saat sedang berada di daratan. Di habitat aslinya, ikan gabus akan membuat semacam lubang pada musim kemarau. 

Fungsi lubang tersebut adalah menjadi tempat bertahan ikan gabus selama musim kemarau yang minim air. Saat di dalam lubang tersebut, ikan gabus akan berpuasa tidak makan dan masih juga bisa bertahan sampai pada waktunya ketika musim hujan turun. Atau ketika tempatnya tergenang air kembali. 

Begitupun saat dipelihara sendiri, ikan gabus tidak memerlukan semacam pompa oksigen. Sebab ikan ini mampu mengambil oksigen sendiri ke permukaan air. Perlu diingat bahwa ikan gabus termasuk ikan predator atau pemangsa yang cukup rakus. Jadi saat memeliharanya jangan dicampur dengan ikan yang lebih kecil darinya dan ikan sejenis (sama-sama ikan gabus).

Namun apabila sedari kecil ikan gabus sudah terbiasa dicampur dengan gabus lain dan diberikan makan berupa pelet. Kemungkinan ikan gabus tersebut tidak akan seganas ikan gabus yang langsung didapat dari alam.

5. Ikan Mujair


Ikan Mujair ini dikisahkan dulunya merupakan jenis ikan yang hidup di air laut dan berasal dari Afrika. Namun, setelah diubah habitat hidupnya di air tawar oleh seseorang yang bernama Mbah Moedjair. Maka nama ikan ini pun dikenal dengan ikan Mujair.

Berkat hal tersebut, sekarang ikan mujair menjadi ikan budidaya yang banyak diminati, baik untuk konsumsi maupun koleksi. Selain itu, saat memelihara ikan mujair bisa juga tanpa menggunakan pompa oksigen/aerator. Karena ikan mujair ini termasuk ikan yang dapat mengambil oksigen ke permukaan air.

Hal tersebut pun dapat dilihat ketika kita pergi ke kolam yang berisi ikan mujair. Maka nanti akan dijumpai ikan mujair memunculkan mulutnya ke permukaan air untuk bernafas sambil membuka tutup mulutnya.

6. Ikan Guppy


Ikan mungil yang satu ini mempunyai keindahan yang luar biasa. Bagian yang menjadi ciri khasnya adalah ekornya yang berbentuk lebar seperti kipas dan berwarna-warni. Maka tak jarang ikan ini cocok untuk dipelihara sebagai ikan hias. Baik itu oleh pemula maupun berpengalaman.

Serta tempat memeliharanya juga bisa ditempatkan pada gelas kecil sampai aquarium besar. Namun akan lebih indah lagi apabila ikan guppy ini dipelihara secara bergerombol. Dengan cara tersebut dapat dipastikan akan membuat keindahan yang luar biasa saat ikan guppy bergerombol. 

Untuk memelihara ikan guppy juga masih bisa hidup tanpa menggunakan aerator atau pompa oksigen. Namun, perlu juga dijaga kualitas air dan kesehatan si ikan agar tidak mudah terserang penyakit yang dapat menyebabkan ikan mati. 

7. Ikan Sapu-Sapu


Ikan sapu-sapu sering juga disebut sebagai ikan pembersih. Memang saja ikan ini akan memakan lumut dan alga yang menempel pada kaca aquarium. Bentuk ikan ini juga unik, yaitu mempunyai kulit yang keras dan mulutnya terletak di bawah.

Untuk itu tidak usah diragukan lagi bahwa ikan sapu-sapu ini mempunyai daya tahan hidup yang luar biasa. Bahkan ikan ini mampu hidup dalam kondisi air tercemar sekalipun. Serta mampu berkembang biak secara cepat dan menyebar dengan luas. 

Namun, ikan ini juga sering dianggap sebagai ikan invasif yang bukan asli dari Indonesia. Asal ikan sapu-sapu adalah dari daerah Amerika Selatan. Entah siapa dulunya yang menyebarkan ikan ini di sungai Indonesia. Sekarang ini perkembangannya pun cukup banyak dan ditambah lagi daya tahan hidupnya yang mampu bertahan dalam kondisi air tercemar. 


8. Ikan Betok


Ikan betok banyak ditemukan di daerah rawa-rawa dan sungai yang belum tercemar. Ada yang menarik dari ikan ini, yaitu kemampuannya yang dapat berjalan di darat. Memang benar saja ikan betok ini dapat bertahan di daratan cukup lama dan menggunakan insangnya yang dapat dimekarkan untuk berpindah tempat. 

Saat musim kemarau ikan betok akan bersembunyi di dalam lubang dan menunggu hingga musim penghujan tiba. Atau juga ketika tempat tinggalnya sudah kembali tergenang air kembali. Dalam melindungi dirinya, ikan betok mempunyai sirip punggung berduri yang tajam. Serta mungkin hewan predator lain yang memakannya akan terkena durinya dan setelah itu bisa membuat tersedak atau nyangkut di tenggorokan.

9. Ikan Molly


Ikan molly juga kerap kali dikenal dengan nama ikan balon. Memang ikan ini mempunyai bentuk perut yang besar menyerupai balon. Namun, ukuran ikan ini tidak terlalu besar, dan diperkirakan dapat tumbuh sampai 6 cm.

Saat memeliharanya pun, ikan molly ini cukup mampu bertahan tanpa menggunakan aerator/pompa oksigen. Bahkan bisa dipelihara dalam wadah berukuran kecil. Serta untuk menunjang kelangsungan hidupnya perlu juga di berikan perawatan dan pemberian makan secara teratur.

10. Ikan Platy


Ikan platy hampir mirip dengan ikan molly. Namun ada perbedaan yang cukup mencolok, yaitu bentuk badannya sedikit lebih ramping dan juga bentuk ekornya yang menyerupai sabit.

Saat memeliharanya pun juga hampir mirip dengan ikan molly yang juga mampu bertahan hidup tanpa menggunakan aerator. Serta jangan lupa juga untuk memberikan perawatan dan menjaga kualitas airnya supaya si ikan platynya dalam kondisi sehat.

11. Ikan Pedang 


Ikan pedang memang sekilas mirip dengan ikan platy. Namun hal yang membedakannya adalah ekornya yang berbentuk lancip pada bagian bawah. Maka ikan ini pun mendapat julukan ikan pedang berkat ekornya tersebut.

