Sejarah Dibalik Berdirinya Negara Sealand dan Kisah Menarik Perjalanan Negara Sealand

Apakah diantara kalian ada yang pernah mendengar tentang Negara Sealand. Pastinya terasa asing bukan. Memang negara tersebut tidak ditemukan pada peta dunia. Untuk itu kami berikan sejarah tentang Negara Sealand yang dapat memberikan wawasan yang dapat memberikan ilmu baru bagi kalian semua.


Kepangeranan Sealand termasuk micronation atau negara kecil yang unik serta memiliki sejarah yang panjang dan memiliki bentuk seperti kilang minyak di laut lepas.  Negara Sealand ini letaknya sekitar 6 mil dari lepas pantai Suffolk, Inggris. Pada awalnya tempat tersebut  adalah sebuah benteng pertahanan laut milik Angkatan Laut Inggris yang digunakan selama Perang Dunia 2. Pada saat itu, tempat tersebut disebut Roughs Tower yang digunakan untuk memantau dan melaporkan pergerakan pasukan Jerman di perairan lepas Inggris.  Selama perang dunia ke 2, tempat itu menampung sekitar 150-300 personel pasukan Inggris, peralatan radar, dua senjata 6 inci, dan dua autocannon anti-pesawat 40mm. Seiring berakhirnya perang dunia ke 2 tempat tersebut mulai ditinggalkan oleh pasukan Inggris pada tahun 1956. Setelah sekian lama tak berpenghuni, kemudian pulau buatan yang menyerupai kilang minyak di laut lepas Inggris tersebut telah menjadi tempat landasan pendaratan radio bajakan, adanya pengambilalihan, deklarasi kemerdekaan, terjadi kudeta, dan perang terhadap angotanya sendiri.


Tempat tersebut dibangun pada tahun 1942 di atas tongkang ponton di Red Lion Wharf sebagai superstruktur dari dua menara beton yang berlubang dan  di atasnya terdapat dek, di mana struktur lain masih dapat ditambahkan di atasnya. Tempat tersebut dibagi menjadi tujuh lantai, yang menyediakan akomodasi makan dan tidur, serta area penyimpanan generator dan amunisi.  Ketika pembuatannya selesai, tiga kapal tunda menariknya ke gundukan pasir Rough Sands yang berjarak enam mil di lepas pantai Suffolk, di mana pangkalan pontonnya sengaja dibanjiri untuk memungkinkan strukturnya mengendap di dasar laut.


Setelah masa tugas perang Roughs Tower selesai, kemudian Angkatan Laut Inggris meninggalkannya. Setelah itu menara tersebut tidak dihuni selama beberapa tahun. Kemudian muncul penyewa pertama sekitar tahun 1967, ketika sekelompok penyiar radio bajakan⁠ beroperasi dari kapal yang berlabuh di dekat Rough Tower menginginkan tempat itu untuk mendaratkan helikopter cadangan mereka.  Namun pada bulan September tahun 1967, penyiar radio bajakan lain yang bernama Roy Bates bersaing untuk mendapatkan tempat itu dengan cara mengusir penyewa ilegal Roughs Tower. Dan akhirnya setelah berhasil mengusirnya, Roy Bates menjadi penghuni tempat itu.


Roy Bates kemudian mengoperasikan stasiun bertenaga rendah bernama Radio Essex dari tongkang laut lain, akan tetapi stasiun itu berada dalam area 3 mil dari kendali hukum Inggris, akibatnya Roy Bates ditangkap dan didenda.  Setelah Roy Bates bebas, kemudian dia dan putranya  yang bernama Michael berusia 15 tahun, mengumpulkan peralatan yang dibutuhkan lalu membawanya ke Roughs Tower. Setelah sekian lama dijadikan sebagai tempat siaran radio bajakan dan pengambil alih kendali.  Tetapi tempat tersebut tidak pernah lagi dijadikan sebagai tempat penyiar radio bajakan. Hal ini disebabkan karena adanya undang-undang Inggris yang melarang penyiaran radio bajakan yang melintasi laut ilegal bahkan di luar radius 3 mil.


Meskipun demikian, Roy Bates tetap mempertahankan kendali atas Roughs Tower dan menyatakan berdirinya Negara Sealand pada tanggal 2 September 1967 serta menjadikannya  negara yang berdaulat dan merdeka.  Hal ini terjadi setelah berkonsultasi dengan seorang pengacara yang menemukan celah yang memungkinkan Roy untuk mengklaim benteng tersebut, karena fakta bahwa benteng itu berada di perairan internasional dan bahwa benteng itu diperebutkan karena "kelalaian kedaulatan."  Karena berada di luar wilayah yang dikontrol secara hukum Inggris, tidak ada yang dapat dilakukan Angkatan Laut Inggris tentang hal ini, tetapi mereka menghancurkan benteng lain yang berdiri di luar batas 3 mil, untuk mencegah pengambilalihan serupa.


Tahun berikutnya, legitimasi negara yang baru saja dideklarasikan ini akan diuji ketika Michael Bates melepaskan tembakan peringatan ke kapal British Trinity House yang mendekati menara.  Hal ini menyebabkan penangkapan Roy Bates ketika dia tiba di daratan. Kasus terhadap Roy dan Michael Bates dibawa ke pengadilan, di mana hakim memutuskan bahwa Sealand berada di luar yurisdiksi Inggris, oleh karena itu tidak ada keputusan yang dapat dibuat terhadap Michael Bates atas tindakannya.  Pihak berwenang memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas putusan ini, karena mungkin telah menyebabkan pertikaian yang tidak diinginkan.


