Tugas Essai : Pemerataan Fasilitas Pembelajaran Daring Bagi Pelajar




Judul : Apakah Efektif Pembelajaran Daring Dilakukan? 

PENDAHULUAN 


     Akibat adanya pandemi covid-19 yang telah mewabah di Indonesia hal ini menyebabkan Pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapa himbauan kepada publik, seperti seruan gerakan work from home (WFH) dan seruan pembelajaran daring yang dilakukan oleh hampir seluruh universitas yang ada di Indonesia. Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka melalui platform yang sudah tersedia. Terkait dengan pembelajaran daring, beberapa perusahaan telekomunikasi Indonesia sudah mulai melakukan kerja sama dengan berbagai platform pembelajaran daring untuk mendukung kegiatan pembelajaran, seperti PT Telkomsel. Telkomsel bekerja sama dengan beberapa kampus di Indonesia untuk memberikan layanan gratis bagi pengguna Telkomsel yang mengakses situs pembelajaran daring Universitas yang bersangkutan. Lantas, dengan segala situasi yang sedang berlangsung, apakah pembelajaran daring merupakan metode pembelajaran yang efektif ? 


     Pembelajaran dapat dibilang efektif apabila kegiatan belajar mengajar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Efektivitas proses pembelajaran jarak jauh masa pandemi harus dijamin oleh fasilitas yang cukup dan sistem yang teratur. Bila fasilitas (perangkat, jaringan, pulsa) dan sistem perkuliahan tidak terpenuhi maka perkuliahan itu cacat. Karena menurut Dong ( dalam Kamarga, 2002 ) menyebut Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau E-learning merupakan kegiatan belajar asynchronous yang difasilitasi oleh teknologi informasi seperti perangkat komputer. Perkuliahan daring juga tidak melulu berbasis teks. Pengajar tidak dengan seenaknya memberikan mahasiswa teks modul yang terkesan membosankan dan melelahkan. Kreativitas tidak dapat sepenuhnya ke mahasiswa, mengingat aksesibilitas yang sulit. Dosen dituntut untuk kreatif dan kampus wajib menyediakan sistem yang baku untuk menjamin proses memanusiakan manusia via daring itu. 


     Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memang memberi peluang kepada mahasiswa untuk melakukan eksplorasi pengetahuan secara luas dan tak terbatas. Namun bila PJJ dilakukan secara mendadak dan tidak diimbangi dengan sistem pendukung, maka proses pembelajaran akan sulit diukur. Kampus diberi tanggung jawab lebih untuk menjalankan fungsinya sebagai wadah penjamin masa depan bangsa. 


ISI


     Keutamaan selama PJJ masa pandemi ialah kebijakan kampus harus berpihak sepenuhnya kepada mahasiswa. Mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di sebuah kampus tentu berasal dari latar belakang yang beragam, gaya belajar yang berbeda, dan memiliki orientasi yang berbeda. Kampus harus menyiapkan seperangkat kebijakan yang sekiranya dapat mengakomodasi semua latar belakang mahasiswa. Artinya, kebijakan yang dirancang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh mahasiswa yang mengikuti PJJ. Kebijakan itu juga harus sejalan dengan visi dan misi pendidikan suatu kampus. 


     Pembelajaran daring dapat dilakukan dimana saja, meskipun tidak selalu bisa dilakukan kapan saja. Hal ini menyebabkan mahasiswa yang melaksanakan pembelajaran daring dapat  melakukan proses pembelajaran di tempat-tempat yang mereka sukai sambil melakukan hal-hal lain selain belajar, seperti makan, mendengarkan musik, dan menonton televisi. Bagi sebagian mahasiswa, learning environment pembelajaran daring dirasa lebih cocok untuk mereka dibandingkan pembelajaran offline atau pembelajaran tatap muka. Terlepas dari masalah pembelian kuota, mahasiswa yang menggunakan jaringan WiFi merasa pembelajaran daring dapat menghemat ongkos yang dikeluarkan sehari-hari. Dengan adanya pembelajaran daring, mahasiswa tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos untuk pergi ke kampus. 



KESIMPULAN


     Dari segala hal yang telah dipaparkan diatas, dapat disimpulkan bahwa dari sudut pandang mahasiswa, pembelajaran daring bukan merupakan metode pembelajaran yang efektif. Meskipun pembelajaran daring memiliki beberapa sisi positif, sisi positif yang dimiliki oleh pembelajaran daring tidak berdampak pada efektivitas kegiatan belajar mengajar yang ada. Sisi positif yang ada pada pembelajaran daring kebanyakan merupakan sisi positif dari segi lifestyle mahasiswa dan financing mahasiswa. Kebalikan dari sisi positifnya, sisi negatif yang dimiliki oleh pembelajaran daring merupakan kelemahan yang dapat betul-betul mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa, menyebabkan pembelajaran daring menjadi metode pembelajaran yang tidak efektif. 


     Ketidaktahuan pemerintah maupun publik mengenai kapan pandemi covid-19 akan berakhir mengakibatkan mahasiswa dan dosen tetap harus menjalani pembelajaran daring selama sisa semester berlangsung. Beberapa perubahan dapat diterapkan untuk membuat pembelajaran daring menjadi metode pembelajaran yang lebih efektif, seperti para dosen yang seharusnya mengadakan video conference agar proses belajar mengajar dapat terjadi dua arah dan memberikan keleluasan untuk bertanya, para dosen betul-betul menjelaskan materi yang akan mereka sampaikan kepada mahasiswa melalui video atau video conference dan tidak hanya memberikan power point saja, pembatasan jumlah tugas yang diberikan agar tidak menjadi beban bagi mahasiswa, pemerataan sinyal oleh perusahaan telekomunikasi agar tidak terjadi susah sinyal ketika proses pembelajaran berlangsung, dan pembuatan platform yang sesuai juga memadai oleh seluruh Universitas di Indonesia. Ada baiknya jika pembelajaran daring dapat ditinjau lebih jauh lagi oleh instansi-instansi yang bersangkutan agar menjadi metode pembelajaran yang lebih efektif ke depannya, baik bagi mahasiswa maupun dosen. 



DAFTAR PUSTAKA


Munir.2009.Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung, Alfabeta

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/arditasyalwa/5e7ba8d66097f36116506b8a2/pembelajaran-daring-efektif   (diakses pada 21 September 2020 pukul 20:16)