Cara pemeliharaannya pun tergolong mudah, dan masih sama seperti ikan platy dalam pemeliharaannya. Serta untuk perawatannya juga harus dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi ikan tetap sehat.

12. Ikan Red Tail Catfish


Ikan ini sering dikenal dengan ikan lele hias. Memang ikan Red Tail Catfish mempunyai bentuk yang unik dengan warna yang indah serta ekornya yang berwarna merah. Seringkali ikan ini dijadikan sebagai ikan hias dan untuk mendapatkannya pun cukup mudah di toko ikan hias.

Untuk ukuran tumbuhnya pun juga dapat tumbuh menjadi besar, kira-kira sampai 1-2 m. Ikan ini asalnya dari daerah sungai Amazon yang terkenal dengan ikan-ikan predatornya yang besar-besar. Saat ingin memeliharanya bisa ditempatkan di kolam maupun aquarium yang berukuran cukup besar. Serta ikan ini mampu bertahan hidup tanpa menggunakan aerator.

13. Ikan Sepat


Ikan sepat memiliki bentuk yang mirip dengan ikan gurameh. Namun ukuran ikan sepat hanya mampu tumbuh tidak terlalu besar dan lebih kecil dari ikan gurameh. Yang menjadi ciri khas dari ikan sepat dan gurameh adalah terdapat semacam antena pada bagian perutnya. 

Dalam pemeliharaannya pun dapat dilakukan dalam aquarium tanpa menggunakan aerator atau pompa oksigen. Namun masih perlu dilakukan perawatan kualitas air dan pemberian makan secara berkala.

14. Ikan Nila 


Ikan nila termasuk ikan konsumsi yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Maka tak jarang pembudidayaannya pun juga cukup banyak. Selain itu ikan nila juga mempunyai bentuk yang hampir mirip dengan ikan mujair.

Perbedaannya adalah terletak pada corak badannya dan warna pada ekornya. Pada ikan nila memiliki corak garis-garis pada badannya, sedangkan ikan mujair tidak. Serta pada ekor ikan nila juga punya corak garis-garis, sedangkan ikan mujair tidak ada coraknya.

15. Ikan Niasa


Ikan niasa sekilas mirip dengan ikan lemon dan perbedaannya adalah corak pada badannya. Pada ikan niasa mempunyai corak garis-garis pada badannya, sedangkan ikan lemon tidak ada.

Ikan niasa ini banyak ditemukan di toko ikan hias dan dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Saat dipelihara bisa dengan cara digerombol dan akan membuat keindahan yang menakjubkan.

16. Ikan Komet


Ikan komet seringkali banyak diperjualbelikan sebagai ikan hias oleh para pedagang ikan keliling dengan menggunakan wadah plastik yang digantung. Seringkali ikan ini banyak disukai oleh anak-anak.

Cara pemeliharaannya pun cukup mudah. Hanya ditempatkan di aquarium dengan diberikan perawatan dan pemberian makan secara berkala maka ikan ini dipastikan akan tetap hidup meskipun saat pemeliharaannya tidak menggunakan aerator.


17. Ikan Toman


Ikan toman ini masih satu keluarga dengan ikan gabus. Namun ukuran tumbuh ikan toman dapat tumbuh dengan panjang sekitar 1 m dan lebih besar dari ikan gabus. Habitat asli ikan toman yaitu di daerah rawa-rawa dan merupakan ikan asli Indonesia, tepatnya di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatra.

Ikan ini cukup rakus dengan memangsa ikan yang lebih kecil darinya. Memang ikan toman tergolong dalam ikan predator yang sangat rakus sebagai pemuncak rantai makanan.

18. Ikan Palmas


Ikan palmas mempunyai bentuk yang unik menyerupai ikan prasejarah, yaitu berbentuk seperti naga. Ikan ini berasal dari Afrika. Sama seperti ikan toman, ikan palmas juga tergolong ikan predator yang memangsa ikan yang lebih kecil darinya. 

Namun ikan ini tidak serakus ikan toman maupun ikan gabus. Jadi, ikan palmas masih bisa dicampur saat pemeliharaannya. Saat mencampur dengan ikan lain, juga harus dilakukan dengan ikan yang memiliki ukuran sama. 

19. Ikan Kepala Timah 


Ikan kepala timah banyak dijumpai di sekitar parit dekat persawahan maupun di sungai-sungai kecil. Bentuk dari ikan ini hampir mirip dengan ikan cere, namun yang membedakannya adalah terdapat titik putih pada bagian kepala ikan ini. Sedangkan pada ikan cere tidak ada.

Ikan kepala timah tergolong dalam ikan perenang atas yang menghabiskan waktunya berada di dekat permukaan air. Untuk makanannya, ikan kepala timah memakan serangga kecil, lumut, maupun jentik nyamuk. Jadi, ikan kepala timah ini dapat dijadikan sebagai ikan pembersih jentik nyamuk yang terdapat pada genangan air.

20. Ikan Julung-Julung 


Ikan julung-julung sering disebut dengan ikan cucut. Habitat ikan ini berada di parit-parit kecil dekat persawahan. Serta di tempat tersebut banyak ditemukan ikan julung-julung dan ikan cere. Makanan dari ikan ini adalah serangga kecil dan juga memakan jentik nyamuk.

Untuk pemeliharaannya sebagai ikan hias pun cukup mudah, yaitu hanya ditempatkan pada aquarium atau wadah yang diisi dengan air. Meskipun tanpa aerator pun maaih bisa bertahan hidup, asalkan diberikan makan dan juga perawatan kualitas air.