Beberapa tahun kemudian masalah tersebut mulai mereda. Dan Roy didekati oleh beberapa kelompok yang berusaha menggunakan platformnya untuk tujuan mereka sendiri, termasuk penyelundup, tetapi dia menolak mereka semua, dan bersikeras bahwa dia tidak akan melakukan apa pun untuk merugikan Inggris.  Sealand memproklamasikan Konstitusi Kerajaan pada tahun 1975, dan mengembangkan bendera, lagu kebangsaan, perangko, mata uang, dan paspor di tahun-tahun berikutnya. Mereka juga merancang stempel nasional untuk menggabungkan moto nasional Sealand yaitu "E Mare Libertas", yang berarti, "Dari Laut, Kebebasan."


Pada bulan Agustus 1978, sekitar sepuluh tahun setelah kemerdekaan diproklamasikan, Roy didekati oleh konsorsium pedagang berlian Jerman dan Belanda yang ingin dia terbang ke Austria untuk memenuhi tawaran bisnis.  Setibanya di Austria, Roy dan istrinya yang bernama Joan disambut oleh lima pria yang mengatur pertemuan pada hari itu juga, tetapi saat waktu pertemuan berlangsung dan selesai tanpa kabar dari para pria yang menemuinya.  Roy dan istrinya merasa curiga, kemudian mereka  mencoba menghubungi putranya Michael di Sealand, tetapi karena tidak ada telepon atau radio di pulau buatan itu, mereka harus menghubungi nelayan setempat dan penjaga pantai. Nelayan itu berkata “Saya melihat helikopter besar melayang di atas Sealand". Suasananya mulai terlihat sangat mencurigakan.


Kekhawatiran mereka terkonfirmasi ketika mereka akhirnya mendengar kabar dari Michael, beberapa hari kemudian. Sebuah helikopter telah tiba di Sealand, mengklaim memiliki Telex dari Roy. Tapi setelah mendarat, mereka mengambil platform dengan paksa dengan bantuan Perdana Menteri yang ditunjuk Roy, yaitu seorang pria bernama Alexander G. Achenbach. Kemudian para penyerang mengurung Michael di dalam sel selama tiga hari tanpa makanan atau air, kemudian menempatkannya di atas kapal Belanda dan menurunkannya di Belanda tanpa uang dan paspor.


Keluarga Bates kemudian meminta bantuan bersenjata, termasuk seorang pilot helikopter yang telah mengerjakan beberapa film James Bond, dan kembali ke Sealand untuk menyerbu benteng dan merebut kembali negara mereka.  Ketika mereka tiba, Michael menyelipkan tali ke geladak bersenjatakan senapan, dan melepaskan tembakan.  Para penyusup dengan cepat langsung menyerah, dan ditahan sebagai tawanan perang sampai negara Sealand mengajukan petisi untuk pembebasan mereka.


Tidak banyak hal menarik yang terjadi di sana sejak tempat itu diperebutkan tahun 1978, meskipun Roy didekati oleh sekelompok orang Argentina selama Perang Falklands pada tahun 1982, mereka ingin membeli Sealand dan mendirikan kemah "tepat di depan pintu Inggris."  Dan Roy menolak serta menyuruh mereka pergi.


Hingga saat ini, kedaulatan dan legitimasi Sealand tidak diakui oleh negara mana pun. Negara Sealand  merupakan mikronasi paling terkenal di dunia meskipun wilayah yang dapat dihuni hanya 550 meter persegi. Hal ini diam-diam ditoleransi oleh Inggris, yang masih mengklaim kepemilikan dan kendali atas gundukan pasir tempat Sealand berada.  Dokumen yang baru-baru ini dideklasifikasi menunjukkan bahwa Inggris menyusun rencana untuk mengambil alih menara secara paksa lebih dari 30 tahun yang lalu, tetapi rencana tersebut tidak dilaksanakan karena potensi hilangnya nyawa, dan bencana hubungan masyarakat yang akan menyusul.


Generator listrik Sealand sekarang ditugaskan untuk menyalakan server untuk HavenCo, sebuah perusahaan layanan hosting data yang dimulai di Sealand pada tahun 2000. Bates menyewakan negara secara eksklusif kepada HavenCo Limited, yang menawarkan “keamanan dan kemandirian yang tak tertandingi bagi pengguna yang menginginkan  untuk memanfaatkan layanan colocation Internetnya”.


Merokok atau minum tidak diperbolehkan di Kerajaan Sealand, dan tidak ada yang diizinkan mandi lebih dari 3 menit sampai 5 menit per minggu. Hal ini untuk kepentingan pelestarian air tawar yang sulit didapat, mereka hanya memanfaatkan air yang dikumpulkan dari hujan.  Populasi tempai ini jarang melebihi lima orang dan demi keamanan, pengunjung tidak diperbolehkan.  Hingga tahun 2001, HavenCo dijalankan oleh seorang pria bernama Ryan Lackey yang berkata, “Ini bagus untuk kami karena banyak orang takut undang-undang yang sangat kejam disahkan di AS, dan mereka ingin keluar lebih dulu dari itu".  HavenCo mengklaim akan menghancurkan server pelanggan jika terpaksa menyerahkan data pelanggan kepada pihak berwenang.


Untuk sekarang ini keluarga kerajaan asli Sealand tidak lagi menjadi penduduk di Sealand, melainkan tinggal di daratan Inggris karena kesehatan mereka yang mulai menurun.  Tapi mungkin ada beberapa perubahan besar untuk mikronasi Sealand, termasuk kemungkinan meningkatkan ukuran pulau untuk pembangunan sebuah hotel atau resor kasino.