Perubahan Amandemen UUD 1945 1-4 | Pengertian, Sejarah, Hasil dan Tujuan Amandemen


Sebagai negara yang menganut sistem pemerintahan republik, Negara Indonesia menggunakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai landasan konstitusi  yang mengatur segala tata dalam menjalankan pemerintahan di negara Indonesia. Seiring berjalannya waktu dalam penerapannya di Indonesia, UUD 1945 telah mengalami beberapa amandemen sebanyak 4 kali.



Pengertian

Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang amandemen UUD 1945. Apa itu amandemen ? Berdasarkan hukum tata negara, amandemen merupakan hak yang akan dimiliki oleh legislatif untuk dapat melakukan atau memberikan suatu usulan terhadap perubahan-perubahan dalam rancangan Undang-Undang yang telah diajukan oleh pemerintah. Dalam hal ini yang dikatakan pemerintah adalah pihak eksekutif.



Sejarah UUD 1945 dan Amandemen UUD 1945

Dalam sejarah pembentukannya UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tahun 1945 pada tanggal 18 Agustus. Dan kemudian sejak tahun 1949 pada tanggal 27 Desember, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tahun 1950 pada tanggal 17 Agustus di Indonesia berlaku UUDS 1950. Lalu dengan adanya Dekret Presiden tahun 1959 pada tanggal 5 Juli, menyebabkan diberlakukannya kembali UUD 1945, dan dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tahun 1959 pada tanggal 22 Juli. Maka sejak saat itu, secara sah negara Indonesia menggunakan UUD 1945 dalam hal menjalankan pemerintahannya sampai sekarang.


Pada kurun waktu tahun 1999 sampai tahun 2002, UUD 1945 telah mengalami 4 kali amendemen. Amandemen tersebut dilakukan untuk mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Negara Republik Indonesia.



Adapun perubahan (amandemen) yang dilakukan adalah sebagai berikut

1. Amandemen Pertama

Amandemen pertama terjadi pada tahun 1999 tanggal 19 Oktober, dan yang menjadi dasar atas amandemen ini adalah SU MPR 14-21 Oktober 1999. Pada amandemen yang pertama ada sekitar 9 pasal yang akan dilakukan amandemen yakni Pasal 5, pasal 9, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 17, Pasal 20 maupun Pasal 21.

Alasan terjadinya perubahan amandemen pertama yaitu mengenai pergeseran kekuasaan eksekutif, dan dalam hal ini presiden dipandang serta dianggap terlalu kuat sehingga perlu dilakukannya amandemen tersebut.


2. Amandemen Kedua

Amandemen kedua terjadi pada tahun 2000 pada tanggal 18 Agustus,  kemudian disahkan melalui sidang umum MPR tahun 2000 pada tanggal 7 sampai tanggal 8 Agustus. Pada amandemen ke dua ini telah dilakukan perubahan terhadap 5 Bab atau 25 Pasal.

Pasal- pasal yang akan dilakukan amandemen yaitu Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, Pasal 19, Pasal 20, Pasal 20A, Pasal 22A, Pasal 22B, Pasal 25E, Pasal 26, Pasal 27, Pasal 28A, Pasal 28B, Pasal 28C, Pasal 28D, Pasal 28E, Pasal 28F, Pasal 28G, Pasal 28H, Pasal 28I, dan Pasal 28J.


3. Amandemen Ketiga

Amandemen ketiga terjadi pada tahun 2001 pada tanggal 1 sampai tanggal 10 November, yang  disahkan melalui Sidang Tahunan MPR. Pada amandemen ketiga, sebanyak 3 Bab dan 22 Pasal akan dilakukan amandemen, yaitu Bab VIIA, Bab VIIB, dan Bab VIIIA.

Adapun pasal-pasal yang dilakukan amandemen, yaitu Pasal 1, Pasal 3, Pasal 6, Pasal 6A, Pasal 7A sampai Pasal 7C, Pasal 8, Pasal 11, Pasal 17, Pasal 22C sampai Pasal 22E, Pasal 23, Pasal 23A, Pasal 23E, Pasal 23F, Pasal 23G, Pasal 24, dan Pasal 24 A sampai 24C.


4. Amandemen Keempat

Amandemen yang keempat terjadi pada tahun 2002 pada tanggal 1 sampai tanggal 11 Agustus, yang disahkan melalui Sidang Tahunan MPR. Pada amandemen keempat ini  dilakukan perubahan terhadap 2 Bab dan  13 Pasal.


Hal yang terjadi sebelum dan  sesudah amandemen UUD 1945

1. Sebelum dilakukan amandemen :

Sebelum dilakukan amendemen, UUD 1945 terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh (16 bab, 37 pasal, 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat berasal dari 21 pasal yang terdiri dari 2 ayat atau lebih), 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat Aturan Tambahan), serta Penjelasan.


2. Setelah dilakukan amandemen :

Setelah dilakukan 4 kali perubahan, UUD 1945 memiliki 16 bab, 37 pasal, 194 ayat, 3 pasal Aturan Peralihan, dan 2 pasal Aturan Tambahan.


Tujuan dilakukannya amandemen UUD 1945

Untuk dapat  menyempurnakan aturan dasar mengenai sistem ketatanegaraan Negara Indonesia.


Untuk dapat menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan pelaksanaan kedaulatan rakyat di Negara Indonesia.


Untuk dapat menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan perlindungan  HAM di Indonesia.


Untuk dapat menyempurnakan aturan dasar mengenai penyelenggaraan negara Indonesia secara demokratis dan modern.


Untuk dapat melengkapi aturan dasar yang sangat penting dalam hal penyelenggaraan Negara Indonesia.


Dapat menyempurnakan aturan dasar mengenai kehidupan berbangsa atau bernegara di Indonesia.


Itulah perubahan amandemen UUD 1945 yang terjadi selama 4 kali antara tahun 1999 sampai tahun 2002. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam hal menambah wawasan tentang UUD 1945. Sekian dan TERIMA KASIH.