Akhir Kata

Cukup sekian pembahasan mengenai jenis-jenis ikan yang mampu bertahan hidup tanpa menggunakan aerator. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kaaih.
Tips Memilih Ikan Terbaik untuk Aquaponik

Tips Memilih Ikan Terbaik untuk Aquaponik


Jika Anda memutuskan untuk membuat sistem Aquaponik sendiri, ada salah satu keputusan penting yang harus dipikirkan, yaitu memilih spesies ikan apa yang akan dipelihara. Selain ikan ada juga tanaman, dan bakteri yang memainkan peran penting dalam sistem Aquaponik. Ikan sendiri mempunyai fungsi sebagai sumber pupuk alami bagi tanaman untuk berkembang.
Untuk membangun sistem Aquaponik yang sukses, Anda harus memiliki pertimbangan saat memilih ikan yang akan dipelihara dan pastikan ikan tersebut sesuai dengan kondisi iklim, lokasi, dan ketersediaannya di tempat Anda. Penting juga untuk merencanakan jenis sayuran yang ingin ditanam dan memasangkannya dengan ikan yang dipilih. Karena ikan dan tanaman tertentu dapat tumbuh subur pada suhu dan tingkat pH yang sesuai.

Ada banyak jenis ikan yang bisa dipelihara di Aquaponik. Mulai dari yang berukuran besar, kecil, dan dapat dimakan, atau hanya sebagai hiasan. Anda pun dapat memilih ikan yang sesuai dengan kebutuhan. Namun, tidak semua ikan dapat digunakan dalam sistem Aquaponik, jadi Anda harus memilih spesies ikan yang akan bertahan dan berkembang di sistem Aquaponik agar berhasil.

Apa yang harus dipertimbangkan saat memilih ikan

Apakah ikan yang Anda pelihara untuk dimanfaatkan sendiri, untuk komersial, atau rekreasi? Selain menyediakan nutrisi bagi tanaman, penting untuk mengetahui dan merencanakan tujuan memelihara ikan dalam sistem Aquaponik. Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih ikan terbaik untuk sistem Aquaponik.


1. Temperatur

Beberapa ikan dapat tumbuh dengan baik di air dingin, sementara beberapa ikan juga tumbuh dengan baik di air hangat. Ikan berdarah dingin, memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam suhu air dingin.

Jadi hal pertama yang harus Anda pertimbangkan adalah, Apakah ikan yang dipelihara dapat tumbuh dan mampu bertahan dalam kisaran suhu di lokasi Anda? Ikan berkembang biak pada suhu tertentu, dan suhu yang stabil dalam kisaran toleransi yang tepat membuat ikan tetap sehat dan membantu mereka tumbuh lebih cepat.

Mengetahui perubahan suhu dan preferensi suhu ikan yang ingin Anda pelihara akan membantu memilih ikan terbaik untuk sistem Aquaponik Anda.

2. Ketersediaan ikan di lokasi Anda

Hal penting berikutnya yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan ikan di lokasi Anda. Kemudahan memperoleh bibit juga penting dalam memilih ikan yang terbaik untuk dipelihara dalam sistem Aquaponik Anda. Nila adalah spesies ikan yang paling umum digunakan dalam Aquaponik karena tersedia di sebagian besar daerah.

3. Jenis ikan dan cara perawatan

Beberapa ikan kuat dan membutuhkan sedikit perawatan, sementara yang lain sensitif dan sulit untuk dipelihara. Pilihlah ikan yang kuat dan kebal terhadap penyakit serta parasit. Jika Anda tidak ingin menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk mempertahankan sistem Aquaponik Anda. Ikan nila dan koi adalah ikan yang kuat dan bagus yang bisa Anda pertimbangkan untuk dipelihara dalam Aquaponik. 

4. Persyaratan ukuran ruang yang tersedia

Pastikan untuk mengetahui ukuran ikan yang Anda pelihara saat sudah dewasa. Jadi, saat menentukan ukuran tangki ikan yang dibutuhkan bisa sesuai atau pas. Ruang yang tersedia di tangki ikan akan menentukan jenis dan jumlah ikan yang cocok untuk sistem Aquaponik Anda. Beberapa ikan membutuhkan ruang untuk berkembang, jadi perhatikan ukuran dewasa maksimum ikan yang akan Anda pelihara.

Misalnya, ikan lele dapat tumbuh hingga 40-60 cm, jadi mereka membutuhkan tangki ikan besar minimal 250 cm. Koi juga membutuhkan tangki ikan yang besar atau kolam besar untuk berkembang.

5. Kapasitas filtrasi

Kapasitas filtrasi dalam sistem Aquaponik dapat menentukan berapa banyak ikan yang bisa Anda pelihara di tangki ikan. Anda perlu menyeimbangkan kebutuhan ikan dan kapasitas tanaman agar tidak terlalu banyak atau kurang jumlah ikan yang dipelihara, karena tangki ikan yang penuh sesak dapat mengganggu tingkat oksigen di dalam air. Sebagai aturan umum, Anda harus memiliki panjang ikan 1 inci per galon air. 

6. Kebiasaan berkembangbiak

Kebiasaan berkembangbiak ikan juga penting dalam memilih ikan untuk dipelihara dalam sistem Aquaponik. Beberapa spesies ikan tidak berkembangbiak di penangkaran, sementara spesies ikan lain seperti nila berkembangbiak dengan mudah dan cepat. Terkadang spesies ikan yang berkembang biak dengan mudah dan cepat. Terkadang spesies ikan yang berkembangbiak dengan cepat dapat menimbulkan masalah dalam sistem yang dibangun dan menyebabkan masalah kepadatan penebaran ikan. Anda mungkin perlu memiliki tangki terpisah untuk membiakkan ikan untuk bertelur dan menjaga agar ikan muda tetap hidup dan sehat.


7. Jenis kategori ikan

Kategori ikan adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan ikan untuk sistem Aquaponik Anda. Pilihan makanan ikan dan ketersediaan nutrisi makanan ikan dapat mempengaruhi biaya pemeliharaan sistem Anda. Ikan membutuhkan keseimbangan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, lemak, dan mineral yang tepat untuk tumbuh sehat.

Ikan diklasifikasikan menjadi empat kelompok berdasarkan pola makanannya. Kelompok ini adalah Herbivora, Karnivora, Omnivora, dan Detritivora. 

Ikan herbivora memakan tumbuhan, buah-buahan, dan ganggang. Mereka memiliki usus khusus yang dirancang untuk memecah masalah tanaman, dan mereka membutuhkan makan lebih sering karena mereka tidak memiliki perut untuk menampung makanan dalam jumlah besar.

Ikan omnivora memakan sayuran dan daging kecuali beberapa biji-bijian dan tanaman yang tidak dapat mereka cerna. Mereka adalah ikan yang sangat baik untuk dipelihara karena mereka mudah diberi makan. Ikan omnivora juga memakan makanan hidup dan serpihan.

Ikan karnivora memakan makanan hidup dan pemakan daging. Mereka memiliki mulut besar dan gigi runcing tajam yang dapat menangkap dan merobek mangsanya. Ikan karnivora juga memiliki perut yang sangat besar dan dapat menelan makanannya tanpa mengunyah. Mereka bukan ikan yang baik untuk dipelihara dengan ikan lain di tangki yang sama karena mereka akan memakan ikan lain.

Kualitas Air untuk Ikan

a. Amonia

Amonia dan nitrit beracun bagi ikan. Amonia dan nitrit dianggap berbahaya bila kadarnya di atas 1 mg/liter, meskipun kadar senyawa ini dapat menyebabkan stres ikan dan penyakit ikan lainnya. Bakteri menguntungkan atau biofilter bertanggung jawab untuk mengubah amonia dan nitrit menjadi nitrat yang dapat menjadi nutrisi untuk tanaman.

b. pH 

Ikan dapat mentolerir berbagai pH, tetapi mereka berkembang pada tingkat pH kisaran 6,5 - 8,5. Perubahan besar dalam tingkat pH dalam waktu singkat dapat menyebabkan masalah bagi ikan. Jadi penting untuk menjaga pH tetap stabil. Untuk mencegah perubahan pH yang besar, buffering dengan karbohidrat dianjurkan.

c. Oksigen terlarut

Oksigen terlarut (OT) penting untuk pertumbuhan ikan dan bakteri menguntungkan yang mengubah kotoran ikan menjadi nutrisi bagi tanaman. Direkomendasikan kadar OT dalam sistem Aquaponik harus dipertahankan pada 5ppm atau lebih tinggi. Jika tingkat OT di sistem Anda terlalu rendah, tingkatkan aerasi dengan menggunakan pompa yang lebih besar atau menambahkan batu udara. Jangan terlalu banyak menimbun ikan di sistem Aquaponik untuk menghindari tingkat OT yang rendah.

d. Cahaya dan kegelapan 

Tingkat cahaya di tangki ikan harus dikurangi untuk mencegah pertumbuhan alga, tetapi tidak boleh benar-benar gelap, karena ikan akan mengalami stres dan ketakutan ketika tangki ikan yang benar-benar gelap terkena cahaya secara tiba-tiba. Cahaya yang ideal adalah dengan cahaya alami serta tidak melalui naungan, sehingga dapat mencegah pertumbuhan alga dan mencegah stres pada ikan.

Ikan Terbaik untuk Digunakan dalam Sistem Aquaponik

1. Ikan Nila 


Nila adalah ikan terbaik untuk dipelihara dengan sistem Aquaponik, karena mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi air yang kurang ideal. Mereka tahan terhadap banyak patogen, parasit, dan penanganan stres yang mudah. Nila adalah ikan yang kuat dan memiliki pola makan yang beragam. Mereka adalah omnivora, artinya mereka memakan makanan nabati dan hewani. Waktu panen untuk Nila adalah antara enam dan delapan bulan, tergantung pada seberapa hangat airnya, berapa banyak mereka diberi makan, dan ukuran ikan yang ingin Anda panen. Ikan nila mudah berkembang biak dalam sistem Aquaponik skala kecil dan menengah. Nila lebih menyukai suhu 25-32°C dan pH 6,5-9.

Keunggulan Ikan Nila 

  1. Tingkat pertumbuhan yang cepat (sekitar sembilan bulan dari benih hingga panen). 
  2. Ikan yang kuat dan dapat beradaptasi dengan lingkungannya.
  3. Enak disantap, dan rasanya enak.
  4. Kemampuan untuk bereproduksi cukup cepat.
  5. Mereka memiliki diet omnivora. 
  6. Mereka tidak membutuhkan banyak oksigen terlarut.
  7. Tipe pengumpan atas, jadi Anda dapat memberi makan dengan mudah dan menyesuaikannya.

Kekurangan Ikan Nila

  1. Mereka membutuhkan air hangat di atas 25°C.
  2. Kemampuan mereka untuk bereproduksi dengan cepat dapat menjadi masalah jika Anda memiliki sistem Aquaponik kecil, tetapi ada cara untuk mengatasi hal ini.
  3. Anda harus selalu menjaga air tetap hangat di iklim yang lebih dingin.

2. Ikan Lele


Lele adalah kelompok ikan yang sangat kuat dalam menoleransi perubahan oksigen terlarut, suhu, dan pH. Mereka juga tahan terhadap penyakit dan parasit. Ikan lele merupakan ikan yang paling mudah untuk dipelihara bagi pemula dalam Aquaponik, selain itu juga dapat menjadi pertimbangan bagi yang ingin membudidayakan ikan di lokasi yang pasokan listriknya tidak dapat diandalkan. Karena toleransinya yang tinggi terhadap kadar oksigen terlarut yang rendah dan kadar amonia yang tinggi, ikan lele dapat ditebar dengan kepadatan yang lebih tinggi, asalkan ada penyaringan mekanis yang cukup.

Lele adalah ikan bentuk, artinya mereka adalah pemakan dasar dan tidak teritorial serta mudah berkembang biak dan dibesarkan. Saat memelihara lele, disarankan untuk menggunakan tangki dengan ruang horizontal yang lebih besar daripada ruang vertikal agar ikan menyebar di bagian bawah. Ikan lain seperti nila juga dapat dibesarkan dengan ikan lele di dalam tangki yang sama. Lele berkembang pada suhu yang sama dengan nila 25-32°C dan membutuhkan pH 7-8. Mereka tumbuh relatif cepat dan dapat dipanen dalam waktu tiga bulan.

Keunggulan Ikan Lele

  1. Non-teritorial (bisa dibesarkan dengan ikan lain yang berukuran sama).
  2. Mereka dapat mentolerir suhu air yang berbeda.
  3. Ikan yang enak untuk dimakan.
  4. Memakan berbagai tanaman, serangga, ikan kecil, dan pelet.
  5. Mudah dibesarkan dan berkembang biak.

Kekurangan Ikan Lele

  1. Mereka membutuhkan makanan berprotein tinggi.
  2. Ikan lele tidak bersisik dan mudah stres atau terluka jika tidak ditangani dengan benar.
  3. Mereka sensitif terhadap kualitas air, suhu air, dan pH.

3. Ikan Koi


Koi adalah salah satu ikan hias yang paling populer digunakan dalam aquaponik. Koi memiliki umur yang panjang dan dapat berkembang biak serta hidup dengan nyaman dalam sistem aquaponik. Koi dapat bertahan hidup dari berbagai jenis makanan dan juga tahan penyakit serta parasit. Mereka tumbuh subur pada suhu 24-34° C dan tingkat pH 6,5-8.

Kelebihan Koi

  1. Tahan penyakit dan parasit.
  2. Mereka dapat bertahan hidup di berbagai suhu.
  3. Ikan hias yang menarik.
  4. Berumur panjang.

Kekurangan Koi

  1. Tidak cocok dijadikan sebagai ikan konsumsi.
  2. Mereka dapat menghasilkan kotoran berlebih seiring bertambahnya usia dan akan membutuhkan lebih banyak pembersihan untuk menjaga sistem tetap sehat.

4. Ikan Mas


Ikan Mas merupakan ikan hias yang sangat baik untuk aquaponik serta mudah dalam perawatannya. Mereka adalah spesies ikan tangguh yang dapat hidup di tingkat polusi air yang tinggi. Ikan mas lebih menyukai suhu 27-35° C dan lebih menyukai kisaran pH antara 6-8.

Keunggulan Ikan Mas

  1. Ikan hias cantik.
  2. Ikan yang kuat dan toleran terhadap perubahan pH.
  3. Mereka bisa hidup di air yang kotor.
  4. Menghasilkan banyak nutrisi dari kotorannya yang bermanfaat bagi tanaman.

Kekurangan Ikan Mas

  1. Tidak bisa bercampur dengan ikan lain dalam satu tangki.

Aklimatisasi Ikan

Aklimatisasi ikan ke dalam tangki ikan baru dapat membuat ikan stres, terutama dari transportasi aktual dari satu lokasi ke lokasi lain dalam kantong atau tangki kecil. Dua faktor utama yang menyebabkan ikan stres saat menyesuaikan diri adalah perubahan suhu dan pH. Untuk mengaklimatisasi ikan, simpan ikan baru dalam tangki kecil berisi air asli mereka dan tambahkan air dari yang baru secara perlahan sepanjang hari.

Perawatan Ikan

Ikan sangat bergantung pada air di tempat mereka hidup, sehingga perubahan air akan berdampak langsung pada kesehatan dan pertumbuhan mereka. Perubahan ini sering tidak terlihat oleh mata, sehingga Anda dapat memantau perubahan warna dan perilaku ikannya. Penting juga untuk menguji air secara teratur.

Gejala Penyakit yang harus diwaspadai

  1. Mata buram atau bengkak.
  2. Radang insang yang mengganggu.
  3. Perut buncit atau berongga.
  4. Sirip buram, rontok, terjepit, atau berjumbai.
  5. Luka, tumbuhnya jamur, bercak atau bintik putih keruh/abu-abu, atau perubahan warna pada kulit.
  6. Perilaku yang tidak biasa, (pola berenang yang tidak biasa, melesat di sekitar tangki dengan cara yang tidak wajar, menggantung di permukaan atau bersembunyi dan menjadi pemalu).

Penyebab Penyakit Ikan

Penyakit dapat dibawa oleh ikan baru, tumbuhan, makanan hidup, invertebrata, atau peralatan yang digunakan dalam sistem aquaponik. Maka dari itu harus ada keseimbangan di dalam tangki ikan untuk memastikan bahwa ikan tetap sehat. Seperti semua hewan, ikan juga dapat membawa bakteri, virus, jamur, dan parasit. Tidak semuanya berbahaya, tetapi beberapa mikroorganisme yang disebut patogen ini berpotensi menyebabkan penyakit.

Faktor-Faktor berikut dapat mempengaruhi ikan terserang penyakit.

  1. Lingkungan atau kualitas air yang buruk.
  2. Ikan menyendiri dan tidak bersama dengan ikan lain di tangki.
  3. Pola makan yang buruk atau tidak seimbang.
  4. Ikan mengalami stres atau belum beradaptasi.

Cara Mencegah Penyakit Ikan
  • Karantina ikan baru di aquarium terpisah selama dua minggu sebelum memasukkannya ke tangki ikan dalam sistem aquaponik yang sudah ada.

  • Beri makan ikan dengan pola makan yang baik, bervariasi, dan seimbang.

  • Jagalah agar kualitas air di sistem Anda tetap bersih, termasuk pembersihan filter jika Anda memasangnya di sistem Anda.

  • Pastikan sistem berada dalam parameter pH, amonia, nitrit, dan nitrat yang sesuai untuk ikan Anda.

  • Tambahkan aerasi ekstra, agar suplai oksigen terlarut tetap terjaga.

  • Kurangi frekuensi membuka dan menutup tangki dan meminimalkan menjaring ikan untuk memeriksanya.

  • Obati penyakit dengan segera setelah diidentifikasi.

Akhir Kata

Sangat penting bagi Anda untuk memilih ikan yang tepat untuk sistem aquaponik yang berhasil. Namun, Anda juga perlu menetapkan rutinitas pemeliharaan untuk mencegah penyakit pada ikan dan tanaman. Pilih ikan yang tumbuh subur di iklim dan lokasi Anda serta beri mereka makanan yang tepat, tidak hanya untuk kesehatan mereka tetapi juga kesehatan Anda jika berencana untuk memanen dan memakannya.

Terimakasih telah membaca artikel ini. Semoga dapat bermanfaat. Sekian...
Tips Memilih Tanaman Terbaik untuk Aquaponik

Tips Memilih Tanaman Terbaik untuk Aquaponik

Ide untuk mendapatkan makanan organik secara berkelanjutan adalah suatu hal yang telah menarik banyak petani untuk mencoba berkebun Aquaponik. Dengan Aquaponik, kita dapat menanam tanaman apa yang diinginkan. Tetapi ada satu pertanyaan pertama yang sering ditanyakan oleh para petani Aquaponik, yaitu “tanaman apa yang terbaik untuk ditanam pada sistem Aquaponik?”

Sebenarnya ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat ingin memilih tanaman Aquaponik, salah satunya menanam bibit tanaman yang dipilih. Beberapa tanaman dapat beradaptasi dengan baik saat sistem Aquaponik masih baru, sementara jenis tanaman lain yang butuh banyak nutrisi membutuhkan sistem Aquaponik yang lebih besar (sudah kompleks) untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Untuk mengetahui tanaman apa saja yang cocok ditanam pada sistem Aquaponik. Maka Anda pun dapat menyimak artikel ini untuk mengetahui jenis tanaman apa yang tumbuh paling baik dalam sistem Aquaponik. Yuk, mari disimak !!!

Bagaimana cara kerja kebun Aquaponik? 

Setidaknya hampir setiap orang memiliki beberapa pemahaman cara kerja tentang berkebun sayur biasa. Dalam metode berkebun tradisional, Anda menanam benih, menyiram dan sesekali menambahkan pupuk, menghilangkan gulma atau serangga hama, dan menunggu untuk melihat apakah tanaman tersebut akan tumbuh subur atau tidak. 

Sementara Aquaponik memiliki cara kerja secara berbeda dari metode tersebut, karena sistem Aquaponik bekerja dengan menciptakan siklus nitrogen. Dalam siklus ini ada tiga elemen utama, yaitu ikan, tumbuhan, dan bakteri. Di dalam tangki ikan, ikan menghasilkan kotoran ikan yang mengandung amonia. Kemudian air bersama kotoran tersebut dipompa menuju ke tempat penanaman tanaman. Dimana dengan bantuan bakteri atau mikroba, mereka mengubah kotoran ikan menjadi nitrit, lalu diubah menjadi nitrat.

Nitrat tersebutlah yang kemudian diserap oleh tanaman sebagai nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai imbalannya, akar tanaman akan membersihkan air di bedengan sebelum kembali lagi ke tangki ikan untuk kehidupan ikan. Inilah yang dinamakan siklus berkelanjutan di mana bakteri mengubah kotoran ikan menjadi nutrisi untuk tanaman, sementara tanaman memberikan air bersih untuk ikan. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tanaman terbaik untuk sistem Aquaponik

Hampir semua tanaman dapat ditanam dalam sistem Aquaponik. Namun, tanaman yang berbeda jenis memiliki kebutuhan yang berbeda dan berkembang dalam kondisi lingkungan yang berbeda pula. Sebelum Anda memilih tanaman mana yang akan ditanam dalam sistem Aquaponik, penting sekali untuk mempertimbangkan hal-hal berikut ini. 

1. Jenis sistem apa yang akan digunakan

Ada beberapa model dalam sistem Aquaponik, yaitu diantaranya bisa berupa sistem Aquaponik rakit apung, NFT, Aquaponik berbasis media dan lainnya. Hal ini juga akan mempengaruhi jenis struktur akar yang dimiliki tanaman. Tanaman dengan struktur akar kecil akan tumbuh dengan baik di sistem rakit apung, sedangkan tanaman dengan akar lebat dapat tumbuh dengan baik di sistem bedengan.


2. Persyaratan Tanaman 

Ada beberapa persyaran pemilihan tanaman yang dapat dipertimbangkan, diantaranya adalah memilih jenis tanaman yang dapat berkembang sesuai dengan kisaran pH normal, jenis air yang digunakan, dan suhu lingkungan. Hal ini merupakan sebuah kriteria dalam memastikan bahwa Anda dapat menyesuaikan pH, jenis air, dan suhu ke kisaran ideal yang dapat diterima oleh tanaman yang dipilih.

3. Lingkungan

Jumlah sinar matahari, suhu, dan hujan semuanya merupakan komponen penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Jika Anda memutuskan untuk menanam di luar ruangan, pilihlah berbagai sayuran yang akan tumbuh paling baik di iklim lingkungan Anda.

Anda dapat menggunakan rumah kaca atau juga bisa di dalam ruangan, tetapi bila di dalam ruangan maka perlu juga menemukan tanaman yang tumbuh dengan baik dengan sinar matahari terbatas atau buatan. Namun Anda pun juga harus mengetahui tanaman apa yang mudah ditemukan serta dapat tumbuh dengan baik di lingkungan Anda.

Kalau sudah menemukan tanaman yang cocok, maka tinggal membuat bibitnya dan tunggulah sampai berkembang, lalu siap tanam.

4. Lahan yang tersedia

Hal ini mengacu pada ukuran lahan yang tersedia untuk membuat sistem Aquaponik. Beberapa tanaman membutuhkan lebih banyak lahan daripada yang lain. Jadi, pertimbangkanlah dengan cermat lahan yang dibutuhkan oleh tanaman yang dipilih.

5. Jumlah Ikan dalam tangki ikan

Penting untuk mempertimbangkan rasio jumlah ikan yang akan dipelihara dalam tangki. Jika Anda berencana memelihara banyak ikan, maka akan membutuhkan lebih banyak tanaman untuk menyerap semua nutrisi dari kotoran ikan tersebut. Sehingga nantinya kotoran ikan tidak mencemari air dan membuat kondisi air kurang baik untuk ikan.

6. Apa yang ingin Anda tanam

Berkebun Aquaponik cenderung lebih baik ketika Anda menanam tanaman yang bisa dimakan dan dijual. Memikirkan apa yang ingin dicapai dalam sistem Aquaponik akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik tentang tanaman apa yang akan ditanam di sistem Aquaponik. 

Tanaman Terbaik untuk Sistem Aquaponik


Berikut adalah daftar tanaman yang dapat tumbuh dengan baik menggunakan metode Aquaponik.

Sistem Rakit atau Deep Water Culture (DWC)

Faktor yang dapat dipertimbangkan untuk memilih sistem rakit atau DWC.

  • Berat : Rakit apung biasanya memiliki umur yang tahan lama, tetapi hanya dapat menopang tanaman dengan bobot yang lebih ringan. Tanaman terbaik untuk sistem rakit apung adalah yang berukuran kecil dan ringan, seperti selada dan sawi.

  • Ramah Air : Pilih tanaman yang akarnya suka terendam air. Jadi tanaman tersebut apabila ditanam menggunakan air atau kelamaan terkena air tidak akan mudah membusuk.

  • Potensi Panen : Jika Anda ingin menanam untuk tujuan komersial, maka tanaman tersebut tentunya adalah yang bisa memberikan keuntungan. Umumnya jenis tanaman untuk tujuan komersial adalah golongan sayuran.

Tanaman Terbaik untuk Sistem Rakit atau DWC

1. Selada 

  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 6,2
  • Suhu : antara 60° hingga 70° F

Selada adalah salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik karena merupakan salah satu yang paling mudah untuk tumbuh dalam metode Aquaponik apapun. Selada membutuhkan sedikit perawatan dan memiliki kebutuhan nutrisi yang rendah. Dengan siklus tumbuh yang pendek dan permintaan pasar yang tinggi, selada merupakan tanaman Aquaponik yang paling populer.

Selada menyukai sinar matahari, jadi posisikan dimana mereka pada tempat yang bisa mendapatkan sinar matahari selama 5 jam setiap hari. Jika Anda memiliki set dalam ruangan, pastikan mereka mendapatkan cukup cahaya dari lampu untuk penerangannya.

2. Kemangi 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 5,5 hingga 6,5
  • Suhu : antara 65° hingga 85° F

Kemangi secara alami toleran terhadap panas dan kelembaban, sehingga menjadikannya salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik. Tanaman ini tumbuh cepat, dapat dipanen dalam waktu 25 hari.

Untuk memastikan kemangi Anda terus tumbuh, jangan buang lebih dari sepertiga tanaman saat panen. Jadi Anda dapat menyisakan beberapa bagian agar tanaman dapat tumbuh lagi. Kemangi menyukai cuaca hangat, jadi letakkan di tempat dimana mereka dapat menikmati sinar matahari selama 6 jam hingga 8 jam setiap hari.

3. Kale 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6 hingga 7,5
  • Suhu : antara 55° hingga 70° F

Kale mudah tumbuh dan memiliki kebutuhan nutrisi yang rendah, menjadikannya salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik. Kale lebih menyukai suhu yang lebih dingin dan dapat dipanen dalam waktu 5 hingga 6 minggu. Anda dapat menanam tanaman kale langsung di bawah sinar matahari, tetapi Anda harus memberikan naungan parsial ketika iklim menjadi terlalu panas.

4. Kubis 


  • Kebutuhan nutrisi : Tinggi 
  • Persyaratan pH : antara 6,2 hingga 6,6
  • Suhu : antara 45° hingga 75° F

Kubis adalah salah satu tanaman yang paling mudah ditanam di Aquaponik. Tumbuh baik dalam kisaran pH antara 6,2 dan 6,6 dengan suhu 60 hingga 70 F. Kubis membutuhkan sedikit perawatan dan menyukai matahari. Jadi tanam mereka di lokasi dimana mereka bisa mendapatkan setidaknya 6 jam sinar matahari setiap hari.

5. Swiss Chard 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 7,5 
  • Suhu : antara 60° hingga 75° F

Swiss Chard adalah tanaman yang unik karena batangnya memiliki warna yang beragam. Tanaman ini adalah tanaman starter yang sempurna untuk Aquaponik karena memiliki kebutuhan nutrisi yang rendah. Swiss Chard dapat dipanen seluruhnya atau sebagian setelah 4 sampai 5 minggu dari masa penanaman.

6. Bok Choy


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 7,5
  • Suhu : antara 30° F 

Bok Choy adalah sejenis sawi populer yang merupakan pilihan yang sangat baik untuk sistem Aquaponik rakit apung. Meskipun bok choy sedikit lebih berat, hal itu masih salah satu tanaman terbaik untuk tumbuh dalam sistem rakit apung. Pastikan media rakit Anda kokoh dan jangan membebani rakit dengan terlalu banyak tanaman bok choy. Waktu tumbuh untuk bok choy adalah 8 sampai 11 minggu dari biji.

7. Mint 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,5 hingga 7,0 
  • Suhu : antara 65° hingga 70° F 

Mint memiliki beberapa varietas untuk dipilih, dan semuanya tumbuh dengan baik di Aquaponik. Tanaman mint menyukai naungan parsial dari matahari. Dalam menanam mint, disarankan untuk memberi jarak 18 hingga 24 inci di antara setiap media rakit untuk memastikan kemudahan akses dan untuk menghindari akar bersaing mendapatkan air dan nutrisi.


8. Selada Air 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,5 hingga 7,5 
  • Suhu : antara 50° hingga 60° F 

Selada air menyukai air dan tumbuh sangat cepat, menjadikannya salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik. Tanaman ini adalah tanaman yang populer di kalangan petani Aquaponik karena selain kaya nutrisi, juga cepat tumbuh. Selain itu perawatannya juga tergolong mudah saat ditanam dengan metode Aquaponik.

Tanaman Terbaik untuk Nutrient Film Technique (NFT) 

Untuk menghindari penyumbatan pipa pada sistem NFT, disarankan untuk menanam tanaman dengan akar yang dangkal. Biasanya tanaman terbaik untuk NFT adalah selada, kale, kubis, kemangi, dan berikut ini : 

1. Arugula 


  • Kebutuhan nutrisi :  Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 7,0
  • Suhu : antara 45° hingga 65° F 

Tanaman Arugula yang mudah tumbuh membutuhkan nutrisi yang rendah untuk tumbuh, menjadikannya salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik. Arugula menyukai cuaca dingin, sehingga membutuhkan naungan parsial selama cuaca hangat karena terlalu banyak sinar matahari akan membuat tanaman ini lesu. Arugula akan menjadi tanaman yang bagus untuk kebun Aquaponik Anda.

2. Bayam 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 7,0 
  • Suhu : antara 45° hingga 75° F

Bayam adalah makanan super klasik dan merupakan salah satu sayuran hijau terbaik yang dapat Anda tanam di kebun Aquaponik. Bayam tidak memiliki akar yang panjang, jadi tanaman ini ideal untuk sistem NFT atau rakit karena tidak membutuhkan jangkauan yang dalam untuk tumbuh. Satu hal yang perlu diingat dalam menanam bayam di Aquaponik adalah tanaman ini memerlukan sinar matahari yang cukup.


3. Peterseli 


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : 6,0 hingga 7,0
  • Suhu : 60° hingga 80° F 

Peterseli adalah salah satu tanaman terbaik dalam Aquaponik karena bukan tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh. Tanaman peterseli dapat ditanam di tempat yang terkena sinar matahari setidaknya 8 jam setiap hari, tetapi peterseli akan membutuhkan naungan parsial saat iklimnya terlalu panas.

Tanaman peterseli dapat membantu tanaman lain tumbuh lebih kuat, dan Anda pun dapat mengkombinasikan tanaman peterseli dengan tomat dan cabai.

4. Dill


  • Kebutuhan nutrisi : Rendah 
  • Persyaratan pH : antara 5,5 hingga 6,5
  • Suhu : antara 60° hingga 70° F 

Tanaman Dill menyukai sinar matahari, jadi tempat terbaik untuk menanam tanaman dill adalah di tempat yang mendapat penyinaran matahari cukup. Anda pun juga dapat memastikan tanamannya setidaknya 8 jam dapat memperoleh akses ke sinar matahari langsung. 

5. Stroberi 


  • Kebutuhan nutrisi : Sedang hingga tinggi
  • Persyaratan pH : antara 5,,5 hingga 6,5
  • Suhu : antara 60° hingga 80° F 

Stroberi adalah salah satu tanaman terbaik untuk sistem NFT atau Aquaponik vertikal. Tanaman ini tumbuh dan berkembang biak dengan cepat, dan buahnya yang lezat sangat menyenangkan untuk dimiliki dalam sistem Aquaponik. Stroberi adalah tanaman berbuah, dan mereka membutuhkan lebih banyak nutrisi tambahan daripada sayuran hijau. Jadi lebih baik Anda menambahkan nutrisi ke sistem Aquaponik Anda.

Tanaman Terbaik untuk Sistem Aquaponik Media Bed 

Sistem Aquaponik media bed dapat digunakan oleh hampir semua tanaman, termasuk tanaman yang tidak tumbuh dengan baik pada metode Aquaponik lainnya, antara lain : 

1. Tomat 


  • Kebutuhan nutrisi : Tinggi 
  • Persyaratan pH : antara 5,5 hingga 6,5 
  • Suhu : antara 65° hingga 85° F 

Tomat adalah pilihan populer untuk petani Aquaponik, tetapi tanaman tersebut membutuhkan banyak nutrisi untuk berkembang, sehingga lebih cocok ditanam pada sistem Aquaponik yang lebih besar dan mapan. Ada banyak varietas tomat, dan semuanya memiliki karakteristik yang sama. Tomat menyukai banyak sinar matahari dan dapat tumbuh hingga 6 kaki, jadi Anda perlu mendukung strukturnya untuk memastikannya tumbuh ke atas dengan baik.

2. Sage 


  • Kebutuhan nutrisi : Tinggi 
  • Persyaratan pH : antara 6,5 hingga 7,0 
  • Suhu : antara 60° hingga 70° F 

Sage adalah ramuan hijau keabu-abuan yang mudah tumbuh dan ideal untuk Aquaponik. Sage tumbuh dengan baik di media tanam Aquaponik dan suka menerima sinar matahari penuh minimal 8 jam setiap hari.

3. Cabai 


  • Kebutuhan nutrisi : Sedang hingga tinggi
  • Persyaratan pH : antara 5,5 hingga 6,5
  • Suhu : antara 60° hingga 75° F 

Cabai adalah rempah-rempah paling populer di seluruh dunia dan salah satu tanaman terbaik untuk Aquaponik. Mereka mudah dikelola dan membutuhkan kebutuhan nutrisi sedang hingga tinggi. Cabai tumbuh paling baik di iklim yang lebih hangat, jadi jika Anda tinggal di iklim yang sejuk, Anda perlu menanamnya di dalam ruangan untuk menyediakan sinar matahari buatan agar tetap hangat.

4. Brokoli 


  • Kebutuhan nutrisi : Tinggi 
  • Persyaratan pH : antara 6,0 hingga 7,0 
  • Suhu : antara 55° hingga 65° F

Brokoli merupakan tanaman yang bagus untuk Aquaponik, sehingga tumbuh baik pada media bedengan dengan sistem banjir dan saluran air. Brokoli membutuhkan setidaknya 6 jam sinar matahari untuk berkembang dalam sistem Aquaponik. Jadi pastikan Anda dapat memberikan persyaratan ini jika berencana untuk menambahkan brokoli ke dalam sistem Anda.

Tips Menanam di Aquaponik 

Jika Anda menanam di Aquaponik yang masih baru, pertama pasanglah media tanamnya, menanam bibit lebih disarankan daripada biji. Bibit dapat mulai tumbuh berkembang ketika ditanam dan mulai menyerap nutrisi sendiri.

Untuk menyiapkan bibit yang akan ditanam, rendam dalam ember berisi air terlebih dahulu. Kemudian setelah itu pindahkan pada media tanam yang terdapat pada sistem Aquaponik.

Penting untuk mengatur jarak penanaman, sehingga Anda tidak akan kesulitan ketika memanen tanaman pada saat waktu yang berbeda. Tanam tanaman yang tumbuh cepat di samping tanaman yang tumbuh lambat sehingga ketika tumbuh cepat, Anda tetap menanam tanaman baru sepanjang waktu.

Dengan menjaga bedengan tetap teraliri air, Anda dapat memastikan bahwa selalu ada tanaman yang menyerap nutrisi yang berasal dari kotoran ikan. Jika Anda berencana untuk menanam beberapa sayuran yang sama, ubah periode pertumbuhannya sehingga Anda mendapatkan panen dalam waktu yang berbeda. 

Akhir Kata 

Aquaponik badalah alternatif yang sangat baik untuk metode pertanian tradisional dan dapat meningkatkan ketahanan pangan. Dengan pilihan sempurna untuk tanaman terbaik untuk tumbuh di sistem Aquaponik, Anda berada di pilihan yang benar untuk menuju sukses berkebun Aquaponik. Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga dapat bermanfaat.